Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : JURMATIS (jurnal manajemen teknologi dan teknik industri)

TINGKAT PERILAKU AMAN TENAGA KERJA BAGIAN JAHIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTECEDENT BEHAVIOR CONSEQUENCE DI PT. GLOW Wijaya, Welly; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.293

Abstract

Perilaku merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan karakteristik bawaan yang dimiliki oleh seseorang, seperti kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, pengetahuan, sikap dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal merupakan lingkungan sekeliling yang dapat berupa lingkungan fisik, sosial, budaya, pendidikan, politik atau ekonomi Perilaku di bawah standar dan kondisi di bawah standar merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan dan penyebab utama dari kesalahan manajemen. Di PT. Glow yang bergerak dibidang koveksi, belum ada sistem manajemen K3 yang nyata/jelas sehingga membuat para pekerja masih ada yang belum tahu tentang perilaku aman K3. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Antecedent Behavior Consequences yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku K3 menggunakan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) di bagian jahit PT. Glow. Sehingga menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja secara proaktif yang berfokus pada perilaku berbahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Hasil dari penelitian bivariat didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku K3 (p value 0,208) , ada hubungan antara persepsi dengan perilaku K3 (p value 0,005), tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku K3 (p value (0,116), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku K3 (p value 0,245). Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari empat variabel yang diteliti tentang hubungannya dengan perilaku K3, hanya persepsi yang mempunyai hubungan atau terdapat perbedaan bermakna dengan perilaku K3 di bagian jahit PT. Glow. Untuk itu, perusahaan harus meningkatkan perhatian terkait segi keselamatan kerja agar angka kecelakaan kerja dapat terus ditekan pada tahun-tahun yang akan datang. Perhatian ini dapat berupa perbaikan manajemen terkait kebijakan K3, serta membangun komitmen bersama seluruh karyawan dalam melaksanakan program K3.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO GUNA MENGETAHUI TINGKAT KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PIGGING DI AREA SISI NUBI TOTAL E & P INDONESIE Wahyudi, Wahyudi; Santoso, Heribertus Budi; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.439

Abstract

According to BPJS Ketenagakerjaan data throughout 2015, there were 105,182 work accidents with 2,375 deaths. By looking at the high number of work accidents and the number of victims who died, it is necessary to make an effort to prevent and control the risks posed by a job. This research discusses the risk value possessed by pigging work in the Sisi Nubi Total E & P Indonesie area. The purpose of this research is to determine the type and level of risk at each stage of work so that the highest risk can be identified. This research is a descriptive analytic study using a semi-quantitative risk analysis method based on AS / NZS 4360: 2004. The results state that the level of risk that each stage of work has from the lowest is acceptable, priority 3 and substantial. In the preparation stage of work, the highest risk is being hit by hand tools. At the material transfer stage, the highest risks are falling loads, bad weather and visibility. Meanwhile, in the pigging work process, the highest risk is high pressure hydrocarbon gas. In implementing the Occupational Safety and Health Management System (SMK3), the company has carried out various controls and improvements to reduce the risk value in pigging work, including providing training to employees, providing personal protective equipment, and carrying out technical and administrative controls.Menurut data BPJS Ketenagakerjaan sepanjang tahun 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 dengan korban meninggal 2.375 orang. Dengan melihat masih tingginya angka kecelakaan kerja dan banyaknya korban yang meninggal dunia, maka perlu dilakukan sebuah usaha untuk mencegah dan mengendalikan risiko yang ditimbulkan oleh suatu pekerjaan. Penelitian ini membahas tentang nilai risiko yang dimiliki oleh pekerjaan pigging di area Sisi Nubi Total E & P Indonesie. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis serta tingkat risiko pada masing-masing tahapan pekerjaan pigging sehingga nantinya level risiko tertinggi bisa diketahui. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode analisis risiko semi-kuantitatif berdasarkan AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki setiap tahapan pekerjaan pigging mulai dari yang terendah yaitu acceptable, priority 3 dan substantial. Pada tahapan persiapan pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah terpukul handtools. Pada tahapan transfer material, risiko tertinggi adalah beban terjatuh, cuaca buruk dan jarak pandang. Sedangkan pada proses pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah gas hidrokarbon bertekanan tinggi. Dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), perusahaan telah melakukan berbagai pengendalian dan perbaikan untuk mengurangi nilai risiko pada pekerjaan pigging, diantaranya adalah memberikan pelatihan kepada karyawan, menyediakan alat pelindung diri, serta melakukan pengendalian engineering dan administrasi.
Analisa Kepuasan Pasien Pengguna Kartu KIS Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Plosoklaten Oktari, Arina; Komari, Ana; Santoso, Heribertus Budi
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v2i2.952

