p-Index From 2017 - 2022
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IPTEKMA
Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL FRAKSI KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) pada Mencit Jantan (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate Nugraha, I Made Arie Dharma Putra; Safitri, Intan; Krismasanthi, Luh Gede Eva; Wardani, Komang Sri Lumbung Artha; Dewi, Ni Komang Tri Astiti; Suarniti, Ni Made Dwi; Sari, Ni Putu Marinita; Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p07

Abstract

UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL FRAKSI KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) pada Mencit Jantan (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate). Rasa nyeri dapat timbul salah satunya diakibatkan oleh adanya gangguan pada reseptor nyeri dimana reseptor nyeri tersebut merupakan ujung saraf bebas yang tersebar di kulit, otot, tulang dan sendi. Timbulnya rasa nyeri tentu akan menggangu aktivitas sehingga diperlukan obat penghilang rasa nyeri. Obat-obatan yang dikenal mampu meredakan rasa nyeri disebut sebagai analgesik. Faktanya, saat ini telah beredar berbagai macam obat analgesik di pasaran. Di samping itu, terdapat pula tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai analgesik yaitu manggis (Garcinia mangostana L.). Tujuan penelitian ini yaitu menilai dan membandingkan mula kerja dan aktivitas dua jenis analgesik yang diberikan secara topikal serta nilai ED50 dengan menggunakan metode hot plate. Penelitian dilakukan dengan membagi enam ekor mencit menjadi 4 kelompok Uji. Kelompok I sebagai kelompok perlakuan (Gel Manggis); kelompok II sebagai kelompok kontrol positif (Voltaren Gel); kelompok III sebagai kelompok normal (tanpa perlakuan); dan kelompok IV sebagai kelompok kontrol negatif (Basis Gel). Tiga puluh menit setelah pemberian perlakuan, tiap mencit ditempatkan di atas beaker glass pada hot plate dengan suhu 700C. Waktu yang terlewat antara penempatan hewan di hot plate dan adanya perilaku menjilati telapak kaki, gemetar, atau melompat dari permukaan dicatat sebagai respon latensi dalam hitungan detik. Hasil dalam penelitian ini yaitu gel manggis (Garcinia mangostana L.) konsentrasi 0,3%, 0,4%,dan 0,5% memiliki efek analgesik. Semakin tinggi konsentrasi gel Garcinia mangostana L. semakin tinggi daya analgesik yang didapatkan. Nilai ED50 yang diperoleh yaitu sebesar 0,037 mg/kgBB.
Pengaruh Pemberian Infusa Seledri (Apium Graveolens) Terhadap Efek Diuresis Mencit (Mus Musculus L.) Dengan Metode Experimental Murni Dewi, Ida Ayu Mas Laksmi; Tirta, Luh Pande Putu; Pramesti, Ni Kadek Ayu; Satriyani, Desak Putu Putri; Septyani, Luh Vela; Primananda, Ni Putu Wahyudewi; Ginarsih, Ni Made Ari; Santiyani, Ni Luh; Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
IPTEKMA Volume 8, No. 1, Februari 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i01.p08

