Timotius Benedict Djitro
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akurasi Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction Menggunakan Primer IS6110 dan MPB64 untuk Mendeteksi Mycobacterium tuberculosis pada Spesimen Formalin-Fixed Paraffin-Embedded Timotius Benedict Djitro; Faramitha Nur Izzaty; Nur Rahadiani
Majalah Patologi Indonesia Vol 28 No 3 (2019): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.438 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar belakangTantangan yang dihadapi dalam mengontrol penyakit tuberculosis (TB) adalah ketersediaan alat diagnostikyang cepat dan tepat. Pemeriksaan baku emas untuk diagnosis TB saat ini adalah kultur bakteri tahan asam,tetapi metode ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak dapat digunakan pada jaringan yang telah difiksasidengan formalin. Pemeriksaan PCR memliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, membutuhkan waktu yanglebih singkat dibanding kultur, serta dapat digunakan pada jaringan yang telah difiksasi dengan formalin.Laporan ini bertujuan mengetahui akurasi pemeriksaan PCR menggunakan primer IS6110 dan MPB64 untukmendeteksi M.tuberculosis pada spesimen FFPE (formalin-fixed paraffin-embedded).MetodeDilakukan pencarian literatur pada basis data Pubmed, Scopus, Proquest, Springer Link dan Cochrane.Terdapat dua jurnal yang relevan dengan kasus, lalu dilakukan telaah kritis menggunakan Diagnostic StudyAppraisal Worksheet dari Centre for Evidence-based Medicine, University of Oxford, 2010.HasilDari kedua jurnal, akurasi PCR dengan primer IS6110 dan MPB64 saat ini masih kurang baik, Sensitivitasberkisar antara 45,5-88,9%, spesifisitas antara 88,1-100%. Rentang nilai sensitivitas yang luas ini kemungkinandisebabkan oleh volume dan proses embedding jaringan yang dapat menyebabkan kerusakan integritas DNAM.tuberculosis.KesimpulanPemeriksaan PCR dengan primer IS6110 dan MPB64 dapat digunakan sebagai konfirmasi pada spesimenFFPE karena nilai spesifisitas yang tinggi dari pemeriksaan ini. Nilai sensitivitas yang bervariasi berisikomenghasilkan negatif palsu apabila tidak ada pemeriksaan lain yang digunakan bersama dengan PCR padaspesimen FFPE.
Laporan Kasus dan Tinjauan Pustaka Giant Cell Tumor of Tendon Sheath Timotius Benedict Djitro; Dyonesia Ary Haryanti; Kidyarto Suryawinata; Iwan Irawan Karman
Majalah Patologi Indonesia Vol 29 No 1 (2020): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.066 KB) | DOI: 10.55816/mpi.v29i1.407

Abstract

BackgroundGiant cell tumor of tendon sheath (GCTTS) is the 2nd most common tumor in the hand but is relatively rare ineveryday practice. The tumor has a tendency to develop in women aged 30-50 years and has no specific symptoms.This characteristic made GCTTS difficult to distinguish clinically from other tumor occurring mainly in the hand. Inaddition, high recurrence rate also made these tumors often reappear despite having been excised. As such,preoperative histopathologic examination is important in enforcing the diagnosis so that appropriate steps can betaken to suppress the recurrence rate of this tumor