Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Vitamin D3 Terhadap Glukosa Darah Tikus Wistar Yang Dipapar Asap Rokok Lolita Putri Nanda Utami; Rusmini, Hetti; Nurmalasari, Yessi; Hermawan, Dessy
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1 No 2 (2020): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.428 KB) | DOI: 10.37148/arteri.v1i2.52

Abstract

Cigarettes are the biggest health problem around the world. Nicotine in cigarettes has been proved insulin receptor resistance and can reduce insulin secretion in pancreatic β cells, which causes an increase in blood glucose levels. One of the efforts to reduce blood glucose levels is to consume vitamin D3. Vitamin D3 is a prohormone that plays a role in metabolic functions in cells and repair functions of cells. Purpose: to know the effect of vitamin D3 toward glucose blood level of male Rattus norvegicus Wistar exposed by cigarette smoke. Methods: This research conducted with pure experimental pre- and post-test with control group design. The samples used were 24 male rats. The sample divided into four groups, including K1, K2, K3, and P1. K1, which is not exposed by cigarette smoke and not given of vitamin D3. K2 is a group exposed by cigarette smoke but not given vitamin D3. K3 is a group that is not exposed by cigarette smoke but given vitamin D3 a dose of 0.2 µgr /head. P1 is a group exposed by cigarette smoke and given a vitamin D3 dose of 0.2 µgr /head. Results: Paired T-test showed increased blood glucose levels that are meaningful (p<0,05) In groups K2 (p=0,018) and P1 (p=0,035). One-way Anova showed there were differences in blood glucose levels that are meaningful between groups (p=0,001). Statistical analysis Post Hoc LSD showed significant differences in group K1 with K2 (p=0,004), group K1 with K3 (p=0,038), group K1 with P1 (p=0,038), group K2 with K3 (p=0,000), group K2 with P1 (p=0,004). Conclusion: Vitamin D3 can reduce fasting blood glucose levels of Rattus norvegicus exposed by cigarette smoke.
Hubungan Status Gizi dengan Konsentrasi Belajar Pada Anak SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Nurmalasari, Yessi; Anggunan, Anggunan; Wulandari, Indah Aullia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.2630

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan banyak diderita oleh anak usia sekolah, termasuk masalah status gizi. Menurut data World Health Organization (WHO) (2014) , sebanyak 51 juta anak di seluruh dunia berada pada status gizi kurus, sebanyak 161 juta mengalami pendek dan 42 juta mengalami kasus kegemukan dan  Obesitas. (Simbolon, dkk, 2014) berpendapat jika status gizi anak baik maka kemampuan akademik anak akan baik juga, asupan zat gizi yang baik yang dikonsumsi anak akan membantu kerja otak lebih efektif dalam hal penyerapan pelajaran disekolah maupun diluar sekolah. Status gizi anak sekolah yang baik akan menghasilkan derajat kesehatan yang baik pula. Sebaliknya status gizi yang buruk menghasilkan derajat kesehatan yang buruk, mudah terserang penyakit, dan tingkat kecerdasan yang kurang sehingga prestasi anak di sekolah juga kurang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik bivariat Spearman didapatkan nilai p-value =0,020 (p<0,05) dan nilai r sebesar 0,265*. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran.
Hubungan Stunting dengan Kadar Hemoglobin dan Prestasi Belajar Pada Anak Sd Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Nurmalasari, Yessi; Anggunan, Anggunan; Arivany, Rofi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3780

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi berkepanjangan, yang dinilai berdasarkan z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Stunting yang ada pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam masa tumbuh, konsekuensi yang diterima yaitu berkaitan dengan rendahnya kemampuan kognitif anak. Jika asupan zat besi tidak tercukupi maka pembentukan transferrin juga akan terganggu yang mengakibatkan rendahnya kadar hemoglobin, sehingga menyebabkan anemia. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Hubungan stunting dengan kadar hemoglobin dan prestasi belajar pada anak sd negeri 13 teluk pandan pesawaran tahun 2019. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analatik observasional dengan desain cross sectionall. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik bivariat chi-square didapatkan masing-masing nilai p- value = 0,016 dan OR 3,1 (1,2-8,1) pada anak stunting dengan kadar Hemoglobin. Dan p-value = 0,026 dan OR 3,3 (1,1-9,8) pada anak stunting dengan prestasi belajar. Berarti kadar hemoglobin dan prestasi belajar pada anak stunting berhubungan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stunting dengan kadar hemoglobin dan prestasi anak sd negeri 13 teluk pandan pesawaran tahun 2019. Kata Kunci : Stunting. Kadar Hemoglobin. Prestasi Belajar.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN LEMAK VISCERAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2017 Nurmalasari, Yessi; Hayatuddini, Irma Latifah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.631 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.791

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus di Indonesia kini telah menduduki urutan jumlah penderita diabetes terbanyak setelah Amerika Serikat, China dan India.Indeks massa tubuh merupakan gambaran status gizi yang mungkin berkaitan dengan lemak visceral dan diabetes melitus tipe 2. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan lemak visceral pada pasien diabetes melitus tipe 2.Metode: Jenis penelitian ini termasuk observasi analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang datang ke poliklinik penyakit dalam rumah sakit pertamina bintang amin tahun 2017 sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan data primer yang diambil dari pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan responden, dan penilaian lemak visceral dengan menggunaka timbangan omron HBF–212. Uji yang digunakan adalah uji shapiro-wilk, distribusi frekuensi, dan Spearman.Hasil: Pada analisis univariat 40 responden diperoleh persentase imt yang mengalami obes tingkat II (>30) sebanyak 6 responden (15,0 %) obes tingkat I (25,0 – 29,9) sebanyak 16 reponden (40,0 %), pra-obes atau overweight (23,0 – 24,9) sebanyak 6 respoden (15,0 %), berat badan kurang atau underweight (<18,5) sebanyak 2 responden (5,0 %), dan normal (18,5 – 22,9) sebanyak 10 responden (25,5%). Dari 40 responden diperoleh persentase lemak visceral yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 6 responden (15,0 %), kategori sedang sebanyak 16 responden (40,0 %), dan kategori normal sebanyak 18 responden (45,0 %). Dan untuk analisis bivariat didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan lemak visceral pada pasien diabetes melitus tipe 2 (p-value = 0,000) dan nilai korelasi Spearman (r = 0,726) menunjukan korelasi positif dengan korelasi yang sangat kuat.Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan lemak visceral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tahun 2017.
KARAKTERISTIK PASIEN GLAUKOMA BERDASARKAN FAKTOR INSTRINSTIK DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Nurmalasari, Yessi; Hermawan, Muhammad Rizki
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.481 KB) | DOI: 10.33024/.v4i2.775

