Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ALTERNATIVE DESIGN OF THE BUILDING STRUCTURE OF STEEL FRAME BRIDGE TYPE STEEL ARCH WITH WARREN FRAME IN TUKAD BANGKUNG BRIDGE IN BADUNG - BALI Sudirman Indra; Mohammad Erfan; I Komang Dedi Wijaya
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, May 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v1i1.2610

Abstract

In planning and designing a bridge it should consider the function of transportation needs, technical and architectural-aesthetic requirements which include: Traffic aspects, Technical aspects, Aesthetic aspects. the alternative bridge design structure of the steel arch bridge-type steel frame with warren frame on the Tukad Bridge in Bangkung district. Badung - Bali is a steel frame bridge that has an overall span of 360 m and 9.6 m wide. alternative upper structure at the Tukad Bangkung bridge Badung Regency - Bali with the merging of the steel arch construction of 2 roller joints and the warren frame structure. Where between the curve/arc with a steel profile plate connected by a cable that serves to provide strong support to the frame structure because of the long stretch. In the planning of the bridge this time using the L.R.F.D method and for the structural analysis modeling the writer uses the STAADPRO V8i assistive program. From the analysis of the results of the calculation of the structure above obtained planning dimensions of the Steel Arch bridge that is planned to use a steel profile, WF 350 x 175 x 7 x 11 for gel. elongated, WF 918 x 303 x 19 x 37 for gel. transversely, WF 350 x 350 x 12 x 9 for gel. transversely above, WF 498 x 432 x 45 x 70 for gel. parent, LD 250,250.25 for wind bonds.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH GEDUNG MENGGUNAKAN PONDASI BORE PILE : STUDI KASUS GEDUNG PASCASARJANA UNISMA Silvia Megananda; Afriza Marianti S; Sudirman Indra
SONDIR Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.966 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2540

Abstract

Gedung Pascasarjana UNISMA dibangun dengan perencanaan 7 lantai dan 1 atap, yang terletak di tengah kota Malang dengan kondisi padat dan sangat berdekatan dengan bangunan di sekitarnya. Sebelumnya gedung tersebut menggunakan pondasi tiang pancang dan proses pemasangannya dapat mengganggu aktivitas yang berada di sekitar gedung karena dapat menimbulkan getaran yang dapat mengganggu bahkan merusak konstruksi maupun struktur tanah. Sehingga dianggap perlu melakukan perencanaan ulang menggunakan jenis pondasi Borepile dengan kedalaman 12 m. Data tanah menggunakan data boring. Struktur balok dan kolom menggunakan data awal perencanaan, dihitung menggunakan program bantu ETABS untuk mendapatkan data beban vertikal yang akan diteruskan ke pondasi. Pondasi Tipe 1 (4 tiang diameter 50 cm) dengan tulangan pilecap D22 – 130 (x) dan D22-130 (y). Tipe 2 (3 tiang diameter 50 cm) dengan Tulangan pilecap D22 – 230 (x) & D22 – 210 (y). Tipe 3 (2 tiang diameter 50 cm) dengan Tulangan pilecap D22-190 (x) & D22-190 (y). Tulangan Borepile (8 D 19) dengan penurunan tiang tipe 1 adalah 0.3104 cm, tiang tipe 2 sebesar 0.1286 cm dan tipe 3 sebesar 00537 cm.
PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BETON MUTU RENDAH Lies Kurniawati Wulandari; Sudirman Indra
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INFO MANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i1.3631

