Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual

TRADISI PENDIDIKAN IMAN ANAK DALAM PERJANJIAN LAMA Susanta, Yohanes Krismantyo
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.869 KB) | DOI: 10.34307/b.v2i2.127

Abstract

Abstract: Using a qualitative-descriptive approach, this article shows that in ancient Israel society there was a certain educational mechanism where a child had the opportunity to learn the Scriptures (faith education). Educating children from childhood in the context of ancient Israel society is a task entrusted by God to parents and the community. Children have the right to education from their parents. Children's faith education must be done by parents. However, the community is responsible for helping families to nurture their children. The tradition of ancient Israel can be a lesson for the current context that the family is the main place in the inheritance of the faith. Abstrak: Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan menunjukkan bahwa dalam masyarakat Israel kuno telah terdapat mekanisme pendidikan tertentu dimana seorang anak mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Kitab Suci (pendidikan iman). Mendidik anak sejak kecil dalam konteks masyarakat Israel kuno merupakan tugas yang dipercayakan Allah kepada orangtua dan komunitas. Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan dari orangtua mereka. Pendidikan iman anak harus dilakukan oleh orangtua. Akan tetapi komunitas bertanggung jawab membantu keluarga dalam membina anak-anak mereka.  Tradisi Israel kuno tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi konteks saat ini bahwa keluarga merupakan tempat utama dalam pewarisan iman.
Tradisi Pendidikan Iman Anak dalam Perjanjian Lama Yohanes Krismantyo Susanta
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v2i2.127

Abstract

Abstract: Using a qualitative-descriptive approach, this article shows that in ancient Israel society there was a certain educational mechanism where a child had the opportunity to learn the Scriptures (faith education). Educating children from childhood in the context of ancient Israel society is a task entrusted by God to parents and the community. Children have the right to education from their parents. Children's faith education must be done by parents. However, the community is responsible for helping families to nurture their children. The tradition of ancient Israel can be a lesson for the current context that the family is the main place in the inheritance of the faith. Abstrak: Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan menunjukkan bahwa dalam masyarakat Israel kuno telah terdapat mekanisme pendidikan tertentu dimana seorang anak mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Kitab Suci (pendidikan iman). Mendidik anak sejak kecil dalam konteks masyarakat Israel kuno merupakan tugas yang dipercayakan Allah kepada orangtua dan komunitas. Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan dari orangtua mereka. Pendidikan iman anak harus dilakukan oleh orangtua. Akan tetapi komunitas bertanggung jawab membantu keluarga dalam membina anak-anak mereka.  Tradisi Israel kuno tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi konteks saat ini bahwa keluarga merupakan tempat utama dalam pewarisan iman.