Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PKM KELOMPOK USAHA LELE JAWA TIMUR Kusumawardani, Paramitha Amelia
Jurnal Dedikasi Vol 15 (2018): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.112 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v15i0.6436

Abstract

Kebutuhan lele segar pada pelaku usaha makanan terutama di Jawa Timur diyakinimemiliki potensi besar, sehingga banyaknya pelaku usaha pendukung seperti ternaklele berpeluang menjadi salah satu usaha andalan yang dapat dilakukan secaraswadaya. Adalah bapak sukron (mitra 1) pelaku usaha ternak lele yang berada didesa kenongo kec. Tanggulangin, banyaknya tahapan yang dilakukan dalamberternak dari persiapan kolam, bibit, pakan menjadikan usaha ternak lele tersebutrentang atas masalah. Hal itu dapat terlihat dari banyaknya kolam yang dimilikitetapi tidak ada satu papan nama yang menunjukkan atas kondisi dan status kolamdan lele yang ada, sehingga akan kesulitan jika menjelaskan waktu panen sertaperlakuan lele atas pakan dan nutri yang harus diberikan. Sehingga solusi yang akandiberikan adalah adanya papan nama di setiap kolam yang berisikan identitas kolamserta kondisi lele dan pakan yang diberikan, sehingga memudahkan mitra dalammemonitoring keberadaan kolam dan kondisi lele tersebut. Sementara mitra 2 adalahpelaku usaha abon lele, yang berada di desa Mojorejo kec. Junrejo kota Batu Malang,yang kesehariannya adalah melakukan pengolahan lele segar yang di produksimenjadi abon lele, banyaknya pesanan yang dimiliki oleh mitra 2 memerlukan alatbantu proses pengeringan abon lele pasca pengolahan. Sehingga solusi yang ditawarkan adalah pembuatan alat pengering porteble yang inovatif yang nantinyaberfungsi sebagai a lat alternatif pengering abon lele mitra 2. Dengan permasalahandan solusi yang ada, maka, masing-masing mitra akan memperoleh manfaat yanglebih baik dan memberikan daya saing guna peningkatan pendapatan kelompokmaupun anggota dan pelaku usaha.
Hubungan Sikap Ibu dengan Pelaksanaan Metode Kangguru (Kangaroo Mother Care) pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah di RS Siti Khodijah Sepanjang Paramitha Amelia Kusumawardani; Cholifah Cholifah
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol 4 No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/mid.v4i1.1865

Abstract

Problems that often occur are setting the temperature that is still low and has a weak immune system and the process of forming the immune system that is not perfect so that the range of infection. Not all babies with a birth weight of less than 2,500 grams get health services using advanced technology because of financial constraints in care, geographical factors or areas of residence, transportation, and communication such as the use of incubators. The kangaroo treatment method is a method of contacting skin from skin (skin to skin) which is done directly by placing the baby on the mother's chest. The method of research carried out analytic research with a population of all mothers who have given birth either by normal or SC deliveries whose babies experience low body weight below less than 2500 grams (LBW) in SitiKhodijahSepanjang Hospital, which is the subject of research. Most of the mothers who had LBW babies had a positive attitude that was equal to 10 (66.7%) and most of the mothers carried out the kangaroo method correctly by 9 mothers (60%). This is also evidenced by the results of the Chi-Square test P = 0.005 <α = 0.05 so that H0 is rejected which means there is a relationship between the attitude of the mother and the implementation of the kangaroo method in low birth weight babies so that the community and health workers are expected to implement the kangaroo method infants low birth weight both health care and at home.
Differences In Fasting Blood Glucose Levels In Acceptors Progestin Injections And Combination Injections Siti Cholifah; Paramitha Amelia Kusumawardani; Miftahul Muslih
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2020.8(3).247-252

Abstract

Efforts to limit and regulate birth spacing as a goal to create quality families and healthy families, the government encourages people to use contraceptives as birth control. One of these contraceptives is injection contraception. Injecting contraception is the most widely used contraceptive tool by the people of Indonesia, is considered effective, practical, but has several side effects, the most worrying is that it affects blood glucose. Blood glucose levels in the human body that increase more than normal can be a symptom of diabetes mellitus. The purpose of this study is to determine differences in blood glucose levels in progestin injection and combined injection contraceptive acceptors. Observational research design using a cross sectional approach. The study population was all injectable acceptors. Samples were taken that met the inclusion criteria, namely respondents were willing to be examined, there was no history of diabetes mellitus (DM), less than 40 years of age, acceptors of at least 6-8 hours fasting. Sampling was carried out using consecutive sampling techniques totaling 50 acceptors (25 progestin injection acceptors, 25 combined injection acceptors). Data were analyzed by Witney mann test using α = 0.05. The results showed the mean fasting blood glucose for progestin injection acceptors was higher than for combination injections, the test results P = 0.008 <α = 0.05. The conclusions of the study show that there are significant differences in blood glucose levels in progestin-injecting acceptors and this combination means that progestin-injecting contraceptives have a higher impact on increasing fasting blood sugar levels compared with combined injection contraception. Suggestions for health workers to control blood glucose injector acceptors at acceptors who experience high glucose levels are recommended to replace non-hormonal contraceptive methods.
PHBS SANTRI DAN APLIKASI UKS PONDOK PESANTREN AL-HAMDANIYAH BUDURAN SIWALAN PANJI SIDAORJO Nurul Azizah; Jamilatur Rohmah; Miftahul Mushlih; Paramitha Amelia Kusumawardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v2i1.19583

