Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PROFILE OF THINKING GEOMETRY LEVELS OF PGSD STUDENT PROGRAMS BASED ON VAN HIELE THEORY Umar, Umar; Maulyda, Mohammad Archi; Erfan, Muhammad; Hidayati, Vivi Rachmatul; Widodo, Arif
Integral : Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2020): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor).   Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student   Abstrak   Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor).   Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor).   Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student   Abstrak   Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor).   Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor).   Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student   Abstrak   Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor).   Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MATARAM Indraswati, Dyah; Hidayati, Vivi Rachmatul; Wulandari, Nourma Pramesti; Maulyda, Mohammad Archi
JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 9, No 1
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jepk.v9n1.p17-34

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha. Jenis penelitian adalah penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dikemas dalam google form. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Penelitian dilakukan pada 100 orang mahasiswa semester 8 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Mataram yang sedang menempuh skripsi. Mahasiswa semester 8 dipilih karena dianggap memiliki pola pikir yang paling siap untuk menentukan masa depannya dan terjun ke dunia kerja. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan media sosial dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha.
Validity and reliability of cognitive tests study and development of elementary curriculum using Rasch model Erfan, Muhammad; Maulyda, Mohammad Archi; Ermiana, Ida; Hidayati, Vivi Rachmatul; Widodo, Arif
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v3i1.51

Abstract

The instrument for measuring knowledge in the subject of Elementary School Curriculum Study and Development has been created to measure students' understanding of teacher candidates in applying concepts, implications and curriculum development at the elementary school level. In order to make reliable and feasible instrument for measuring students knowledge in the subject of Elementary School Curriculum Study and Development, this study aims to produce empirical evidence about the validity and reliability of test instruments using the Rasch model analysis. The study was conducted by testing 20 items on 142 elementary school teacher candidate at one of the State Universities in the City of Mataram, West Nusa Tenggara. The validity and reliability of the instrument were measured by the Rasch analysis model using the Winstep program. The one-dimensional testing of 20 items has a variance measured at 42.7% which exceeds the minimum points of 40.0% desired by the Rasch model. The reliability index of the respondents was 0.65 and the item reliability index was 0.98. All items show a positive value for Point Measure Correlation (PMC) in terms of item polarity which means there is no conflict between the item and the construct being measured. Outfit Mean Square value also shows that all items that almost all items have an MNSQ Outfit value smaller than 1.5 which means the measurement value can be said to be productive except for item 13 (3.77) and item 16 (3.77). Both of these items need to be re-examined because they have problems in measuring their validity. The results of this study have proven that the knowledge measurement test instrument in the Elementary School Curriculum Study and Development course has validity and reliability values that meet and are empirically feasible to be used in measuring Basic School Curriculum Study and Development knowledge for prospective teacher students.
PROSES INTERNALISASI STANDAR PROBLEM SOLVING GURU SD DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KOTA MATARAM Umar, Umar; Maulyda, Mohammad Archi; Rosyidah, Awal Nur Kholifatur; Hidayati, Vivi Rachmatul; Nurmawanti, Iva
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 3, No 6 (2020)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu standar penting dalam NCTM adalah kemampuan problem solving. Standar ini dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses internalisasi standar problem solving ke dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru sekolah dasar melalui model PBL. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu 24 guru sekolah dasar kelas tinggi di Gugus IV Kota Mataram. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket survey secara online melalui platform google form dan wawancara melalui media whatsapp. Hasil penelitian menunjukan bahwa 23 subjek (95,8%) sudah mendengar istilah problem solving. sedangkan 1 subjek (4,2%) belum mendengar istilah problem solving. Pendalaman hasil penelitian menemukan bahwa proses internalisasi standar problem solving dalam pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru sekolah dasar di Kota Mataram sudah baik.
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Sederhana Siswa Sekolah Dasar Widodo, Arif; Hidayati, Vivi Rachmatul; Fauzi, Asri; Erfan, Muhammad; Indraswati, Dyah
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2020): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v6i1.2050

Abstract

The media's role greatly affects the success of the teaching and learning process, which is no exception to writing. One of the stages in writing lessons is to compose a simple sentence. This research aims to determine the influence of the use of image media in the ability to write simple sentences of class IV students at SDN Repok Puyung Tengah Lombok. The main problem in this study is the low ability of students to write simple sentences. This research was designed in the form of experimental research using one group pretest-posttest design approach. Data collection is conducted with test and observation. Research Instrument in the form of writing ability test and observation guideline. Data on research results were analyzed by statistic inferential analysis techniques. The hypothesis was tested with a two-on-average test technique of Paired Sample T-Test. The average pretest value is 65.65 whereas the average value of Postest = 77.05. Based on the hypothesis test results, Sig. = 0.000 α = 0.05. Based on the results it can be concluded that the use of the serial image media has enough effect on the ability to write simple sentences of students at SDN Repok Puyung. Key words: image media, writing sentences, elementary school
Gamifikasi Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Pada Materi Operasi Hitung Penjumlahan Dan Pengurangan Erfan, Muhammad; Maulyda, Mohammad Archi; Hidayati, Vivi Rachmatul
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v7i2.4064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik sekolah dasar dalam melakukan berbagai operasi hitung melalui gamifikasi atau pembelajaran berbantuan permainan di SDN 1 Kuta Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan sampel yang digunakan yaitu kelas 2A sebagai kelas eksperimen dan kelas 2B sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen belajar mengenai operasi hitung dengan gamifikasi atau pembelajaran yang melibatkan permainan, dan kelas kontrol belajar seperti biasa dengan metode ceramah dan tanpa melibatkan permainan. Data mengenai kemampuan peserta didik dalam melakukan operasi hitung sederhana diperoleh dengan tes (pre-tes dan post-tes) yang selanjutnya dianalisis dengan uji-t sampel independen dan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan peserta didik dalam melakukan operasi hitung pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kemampuan peserta didik dalam melakukan operasi hitung di kelas kontrol. Sehingga dari penelitian ini diperoleh bahwa gamifikasi dalam membelajarkan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan membawa pengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam melakukan operasi hitung sederhana dalam pembelajaran matematika sekolah dasar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MATARAM Indraswati, Dyah; Hidayati, Vivi Rachmatul; Wulandari, Nourma Pramesti; Maulyda, Mohammad Archi
JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol. 9 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jepk.v9n1.p17-34

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha. Jenis penelitian adalah penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dikemas dalam google form. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Penelitian dilakukan pada 100 orang mahasiswa semester 8 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Mataram yang sedang menempuh skripsi. Mahasiswa semester 8 dipilih karena dianggap memiliki pola pikir yang paling siap untuk menentukan masa depannya dan terjun ke dunia kerja. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan media sosial dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha.