Savitri, Mieke
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2018 Adani, Isnani; Savitri, Mieke
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan salah satu komponen dalam menghitung kebutuhan tenaga. Artinya jumlah tenaga yang dibutuhkan disesuaikan dengan beban kerja yang ada. Metode Workload Indicators of Staffing Need ( WISN) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan beerdasarkan beban kerja nyata yang dilaksanakan oleh tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya beban kerja yang ada di Instalasi gawat Darurat RSUD Kota Kendari dengan teknik Work Sampling dan selanjutnya digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga dengan metode WISN. Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kota Kendari pada bulan Oktober sampai dengan November 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan kegiatan produktif di Instalasi Gawat Darurat yaitu (34,2%%) dan kegiatan produktif tidak langsung (55,3%). Proporsi waktu yang diperoleh dari komponen beban kerja kegiatan produktif dan kegiatan produktif tidak langsung sudah mencapai batas maksimal  yaitu (89,5%). Perhitungan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan beban kerja diperoleh 28,7 tenaga perawat dengan ratio WISN 0,8. Hasil penelitian menyarankan bagi manajemen RSUD Kota Kendari untuk melakukan pengelolaan tenaga keperawatan secara optimal untuk mencapai pelayanan keperawatan yang berkualitas, mempertimbangkan beban kerja perawat sebagai acuan dalam penentuan kebutuhan tenaga perawat, serta menambah tenaga non medis (porter). Kata Kunci : Beban Kerja, Work Sampling, Kebutuhan Tenaga Perawat, WISN
Health consequences of child marriage in high burden countries : a systematic review Aulia, Ayuning; Savitri, Mieke
International Journal of Health Science and Technology Vol 1, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v1i1.943

Abstract

Child marriage, defined as a formal marriage or informal union before age 18. Worldwide, over 650 million women live today married as children. An estimated 12 million girls under 18 married each year. The purpose of this study is to know health consequences of child marriage. A systematic review by using the search facility database online through PubMed and EBSCO. Journal were screen by using search engine with 5 keywords “child marriage” OR “early marriage” AND “impact” AND “health” then screened based on specific publication from 2013 to 2018, use english, full text, and selecting journals based title and abstract. Found 3822 journals at early stage and at the end 5 articles were included in review. Child marriage significantly increases the likelihood of stillbirth/miscarriage, late child development or stunting, mental health is worse, excessive bleeding, and many women in the ‘thin’/malnutrition category were married before 18 years. There are many health consequences of health marriage. Prevent the occurrence of child marriage, should the child be given education about reproductive health especially, related to the impact of child marriage.