Pratama, Giandra Ogy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application

PERAN REGULASI EMOSI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS VIII SMP Pratama, Giandra Ogy
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i2.19693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan 139 sampel yang diperoleh menggunakan cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisi regresi. Pengumpulan data menggunakan PASS (Procrastination Assessment Scale for Students) dan ERQ (Emotion Regulation Questionnaire) dengan reliabilitas 0,725 dan 0,694. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara regulasi emosi dengan prokrastinasi akademik (R=0,18 F(4,580)=1,137, p<0,05) sebesar 3,2%. Secara khusus regulasi emosi dengan tipe reappraisal berkorelasi dengan prokrastinasi akademik siswa dengan koefisien (?= -0,180, p<0,05). Sementara regulasi emosi dengan tipe suppression tidak berkorelasi dengan prokarstinasi akademik siswa dengan koefisien (?= -0,067, p>0,05). Simpulan dari penelitian ini bahwa tingkat regulasi emosi secara keseluruhan dan prokrastinasi akademik berada pada kategori tinggi dan ?ada hubungan antara regulasi emosi dan prokrastinasi akademik pada siswa?. Saran dari penelitian ini adalah bahwa penurunan prokrastinasi akademik siswa dapat dilakukan dengan melatih keterampilan dalam mengendalikan emosi, dan memberikan layanan informasi kepada siswa tentang dampak prokrastinasi akademik.     This study aims to determine the effect of emotional regulation on student academic procrastination. This study is a correlational study with 139 samples obtained using cluster random sampling. Data analysis techniques use regression analysis. Data collection using PASS (Procrastination Assessment Scale for Students) and ERQ (Emotion Regulation Questionnaire) with reliability 0,725 and 0,694. The results showed that there was an influence between emotional regulation and academic procrastination (R = 0.18 F (4.580) = 1.137, p <0.05) of 3.2%. In particular, emotional regulation with reappraisal type correlated with student academic procrastination with coefficient (? = -0,180, p <0.05). While emotional regulation with suppression type is not correlated with student academic procarstination with coefficient (? = -0.067, p> 0,05). The conclusion of this study is that the level of overall emotional regulation and academic procrastination are in the high category and "there is a relationship between emotional regulation and academic procrastination in students". The suggestion of this research is that the decrease in student academic procrastination can be done by exercising skills in controlling emotions, and providing information services to students about the impact of academic procrastination.
Peran Regulasi Emosi Terhadap Prokrastinasi Akademik pada Siswa Kelas VIII SMP Pratama, Giandra Ogy
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i2.19693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan 139 sampel yang diperoleh menggunakan cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisi regresi. Pengumpulan data menggunakan PASS (Procrastination Assessment Scale for Students) dan ERQ (Emotion Regulation Questionnaire) dengan reliabilitas 0,725 dan 0,694. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara regulasi emosi dengan prokrastinasi akademik (R=0,18 F(4,580)=1,137, p<0,05) sebesar 3,2%. Secara khusus regulasi emosi dengan tipe reappraisal berkorelasi dengan prokrastinasi akademik siswa dengan koefisien (β= -0,180, p<0,05). Sementara regulasi emosi dengan tipe suppression tidak berkorelasi dengan prokarstinasi akademik siswa dengan koefisien (β= -0,067, p>0,05). Simpulan dari penelitian ini bahwa tingkat regulasi emosi secara keseluruhan dan prokrastinasi akademik berada pada kategori tinggi dan “ada hubungan antara regulasi emosi dan prokrastinasi akademik pada siswa”. Saran dari penelitian ini adalah bahwa penurunan prokrastinasi akademik siswa dapat dilakukan dengan melatih keterampilan dalam mengendalikan emosi, dan memberikan layanan informasi kepada siswa tentang dampak prokrastinasi akademik. This study aims to determine the effect of emotional regulation on student academic procrastination. This study is a correlational study with 139 samples obtained using cluster random sampling. Data analysis techniques use regression analysis. Data collection using PASS (Procrastination Assessment Scale for Students) and ERQ (Emotion Regulation Questionnaire) with reliability 0,725 and 0,694. The results showed that there was an influence between emotional regulation and academic procrastination (R = 0.18 F (4.580) = 1.137, p <0.05) of 3.2%. In particular, emotional regulation with reappraisal type correlated with student academic procrastination with coefficient (β = -0,180, p <0.05). While emotional regulation with suppression type is not correlated with student academic procarstination with coefficient (β = -0.067, p> 0,05). The conclusion of this study is that the level of overall emotional regulation and academic procrastination are in the high category and "there is a relationship between emotional regulation and academic procrastination in students". The suggestion of this research is that the decrease in student academic procrastination can be done by exercising skills in controlling emotions, and providing information services to students about the impact of academic procrastination.