Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN LITERASI AWAL PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK Widyastuti, Titik Mulat; Sakti, Syahria Anggita; Handoko, Herdi; Novitasari, Khikmah; Utami, Novianti Retno
Jurnal Berdaya Mandiri Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.677 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v1i1.224

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk menstimulus literasi awal anak usia dini sehingga kemampuan literasi awal anak dapat terfasilitasi dengan baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pelatihan, pendampingan, implementasi dan evaluasi. Pembekalan diberikan selama dua kali dengan memberikan materi mengenai literasi awal. Pendampingan dilaksanakan selama dua kali untuk memberikan pengalaman dalam menyusun strategi dan pembuatan media pembelajaran. Implementasi dalam pengabdian ini dilaksanakan selama dua minggu dan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana strategi yang dibuat oleh guru mampu meningkatkan literasi awal anak. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru mengenai literasi awal anak namun juga meningkatkan kreativitas guru dalam merancang strategi pengembangan literasi awal anak.
IMPLEMENTASI SEKOLAH BEBAS BULLYING PADA ANAK USIA DINI MELALUI KOMUNIKASI POSITIF GURU Sakti, Syahria Anggita; Widyastuti, Titik Mulat
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5, No 2 (2020): December 2020, 8 ARTICLES, PAGES 64 - 142
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v5i2.4414

Abstract

The goal of this research is to explain how to implement bullying-free schools in Surya Marta Kindergarten Yogyakarta and also to understand the coordination that discusses the application of school bullying through positive teacher communication. This research uses qualitative. Subjects of research are principals, teachers, and students' parents. Data collection is done through observation, interview, and collection techniques. While data analysis uses data reduction, displaying data, and making conclusions. Data validity technique with source triangulation. The results showed how the implementation of bullying-free schools through positive communication of teachers at Surya Marta Kindergarten Yogyakarta was applied in the form of activities that involved: (1) improving two-way communication between schools with research on victims and bullying through parenting activities; (2) each student guardian meeting is held a special agenda concerning the meeting and resolution of the intimidation case; (3) formation of a supervisory board; (4) Test the value of harmony and cooperation in the subject matter. The following: (1) parents of students do not fully understand the material delivered by the school; (2) receiving media which contains antibullying at school; (3) the absence of specific program implementation manuals. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana implementasi sekolah bebas bullying di TK Surya Marta Yogyakarta dan permasalahan apa saja yang dihadapi dalam penerapan sekolah bebas bullying melalaui komunikasi positif guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa. Pengumpulan data yang dilakukan lewat teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sekolah bebas bullying melalui komunikasi positif guru di TK Surya Marta Yogyakarta diaplikasikan ke berbagai bentuk aktivitas yaitu diantaranya: (1) meningkatkan komunikasi dua arah antara pihak sekolah dengan orangtua korban dan pelaku bullying melalui kegiatan parenting; (2) setiap pertemuan wali murid diadakan agenda khusus tentang pembahasan dan penekanan terhadap kasus bullying; (3) pembentukan dewan pengawas; (4) memperkuat nilai kerukunan dan kerja sama dalam materi pelajaran. Adapun kendalanya meliputi: (1) orang tua siswa belum sepenuhnya memahami materi yang sekolah sampaikan; (2) kurangnya media yang berisi tentang program anti bullying di sekolah; (3) tidak adanya buku acuan khusus pelaksanaan program.
Transformasi Pembelajaran PAUD Di Era Pandemi Covid-19 (Study Kasus Pada Masyarakat Miskin Pedesaan) Sakti, Syahria Anggita; Hidayat, Luqman
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol 4, No 1 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Jurusan PG-PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.478 KB) | DOI: 10.36709/jrga.v4i1.16355