Abstract

Patient satisfaction in health care is very important to be noticed because it can describe the quality of service in the health care center. Knowing patient satisfaction is very useful for the relevant agencies in the context of evaluating the current program and can find which parts those need improvement, therefore it is necessary to identify what attributes are assessed to be corrected and improving the quality of service.. The respondests were KIS card holders who take treatment at the Plosoklaten Public Health Center, consists of 92 respondents obtained from calculations using the Slovin approach. The results of the distribution of questionnaires will be tested for reliability and validity, this test is carried out in order to determine the validity of the study questionnaire and whether the study is reliable or not. Furthermore, the results of the questionnaire will be processed using the IPA (Important Performance Matrix) method to determine what attributes are in low value of satisfaction to the customer. The results of the 92 questionnaire respondents obtaining the attribute that occupied in quadrant I in the Cartesian diagram produced by the IPA (Important Performance Matrix) method is the Tangibles dimension.Kesehatan pasien sangat penting dalam peningkatan evaluasi kepuasan pasien oleh karena itu perlu diidentifikasi atribut-atribut apa saja yang dinilai perlu dibenahi dan ditingkatkan lagi kualitas pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna serta atribut Servqual apa saja yang nilai kepuasannya rendah. Dimensi Servqual digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang nantinya diteliti dan ditanyakan kepada responden. Dimana responden yang diteliti ialah pemegang kartu KIS yang berobat di PUSKESMAS Plosoklaten sejumlah 92 orang, jumlah responden didapat dari perhitungan menggunakan pendekatan slovin. Hasil dari penyebaran kuisioner akan diuji realibitas dan validitas nya, uji ini dilakukan guna mengetahui valid atau tidaknya kuisioner penelitian dan reliabel atau tidaknya suatu penelitian. Selanjutnya hasil kuisioner tersebut akan diolah menggunakan metode IPA (Important Performance Matrix) digunakan untuk mengetahui atribut apa yang nilainya rendah terhadap kepuasan pelanggan PUSKESMAS Plosoklaten. Hasil penelitian dari jumlah kuisioner 92 responden, atribut yang menempati kuadran I pada diagram kartesius hasil pengolahan dengan metode IPA (Important Performance Matrix ) ialah dimensi Tangibles.  
Penentuan Waktu Standar dam Jumlah Tenaga Kerja Optimal pada Bagian Winding Primercurrent Transformer (Travo Arus) Ismail, Mohammad Farid; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 2, No 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v2i1.854

Abstract

In the production process using this work sampling method aims to determine whether a job is fast or not, so that workers work in normal conditions that are needed in the production of primary current transformer winding based on standard time. The sampling method was developed based on the law probability. By using a degree of confidence level of 95% and a level of accuracy of 5%, and the adjustment factor with the westing house method. The results of this study indicate the standard time required by worker 1 to complete the work is 128.4 minutes / unit, worker 2 is 125.7 minutes / unit, worker 3 is 121.9 minutes / unit and standard time of worker 4 is 123.3 minutes / unit. And the optimal number of workers that should be employed is 5.1 people, while the number of workers available in the primary winding current transformers is 4 people so there is a need to add 1 new workforce so that the products produced according to the specified time. It is also known that the average productivity of all operators is 89.37% with the percentage of idle (idle time) of 10.62%. Keywords: Work Sampling, standart time, Winding Primer Current Transformer laborKegiatan dalam proses produksi divisi winding primer current transformer dilakukan penelitian yang berkaitan dengan produktivitas menggunakan metode work sampling. Didalam metode tersebut, digunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat ketelitian sebesar 5% dengan penyesuaian yang menggunakan metode westing house. Didalam perhitungannya dihasilkan nilai standar pada pekerja 1 ketika selesai tiap project dengan waktu sebesar 128,4 menit/ unit, kemudian pada pekerja 2 sebesar 125,7 menit/ unit, pada pekerja 3 sebesar 121,9 menit/ unit dan untuk pekerja 4 dapat menyelesaikan per project winding current transformer sebesar 123,3 menit/ unit. Dalam penggunaan tenaga kerja yang optimal didapat hasil bahwa dibutuhkan 5,1 atau 5 orang yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Sehingga, pada awalnya ada 4 pekerja maka harus ditambah sebanyak 1 orang agar produk yang dihasilkan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Disini diketahui juga produktivitas rata-rata semua operator sebesar 89,37 % dengan prosentase idle (waktu menganggur) sebesar 10,62 %. Kata kunci : Work Sampling, Waktu Standar, Tenaga Kerja Winding Primer Current Transformer
ANALISIS KINERJA DISTRIBUSI LOGISTIK PADA PASOKAN BARANG DARI PT. SURYA PAMENANG KE KONSUMEN kurniawan, ruddy; santoso, heribertus; komari, ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.440