Abstract

Latar Belakang. Glaukoma merupakan dampak dari mekanisme peningkatan tekanan intraokular pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar aqueous humour akibat kelainan sistem drainase sudut balik mata depan (glaukoma sudut terbuka) atau gangguan akses aqueous humour ke sistem drainase (glaukoma sudut tertutup). Berdasarkan data World Health Organization (WHO) angka kebutaan meningkat dari 45 juta pada tahun 2013 menjadi 60 juta pada tahun 2014. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, di Provinsi Lampung sebesar 1,7%.Tujuan. Untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien glaukoma berdasarkan faktor intrinstik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2015.Metode. Penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Desember 2015 dan dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Terdapat 78 responden dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.Hasil. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa usia diketahui Dewasa muda sebanyak 50 orang (64,1%) dan Usia Lanjut sebanyak 28 orang (35,9%), jenis kelamin didapatkan Laki-Laki sebanyak 37 orang (47,4%) dan Perempuan sebanyak 41 orang (52,6%), riwayat hipertensi didapatkan hipertensi sebanyak 57 orang (73,1%) dan tidak ada hipertensi sebanyak 21 orang (26,9%), riwayat diabetes melitus didapatkan Diabetes Melitus sebanyak 20 orang (25,6%) dan tidak ada Diabetes Melitus sebanyak 58 orang (74,4%).Kesimpulan. Usia responden paling banyak adalah dewasa muda sebanyak 50 orang (64,1%), jenis kelamin responden paling banyak adalah perempuan sebanyak 41 orang (52,6%), riwayat hipertensi pada responden paling banyak adalah yang memiliki riwayat hipertensi sebanyak 57 orang (73,1%), Riwayat Diabetes Melitus  paling banyak pada pasien glaukoma adalah tidak mengalami Diabetes Melitus sebanyak 58 orang (74,4%).
DAYA ANTIBAKTERI AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN KLEBSIELLA PNEUMONIA Utami, Deviani; Nurmalasari, Yessi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.125 KB) | DOI: 10.33024/.v1i1.297

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui  daya  antibakteri  air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap bakteri Staphylococcus aureus danKlebsiella pneumoniae  menggunakan metode  difusi  agar  Kirby-Bauer  serta  untukmenguji  kemungkinan  adanya  perbedaan daya  antibakteri  air  perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap bakteri Gram positif Subyek  terdiri  dari enam  perlakuan,  yaitu kontrol  0%  (aquades  steril),  serta  air  perasan  jeruk nipis dengan konsentrasi  0%,  50%,  60%,  70%,  80%,  dan  90%  untuk masing-masing  kelompok bakteri  Staphylococcus  aureus  dan  Klebsiella pneumoniae.  Dilakukan empat  kali  pengulangan  sesuai  rumus  Federer  pada  setiap kelompok perlakuan  dan parameter  yang diukur  adalah  diameter  zona  hambat  pada  media  pertumbuhan bakteri. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  air  perasan  jeruk nipis  memiliki  daya antibakteri  terhadap Staphylococcus  aureus  dan  Klebsiella pneumoniae.  Pada  konsentrasi  0%,  50%,  60%,  70%,  80%,  dan  90%  untuk Staphylococcus  aureus terbentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 0 mm; 12,04 mm; 12,98 mm; 14,18  mm; 16,99 mm; dan 18,61 mm. Pada Klebsiella pneumoniae dengan konsentrasi 0%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% terbentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 0 mm;  8,96 mm;  9,66 mm;  10,01 mm;  10,28 mm;  dan  10,44 mm. 
Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Nurmalasari, Yessi; Anggunan, Anggunan; Haryanto, Winendy Deo
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.2631

Abstract

Latar Belakang: Kecukupan gizi pada anak sekolah dasar masih menjadi masalah yang sangat serius karena akan berlanjut hingga usia dewasa dan memberikan dampak yang buruk untuk kedepannya bagi kesehatan. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari pengetahuan siswa, aktivitas fisik siswa dan pola konsumsi makan dan jajan siswa. karena dengan hal tersebut jika berjalan dengan baik maka dapat mempengaruhi tindakan dalam hal melakukan perbaikan gizi sehingga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada status kesehatannya dan terutama dalam hal status gizi (wicaksana&nuriska,2018). Gizi buruk di usia muda membawa dampak anak mudah menderita salah mental, sukar berkonsentrasi, rendah diri, dan prestasi belajar menjadi rendah . (Noor ,dkk, 2018).Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi  Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019.Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling Analisis data menggunakan uji SpearmanHasil Penelitian: Hasil uji statistik bivariat Spearman didapatkan nilai p-value =0,000 (p<0,01) dan nilai r sebesar 0,794**. Hal ini berarti secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kecukupan gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecukupan gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun 2019.