Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TGB 1 SMKN 1 MADIUN MA'ARIF, SAMSUL
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-85 Periode 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check (pasangan mengecek) menerapkan pembelajaran berkelompok yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan. Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check mengedepankan rasa sosial siswa, kerja sama dan kemampuan memberi penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, peningkatan kegiatan belajar siswa dan peningkatan kegiatan mengajar guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah kelas X TGB 1 SMKN 1 Madiun yang berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar siswa, pengamatan kegiatan belajar siswa dan pengamatan kegiatan mengajar guru. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2015 – 05 November 2015. Prosentase rata-rata hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh: silabus sebesar 84%, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 81%, Bahan ajar (Hand Out) sebesar 81% dan Tes hasil belajar sebesar 81,5%. Prosentase hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria baik dan layak untuk dilaksanakan. Hasil penelitian pembelajaran pada siklus I, siswa yang mengikuti pembelajaran sebanyak 32 siswa. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 siswa dengan prosentase sebesar 78% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa dengan prosentase sebesar 22%. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus I mendapatkan skor 2,76 dengan kriteria baik. Hasil pengamatan kegiatan mengajar guru pada siklus I mendapatkan skor 2,60 dengan kriteria baik. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, siswa yang mengikuti pembelajaran sebanyak 29 siswa, terdapat 2 siswa yang tidak masuk. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 29 siswa dengan prosentase sebesar 97% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 1 siswa dengan prosentase sebesar 3%. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus II mendapatkan skor 3,59 dengan kriteria sangat baik. Hasil pengamatan kegiatan mengajar guru pada siklus II mendapatkan skor 3,63 dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Pair Check, Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pair Check of cooperative learning is a learning model that can assist teachers in improving student learning outcomes. Pair Check of cooperative learning (partner check) to apply the learning in groups demanding independence and the ability of students in solving problems Pair Check cooperative learning emphasizes student social sense, cooperation and the ability to provide assessment. The purpose of this study was to determine the increase in student learning, increase student learning activities and improvement of teachers' teaching activities. This type of research is the Classroom Action Research. Subjects were class X TGB 1 SMK 1 Madiun totaling 32 students. The research instrument is a test student learning, observation learning activities of students and teachers' observations of teaching activities. The research was conducted on October 29, 2015 - November 5, 2015. The average percentage of learning the validation results obtained: the syllabus of 84%, lesson plan by 81%, Hand Out by 81% and the test result of learning by 81.5%. Percentage of the validation results indicate that the device meets the criteria of good learning and feasible. Results of the research study in the first cycle, students who take the learning as much as 32 students. The number of students who completed as many as 25 students with a percentage of 78% and students who did not complete as many as seven students with a percentage of 22%. The observation of learning activities of students in the first cycle to get a score of 2.76 with good criteria. The observation of teaching activities of teachers in the first cycle to get a score of 2.60 with a good criteria. While the implementation of learning in the second cycle, students who take the study a total of 29 students, there are two students who do not attend. The number of students who completed a total of 29 students with a percentage of 97% and students who did not complete as many as 1 students with a percentage of 3%. The observation of learning activities of students in the second cycle to get a score of 3.59 with the criteria very well. The observation of teaching activities of teachers in the second cycle to get a score of 3.63 with the criteria very well. Keywords: Cooperative learning, Pair Check, Classroom Action Research
Relasi Agama dan Politik Menurut Rawls Ma'arif, Samsul
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 16, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.374 KB) | DOI: 10.22146/jf.23208

Abstract

The sections fall into some sections. The first one isintroduction to Rawls theoretical issues on politics especially onwhat is called PR. The misconceptions of Rawls thought held bysome religious believers will be dealt with explicitly. I will, then,try to explain that Rawls reflective equilibrium leaves room fordistinctively religious beliefs based on faith and religions. And, theoverlapping consensus which is crucial Rawls later thought. Based on this explanation above I come to second sectionthat deals with Indonesia’s political issues that is related toPancasila as a common ground. The issue is mainly on therelationship between religion and state in a highly diversitybackground especially diversity in religions. This section isremarkably important to see various ideologies took dialecticalprocess in its historical footprints. And, I come to third section. In this way, I will produce thepossibility of Pancasila as PR. Some frequent critical questionsresponding PR from the opposing groups will also be answeredclearly. In the final section, then, I try to give the explanation onreligion, as a comprehensive doctrine, should play a role inpolitical arena that in the light of Rawls’ PR.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG PASAR BANDARJO UNGARAN KABUPATEN SEMARANG ma'arif, samsul
Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 2 (2013): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v2i2.1657