Abstract

Permasalahan utama yang melatar belakangi penelitian ini adalah bencana luapan lumpur panas Sidoarjo di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo sejak. Penggunaan material bahan bangunan pada beton yang masih menggunakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti semen, pasir dan lain–lain. Maka diperlukan upaya untuk memanfaatkan lumpur Sidoarjo untuk campuran pembuatan campuran beton mutu rendah sebagai sumbangan pikiran dalam menangani bencana LUSI serta melakukan upaya menghindari kelangkaan sumber daya alam di masa mendatang dengan memanfaatkan LUSI sebagai campuran tambahan lainnya. Pada penelitian ini akan dilakukan pengembangan dari penelitian–penelitian sebelumnya tentang lumpur Sidoarjo yaitu pembuatan campuran beton mutu rendah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal dalam pembuatan campuran beton mutu rendah.
STUDI PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE PELENGKUNG (THROUGH ARCH) PADA JEMBATAN CISADANE BOGOR JAWA BARAT Ihsan Saiwirandra Luthfi; Sudirman Indra; Agus Santosa
STUDENT JOURNAL GELAGAR Vol. 1 No. 1 (2019): JURNAL GELAGAR
Publisher : TEKNIK SIPIL S-1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.715 KB)

Abstract

Jembatan merupakan infrastruktur vital dalam sistem transportasi yaitu sebagai media penyeberangan sungai, maupun penghubung antar tebing. Jembatan mempunyai macam-macam bentuk, salah satunya yaitu jembatan pelengkung dengan kabel. Jembatan pelengkung cocok digunakan untuk jembatan Cisadane karena mempunyai bentang yang lumayan panjang.Melalui peyusunan skripsi ini penulis mencoba merencanakan bangunan atas jembatan dengan tipe pelengkung. Data awal perencanaan meliputi panjang jembatan yang sudah ada 90 m lebar 9 m. Metode perencanaan yang digunakan yaitu LRFD dan menggunakan program bantu Staad Pro v8i. Dalam perencanaan ini penulis merencanaakan plat lantai, gelagar memanjang, gelagar melintang, gelagar induk, ikatan angin, kabel, sambungan dan elastomer. Dari hasil analisa diperoleh struktur bangunan atas jembatan untuk plat lantai menggunakan tulangan pokok D13-200 dan tulangan bagi D12-250, gelagar memanjang baja profil WF 400 x 400 x 18 x 28, gelagar melintang baja profil WF 700 x 300 x 13 x 24, gelagar induk baja profil WF 400 x 400 x 20 x 35, ikatan angin baja profil dobel L 250 x 250 x 25, untuk Dimensi kabel penggantung dyform 6, untuk peletakan menggunakan elastomer ukuran panjang 70 cm, lebar 70 cm, tinggi 23 cm.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN MENGGUNAKAN DESAIN A HALF THROUGH ARCH: Studi Kasus : Jembatan Soekarno-Hatta, Kota Malang Wahyu Kurniawan; Ester Priskasari; Sudirman Indra
STUDENT JOURNAL GELAGAR Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL GELAGAR
Publisher : TEKNIK SIPIL S-1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soekarno-Hatta Bridge in Malang City, which has a level of traffic density in its development until now, has undergone strengthening due to structural fatigue and almost entering the fatigue age of a bridge. With this in view of the fairly dense function of transportation facilities, the Soekarno-Hatta Bridge was built to support access in the city of Malang. In this planning, Soekarno Hatta Bridge is planned using the construction method A Half Through Arch with Hanging Cables in a span of 100 meters without central pillars and the Load and Resistance Factor Design method (DFBK) and refers to the latest SNI rules. This planning is assisted by using thestructural application program StaadPro V8i SS6 to analyze the structure of the bridge.After analyzing the upper structure of this bridge, the dimensions of the steel structure for the main girder were obtained using a WF profile 400.400.45.70, longitudinal girder WF profile 400.200.8.13, transverse girder under profile WF 850.350.16.36, upper transverse girder WF 350.350.12.19, Wire hanging cables 6x37 IWRC Ø38 ropes, 2L 150.150.19 atss wind tie girders, and 2L 250,250.35 downwind bond girders.
PANEL BETON PRACETAK UNTUK ELEMEN STRUKTUR RUMAH DUA LANTAI vega aditama; Sudirman Indra; Ester Priskasari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 2 (2021): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i2.4465

