Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELAKSANAAN PRINSIP ETIK KEPERAWATAN DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA PERAWAT PELAKSANA Fadhillah, Nurul; Jannah, Noraliyatun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan prinsip etik dapat mencegah terjadinya bahaya fisik dan emosional bagi pasien dalam asuhan keperawatan. Pelaksanaan prinsip etik merupakan salah satu dari 12 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan prinsip etik dalam asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah stratified random sampling, sebanyak 54 responden dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Pelaksanaan prinsip etik keperawatan perawat pelaksana ditinjau dari prinsip Autonomy baik (64,8%), Beneficence baik (68,5%), Non maleficence baik (72,2%), Justice baik (72,2%), Veracity baik (74,1%) dan Fidelity baik (72,2%). Berdasarkan hasil penelitian secara umum didapatkan bahwa pelaksanaan prinsip etik keperawatan tergolong kedalam kategori baik (72,2%). Kepada bagian keperawatan diharapkan dapat meningkatkan program kerja serta mengadakan supervisi secara berkala terkait pelaksanaan prinsip etik agar dapat tercipta asuhan keperawatan yang berkualitas.
GULA KELAPA KRISTAL DAN POTENSI PEMANFAATANNYA PADA PRODUK MINUMAN Mela, Ervina; Fadhillah, Nurul; Mustaufik, Mustaufik
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 22, No 1 (2020): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.681 KB) | DOI: 10.30595/agritech.v22i1.7059

Abstract

Crystal coconut sugar is sugar that made from coconut sap which is processed to  powder or crystal. This sugar has lower Glycemic Index and higher levels of fiber and vitamin B12 than cane sugar. Other advantages are that it is more soluble, has longer shelf life, more attractive in shape, easier to package and transport, has a unique taste and aroma, and can be fortified with other ingredients. Crystal coconut sugar can be used as a substitute for sugar cane in various beverage products. This paper aims to provide an overview of the process, excellence, and potential use of crystal coconut sugar in beverage products sourced from research journals and scientific books. Crystal coconut sugar has the potential to substitute cane sugar in tamarind syrup products, traditional drinks, instant powder drinks, instant chocolate drinks, coffee mixes, and ice cream.
TEKNOLOGI PENGOLAHAN PRODUK UMKM BERBASIS GULA KELAPA KRISTAL YANG MENJADI PRIORITAS PENGEMBANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS Mela, Ervina; Wijonarko, Gunawan; Maksum, Ali; Fadhillah, Nurul
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.3.9

Abstract

Gula kelapa kristal merupakan salah satu produk yang sudah dikembangkan di Kabupaten Banyumas. Dengan segala keunggulan yang dimiliki, gula kelapa kristal  berpotensi untuk dikembangkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi berbagai produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  produk berbasis gula kelapa kristal dan mendapatkan urutan prioritas alternatif produk berbasis gula kelapa kristal untuk dikembangkan pada skala UMKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian terdiri atas identifikasi produk berbasis gula kelapa kristal yang dilakukan dengan metode studi pustaka, dan penentuan produk prioritas dengan kuesioner, wawancara pakar, dan metode Bayes. Penelitian menunjukkan produk berbasis gula kelapa kristal yang dapat dikembangkan untuk UMKM meliputi sirup asam jawa, abon ikan, jahe merah instan, temulawak instan, cincau hijau instan, bumbu gado-gado, dan enting-enting kacang. Sirup Asam Jawa merupakan produk pada ranking pertama prioritas untuk dikembangkan di Kabupaten Banyumas.
Analisis Semiotik Terorisme Pada Film Hotel Mumbai Fadhillah, Nurul; Muhiddin, Amir
Jurnal Komunikasi dan Organisasi J-KO Vol 2, No 1 (2020): Februari
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26644/jko.v2i1.6063

Abstract

Film merupakan sarana komunikasi audio visual yang paling diminati oleh khalayak umum, karena menyajikan rentetan cerita, gambar dan musik yang menarik. Dalam membentuk dan menghadirkan realitas, film mengkonvensikan pesan dalam bentuk tanda dan lambang, sehingga ketika seseorang menonton film, pesan yang disampaikan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pembentukan opini seseorang mengenai tujuan dari film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi makna denotatif dan konotatif terorisme dan pesan moral dalam film Hotel Mumbai. Waktu penelitian dilaksanakan pada Desember sampai Januari dan objek penelitiannya fokus terhadap adegan film Hotel Mumbai. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan konsep semiotika Roland Barthes. Data diperoleh dari film Hotel Mumbai berbentuk berkas lunak dengan terjemahan bahasa Indonesia dan didukung data-data dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Dalam penelitian ini informan ditentukan menggunakan teknik purposive dengan kriteria memiliki pengetahuan tentang film, terorisme dan semiotika. Untuk mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam mengukur tingkat keabsahan data, peneliti menggunakan empat standar yaitu, kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil dari penelitian terhadap film Hotel Mumbai, ditemukan bahwa film Hotel Mumbai merupakan film yang menggambarkan aksi terorisme terorganisir dan terkontrol yang terjadi akibat, dendam, ekonomi dan agama serta mengandung pesan moral tentang dedikasi, tanggung jawab, beriman kepada Tuhan, empati, disiplin dan tidak berprasangka buruk terhadap orang lain.Film is an audio-visual communication tool that is most sought after by the general public because it presents an interesting series of stories, pictures, and music. For shaping and representing reality, film conveys messages in the form of signs and symbols, so that when someone watches film, the message conveyed indirectly will affect the formation of one's opinion about purpose of the film. This research aims to interpret the denotative and connotative meaning of terrorism and moral messages in the film Hotel Mumbai. The research was carried out for two months and the object of research focused on the scene of film Hotel Mumbai. The research method used is a descriptive study with a qualitative approach. The data analysis technique uses the concept of Roland Barthes's semiotics. Data obtained from the film Hotel Mumbai in the form of a soft file with Indonesian translation and supported data from books, journals, and previous research. In this research, the informants were determined using purposive techniques with the criteria of having knowledge of film, terrorism, and semiotics. To collect data using observation, interview, and documentation. For measuring the level of validity of the data, researchers use four standards, namely, credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of this research found that the Hotel Mumbai film is a film that depicts organized and controlled acts of terrorism that occur because of revenge, economy, and religion and have some moral messages about dedication, responsibility, faith in God, discipline and not prejudiced against other people.
The Break Subtype of Affect-H in English And Buginese: Revisiting Dixon’s Theoretical Framework Fadhillah, Nurul; Yassi, Abdul Hakim; Sahib, Harlinah
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 4 No. 4 (2021): DECEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/elsjish.v4i4.19169