Abstract

AbstrakPasar tradisional sampai sekarang masih menjadi pusat kegiatan ekonomi yang sangat penting bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Di pasar, seseorang bisa mendistribusikan produk-produk yang dihasilkannya untuk dijual, dengan kegiatan tersebut para penjual bisa memperoleh pendapatan setiap harinya, sehingga bisa mensejahterakan hidupnya. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah berapa besar pengaruh modal berdagang, lokasi berdagang, kondisi tempat berdagang terhadap pendapatan pedagang pasar Bandarjo Ungaran Kabupaten Se-marang? Populasi penelitian yaitu pedagang Pasar Bandarjo Ungaran Kabupaten Semarang sebanyak 958 pedagang pasar. Jumlah sampel yang diperoleh berdasar-kan kriteria yang telah ditetapkan berjumlah 90. Hasil uji hipotesis secara serempak (uji F) dapat diketahui bahwa modal, lokasi berdagang, kondisi tempat berdagang secara simultan berpengaruh signifikan pada pendapatan pedagang pasar dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil perhitungan dengan uji koefisien determinasi ganda dapat diketahui bahwa modal, lokasi berdagang, kondisi tempat berdagang secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen pendapatan pedagang pasar sebesar 52,8%, sedangkan sisanya sebesar 47,2% disebabkan oleh faktor-faktor lain. Simpulan dari penelitian ini adalah variabel modal, lokasi berdagang, kondisi tempat berdagang secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh yang signifikan pada besarnya variabel pendapatan pedagang pasar. Saran penu-lis sebaiknya dalam menghasilkan pendapatan berdagang tidak dilihat dari modal, lokasi dan kondisi tempat berdagangnya saja, tetapi bisa dilihati dari kualitas ba-rang serta penataan barang diusahakan ditata rapi agar dapat menarik para kon-sumen untuk membeli barang di tempat tersebut.AbstractTraditional markets until now is still became the center of economic activities which is very important for some people in indonesia. In the market someone could distribute the products that it to be sold with the event the seller could derive income every day, so that it can improve the welfare of his life. Synthesis problems that are examined in this research is how big the influence of trade, capital the location of busi-ness, the condition of a trading place against earnings market traders bandarjo ungaran district semarang? The population of research that is market traders bandarjo ungaran district semarang as many as 958 mar-ket traders. The number of samples gathered based on criteria that have been set by accounts for 90. The results of the test hypotheses in unison ( f ) test can be detected that capital, the location of business, the condition of a trading place simultaneously influential significant on revenue of market traders at a value of significance of 0,000. The result of reckoning with the coefficient double determination can be known that capital, the location of business, the condition of a trading place jointly affect the dependent variable for income amounting to 52,8 %, market traders while the rest of 47.2 % caused by other factors. Drawing conclusions of this research is variable capital, the location of business, the condition of a trading place simultaneously ( together ) has influence significantly in magnitude variable income market traders. Ad-vice writer in generating revenue should not seen of capital, trade the location and the condition of a place berdagangnya course, but it can dilihati of the quality of goods and on the management of goods cured ditata neat in order to draw customers to buy goods on the spot.
Implementasi Program Double Track sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Ekonomi Kreatif di SMA NU 1 Gresik Cholis, Nur; Ma'arif, Samsul; Huda, Muhammad Nuril
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.153 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2022.12.1.20-31

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai program unggulan yang ada di SMA NU 1 Gresik dan menjadi sekolah rujukan tingkat nasional. Diantara program unggulan yaitu program Double Track yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ekonomi kreatif peserta didik Di SMA NU 1 Gresik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif yaitu dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa upaya peningkatan keterampilan ekonomi kreatif dapat dilakukan melalui implementasi program Double Track yang dibuktikan dengan sekolah menjalin kerjasama dengan mitra sekolah, pemberian materi keterampilan pada mata pelajaran muatan lokal dan ekstrakurikuler, melibatkan peserta didik pada kegiatan sekolah, keberhasilan dalam pembuatan produk serta pelaksanaan ujian sertifikasi yang ditempuh oleh peserta didik untuk mendapatkan sertifikat.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Implementasi Total Quality Management Malik, Abdul; Ma'arif, Samsul; Huda, Muhammad Nuril
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.483 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2020.10.2.113-127

Abstract

Keberhasilan dalam mencapai mutu sekolah dibutuhkan kepemimpinan yang berorientasi pada mutu. Komitmen sekolah terhadap mutu dapat melalui implementasi Total Quality Management (TQM) atau bisa dikenal dengan manajemen mutu terpadu. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Karakteristik kepemimpinan kepala sekolah yaitu demokratis dan kharismatik. Bentuk komitmen terhadap mutu dibuktikan dengan mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional dan juga mendapatkan pengakuan dari lembaga penjamin mutu eksternal yaitu memperoleh sertifikat ISO 9001 : 2015. Kepemipinan kepala sekolah dalam implementasi total quality management yaitu dengan mengoptimalkan peranan kepemimpinan, mengoptimalkan peran manajerial, perubahan budaya, perbaikan secara berkesinambungan, memperhatikan proses, melakukan inovasi terus menerus, profesionalisme dan fokus terhadap pelanggan, kolega sebagai pelanggan, mengoptimalkan kualitas pembelajaran, dan pemasaran internal
Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Sistem Kredit Semester dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Wati, Devi Norma; Ma'arif, Samsul; Huda, Muhammad Nuril
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.892 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2020.10.2.128-146

Abstract

Suksesnya program-program yang dilaksanakan di madrasah, salah satunya program pembelajaran berbasis SKS yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian siswa dalam belajar dan meningkatkan prestasinya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan cara pengumpulan data: wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Mojokerto. Hasil penelitian, Pertama, konsep sistem kredit semester yang di dalamnya menjelaskan langkah-langkah, tujuan, peraturan serta struktur organisasi SKS. Kedua, penerapan pembelajaran berbasis sistem kredit semester yang di dalamnya menjelaskan sosialisasi kepada wali murid dengan menunjukkan bukti seperti SK bahwa madrasah benar menerapkan pembelajaran berbasis SKS, tugas pembimbing akademik / wali kelas, rasio SDM serta fasilitas yang merata. Ketiga, pengelolaan pembelajaran berbasis sistem kredit semester dalam meningkatkan prestasi siswa yang di dalamnya menjelaskan peningkatan prestasi siswa dari tahun ke tahun, cara mengevaluasi prestasi siswa dan evaluasi pengelolaan pembelajaran SKS di MAN 1 Mojokerto.