Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D) TADRIBAT / DRILL MADRASAH ALIYAH CLASS X TEACHING MATERIALS ARABIC LANGUAGE M. Kamal
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 4 No 1 (2020): Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fact that occurred in MAN Insan Cendekia Jambi based on observations, many students still had very difficult learning Arabic, this is indicated by the number of students who took the Daily Assessment (PH) which was held at the end of one Basic Competency (KD) or several KD from each semester still ranges between 33-38% of students whose grades reach or are above the Minimum Mastery Criteria (KKM) set. While the remaining 62-67% have not yet reached the KKM. The phenomenon is basically influenced by many factors, including: 1) the learning process that is not going well and not smoothly caused by lack of appropriate and adequate learning resources; 2) teaching materials used are not relevant to students' abilities and conditions 3) teaching materials that do not meet the content and curriculum standards; in the end the teacher is "confused" in choosing the right book or teaching material according to the students' potential and learning needs; 4) Students get bored quickly due to the design of less innovative teaching materials whose presentation does not involve them directly to do the tadribat / drilling or practice exercises. Teaching materials based on tadribat Arabic language developed through Reasearch and Development (R&D) activities are assumed to increase the effectiveness of learning, motivate student interest in learning, and increase student competence.
NOBLE INDUSTRY: PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PESANTREN DAN BOARDING SCHOOL (STUDI TERHADAP PESANTREN SALAFY DAN MADRASAH BERASRAMA NON-PESANTREN DI JAMBI) Maisah, Maisah; M. Kamal; Irjus Indrawan; Ade Julianza; Soni Yuda Ariyanto
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Januari)
Publisher : DINASTI REVIEW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v1i1.118

Abstract

Penelitian ini mejelaskan model pendidikan multikultural pada madrasah di kota Jambi, penelitian ini diharapkan mampu menjadi twanan model pendidikan mutikultural agar dapat diaplikasikan di kominitas masyarakat lainnya terutama dalam mencegah ancaman radikalisme. Dengan menggunakan model kualitatif, didapatkan hasil penelitian sebagai berikut: pertama pola internalisasi tradisi di pondok sangat di pengaruhi oleh nilai-nilai karakter sosial siswa yang ada di pondok pesantren yang dapat ditanamkan pada pendidikan boarding shcool baik di pesantren maupun di madrasah, kedua, pola tranformasi dimensi multikultural di pendidikan pesantren mempunyai ciri khas memberikan pengetahuan mengenai ilmu alat/metode, sebagai kunci untuk membaca dan memahami ilmu agama yang lebih mendalam, hal ini karena pemahaman mengenai ajaran agama dilandasi oleh pemahaman metodologis terhadap ilmu, pendidikan multikultural merupakan proses pengembangan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran, pelatihan, proses, perbuatan, dan cara-cara mendidik yang menghargai pluralitas dan heterogenitas secara humanistik
KEBUTUHAN AKAN SDM SUATU DOKTRIN EKONOMI (KONSEP SDM, IDENTIFIKASI NILAI SDM, PENAWARAN DAN PERMINTAAN TENAGA KERJA DAN KARAKTERISTIK TENAGA TERDIDIK) M. Kamal
Jurnal Bina Ilmu Cendekia Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Bina Ilmu Cendekia
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/jbic.v1i1.1

Abstract

Tonggak sejarah yang teramat penting dalam menandai diperlukannya sumber daya manusia adalah timbulnya Revolusi Industri. Perkembangan dari Revolusi Industri telah menunjukkan pengaruh yang sangat kuat pada perkembangan manajemen pada umumnya dan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pada khususnya. Dampak Revolusi Industri tidak hanya merubah cara produksi, tetapi juga penanganan sumber daya manusia yang berbeda dengan sebelumnya. Fokus MSDM dalam perusahaan maupun organisasi adalah manusia dan bagaimana memotivasi manusia agar menjadi manusia yang produktif. Manajemen SDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan atau staff adalah manusia – bukan mesin – dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis, oleh karena itu, dalam manajemen SDM pada penerapannya harus memperhatikan prinsip-prinsip manajemen SDM. Muncullah istilah Human Resources) dan Human Capital, memandang Sumber Daya Manusia bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan dan bukan sebagai beban (cost). Artikel ini membicarakan tentang konsepsi SDM dan identifikasi nilai SDM sehingga dikatakan bahwa SDM sebagai sesuai yang sangat berharga dan bernilai tinggi dalam organisasi. Pentingnya penawaran dan permintaan tenaga kerja serta karakteristik tenaga kerja dengan melihatnya melalui 2 aspek utama, yaitu aspek kemampuan dan kualitasnya, hal ini juga dibicarakan secara singkat dan tepat dalam artikel ini selanjutnya .
KOHESI DAN KOHERENSI DALAM TEKS BAHASA ARAB M. Kamal
Jurnal Bina Ilmu Cendekia Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Bina Ilmu Cendekia
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/jbic.v2i2.115