Abstract

The objective of this research is to analyze the differences and the similarity of The Break Subtype of Affect-H in grammatical and semantical construction. This research use descriptive qualitative method. Primary data are the data in English and Buginese. To collect the data in English the researcher use C Corpus of Contemporary American English (COCA) and to collect data in Buginese language, the researcher recorded some native speakers of Buginese while using the break verbs in Buginese language. The secondary data are the data that were taken from journals, e-books, and articles. The collected data were analyzed by using Dixon’s theory of Break Subtype of Affect-H. The result of this research shows that there are 14 words in Buginese that are identical with the “Break” verb. They are mappakkasolang, ma’jemmu’, mapperra’, maruttung, massope/makkape’, mappue’, mappacippe, mappareppa’, malleppoang, mappa’bettu, mappaleppo’, mappaddempung, and ma’bettu. Construction I of break verb have the same meaning as construction II of mappakkasolang verb. They both means that someone break something by using another instrument. Construction II of break verb and mappakkasolang verb have different meanings. The sentence in Buginese means that someone break something on the table, but no conclusion can be taken about how someone broke the thing. As for the sentence in English it is obvious that someone accidentally put his/her nail inside a piece of wood and break it. Construction III of break verb is applicable but in the other hand, construction III of mappakkasolang verb is not a common way of saying that something is broken because another thing accidentally break it, as in Buginese sentence the role of breaking something is usually done by human, animals, disaster, or weather.
TANAMAN PANGAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN PETANI DI KABUPATEN KARO Sahri, Riadil Jannah; Hidayah, Nurul; Fadhillah, Nurul; Fuadi, Ahmad; Abidin, Ikhwan; Hannifa, Wardah; Wulandari, Sari
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 10: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i10.1348

Abstract

Dalam sektor pertanian tanaman pangan termasuk dalam pembahasan dan dalam pengelolaanya. Di indonesia sendiri sektor pertanian memiliki andil yang tidak sedikit dalam memajukan perekonomian, seperti ekspor bahan makanan ataupun hasil bumi indonesia yang melimpah akan rempah rempah yang jarang ditemukan di luar negeri. Kabupaten Karo salah satu daerah di indonesia yang memiliki sektor pertanian yang sangat luas. Dilakukannya penelitian di kabupaten Karo tentang tanaman pangan bertujan untuk kita bisa mengetahui apa saja yang bisa di tanam di daerah tersebut serta peluang apa saja yang bisa dikembangkan di berbagai daerah di kabupaten tersebut sengga pemerintah bisa membuat rencana kedepannya apa saja yang perlu diperbaharui dan di tingkatkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitaf dan metode pendekatan sekunder, di kabupaten karo jenis komoditas yang ditanam seperti komoditas holtikultura, komoditas tanaman pangan, tanaman keras maupun perkebunan, komoditi unggulan tanaman pangan di kabupaten karo ada banyak contohnya padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai kacang tanah dll. Pada tahun 2019 kontribusi dari penerimaan komoditas jagung sebesar 767305 ton , komoditi tanaman panngan padi sawah sangat bagus yaitu luas panen sawah 20006 ha, produksi 126956 ton. Pada tahun 2019 setiap daerah mempunyai panen yang sesuai dengan luas dari sawah setiap daerah.
PERSEPSI PEGAWAI TERHADAP INFORMASI ADMINISTRASI MANAJEMEN PESANTREN BIDANG PAKIS KANTOR WILAYAH KEMENTRIAN AGAMA SUMATERA UTARA Fadhillah, Nurul
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 4: MARET 2022
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i4.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pegawai PAKIS (Pendidikan Agama dan Keagamaan islam) terhadap informasi administrai manajemen yang berada di pesantren. Pendekatan yang dilakukan menggunakan metode Kualitatif dengan wawancara dan studi dokumentasi kepada 4 orang pegawai PAKIS, yang dipilih secara purposive. Hasil Penelitian ini di rangkum dari wawancara peneliti dengan Pegawai PAKIS secara langsung yang menemukan bahwa dari pihak pesantren sendiri yang masih belum menerapkan pengelolaan informasi manajemen dengan baik. Yang mengakibatkan sistem Informasi Di dalam pesantren kurang berjalan dengan lancar.