Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Algoritma Caesar Cipher dan Algoritma RSA untuk Keamanan Data Surat Wasiat pada Kantor Notaris/PPAT Robert Tampubolon, S.H. Silalahi, Robertus; Parlina, Iin; Sumarno, Sumarno; Gunawan, Indra; Saputra, Widodo
Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jurnalsostech.v1i4.64

Abstract

Keamanan dan kerahasiaan adalah salah satu kebutuhan penting dari suatu data, atau informasi. Terkait betapa pentingnya menjaga isi data file surat wasiat dari pihak yang merugikan dengan cara merusak dan memanipulasi data pada kantor Notaris Robert Tampubolon, SH. Pada penelitian ini penulis membuat Aplikasi pengamanan berupa data surat wasiat pada isi file document dengan mengkombinasikan algoritma caesar cipherdan RSA. Metode yang digunakan adalah kombinasi algoritma caesar cipher dan algoritma RSA yang menggunakan dua kunci berbeda dalam melakukan enkripsi dan dekripsi yaitu kunci publik untuk enkripsi dan kunci private untuk dekripsi. dalam proses mengenkripsi pesan dengan menggunakan kunci yang berupa angka-angka yang telah ditentukan pengirim, dan mendekripsi pesan yang dikirim menjadi pesan asli, sehingga pesan tersebut cukup aman dan tidak akan terbaca pihak-pihak yang tidak mempunyai hak atas pesan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi untuk memastikan keadaan akta surat wasiat benarbenar aman pada kantor Notaris Robert Tampubolon SH. Metode ini menggunakan kombinasi algoritma caesar chiper dan RSA (Rivest Shamir Adleman) untuk menghasilkan aplikasi yang digunakan pada proses enkripsi dan dekripsi pada akta surat wasiat. Pengamanan data pada kantor notaris memiliki beberapa kesimpulan yaitu aplikasi yang dibangun dapat membantu dalam mengamankan data file surat wasiat pada kantor notaris menggunakan kombinasi metode caesar cipher dan RSA, surat wasiat yang di enkripsi dan didekripsi hanya dapat dibaca oleh orang yang memiliki akses kedalam aplikasi dan sistem yang dibangun mampu memberikan keamanan yang baik sehingga data isi dari surat wasiat tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berkepentingan.
Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma C4.5 Dalam Menentukan Kelayakan Penerimaan Bantuan Bedah Rumah pada Desa Tiga Dolok V M, Paul; Gunawan, Indra; Damanik, Bahrudi Efendi; Parlina , Iin; Saputra, Widodo
Jurnal Sosial dan Teknologi Vol. 1 No. 5 (2021): Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jurnalsostech.v1i5.102

Abstract

Rumah yang layak huni merupakan kebutuhan dasar manusia, rumah yang layak huni dikatakan jika pemilik rumah memiliki rasa tentram dan nyaman tinggal di rumah tersebut. Rumah yang layak huni dimaknai sebagai rumah yang memiliki fasilitas untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Belum tersalurkannya bantuan pemerintah secara merata terhadap rumah penduduk Desa Tiga Dolok, disebabkan oleh program yang telah berjalan selama ini sangat rumit, sistem yang berjalan masih secara manual dalam pengolahan data masyarakatnya. Oleh sebab itu penulis memberikan solusi untuk mengklasifikasi tingkat kelayakan rumah dengan menggunakan algoritma C4.5. Algoritma ini dipilih karena merupakan salah satu metode pada Decision tree/Pohon Keputusan yang banyak dimanfaatkan untuk melakukan prediksi terhadap suatu kasus. Dengan demikian subsidi pemerintah untuk merenovasi rumah yang tidak layak huni dapat disalurkan secara tepat sasaran. Tujuan penelitian yaitu menggunakan pohon keputusan berbasis algoritma C4.5 diharapkan dapat meningkatkan keakuratan penerimaan bantuan renovasi kelayakan rumah. Metode penelitian yang digunakan yaitu Data Mining. Analisa dan perhitungan menggunakan algoritma ini sangat membantu proses penentuan keputusan untuk menentukan masyarakat yang layak menerima bantuan bedah rumah dan masyarakat yang tidak layak menerima bantuan bedah rumah.