Abstract

The problem that often occurs in management management is the lack of control in logistics management. The logistics distribution management control policy will have an effect on increasing the performance of the company in distributing demand from producers to customers and managing product inventory in distribution centers. In terms of management performance, PT. Surya Pamenang in fulfilling the needs has been optimal. However, in supporting the performance of supply chain management which is inseparable from the influence of distribution center location on distribution distance, smooth transportation in distribution to consumers and the availability of products at the distribution center to meet the demands of each consumer, it needs to be re-evaluated. With this research it is hoped that it can help in overcoming the problems faced by PT. Surya Pamenang. This study concludes that companies can be more efficient and effective in minimizing the risks that may occur for the company. The performance of logistics management supports positive improvements for the companyPermasalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan manejemen dalam hal ini kurangnya pengendalian dalam manajemen logistik. Kebijakan pengendalian manajemen distribusi logistik akan berpengaruh dengan terhadap meningkat performa kinerja perusahaan dalam mendistribusikan permintaan dari produsen kekonsumen pelanggan dan mengatur persediaan produk di pusat distribusi. Dilihat dari segi kinerja menejemen PT. Surya Pamenang dalam pemenuhan kebutuhan sudah optimal. Akan tetapi dalam mendukung kinerja manajemen rantai pasokan yang tidak terlepas dari pengaruh lokasi pusat distribusi terhadap jarak Pendistribusian, kelancaran transportasi dalam pendistribusian ke konsumen serta ketersediaan produk di pusat distribusi untuk memenuhi permintaan dari setiap konsumen perlu dievaluasi kembali. Dengan adanya penilitian ini diharpakan dapat membatu dalam mengatasi permasalahan – permasalahan yang di hadapi PT. Surya Pamenang. Penelitian ini menyimpulakan bahwa perusahan dapat lebih efisien dan efektif dalam meminimalisir dari resiko yang dapat terjadi bagi perusahaan. Kinerja dari manajemen logistik mendukung peningkatan yang positif bagi perusahaan.
Penentuan Waktu Standar Dan Jumlah Tenaga Kerja Optimal Pada Bagian Penyoletan Batik di Ud. Batik Satrio Manah Tulungagung Sari, Antika Maya; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.290