Abstract

Beton Bertulang pracetak merupakan sebuah alternatif elemen struktur bangunan untuk tempat tinggal , bisa terbagi dalam beberapa jenis yaitu : kolom pracetak, balok pracetak dan pelat beton pracetak . Beton Bertulang Pracetak diuji dengan menghasilkan kekuatan struktur yang mampu memikul beban beban konstruksi untuk rumah / Bangunan 2 Lantai. Penerapan panel beton bertulang pracetak ini akan di laksanakan oleh industri inovasi struktur bangunan, PT ETERNIT KERANG, sehingga perlu adanya pengawasan dan pendampingan dari pengecoran, perangkaian penulangan sampai uji sebelum dipasarkan.sesuai dengan analisa dan teori pembuatan beton pracetak
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE PELENGKUNG: Studi Kasus : Jembatan Seacorm Kabupaten Jembrana- Bali Jimy Fernando Ghello; Sudirman Indra; Agus Santosa
STUDENT JOURNAL GELAGAR Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL GELAGAR
Publisher : TEKNIK SIPIL S-1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.327 KB)

Abstract

Jembatan merupakan infrastruktur vital dalam sistem transportasi yaitu sebagai media penyeberangan sungai, maupun penghubung antar tebing. Jembatan mempunyai macam-macam bentuk, salah satunya yaitu jembatan pelengkung dengan kabel. Jembatan pelengkung cocok digunakan untuk jembatan Seacorm karena mempunyai bentang yang lumayan panjang.Melalui peyusunan skripsi ini penulis mencoba merencanakan alternatif bangunan atas jembatan yang sudah ada dengan tipe pelengkung. Data awal perencanaan meliputi panjang jembatan yang sudah ada 100 m lebar 7 m. Metode perencanaan yang digunakan yaitu LRFD (Load Resistance Factor Design) dan menggunakan program bantu Staad Pro v8i SS. Dalam perencanaan ini penulis merencanaakan plat lantai, gelagar memanjang, gelagar melintang, gelagar induk, ikatan angin, kabel, sambungan dan elastomer. Dari hasil analisa diperoleh struktur bangunan atas jembatan untuk plat lantai menggunakan tulangan pokok D16-200 dan tulangan bagi D13-250, gelagar memanjang baja profil WF 350 x 350 x 14 x 22, gelagar melintang baja profil WF 700 x 400 x 14 x 32, gelagar induk baja profil WF 800 x 400 x 40 x 40, ikatan angin baja profil dobel L 250 x 250 x 35, untuk Dimensi kabel penggantung dyform 6, untuk peletakan menggunakan elastomer ukuran panjang 110 cm, lebar 110 cm, tinggi 32 cm.
PERENCANAAN PORTAL BAJA MENGGUNAKAN METODE LRFD PADA GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG JB. I Wayan Andika Wibisana P.; Sudirman Indra; Agus Santosa
STUDENT JOURNAL GELAGAR Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL GELAGAR
Publisher : TEKNIK SIPIL S-1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.355 KB)

Abstract

Sekarang ini, pembangunan gedung bertingkat menjadi tren di kota – kota besar karena terbatasnya lahan. Namun dalam perencanaannya perlu juga diperhatikan faktor – faktor seperti faktor keamanan, kekuatan desain, stabilitas, serta efisiensi dalam pengerjaannya. Struktur kolom baja Encased merupakan alternatif dalam perencanaan bangunan, dimana profil baja WF yang dikombinasikan dengan beton. Keuntungan yang di dapat dari digunakannya struktur kolom Encased adalah kolom yang dapat memikul beban yang besar baik tekan maupun Tarik. Dalam hal ini perencanaan menggunakan metode Load and Resistance Faktor Design (LRFD) yang tercantum dalam kode SNI 03-1729-2015. Dari hasil perhitungan didapatkan ukuran optimal profil baja WF untuk balok induk yaitu WF. 450.200.9.14, balok anak 1 WF. 350.175.7.11 dan balok anak 2 WF 200.150.6.9. Untuk kolom Encased 1 didapatkan dimensi 800 x 500 dengan WF 600.300.12.20, kolom Encased 2 didapatkan dimensi 650 x 400 dengan WF 450.200.9.14. Pada sambungan balok induk - kolom bertemu pada flens digunakan jenis sambungan end plate dengan tebal 20 mm dan jumlah baut 4 – Ø22 mm, sambungan balok induk - balok anak 1 menggunakan sambungan siku L 80.80.8 mm dengan jumlah baut 4 - Ø22 mm, sambungan balok anak 1 - balok anak 2 menggunakan sambungan siku L 80.80.8 mm dengan jumlah baut 4 – Ø22,225 mm, dan untuk base plate diperoleh dimensi pelat landasan 1000.700.30 mm dengan jumlah angkur 9 – Ø19,05 mm panjang 750 mm.
ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN TIPE CAMEL BACK TRUSS DENGAN MENGGUNAKAN METODE LRFD Dion Falerio Lilu; Sudirman Indra; Agus Santosa
STUDENT JOURNAL GELAGAR Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL GELAGAR
Publisher : TEKNIK SIPIL S-1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.116 KB)