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan survey di Pondok pesantren Al-Hamdaniyah kami menemukan santri yang sakit terbaring dikamar hanya beralaskan kain dan selimut. Kondisi ini sangat tidak nyaman karena 1 kamar berisi 10 anak dengan berbagai macam aktivitas yang dapat menimbulkan kegaduhan sehingga dapat mempengaruhi istirahat santri yang sakit. Selain itu dapat dibilang berbahaya karena penyakit kemungkinan dapat menularkan pada santri di sekelilingnya. Di pondok tidak ada UKS dan kader kesehatan sehingga yang sakit kadang tidak terurus. Santri pondok pesantren Al-Hamdaniyah tidak pernah mendapatkan pendidikan tentang pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 11 Maret 2020 dilaksanaan workshop dan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat baik secara individu maupun di lingkungan pondok pesantren, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan serta pembentukan kader kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pengadaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang akan dimanfaatkan bagi santri yang sedang sakit untuk istirahat atau sekedar cek kesehatan dan melakukan perawatan sakit ringan. Beberapa santri juga akan kami bentuk untuk menjadi kader kesehatan, agar dapat mengenali tanda gejala awal adanya kesakitan sebelum di periksakan kepada tenaga medis, dan dapat melakukan perawatan mandiri setelah santri berobat hingga santri dapat sembuh dengan baikHasil: kegitan seminar PHBS di lingkungan pondok pesantren berlangsung lancar, dan para santri terlihat antusias mengikuti acara hingga selesai. Pembinaan kader kesehatan telah dilakukan, dan para calon kader kesehatan dapat mengkuti pembinaan dengan baik. Tersedianya UKS baru yang dapat menjadi fasilitas tambahan dan bermanfaat bagi santri.Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan. Dan menghasilkan sebuah perubahan sesuai dengan target luaran, yakni pengetahuan tentang PHBS individu dan lingkungan pondok pesantren, terbentunya kader kesehatan untuk menjalankan kegiatan UKS, terwujudnya UKS di pondok pesantren Al-Hamdaniyah.
The Comparison Of Effectiveness Between Ginger Drinks And Dark Chocolateindecreasingdysmenorrhea Kusumawardani, Paramitha Amelia; Cholifah, Cholifah
International Journal of Health Science and Technology Vol 2, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v2i1.1822

Abstract

The aims of the study are to measure and obtain data change on dysmenorrhea in the group of ginger drinks and dark chocolateand to compare the effectiveness between ginger drinks and dark chocolate in decreasing dysmenorrhea. Dysmenorrhea disorders can be occur for several hours even up to several days and interfere daily activities. Approximately 15% during menstrual dysmenorrhea has an impact on daily activities, requiring antianalgesic drugs and nearly 40% of dysmenorrhea may require medical treatment and 8-10% are not attending school. The research design uses Quasi Experimental with one group pretest-posttest design. The result ofdifference between pretest and posttest valueobtained by using Paired Sample Test.The result of the research shows the correlation between intensity of dysmenorrhea and ginger drinks seen from significant value α 0.020 α 0.05 while the strength of the relation is medium which seen from correlation strength is 0.592. Whereas there is no correlation between intensity of dysmenorrhea and dark chocolate seen from significant value α 0.421 α 0.05 with low relation strength seen from correlation strength value 0,225. Based on the results, the researchers concluded that ginger drinks is more influential in decreasing dysmenorrhea than dark chocolate with α 0.020 α 0.05. 
Village Partnership Program for Health Improvement for the Elderly in Penatarsewu Village, Tanggulangin Sidoarjo Paramitha Amelia Kusumawardani; Siti Cholifah; Rachmat Firdaus; Hamzah Setiawan; Ribangun Bamban Jakaria
Jurnal Dedikasi Vol. 17 No. 2 (2020): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v17i2.14766

