Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Lingkar Lengan Atas dan Kadar Hemoglobin Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Beberapa Puskesmas Bali Utara Dewvi, Putu Ayu Savitri; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Wandia, I Made
Jurnal Bidan Komunitas Vol 5, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v5i1.5046

Abstract

Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab kematian neonatal tertinggi di Provinsi Bali. Persentase BBLR di Provinsi Bali sebesar 2,7% dan di Kabupaten Buleleng sebesar 2,9%. Berat bayi saat lahir sebagian besar dipengaruhi oleh pertumbuhan janin yang berhubungan dengan kondisi ibu terutama status gizinya. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ukuran Lingkar Lengan Atas (LLA) dan kadar Hemoglobin (Hb) ibu dengan kejadian BBLR di Puskesmas Buleleng I, II, III, dan Sukasada I tahun 2019-2020. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan data sekunder dari buku kohort puskesmas. Perbandingan jumlah kelompok kasus dan kontrol yaitu 1:2. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS 20. Uji hubungan ukuran LLA dan kadar Hb ibu dengan kejadian BBLR menggunakan uji chi-square. Hasil: diketahui terdapat hubungan bermakna antara ukuran LLA ibu (p = 0,021; OR = 4,572; 95% CI 1,305-16,017) dan kadar Hb ibu (p = 0,001; OR = 6,769; 95% CI 2,032-22,551) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa ibu dengan LLA 23,5 cm memiliki risiko 4,571 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR dibandingkan ibu dengan ukuran LLA normal dan ibu dengan anemia memiliki risiko 6,769 kali lebih tinggi melahirkan BBLR dibandingkan ibu dengan kadar Hb normal.
Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pemindangan di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba, Bali Pandit, I Gede Suranaya; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/jii.v1i3.33

Abstract

Pendahuluan: Suatu metode pengolahan dan pengawetan tradisional dengan perebusan/pemasakan ikan dalam air garam untuk durasi waktu tertentu dalam suatu wadah hingga terjadi proses pengurangan kadar air pada ikan dalam level tertentu dimaksudkan sebagai Pemindangan. Tujuan: Universitas Warmadewa melalui program kemitraan masyarakat (PKM) bermaksud mengadakan kegiatan pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemindang lokal, dengan harapan produk pindang Desa Kusamba bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Metode: Saat rangka meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba, metode pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demonstrasi, serta pelatihan. Meliputi manajemen bahan baku, proses pengolahan pindang, dan Kesehatan pemindang. Evaluasi dilakukan dengan melihat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, serta peningkatan pengetahuan dievaluasi dengan melihat peningkatan skor setelah kegiatan dibandingkan skor sebelum kegiatan.  Kegiatan ini berlangsung setiap hari sabtu pada bulan Agustus 2020 dan diikuti oleh 5 pemindang yang bekerja pada blok berbeda di Sentra Pemindangan Kusamba. Hasil: Hasil skor tersebut kemudian dilakukan uji statistik paired t-test dan didapatkan rata-rata skor sebelum kegiatan 6,40 dan rata-rata skor setelah kegiatan 14,40; dengan rerata peningkatan sebesar 8 poin yang memiliki taraf signifikan (nilai P<0,05). Pemantauan paska kegiatan sangat diperlukan agar kegiatan yang dilakukan dapat diterapkan secara kontinu. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat di TPI Kusamba ini berlangsung baik dan lancar dengan keikutsertaan penuh peserta pada seluruh rangkaian kegiatan. Dukungan pemerintah dalam menyediakan sarana prasarana untuk meningkatkan mutu pemindangan di Desa Kusamba sangat diperlukan agar produk pindang yang dihasilkan di Desa Kusamba dapat memenuhi standar nasional Indonesia.