Abstract

Availability of skilled workforce with the right number of labor becomes the goal is that the continuity of the production process goes well, increasing labor productivity is to use the method work measurement. This study aims to determine the level of productivity, idle, standard time as well as determine the amount of standard labor required at the batik polishing section. Research using work sampling method. With using 5% degree of accuracy and 95% confidence level, as well as factors adjustments using the westing house method, then the standard time can be determined to determine the optimal number of workers. Research results, show time standards required by workers 1 to complete the job amounting to 498.83 minutes / piece of cloth, the standard time of worker 2 is 471.35 minutes / piece of cloth, the standard time it takes for workers 3 to complete the job amounting to 456.87 minutes / piece of cloth and standard time workers 4 amounting to 466.17 minutes / cut the fabric. As well as the optimal number of workers that should be employed amounting to 4.51 people, while the number of workers available in the policing section batik as many as 4 people so it is necessary to increase the workforce of 1 person so that product demand is met and also the UD. still can make fabric stock. In addition to standard time, it is also known the average productivity of all operators of 89.24% with an idle percentage of 10.76%.Ketersediaan tenaga kerja yang terampil dengan jumlah tenaga kerja yang tepat menjadi tujuan agar kelangsungan proses produksi berjalan dengan baik. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja adalah dengan menggunakan metode pengukuran kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas, idle, waktu standar serta menentukan jumlah tenaga kerja standar yang dibutuhkan pada bagian penyoletan batik. Penelitian dengan metode sampling kerja. Dengan menggunakan derajat ketelitian 5% dan tingkat kepercayaan 95%, serta faktor penyesuaian menggunakan metode westing house, maka dapat ditentukan waktu standar untuk menentukan jumlah tenaga kerja optimal. Hasil penelitian, menunjukkan waktu standar yang dibutuhkan oleh pekerja 1 untuk menyelesaikan pekerjaannya sebesar 498.83 menit/potong kain, waktu standar pekerja 2 sebesar 471.35 menit/potong kain, waktu standar yang dibutuhkan oleh pekerja 3 untuk menyelesaikan pekerjaannya sebesar 456.87 menit/potong kain dan waktu standar pekerja 4 sebesar 466.17 menit/potong kain. Serta jumlah tenaga kerja optimal yang seharusnya dipekerjakan sebesar 4,51 orang, sedangkan jumlah tenaga kerja yang tersedia di bagian penyoletan batik sebanyak 4 orang sehingga perlu adanya penambahan tenaga kerja sebesar 1 orang agar permintaan produk terpenuhi dan juga pihak UD. tetap bisa membuat stok kain. Selain waktu standar, diketahui juga diketahui produktivitas rata-rata seluruh operator sebesar 89,24% dengan prosentase idle sebesar 10,76%.  
Studi Kualitas Puding Melalui Pendekatan Six Sigma Studi Kasus Di Pt. Keong Nusantara Abadi Trizudha, Rony; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.1009

Abstract

As technology advances at this time, players in business are aware of the importance of product quality in the increasingly fierce competition in the industrial world due to the emergence of many similar companies. Therefore, companies must be able to compete to meet customer desires and try to retain customers. To maintain customers and their marketing areas, companies must have high competitiveness in order to survive by prioritizing quality improvement, increasing efficiency and increasing productivity to improve quality because by increasing quality, products can be accepted among consumers so that company goals can be fulfilled. Therefore, the company must carry out effective quality control which will result in high productivity, lower overall cost of making goods and the factors that cause production failure to be minimized. To improve quality, use the six sigma method, DMAIC and seven tools so that it can be known the cause of the damage and what actions are taken so that there needs to be a controversy to stabilize the processes of the production process so that we can know what percentage of damage and what factors cause damage, therefore there must be measurements and recommendations for improvement and control to reduce the causes From the analysis, it was found that the dent cup was 20.36%, the lid was 21.36% less dense, the lid was damaged in the finished product 18.72%, the cup was 19.28% less thick, the packaging was flexible 20.55%Seiring kemajuan teknologi pada saat ini pelaku di bisnis menyadari akan pentingnya kualitas produk dalam persaingan dunia industri yang semakin ketat karena banyak bermunculan perusahaan-perusahaan sejenis. Oleh sebab itu perusahaan harus dapat bersaing untuk memenuhi keinginan  pelanggan dan berusaha dapat mempertahankan pelanggan. Untuk mempertahankan pelangan dan wilayah pemasaranya perusahaan-perusahaan harus mempunyai daya saing yang tinggi untuk dapat bertahan dengan mengutamakan peningkatan mutu, peningkatan efisiensi dan peningkatan produktivitas untuk meningkatkan kualitas karena dengan peningkatan kualitas, produk dapat diterima di kalangan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat terpenuhi. Maka dari itu perusahaan harus melakukan pengendalian kualitas yang efektif akan menghasilkan produktivitas yang tinggi, biaya pembuatan barang keseluruhan yang lebih  rendah serta  faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan produksi akan dapat ditekan sekecil mungkin. Untuk meningkatkan kualitas mengunakan metode six sigma, DMAIC dan seven tools agar dapat diketahui penyebab  kerusakan  dan  tindakan  apa  saja  yang dilakukan sehingga perlu ada kontror untuk menstabilkan  peoses proses produksi sehinga dapat di ketahui berapa persen  kerusakan dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan  kerusakan maka dari itu harus ada pengukuran dan  rekomendasi perbaikan serta melakukan kontrol untuk mengurangi penyebab kerusakan. Dari hasil analisis  di ketahui cup  penyok 20,36%, lid kurang  rapat  21,36%, lid  rusak  pada produk jadi 18,72%,cup kurang tebal 19,28 %kemasan lentur 20,55%
PERANCANGAN PENJADWALAN PERAWATAN MESIN BUBUT DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI BENGKEL PEMESINAN SMK NEGERI 1 KEDIRI Sukopriyatno, Adi; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.291