Abstract

Elderly age is an age that is susceptible to various diseases. There are many changes both physically, cognitively, mentally, psychosocial and spiritually and with many of these changes it will be better if the elderly get better services. Services in all aspects for the elderly in Indonesia have not received the maximum touch from the government. Based on the results of the initial survey conducted by the Proposal Team in mid-December 2019 at the Tanggulangin Health Center, it was found that only 42.50% received health services. This shows that the coverage of elderly health services in Penatarsewu village is less than the target set by the Health Office. Therefore, the community service partner and partners improve the health status of the elderly by optimizing home health checks for the elderly and training and mentoring posyandu cadres for the elderly. With this village partnership program, holding a routine elderly posyandu equipped with adequate medical checkups, competent elderly cadres and elderly gymnastics that have been held regularly are the right solution to be carried out in Penatarsewu Village.
Pendampingan Kelas Ibu Hamil Dimasa Pandemi Covid Siti Cholifah; Paramitha Amelia Kusumawardani; Lely Ika Mariyati; Syndy Syeny Yuana
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i01.a3351

Abstract

Upaya peningkatan derajat kesehatan Ibu hamil terus dilakukan, meningat masiht ingginya Angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia, Di masa pandemic mengakibatkan berbagai permasalahan kesehatan termasuk kesehatan ibu hamil. Kebijakan pemerintah untuk menerapkan menjaga jarak sosial, menjaga jarak fisik dan bekerja dari rumah sebagai upaya untuk pencegahan penularan covid-19, menyebabkan kegiatan kelas ibu hamil tidak bisa dilaksanakan. Sehingga tujuan dari kelas ibu hamil sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi melalui kelas ibu hamil yang merupakan bagian dari antenatal berkualitas tidak tedapat terlaksana. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra berdasarkan hasil observasi dan dikusi antara lain kecemasan ibu hamil bersalin dimasa pandemi dan kurangnya pengetahuan tentang cara mengatasi stress selama kehamilan, kebutuhan senam hamil belum terpenuhi, kurangnya pemberdayaan ibu hamil untuk meningkatkan status kesehatan. Solusi permasalahan mitra dengan melakukan pendampingan kelas ibu hamil di masa pandemi. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 29 Desember 2020 sampai 12 Januari 2021 pada kelas ibu hamil desa Ketimang Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Metode yang dilakukan adalah pendampingan kelas ibu hamil, kegiatan pendidikan kesehatan dan pelatihan pada ibu hamil. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang manajemen stres, senam hamil dan akupresur untuk meningkatkan status kesehatan ibu hamil
Edukasi Gizi pada Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Gizi Hanik Machfudloh; Paramitha Amelia Kusumawardani; Lukman Hudi; Miftakhurrahmat, A. Miftakhurrahmat
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i01.a3695

Abstract

Dinegara berkembang, adanya transisi gizi membuat prevalensi gizi meningkat sehingga dapat mengalami beban ganda untuk masalah gizi dimana gizi yang kurang maupun gizi yang lebih dapat menganggu proses pertumbuhan dan perkembangan terutama pada anak serta dapat meningkatkan risiko penyakit pada anak maupun orang dewasa. Survey pendahuluan di Desa Sidokepung kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, masih terdapat balita gizi kurang sehingga tim pengabdi mengadakan edukasi mengenai gizi yang melibatkan para peternak budidaya ikan lele dan masyarakat umumnya. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan ceramah, kunjungan, dan demo langsung. Kegiatan ceramah dan kunjungan dilakukan untuk pemahaman materi kesehatan dan gizi sedangkan demo langsung dilakukan untuk aplikasi materi yang langsung dapat ditiru dan dirasakan oleh peserta. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah pemahaman dari peserta edukasi tentang kesehatan dan gizi dan edukasi dalam aplikasi penentuan gizi dan kesehatan sehingga masyarakat cukup tertarik pada masalah yang disajikan. Selain itu, peserta memahami dengan baik tentang materi yang diberikan narasumber bahkan mereka sadar bahwa menjaga kesehatan dan mengetahui serta memperhatikan tentang gizi yang baik merupakan keharusan dan kewajiban setiap keluarga apalagi didukung dengan sebagian besar masyarakat merupakan peternak budidaya ikan lele dimana ikan lele merupakan ikan yang tinggi protein.
PKM KELOMPOK USAHA LELE JAWA TIMUR Paramitha Amelia Kusumawardani
Jurnal Dedikasi Vol. 15 (2018): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v15i0.6436

Abstract

Kebutuhan lele segar pada pelaku usaha makanan terutama di Jawa Timur diyakinimemiliki potensi besar, sehingga banyaknya pelaku usaha pendukung seperti ternaklele berpeluang menjadi salah satu usaha andalan yang dapat dilakukan secaraswadaya. Adalah bapak sukron (mitra 1) pelaku usaha ternak lele yang berada didesa kenongo kec. Tanggulangin, banyaknya tahapan yang dilakukan dalamberternak dari persiapan kolam, bibit, pakan menjadikan usaha ternak lele tersebutrentang atas masalah. Hal itu dapat terlihat dari banyaknya kolam yang dimilikitetapi tidak ada satu papan nama yang menunjukkan atas kondisi dan status kolamdan lele yang ada, sehingga akan kesulitan jika menjelaskan waktu panen sertaperlakuan lele atas pakan dan nutri yang harus diberikan. Sehingga solusi yang akandiberikan adalah adanya papan nama di setiap kolam yang berisikan identitas kolamserta kondisi lele dan pakan yang diberikan, sehingga memudahkan mitra dalammemonitoring keberadaan kolam dan kondisi lele tersebut. Sementara mitra 2 adalahpelaku usaha abon lele, yang berada di desa Mojorejo kec. Junrejo kota Batu Malang,yang kesehariannya adalah melakukan pengolahan lele segar yang di produksimenjadi abon lele, banyaknya pesanan yang dimiliki oleh mitra 2 memerlukan alatbantu proses pengeringan abon lele pasca pengolahan. Sehingga solusi yang ditawarkan adalah pembuatan alat pengering porteble yang inovatif yang nantinyaberfungsi sebagai a lat alternatif pengering abon lele mitra 2. Dengan permasalahandan solusi yang ada, maka, masing-masing mitra akan memperoleh manfaat yanglebih baik dan memberikan daya saing guna peningkatan pendapatan kelompokmaupun anggota dan pelaku usaha.
Efek Samping KB Suntik Kombinasi (Spotting) dengan Kelangsungan Akseptor KB Suntik Kombinasi Paramitha Amelia Kusumawardani; Hanik Machfudloh
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.227

Abstract

Abstrak Berbagai macam metode kontrasepsi tersedia baik berupa metode hormonal maupun metode non hormonal. Data Riskesdas 2018 menunjukkan KB suntik 3 bulan merupakan kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan. Setiap kontrasepsi hormonal yang ada mempunyai efek samping termasuk KB suntik 3 bulan yang mengandung progestin. Dari data register yang diambil di PBM Desa Suko Kabupaten Sidoarjo, akseptor KB suntik 3 bulan hampir seluruh akseptor mengalami efek samping, Tujuan penelitian mengkaji efek samping KB suntik 3 bulan terhadap kelangsungan penggunaan KB suntik 3 bulan. Desain penelitian yang digunakan desain penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan studi retrospektif. Populasi pada penelitian seluruh akseptor KB suntik 3 bulan yang mengalami efek samping (spotting) di PBM Desa Suko Kabupaten Sidoarjo berjumlah 34 akseptor dan sampel yang diambil 31 akseptor.Teknik sampling menggunakan random sampling. Uji statistik Chi-Kuadrat dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan 2X sebesar 2,981823 sedangkan 2X tabel Chi-Kuadrat dengan d.b=1 sebesar 3,481. Jadi didapatkan hasil 2X hitung lebih kecil dari 2X tabel Chi-Kuadrat maka hipotesa Ho diterima. Kesimpulan efek samping (spotting) tidak ada hubungan dengan kelangsungan penggunaan KB suntik 3 bulan.Kata kunci: efek samping, spotting, kontrasepsi, KB suntik  Abstract There are various contraceptive methods available, both hormonal and non-hormonal methods. The 2018 Riskesdas data shows that 3 months injection contraceptive is hormonal contraceptive most used. Every hormonal contraceptive has side effects including 3 months injection contraceptive that contains progestin. Based on registered data taken at PBM (Independence Midwife Practice) Suko village, Sidoarjo, almost all acceptors of 3-month injection contraceptive experience side effects, therefore researchers want to study side effects of 3-month injection contraceptive toward the continuity of using 3-month injection contraceptive. The research design used correlation research design using a cross sectional approach with a retrospective study. Population in study was 34 acceptor of 3 month injection contraceptive who experienced side effects (spotting) in PBM Suko village, Sidoarjo and the sample was 31 acceptors. Sampling technique uses random sampling. Chi-Square statistical test with a significant level of 0.05 was obtained 2X of 2.981823 while the 2X Chi-Square table with d.b = 1 was 3.481. So the result is 2X count smaller than 2X Chi-Square table, so the Ho hypothesis is accepted. Conclusion of this study is that side effects (spotting) have no relationship with continuity of using injection contraceptives for 3 months.Keywords: side effect, spotting, contraception, injection contraceptive