Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, PROFESIONALISME, TINGKAT PENDIDIKAN, PENGALAMAN KERJA, AKUNTABILITAS, DAN OBJEKTIVITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI DKI JAKARTA) Andri; Ridwan
Jurnal Buana Akuntansi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Buana Akuntansi
Publisher : Program Studi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.99 KB) | DOI: 10.36805/akuntansi.v3i2.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, independensi, profesionalisme, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, akuntabilitas dan objektivitas terhadap kualitas audit. Populasi dalam penelitian ini adalah para auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, dengan dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas data terlebih dahulu, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis. Temuan penelitian menunjukkan 36,4% cukup menjelaskan perubahan variabel kompetensi, independensi, profesionalisme, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, akuntabilitas dan objektivitas terhadap kualitas audit sedangkan sisanya 63,6 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Di samping itu, pengujian hipotesis secara simultan membuktikan bahwa kompetensi, independensi, profesionalisme, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, akuntabilitas dan objektivitas berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit sementara pada pengujian signifikansi parameter individual hanya akuntabilitas dan objektivitas yang berpengaruh positif terhadap kualitas audit.Kata Kunci: Kualitas Audit, Akuntabilitas, Objektivitas.
Implementasi Vgm (Verified Gross Mass) Ridwan
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 21 No 1 (2019): Gema Maritim Vol 21 No 1 tahun 2019 tanggal 31 Maret 2019
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v21i1.5

Abstract

Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan suatu kajian yang harus mendapatkan perhatian yang lebih serius pada decade terakhir ini, mengingat semakin banyaknya kasus kecelakaan kapal yang diakibatkan oleh adanya human-error. Perhitungan stabilitas kapal dengan basic jumlah dan berat dari tiap party barang yang dimuat diatas kapal adalah salahsatu factor penentu dalam menyusun stowage barang diatas kapal terutama untuk kapal-kapal cellular yang memuat barang dalam kemasan container. Karena sebagaimana diketahui bersama bahwa pada lazimnya shipper hanya memberitahukan perkiraan berat barangnya saja tanpa mencantumkan berat containernya, sedangkan dalam kenyataannya barang tersebut dimuat diatas kapal bersamaan dengan containernya, sehingga bagi shipping line data berat barang yang disampaikan oleh shipper tersebut belum akurat. Olehkarena itu melalui organisasi maritime dunia (IMO) diterbitkanlah suatu amandemen yang bersifat mandatory kepada semua shipper diwajibkan untuk menyampaikan verifikasi hasil timbang barang dengan benar termasuk berat containernya secara tertulis kepada shipping-line sebelum container tersebut dikapalkan. Bila tidak ada surat pernyataan (verifikasi) tentang berat barang dan containernya, maka shipping line dilarang untuk memuat container tersebut. Pernyataan atau verifikasi ini dikenal dengan istilah VGM (verified Gross Mass)
Pengaruh Kualitas Lingkungan Pendidikan Terhadap Prestasi Belajar Taruna Akpelni Semarang Tahun 2017 Soemadi; Fajar Budi Hartanto, Cahya; Kustina Dewi, Astri; Dalmadi; Ridwan; Indriyati, Retno
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 21 No 1 (2019): Gema Maritim Vol 21 No 1 tahun 2019 tanggal 31 Maret 2019
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37612/gema-maritim.v21i1.11

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Kausal Komparatif atau Ex Post Facto dengan metode pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab adanya suatu akibat yang dilihat dan dirasakan yaitu prestasi belajar Taruna yang kurang baik. Hipotesis awal adalah ada pengaruh dari kualitas lingkungan pendidikan terhadap prestasi belajar. Kualitas lingkungan pendidikan yang dimaksud adalah Dosen, Kualitas Pembelajaran, Kualitas Kehidupan di Asrama, Kualitas Kedisiplinan dan Kualitas Raw Input. Metode pengumpulan data adalah dengan metode random sampling dimana untuk Taruna digunakan sampel 251 responden, untuk Dosen ( Tetap dan Tidak tetap ) digunakan sampel 38 Responden, untuk Instruktur dan Bintar diambil sampling jenuh sebanyak 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kualitas Dosen, Kualitas Pembelajaran, Kualitas Kehidupan di Asrama, Kualitas Kedisiplinan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar, yang berarti ini tidak masalah. Sedangkan variabel Kualitas Raw Input berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar.
MASYARAKAT HUKUM ADAT DATUK SINARO PUTIH PASANG SURUT KEKUASAAN ADAT DI TENGAH HEGEMONI NEGARA Ridwan; Isman
Jurnal Niara Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/nia.v12i1.2137