Abstract

So far, the engineering department has not implemented a good maintenance system. Therefore we need a maintenance schedule to meet the need for maintenance. The method for the analysis function is: reliability analysis and maintainability factor analysis. From the application of the reliability centered maintenance system approach, it is concluded that the critical components and the compilation of the failure modes and effect analysis tables. Whereas from the results of the reliability analysis in the form of the rate of damage, the average time between the damage and the maintainability factor analysis, it is concluded that the average corrective maintenance, the average prevention time, the average maintenance time, the average active maintenance time, the maintenance frequency and the time. the average down time of the lathe electrical system components. The results of the calculation of Mean Time Between Maintenance obtained maintenance intervals of lathe electrical system components every 223.1 hours, lathe erosion every 401.6 hours, fixed head of lathe every 502 hours, lathe head off every 669.3 hours and lathe chuck every 1004 hours. Need to get (preventive maintenance), namely daily maintenance, weekly maintenance and monthly maintenance. Pentingnya fungsi pemeliharaan dalam jurusan pemesinan merupakan hal yang tak terbantahkan. Dengan tidak disadari akan berdampak besar terhadap proses pembelajaran jika pemeliharaan tidak dilakukan seperti, operasi mesin yang tidak aman, kemacetan mesin, kerugian daya, berhentinya proses pembelajaran dan berbagai fungsi sarana lain yang tidak diketahui untuk masa yang lama. Jurusan pemesinan selama ini belum menerapkan suatu sistem pemeliharaan yang baik. Dimana saat ini masih menerapkan suatu pemeliharaan yang bersifat darurat atau perawatan yang dilakukan apabila ada kerusakan (corective maintenance). Oleh karena itu dibutuhkan suatu jadwal pemeliharaan dalam memenuhi kebutuhan akan suatu pemeliharaan. Metode yang digunakan dalam pembentukan jadwal tersebut adalah dengan menerapkan pendekatan sistim yaitu reliability centered maintenance. Dan juga menerapkan fungsi analisa yaitu : analisa reliability dan analisa maintainability faktor. Dari penerapan pendekatan sistem reliability centered maintenance disimpulkan komponen kritis dan penyusunan tabel failure modes and effect analisis. Sedangkan dari hasil analisis reliability disimpulkan berupa laju kerusakan, waktu rata – rata diantara kerusakan dan analisa maintainbility faktor disimpulkan berupa rata – rata pemeliharaan korektif, waktu rata – rata pencegahan, waktu rata – rata pemeliharaan, waktu rata – rata pemeliharaan aktif, frekuensi pemeliharaan dan waktu rata – rata down time dari komponen sistem kelistrikan mesin bubut. Dari hasil perhitungan Mean Time Between Maintenance (MTBM)  didapatkan interval pemeliharaan atau perawatan untuk komponen sistem kelistrikan mesin bubut setiap 223,1111 jam, eretan mesin bubut setiap 401,6 jam, kepala tetap mesin bubut setiap 502 jam, kepala lepas mesin bubut setiap 669,3333 jam dan chuck mesin bubut setiap 1004 jam.  Jika melihat dari interval perawatan dan pemeliharaan diatas maka mesin bubut  perlu mendapatkan perawatan berkala atau terencana (preventive maintenance), yaitu perawatan harian, perawatan mingguan dan perawatan bulanan.  
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada Industri Tenun Ikat “Medali Mas” Kediri Ardhirakmanto, M Ayub; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v2i2.949

