Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Karakter Ke-Indonesiaan Pancasila melalui Pendidikan Kewarganegaraan di Era Global Erlina, Terra
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019): Historical Learning
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v8i2.21612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945. PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan pendekatan yang humanistik dan tidak lagi indoktrinatif, sehingga mampu membangun warga negara demokratis menuju masyarakat yang beradab (civil society). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1). observasi (2). wawancara, (3). Content analysis (Analisis Dokumen), (4). Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis portofolio mampu menumbuhkan sejumlah kompetensi kewarganegaraan secara utuh yakni anak bangsa dan warga negara Indonesia cerdas, partisipatif dan bertanggung jawab.
PELATIHAN WAWASAN KEBANGSAAN BAGI PERTAHANAN SIPIL (HANSIP) DI DESA KERTAHAYU KECAMATAN PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS Budiman, Agus; Nurholis, Egi; Erlina, Terra
Abdimas Galuh Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v2i2.4107

Abstract

Wawasan kebangsaan intinya adalah loyalitas warga terhadap bangsanya. Bentuk loyalitas bagi bangsa Indonesia diantaranya adalah: Mengakui bahwa warga negara Indonesia dengan sadar sebagai pendukung cita-cita dan tujuan yang menjadi jatidiri bangsa indonesia, seperti : Tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan Tercapinya kesejahteraan yang adil lahir batin bagi seluruh masyarakat Indonesia Mendudukan manusia menurut kodrat, harkat dan martabatnya Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menghadapi berbagai persoalan Melandaskan diri pada keimanan dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa Wawasan kebangsaan harus dijaga, di pelihara dan di perjuangkan terus menerus. Paham integralistik/ cara berfikir integralistik menurut Prof. Mr. Soepomo akan memperkokoh wawasan kebangsaan. Ideologi Pancasila melandasi wawsan kebangsaan kita. Globalisasi akan berdampak positif bila ditujukan untuk perdamaian dunia. Perang modern sulit diidentifikasi sebagai suatu bentuk peperangan yang nyata, sehingga bangsa Indonesia harus hati-hati agar tidak teradu domba.The core concept of nationalism is the loyalty of citizens to their nation. Forms of loyalty to the Indonesian people include: Recognizing that Indonesian citizens are consciously supporting the ideals and goals that constitute the identity of the Indonesian nation, such as: Achieving national unity and integrity Achieving harmony, harmony and balance in all aspects of life Achieving fair welfare is born mind for all Indonesian society Occupying humans according to their nature, dignity and dignity Prioritizing deliberation to reach consensus in dealing with various problems Be based on faith and piety towards God Almighty. National insight must be guarded, maintained and strived for continuously. Integralistic understanding / integralistic thinking according to Prof. Mr. Soepomo will strengthen national insight. The Pancasila ideology underlies our national understanding. Globalization will have a positive impact if it is aimed at world peace. Modern war is difficult to identify as a real form of warfare, so that the Indonesian people must be careful not to be pitted against each other.
PEMBINAAN OLAHRAGA BULUTANGKIS DI PB MANDALA KABUPATEN CIAMIS Erlina, Terra; Nursasih, Isna Daniyati; Rohendi, Andang
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.6812

Abstract

Pembinaan merupakan usaha yang dilakukan dalam rangka mendirikan, menimbulkan, memajukan, dan meningkatkan suatu yang telah ada dan yang telah dicapai. Peningkatan kemampuan penguasaan gerak dalam cabang olahraga bulutangkis perlu diupayakan. Adanya tujuan latihan adalah untuk meningkatkan dan memajukan kegiatan olahraga dalam rangka pencapaian prestasi yang lebih baik bagi setiap atlet. Dalam upaya mendukung harapan tersebut, Universitas Galuh melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah memberikan dukungan berupa pembinaan dengan memberikan berbagai variasi bentuk-bentuk latihan di berbagai teknik dasar gerakan cabang olahraga bulutangkis. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan edukatif. Kegiatan ini diberikan sebanyak delapan kali pertemuan dengan tiga kali latihan perminggu. Pengabdian yang dilakukan telah mampu meningkatkan kemampuan penguasaan gerak setiap atlet. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, kemampuan penguasaan gerak para atlet yang berlatih di PB Mandala semakin meningkat.