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN INFUSA SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) TERHADAP EFEK DIURESIS MENCIT (MUS MUSCULUS L.) DENGAN METODE EKSPERIMENTAL MURNI. Pengujian pemberian infusa seledri (Apium Graveolens) yang dilakukan pada mencit untuk mengetahui efek diuresis mencit (Mus Musculus L.) dengan metode eksperimental murni. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prinsip dan etika penelitian dengan menggunakan hewan coba mencit (Mus Musculus L.), mengetahui efektivitas infusa seledri sebagai diuretik dengan tiga variasi dosis yaitu pemberian 50%, 100%, 150%, mengetahui dosis infusa seledri yang memiliki efek paling kuat sebagai diuretik dibandingkan dengan kontrol positif. Eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap pola searah. Variabel kontrol dibedakan mejadi kontrol positif yaitu hewan uji yang diberikan infusa seledri dan kontrol negatif yaitu hewan uji yang tidak diberikan obat herbal (Infusa Seledri) melainkan diberikan akuades. Variabel bebas adalah dosis obat herbal (Infusa Seledri) yang diberikan. Variabel terikat adalah volume, pH , warna urin, dan waktu onset yang dihasilkan hewan uji (mencit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva hubungan antara dosis infusa seledri yang diberikan dengan volume urin yang dihasilkan mencit pada perlakuan minggu pertama hingga minggu ketiga diketahui bahwa volume urin pada minggu kedua merupakan volume urin rata-rata yang terbesar diantara perlakuan pada minggu ke I, II dan III. Konsentrasi 100% (pada minggu ke-II) mampu memberikan efek diuresis yang maksimal, konsentrasi 50% (pada minggu ke-I) memberikan efek diuresis lebih rendah dibandingkan perlakuan minggu ke-I, sedangkan dengan penambahan konsentrasi menjadi 150% (pada minggu ke-III) menunjukkan adanya efek diuresis namun lebih rendah daripada dengan perlakuan pada minggu ke-II denga pemberian dosis 100%. Berdasarkan hal di atas menunjukkan bahwa efek maksimal dari daun seledri pada penelitian ini ada pada konsentrasi 100%, dibuktikan dengan meningkatnya konsentrasi terjadi penurunan efek diuresis.
UJI AKTIVITAS DIURESIS INFUSA SELEDRI (Apium graveolens) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Palasari, Dwi Indah Arya; Gayatri, Komang Sai; Eka Putra, Gede Janerama; Adilla, Farah; Lianty, Jessica; Pratiwi As, Gusti Ayu Dian Nanda; Santi, Ni Made; Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p05

Abstract

UJI AKTIVITAS DIURESIS INFUSA SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (MUS MUSCULUS). Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman yang mengandung zat aktif yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan aktivitas infusa seledri (Apium graveolens L.) sebagai diuretik pada mencit jantan putih. Mencit putih jantan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok kontrol positif (suspensi furosemid), kelompok kontrol normal (tanpa perlakuan khusus), kelompok infusa seledri 50%, kelompok infusa seledri 100%, dan kelompok infusa seledri 150%. Pengujian terhadap efek diuretik dilakukan dengan melihat volume urin yang diukur setelah 24 jam perlakuan. Berdasarkan volume urin yang dihasilkan, hasil yang didapat menunjukkan adanya aktivitas diuretik pada infusa seledri.
UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL BULUNG (Gracilaria sp.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Witadnyana, Yan Degus Winten; Giri, Gede Sugiartha; Anata, I Made Ari; Salim, Mohammad Fajar Hadi; Karmayani, Ni Wayan; Agustina, Ni Putu Dian; Perdana, Pande Gede Raditya Wira; Wijayanti, Ni Putu Ayu Dewi
IPTEKMA Volume 8, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/iptekma.2019.v08.i02.p06

Abstract

UJI AKTIVITAS ANALGESIK GEL BULUNG (Gracilaria sp.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui aktivitas analgesik gel bulung (Gracilaria sp.) sebagai alternatif obat analgesik. Evaluasi efek analgesik gel bulung pada hewan uji adalah dengan menghitung lama waktu bertahan mencit pada hotplate setelah diberi perlakuan uji, kontrol positif dan kontrol negatif pada hewan uji. Penelitian ini hanya meneliti satu variabel bebas saja yaitu variasi dosis obat gel fraksi bulung sangu terhadap variabel tergantungnya yaitu daya analgetik pada mencit yang berupa persen aktivitas analgetik dari gel fraksi bulung sangu. Kelompok uji (gel fraksi bulung sangu) dengan konsentrasi fraksi 1%; 1,25%; 1,5%. Dapat disimpulkan pada gel Voltaren® akan memberikan efek analgesik pada menit ke-30 setelah pemberian dan gel bulung akan memberikan efek analgesik pada menit ke-30 sampai 90 setelah pemberian.