Abstract

Tenun Ikat Medali Mas Industry has long been producing woven cloth in various models and patterns. Problems faced by researchers regarding the supply of raw materials, due to the absence of controlling the amount of inventory of raw materials needed specifically, while the company is faced with demand uncertainty which is very influential on the procurement of raw material supplies. So the holding of research with forecasting methods to calculate the needs in one production period. The variable in this research is about controlling raw material inventory. The first is to collect raw material needs data. Perform forecasting with the Exponential smoothing  method α = 0.15, and Moving average N = 2. Next, the forecast results determine the smallest error value with indicators MAD, MSE, and MAPE. After the chosen method will be used as a reference for forecasting in the next period. Then perform efficient safety stock and reorder point calculations for one production period. From the results of calculations on the raw material yarn produces Maximum Inventory = 4287 kg; Safety Stock = 53 kg; Reorder Point = 128 kg while on the raw material paint Maximum Inventory = 304 kg; Safety Stock = 7 kg; Reorder Point = 12 kg.Industri Tenun Ikat Medali Mas sudah lama memproduksi kain tenun dalam berbagai model maupun corak. Permasalahan yang dihadapi oleh peneliti mengenai persediaan bahan baku, dikarenakan belum adanya pengendalian jumlah persediaan bahan baku yang dibutuhkan secara spesifik, sedangkan perusahaan dihadapkan pada ketidakpastian permintaan yang sangat berpengaruh pada pengadaan persediaan bahan baku. Sehingga diadakannya penelitian dengan metode forecasting untuk memperhitungkan kebutuhan dalam satu periode produksi. Variabel dalam penelitian ini tentang pengendalian persediaan bahan baku. Pertama dilakukan pengumpulan data kebutuhan bahn baku. Melakukan peramalan dengan metode Exponential smoothing  α = 0,15, dan Moving average N = 2. Berikutnya dari hasil peramalan ditentukan nilai eror terkecil dengan indikator MAD, MSE, dan MAPE. Setelah metode terpilih nantinya akan dijadikan acuan untuk melakukan peramalan pada periode selanjutnya. Kemudian melakukan perhitungan safety stock dan reorder point yang efisien untuk satu periode produksi. Dari hasil perhitungan pada bahan baku benang menghasilkan Maximum Inventory = 4287 kg; Safety Stock = 53 kg; Reorder Point = 128 kg sedangkan pada bahan baku cat Maximum Inventory = 304 kg; Safety Stock = 7 kg; Reorder Point = 12 kg.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PLN RAYON KEDIRI KOTA (STUDI KASUS PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI PLN RAYON KEDIRI KOTA) santoso, septiyan Budi; santoso, Heribertus Budi; komari, ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.441

Abstract

This study aims to determine how high the level of customer satisfaction with the service of PLN Rayon Kediri Kota, to determine the quality of service to customer satisfaction PLN Rayon Kediri Kota, to determine the response of the PLN Kediri Kota in dealing with customer complaints. This research was conducted in the work area of PLN Rayon Kediri Kota. The research time was on March 18, 2017 to March 24, 2017. In writing this thesis, the author uses primary data collection techniques, namely by distributing questionnaires to PLN Rayon Kediri Kota customers who come to the payment counter. and PLN District Kediri City services. Based on the results of the research, the quality of service conducted by PLN District Kediri Kota is sufficient to satisfy its customers, as evidenced by the results of a questionnaire that has been conducted on 100 respondents of PLN Rayon Kediri City.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan PLN Rayon Kediri Kota, Untuk mengetahui kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan PLN Rayon Kediri Kota, Untuk mengetahui respons pihak PLN Kediri Kota dalam menghadapi keluhan pelanggannya. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja PLN Rayon Kediri Kota. Waktu penelitian pada tanggal 18 Maret 2017 sampai dengan 24 Maret 2017. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data primer yaitu dengan membagikan kuesioner terhadap pelanggan PLN Rayon Kediri Kota yang datang ke loket pembayaran dan pelayanan PLN Rayon Kediri Kota. Berdasarkan hasil penelitian kualitas pelayanan yang dilakukan oleh PLN Rayon Kediri Kota sudah cukup memuaskan pelanggannya terbukti dengan hasil kuesioner yang telah dilakukan terhadap 100 responden PLN Rayon Kediri Kota.