Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Memahami Kesia-sian dalam Kitab Pengkhotbah Yohanes Krismantyo Susanta
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2017): Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v2i1.124

Abstract

Abstract: This paper is an attempt to understand a phrase in the  book of Ecclesiastes which is often-misunderstood that  "a lot of learning makes the body to be weary." Using the biblical approach, it argued that the tone of skepticism in the book needs to be re-understood. The phrase does not justify the lazy nature; Instead it becomes a rebuke and an invitation for believers not to rely on human reason and wisdom but to rely on God, the owner of life. Abstrak: Tulisan ini merupakan usaha memahami sebuah ungkapan dalam kitab pengkhotbah yang seringkali disalahpahami yaitu “banyak belajar melelahkan badan.” Dengan memanfaatkan pendekatan biblika, saya berpendapat bahwa nada skeptis dalam kitab ini perlu dipahami ulang. Ungkapan tersebut tidak membenarkan sifat malas; justru ia menjadi teguran sekaligus ajakan bagi orang beriman agar tidak mengandalkan akal budi dan hikmat manusia melainkan tetap bersandar kepada Allah, sang pemilik kehidupan.
“Menjadi Sesama Manusia” Persahabatan sebagai Tema Teologis dan Implikasinya Bagi Kehidupan Bergereja Yohanes Krismantyo Susanta
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v2i2.169

Abstract

Abstract. This article shows that conceptually friendship is not something new. It has been around since someone was born, knowing himself and others. The concept of friendship has been known in the ancient world as well as many philosophers such as Aristotle, Derrida and Levinas has discussed about. The concept of friendship can also be found in the texts of Scripture. In fact, the church often fails to build encounters with other religions / faiths, resulting in tension between the church and other faiths. Therefore, this paper will show that friendship is not just a concept or important theological theme, but rather related to praxis, which is the action of someone in the encounter with others. In this context the Church is called to be a community that treats everyone as a friend, as a fellow human being created by God.Abstrak. Artikel ini memperlihatkan bahwa secara konseptual, persahabatan bukanlah sesuatu yang baru. Ia telah ada sejak manusia lahir, mengenal diri dan orang lain. Konsep persahabatan telah dikenal dalam dunia kuno serta banyak disinggung oleh para filsuf seperti Aristoteles, Derrida, dan Levinas. Konsep dan contoh persahabatan juga dapat ditemukan dalam teks-teks Alkitab. Pada praktiknya, gereja seringkali gagal dalam membangun perjumpaan dengan agama/ iman lainnya sehingga berakibat munculnya ketegangan hubungan antara gereja dengan penganut agama lainnya. Oleh karena itu, tulisan ini akan memperlihatkan bahwa persahabatan bukan sekadar konsep atau tema teologis yang penting, melainkan berkaitan dengan praksis, yaitu tindakan seseorang dalam perjumpaan dengan orang lain. Dalam konteks inilah gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang memperlakukan setiap orang sebagai sahabat, sebagai sesama manusia ciptaan Allah.
Orang Kristen dan Politik: Belajar dari Kasus Salomo dan Adonia dalam Persaingan Menuju Takhta Yohanes Krismantyo Susanta
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v4i1.187

Abstract

Abstract. This article aimed to give theological biblical insight how Christian should be involved in politics. Trough narrative interpretation to the books of 1 Kings 1-2 revealed the rivalry between Solomon and Adonijah for the throne filled with intrigue and political exclusion. Trough this analysis shown that the story could not be used as theological justification but as an example so that the same incident does not happen anymore. On the other hand Christians also need to understand that politics is an effort in embodying love and justice for others.Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teologis biblis bagaimana sikap umat Kristiani dalam menghadapi perpolitikan nasional. Melalui pendekatan tafsir naratif terhadap teks 1 Raja-raja 1-2 terungkap persaingan antara Salomo dan Adonia dalam memperebutkan takhta yang dipenuhi intrik dan politik penyingkiran. Melalui analisis terhadap teks tersebut terlihat bahwa kisah tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran teologis tetapi berperan sebagai pembelajaran agar hal yang sama tidak terulang kembali. Sebaliknya umat Kristiani juga perlu memahami bahwa politik adalah media perjuangan kasih dan keadilan kepada sesama.