Abstract

The Bungo District Government issued Bungo District Regulation No. 9 of 2007 concerning the mention of the Village Chief to Rio, the Village Becomes Dusun and Dusun Being the Kampung has raised several fundamental problems faced by the Indigenous Government of Datuk Sinaro Putih. The problem is the existence of dualism at the level of village institutions, which is caused by the Role of Rio (Village Chief) who is so free to regulate all adat issues in the indigenous law community Datuk Sinaro Putih which has been regulated by Customary Institutions led by Customary Leader. The method used is descriptive qualitative method. Existence of Customary Law Society Datuk Sinaro Putih still exists. Because they were officially recognized by the Bungo District Regulation No. 6 of 2006 concerning Customary Law Society Datuk Sinaro Putih. They still have customary forests as the ancestral heritage of Datuk Sinar Putih. The Hamlet Government has replaced the power of Datuk Sinaro Putih in the field of general government. However, customary power is still held by Datuk Sinaro Putih, including control of customary forest areas. The descendants of Datuk Sinaro Putih make an effort to maintain their existence, including designing Village Regulations on the Customary Law Community Datuk Sinaro Putih and holding annual and five-year events in the form of traditional vows and traditional art performances in the traditional unit of Datuk Sinaro Putih. Keywords: customary law community, Datuk Sinaro Putih, customary power, state hegemony
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK VIRGIN COCONUT OIL PADA BERBAGAI PENAMBAHAN RAGI TEMPE Ridwan; Asrawaty; Sitti Fathurahmi; Spetriani
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v5i2.38

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui dan mempelajari tentang karakteristik kimia dan organoleptik terhadap penambahan ragi tempe pada pembuatan VCO. Rancangan digunakan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu penambahan ragi tempe dan lama waktu fermentasi yang terdiri dari 6 level (Kanil+ragi tempe), yaitu: P1=500 mL + 8 g (12 jam), P2= 500 mL + 10 g (12 jam), P3= 500 mL + 12 g (12 jam), P4= 500 mL + ragi tempe 8 (24 jam), P5= 500 mL + 10g (24 jam), dan P6= 500 mL + 12g (24 jam). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, maka dilakukan uji keragaman. Bila hasil uji keragaman menunjukan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai kadar ragi tempe dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, uji organoleptik aroma dan warna VCO. Kadar air VCO terendah diperoleh pada perlakuan ragi tempe 12g lama fermentasi 12jam, yakni rata-rata 0,12g. Hasil uji kesukaan terhadap aroma dan warna VCO tertinggi terdapat pada pelakuan ragi tempe 8g lama fermentasi 24jam, yakni rata-rata 3,64 (agak suka) dan 4,00 (suka).
Mimbar Hadis dan Kultum untuk Membangun Kesadaran Religius Masyarakat Desa Bonto Lojong, Kabupaten Bantaeng Ridwan; Sirajuddin; Imran
WAHATUL MUJTAMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): WAHATUL MUJTAMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/wahatul.v2i1.349

Abstract

Bonto Lojong village has a status as a definitive village and is classified as a self-help village, including a village that is quite potential, developed and open. However, religious activities are not very lively, so this becomes the basis for the implementation of PKM STIBA Makassar. To identify problems that occur in the community, map problems, the needs of the da'wah movement, and develop strategies for the preparation of KKN programs, soar analysis is used with the results obtained; Strenght: muntea village, Bonto Lojong village, Uluere sub-district and Sunggumanai sub-village Pa'jukukang Pa'jukukang subdistrict Bantaeng 100% Muslim, and open-minded, and STUDENTS STIBA Makassar has been equipped with good religious understanding, has da'wah skills; Oppurtunities: support and cooperation of apparat villages and communities; Aspiration: stakeholders facilitate the community to obtain its spiritual needs; Result: people become more understanding of their religion well. The results of this analysis Realize kultum activities and hadith readings. After the existence of this program, people began to be interested to listen to the reading of hadith and kultum delivered by students of KKN STIBA Makassar. This will certainly add insight to the Islamic congregation of the mosque.
Dinamika Populasi Pada Ekosistem Mangrove Hajar; Ridwan; J W Puspita; N Nacong
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/2540766X.2021.v18.i1.15534