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui bagaimana transformasi layanan PAUD yang terjadi  dalam kegiatan belajar mengajar daring selama masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana transformasi layanan PAUD pada masyarakat miskin di pedesaan terkait pembelajaran daring akibat dari adanya pandemi COVID19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam transformasi pembelajaran daring ini pendidik dapat memberi tugas terukur sesuai dengan tujuan materi yang disampaikan dengan menggunkan berbagai jenis aplikasi pembelajaran online, kemudian orang tua diharapkan menjadi role model dalam pendampingan belajar anak, serta pembelajaran luring dilakukan melalui metode kunjungan dari rumah ke rumah untuk menutup kekurangan pembelajaran daring yang mengalami beberapa kendala.  Hasil penelitian ini akan bermanfaat sebagai referensi bagi guru PAUD yang telah menerapkan pembelajaran saat pandemi covid 19 ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi pemerintah Indonesia terkait bentuk pelayanan dan model pendidikan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat  khususnya pada jenjang  anak usia dini.
MODEL PEMBELAJARAN PITUTUR LUHUR BERBASIS MULTIREPRESENTASI SEBAGAI PEMBENTUK KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA 5 - 6 TAHUN (Studi Analisis Kebutuhan pada Guru Taman Kanak-Kanak di Kabupaten Bantul Yogyakarta) Utami, Novianti Retno; Sakti, Syahria Anggita
Jurnal Golden Age Vol 3, No 02 (2019): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v3i02.1650

Abstract

Kecerdasan emosional (EQ) pada anak usia dini tumbuh pada lima tahun pertama kehidupan anak. Pengembangan EQ membutuhkan peran serta orang tua dan guru. Selain hal tersebut, pengembangan aspek EQ dipengaruhi oleh lingkungan dan kebudayaan di sekitar anak. Salah satu kebudayaan yang mampu mengasah EQ adalah kebudayaan pitutur luhur. Pitutur luhur sebagai manifestasi peningkatan kecerdasan emosional dapat disampaikan secara verbal, oral maupun pictorial yang biasanya disebut dengan multirepresentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan model pembelajaran pitutur luhur sebagai pembentuk kecerdasan emosional anak usia 5-6 tahun. Data kebutuhan model diperoleh melalui kuesioner dan diskusi kelompok. Kuesioner diisi oleh 30 guru taman kanak-kanak yang berada di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini memiliki tujuan yang spesifik yang dapat diuraikan sebagai berikut: a) untuk mempelajari kondisi yang ada dari proses pembelajaran yang mampu membentuk kecerdasan emosional, b) untuk mengetahui karakter pitutur luhur yang perlu dikembangkan untuk membentuk kecerdasan emosional anak c) mengembangkan bentuk model pembelajaran pitutur luhur berbasis multirepresentasi yang mampu membentuk kecerdasan emosional.  
Implementasi Pendidikan Inklusif Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia Sakti, Syahria Anggita
Jurnal Golden Age Vol 4, No 02 (2020): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v4i02.2019

Abstract

 AbstractThis study aims to analyze the extent of the implementation of inclusive education in early childhood education institutions in Indonesia. Inclusive education at an early age begins by accommodating the needs of children, identifying the special needs of children, and mapping the development potential and barriers of children now and in the future. Inclusive education provides opportunities for children with special needs to get an equal education. The practice of the inclusive education system implemented at the level of early childhood education still leaves problems, the implementation of inclusive education which is apparently still not inclusive. The issue of educators, supporting facilities, and inclusive education curricula in early childhood education institutions is also not yet capable Inclusive education in Indonesia must involve parents, teachers and the environment, the implementation of inclusive education in Indonesia leads to the goal of inclusive learning that provides the broadest opportunities- breadth to all children including children with special needs to get proper education in accordance with their needs.Keywords: Inclusive Education, Early Childhood Education, Education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana implementasi pendidikan inklusi pada lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia. Pendidikan inklusi pada anak usia dini dimulai dengan mengakomodasi kebutuhan anak, mengidentifikasi kebutuhan khusus anak, serta memetakan potensi perkembangan dan hambatan anak saat ini maupun di masa depan. Pendidikan inklusif senantiasa mengedepankan aspek kesetaraan bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan. Praktek sistem pendidikan inklusif yang di implementasikan pada tingkatan pendidikan anak usia dini masih menyisakan persoalan, yakni pelaksanaan pendidikan inklusif yang ternyata masih tidak inklusif. Persoalan tenaga pendidik, sarana prasarana pendukung, serta kurikulum pendidikan inklusif pada lembaga pendidikan anak usia dini juga belum mumpuni. Pendidikan inklusi di Indonesia harus melibatkan orang tua, guru dan lingkungan pembelajaran. Implementasi pendidikan inklusif di Indonesia senantiasa berpedoman pada tujuan pembelajaran inklusi yakni memberikan akses agar peserta didik anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang maksimal sesuai dengan kebutuhannya