Abstract

Jembatan Rangka Baja tipe Camel Back Truss merupakan salah satu tipe Jembatan yang banyak dibangun untuk kepentingan lalu lintas jalan raya. Keuntungan pemilihan jembatan baja adalah seluruh elemen batang baja dapat menahan gaya aksial tekan atau gaya aksial tarik, konstruksi jauh lebih ringan, bentang jembatan jauh lebih panjang, pelaksanaan dilapangan lebih mudah. Bagian-bagian utama rangka batang dibuat dari komponen-komponen yang tidak terlalu besar maka pengangkutannya ke lokasi jembatan menjadi jauh lebih mudah. Struktur bangunan atas Jembatan Rangka Baja terdiri atas beberapa bagian batang utama pembentuk rangka yaitu batang gelagar induk, batang gelagar melintang, batang gelagar memanjang, batang-batang ikatan angin atas, batang-batang ikatan angin bawah, ikatan-ikatan pengaku dan sistem lantai kendaraan yang membentuk suatu konstruksi yang kaku sehingga membentuk jalur lalu lintas yang aman dan nyaman. Adapun tujuan dari Skripsi ini adalah untuk merencanakan Jembatan Rangka Baja Tipe Camel Back Truss dengan menggunakan program atau software bantu STAAD PRO dan mengacu pada peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI). Profil baja yang digunakan pada perencanaan Jembatan ini adalah profil baja WF untuk gelagar memanjang, gelagar melintang, gelagar induk, dan profil LD untuk ikatan angin atas dan ikatan angin bawah.
PERANCANGAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN BAJA TIPE SUBDIVIDED WARREN: Studi Kasus : Jembatan Kelutan - Papar Andri yogo; Ester Priskasari; Sudirman Indra
STUDENT JOURNAL GELAGAR Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL GELAGAR
Publisher : TEKNIK SIPIL S-1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Kelutan - Papar Bridge was built across the Brantas River to connect the Nganjuk and Kediri borders. Intends to redesign the bridge with the title "Redesign of the Upper Structure of the Subdivided Warren Type Steel Bridge on the Kelutan - Papar Bridge". The purpose of this re-planning is as an alternative to the bridge design if there is a redesign of the Kelutan - Papar bridge.Re-planning the upper structure of the bridge from previously using 3 superstructures to 2 superstructure and using 1 pillar, in order to find bridge efficiency. Using the Load and Resistance Factor Design (LRFD) method and refers to the latest SNI rules. This planning is assisted by using the StaadPro V8i SS6 structural application program to analyze the structure of the bridge.The structure of the superstructure of the Subdivided Warren Truss type bridge consists of several main parts, namely the elongated girder with a bolt size of Ø24 mm with a connecting plate L 100 x 100 x 10 mm, a transverse girder and a main bolt measuring Ø24 mm with a connecting plate L 100 x 100 x 10 mm , The connection between the join of the main girder and wind ties with a diameter of Ø24 mm with a plate thickness of 21 mm. As for the results of the planning and analysis obtained, the structure of the structure of the bridge uses WF profiles 350 x 175 x 7 x 11 (longitudinal girder), WF 900 x 300 x 16 x 28 (lower transverse girder), WF 350 x 350 x 12 x 19 (top girder), WF 400 x 400 x 13 x 21 (main girder), 2L 250 x 250 x 25 (wind bond).