Abstract

Budidaya mangrove merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir kerusakan ekosistem laut dan lingkungan sekitarnya saat terjadi tsunami. Eksistensi ekosistem mangrove perlu dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan. Kepiting Uca memiliki peranan penting pada rantai makanan yang berlangsung dalam ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan mengkaji interaksi antara populasi mangrove dan populasi kepiting Uca dalam ekosistem mangrove melalui pendekatan model matematika. Kami memperoleh empat titik kritis dari model yang telah dibangun. Tiga titik kritis dari model matematika eksis tanpa syarat, namun tidak stabil. Sedangkan titik kritis keempat yang menggambarkan kondisi koeksistensi populasi mangrove dan kepiting Uca dapat dijamin kestabilan lokalnya jika syarat kestabilannya terpenuhi. Hal ini mengindikasikan bahwa kehadiran populasi kepiting Uca dapat menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Simulasi numerik diberikan untuk mendukung hasil analitik.
Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Beasiswa menggunakan Metode FMADM dan WP Ridwan; Sugiarto Cokrowibowo; Nurdina Rasjid; Dian Megah Sari
Journal of Computer and Information System ( J-CIS ) Vol 3 No 1 (2020): J-CIS Volume 3 Issue 1 2020
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.807 KB) | DOI: 10.31605/jcis.v1i2.631

Abstract

Sistem penyeleksian penerima beasiswa masih memungkinkan terjadinya kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja sehingga output menjadi kurang optimal dan dapat berakibat seleksi penerima beasiswa menjadi tidak objektif. Dari masalah ini sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu manusia dalam memberikan pertimbangan keputusan yang akan kita ambil atau dikenal dengan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) merupakan beasiswa yang acuan penilaiannya adalah dilihat dari nilai IPK (Indeks Prestasi Komulatif), Satuan Kredit Semester (SKS), Prestasi, dan Kemampuan Ekonomi. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan solusi yang efektif , dikarenakan dapat memberikan penilaian terhadap setiap alternatif untuk mencapai pilihan yang terbaik. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) mempunyai metode untuk memberikan dukungan dalam proses pengambilan keputusan, yaitu Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) digunakan untuk menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan dengan algoritma Weighted Product (WP).
PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA TERHADAP PEMANFAATAN EKONOMI MARITIM DI KAWASAN IBU KOTA BARU DALAM MENDUKUNG INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA Ridwan; Yosy Gustasya; Moch. Yurianto; Rizki Desiana
JURNAL MARITIM Vol 3 No 2 (2022): Vol 3 No 2 (2022) : Februari 2022
Publisher : Prodi Manejemen Kepelabuhan dan Pelayaran, Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Karimun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/ojsm.v3i2.526

Abstract

Meningkatnya ekonomi maritim menjadi salah satu goal yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia, peningkatan tersebut dapat tercermin dari potensi wisata bahari yang dimiliki. Keanekaragaman hayati laut yang tinggi, pesisir laut yang ideal dan strategis, serta iklim tropis yang hangat dengan keberadaan matahari yang bersinar sepanjang tahun menjadi branding mahal bagi para wisatawan (baik lokal maupun asing) untuk dapat mengunjungi wisata bahari di Indonesia. Namun pada kenyataannya, meski memiliki ribuan pulau dengan sumber daya alam bahari yang indah, bukan merupakan jaminan bagi sebuah negara untuk mendapat keuntungan banyak dari bisnis pariwisata maritim. Pariwisata maritime sendiri jika tata kelolanya dilaksanakan dengan baik maka akan memberi dampak yang luar biasa bagi pengembangan ekonomi suatu negara. Lebih lanjut, dalam tata kelola pariwisata maritim dibutuhkan adanya good governance yang terintegrasi, adanya regulasi dan tindakan penegakan hukum yang efektif serta sistem pengambilan keputusan yang tepat oleh para pemangku kepentingan.