Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

“Barrenness”: Jalan Penggenapan Janji Allah Bagi Keluarga Allah Susanta, Yohanes Krismantyo
Jurnal Jaffray Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i2.253

Abstract

Kemandulan adalah tema umum dalam Alkitab terutama dalam Perjanjian Lama. Kemandulan merupakan persoalan serius bagi pasangan di dalam budaya yang menekankan pentingnya keturunan. Tulisan ini membuktikan bahwa kemandulan adalah karya Allah yang memiliki kehendak-Nya. Perspektif budaya tentang kemandulan akan dijelaskan dalam perseptif Perjanjian Lama. Tulisan ini menyatakan bahwa Allah dapat memakai kemandulan untuk meneguhkan iman keluarga Kristen kepada Allah. Allah juga dapat memakai kemandulan sebagai kesempatan bagi pasangan untuk melakukan adopsi anak. Allah dapat menggunakan kemandulan sebagai kesaksian bagi pasangan yang memiliki anak untuk menghargai anak-anak sebagai anugerah dari Allah.Barrenness is a common theme in Scripture. Barrenness is a serious problem for couples in a culture that emphasizes the importance of descent. This writing proves that barrenness is the work of God having his will. The cultural perspective about infertility will be explained from the perspective of the Old Testament. This paper states that God can use barrenness to strengthen the Christian familys faith in God. God can also use barrenness as an opportunity for couples to adopt children. God can use barrenness as a witness for couples who have children to appreciate children as a gift from God.
Memahami Kesia-sian dalam Kitab Pengkhotbah Yohanes Krismantyo Susanta
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2017): Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v2i1.124

Abstract

Abstract: This paper is an attempt to understand a phrase in the  book of Ecclesiastes which is often-misunderstood that  "a lot of learning makes the body to be weary." Using the biblical approach, it argued that the tone of skepticism in the book needs to be re-understood. The phrase does not justify the lazy nature; Instead it becomes a rebuke and an invitation for believers not to rely on human reason and wisdom but to rely on God, the owner of life. Abstrak: Tulisan ini merupakan usaha memahami sebuah ungkapan dalam kitab pengkhotbah yang seringkali disalahpahami yaitu “banyak belajar melelahkan badan.” Dengan memanfaatkan pendekatan biblika, saya berpendapat bahwa nada skeptis dalam kitab ini perlu dipahami ulang. Ungkapan tersebut tidak membenarkan sifat malas; justru ia menjadi teguran sekaligus ajakan bagi orang beriman agar tidak mengandalkan akal budi dan hikmat manusia melainkan tetap bersandar kepada Allah, sang pemilik kehidupan.
Family and Household Religion in Ancient Israel and the Levant: by Rainer Albertz and Rüdiger Schmitt Yohanes Krismantyo Susanta
Indonesian Journal of Theology Vol 4 No 2 (2016): Edisi Reguler - Desember 2016
Publisher : Asosiasi Teolog Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.761 KB) | DOI: 10.46567/ijt.v4i2.44

Abstract

Hospitalitas Sebagai Upaya Mencegah Kekerasan dalam Memelihara Kerukunan dalam Relasi Islam - Kristen di Indonesia Yohanes K. Susanta
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 2 No 1 (2015): Memperjuangkan Kebebasan Beragama
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v2i1.62

Abstract

ABSTRACT: This paper shows that religious violence is a reality that characterizes the history of mankind. The inter-religious violence became a regular phenomenon that is often encountered in Indonesian society. Therefore, this paper will examine the causes of inter-religious violence in Indonesia, especially the relationship between Muslims and Christians. This paper will also show the task of the church in preventing inter-religious violence by promoting and applying hospitality. It does not mean that the church is the most responsible side for the violence, but the church is a part and become a witness of the history of violence that has occurred. KEYWORDS: hospitality, Christians-Muslims relationship, violence, religious harmony
Anak Manusia : Suatu Reinterpretasi terhadap Konsep Mesianis Yahudi Susanta, Yohanes Krismantyo
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.28 KB)

Abstract

Tulisan ini memusatkan perhatian pada penelitian makna sebutan Anak Manusia yang sering kali digunakan Yesus untuk menyebut diri-Nya sendiri. Dengan menggunakan pendekatan topikal, penulis berpendapat bahwa ungkapan tersebut merupakan sebuah reinterpretasi yang dilakukan oleh Yesus terhadap konsep Mesias yang dipahami oleh orang Israel pada zaman-Nya. Paradigma populer mengenai Mesias revolusioner yang dipahami oleh orang Israel ditafsirkan kembali, dikritik, sekaligus dipatahkan oleh Yesus yang menegaskan klaim mesianis-Nya justru melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus bukanlah seorang oportunis yang memanfaatkan situasi untuk menarik simpati dan dukungan massa. Ia memilih jalan yang jauh dari kebiasaan manusia yang haus akan kuasa, yaitu jalan penderitaan, jalan sejati, jalan Anak Manusia.
“Barrenness”: Jalan Penggenapan Janji Allah Bagi Keluarga Allah Yohanes Krismantyo Susanta
Jurnal Jaffray Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i2.253

Abstract

Kemandulan adalah tema umum dalam Alkitab terutama dalam Perjanjian Lama. Kemandulan merupakan persoalan serius bagi pasangan di dalam budaya yang menekankan pentingnya keturunan. Tulisan ini membuktikan bahwa kemandulan adalah karya Allah yang memiliki kehendak-Nya. Perspektif budaya tentang kemandulan akan dijelaskan dalam perseptif Perjanjian Lama. Tulisan ini menyatakan bahwa Allah dapat memakai kemandulan untuk meneguhkan iman keluarga Kristen kepada Allah. Allah juga dapat memakai kemandulan sebagai kesempatan bagi pasangan untuk melakukan adopsi anak. Allah dapat menggunakan kemandulan sebagai kesaksian bagi pasangan yang memiliki anak untuk menghargai anak-anak sebagai anugerah dari Allah.Barrenness is a common theme in Scripture. Barrenness is a serious problem for couples in a culture that emphasizes the importance of descent. This writing proves that barrenness is the work of God having his will. The cultural perspective about infertility will be explained from the perspective of the Old Testament. This paper states that God can use barrenness to strengthen the Christian family's faith in God. God can also use barrenness as an opportunity for couples to adopt children. God can use barrenness as a witness for couples who have children to appreciate children as a gift from God.
PERSEKUTUAN ALLAH TRITUNGGAL SEBAGAI MODEL PERSEKUTUAN DALAM BIDANG POLITIK MENURUT JÜRGEN MOLTMANN Yohanes Krismantyo Susanta
Jurnal Amanat Agung Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 1 Tahun 2014
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v10i1.253

Abstract

PERSEKUTUAN ALLAH TRITUNGGAL SEBAGAI MODEL PERSEKUTUAN DALAM BIDANG POLITIK MENURUT JÜRGEN MOLTMANN
Hospitalitas Sebagai Upaya Mencegah Kekerasan dalam Memelihara Kerukunan dalam Relasi Islam - Kristen di Indonesia Yohanes K. Susanta
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 2 No 1 (2015): Memperjuangkan Kebebasan Beragama
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.658 KB) | DOI: 10.33550/sd.v2i1.62

Abstract

ABSTRACT: This paper shows that religious violence is a reality that characterizes the history of mankind. The inter-religious violence became a regular phenomenon that is often encountered in Indonesian society. Therefore, this paper will examine the causes of inter-religious violence in Indonesia, especially the relationship between Muslims and Christians. This paper will also show the task of the church in preventing inter-religious violence by promoting and applying hospitality. It does not mean that the church is the most responsible side for the violence, but the church is a part and become a witness of the history of violence that has occurred. KEYWORDS: hospitality, Christians-Muslims relationship, violence, religious harmony
TRADISI PENDIDIKAN IMAN ANAK DALAM PERJANJIAN LAMA Susanta, Yohanes Krismantyo
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.869 KB) | DOI: 10.34307/b.v2i2.127

Abstract

Abstract: Using a qualitative-descriptive approach, this article shows that in ancient Israel society there was a certain educational mechanism where a child had the opportunity to learn the Scriptures (faith education). Educating children from childhood in the context of ancient Israel society is a task entrusted by God to parents and the community. Children have the right to education from their parents. Children's faith education must be done by parents. However, the community is responsible for helping families to nurture their children. The tradition of ancient Israel can be a lesson for the current context that the family is the main place in the inheritance of the faith. Abstrak: Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan menunjukkan bahwa dalam masyarakat Israel kuno telah terdapat mekanisme pendidikan tertentu dimana seorang anak mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Kitab Suci (pendidikan iman). Mendidik anak sejak kecil dalam konteks masyarakat Israel kuno merupakan tugas yang dipercayakan Allah kepada orangtua dan komunitas. Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan dari orangtua mereka. Pendidikan iman anak harus dilakukan oleh orangtua. Akan tetapi komunitas bertanggung jawab membantu keluarga dalam membina anak-anak mereka.  Tradisi Israel kuno tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi konteks saat ini bahwa keluarga merupakan tempat utama dalam pewarisan iman.
SENTANA RAJEG DAN NILAI ANAK LAKI-LAKI BAGI KOMUNITAS BALI DIASPORA DI KABUPATEN KONAWE Yohanes Krismantyo Susanta
Harmoni Vol. 18 No. 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.826 KB) | DOI: 10.32488/harmoni.v18i1.336

Abstract

The issue of gender inequality experienced by women is not something new. Women have long been treated unfairly and discriminatively in relation to their roles and positions. Similarly, in terms of duties and responsibilities as a wife who is required to bear children. This study aims to find out how the condition of Balinese women who are in overseas in the face of demands for childbearing sons. The method used is qualitative research with in-depth interviews (indepth interview) using the research question guide. The results show that women in the overseas (Konawe District) still face discrimination and are required to have offspring (sons). In the context of the Balinese society which prioritizes male domination, the failure to have offspring is seen as the fault of the women. Therefore, the participation of religious and community leaders in eroding the gender injustice practices is needed.