Abstract

Wacana dalam konteks gramatikal adalah rangkaian kalimat yang serasi, yang menghubungkan proposisi satu dengan proposisi lain, kalimat satu dengan kalimat lain, membentuk satu kesatuan. Istilah yang sering disebut adalah kohesi dan koherensi. Wacana yang baik selalu mengandung didalamnya kohesi dan koherensi. Kohesi merupakan keserasian hubungan unsur-unsur dalam wacana, sedangkan koherensi merupakan kepaduan wacana sehingga membawa ide tertentu yang dipahami oleh khalayak. Kata kohesi dan Koherensi merupakan transilerasi istilah dalam bahasa inggris yaitu cohesion dan coherence. Kedua istilah itu memang baru muncul dan hanya dipakai dalam pembicaraan mengenai analisis wacana. Dalam studi tata bahasa Arab, kedua istilah tersebut belumlah baku dan populer. Namun apabila diarahkan pada usaha analisis kohesi dan koherensi wacana/teks bahasa Arab, maka istilah fashal dan washal dianggap lebih mendekati. Washal adalah mengathafkan satu kalimat kepada kalimat lain dengan wawu, sedangkan Fashal adalah meninggalkan athaf yang demikian. Wajib washal di antara dua kalimat dalam tiga tempat, yaitu bila; 1) Kalimat kedua hendak disertakan kepada kalimat pertama dalam hukum i'rabnya, 2) Kedua kalimat sama-sama kalam khabar atau sama-sama kalam insya' dan bersesuaian maknanya dengan sempurna, 3) Kedua kalimat berbeda khabar dan insya'nya, dan bila di-fashal-kan akan menimbulkan kesalahfahaman yang menyalahi maksud semula. Dua kalimat atau lebih wajib difashalkan apabila dalam keadaan; kamaalul ittishaal, kamaalul inqitha', syibhu kamaalul ittishaal.
LINGUISTIK KLASIK DAN MODERN Siti Maria Ulfah; M. Kamal
Jurnal Bina Ilmu Cendekia Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Bina Ilmu Cendekia
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/jbic.v2i2.118

Abstract

Era perkembangan linguistik pada umumnya, telah mengenal berbagai metode bahasa, diantara yang popular adalah metode bahasa Tradisional dan metode Deskriptif. Aliran tradisional menganalisis bahasa sebagai terurai si “pelaku” dan “Tindakan” (actor and action). Ujaran dalam berbahasa dibagi menjadi beberapa unsur dan digolongkan pada jenis-jenis kata (parts of speech), Aliran Tradisionalisme menganalisis kalimat atas Subjek, prediket, objek, dan jenis kata yang mendukung subjek, prediket, objek. sehingga dikenal beberapa istilah seperti subject, predicate, gender, number, case, person, tense, mood. Aliran deskriptif ditandai dengan terbitnya buku Course de Linguistique General karya sarjana Swiss, Ferdinand de Saussure pada tahun 1916. Saussure untuk pertama kalinya memberikan tela'ah pada bahasa sebagai satu struktur, hingga pendekatannya ini sering disebut structural Linguistics. Ada tiga aliran yang sangat berpengaruh dalam studi bahasa pada masa ini, yaitu ; Pertama, المدرسة اللغوية البنيوية (Structural Linguistic), Kedua, مدرسة النحو التوليدي التحويلى (Transformational-Generatif Grammar), Ketiga, مدرسة القوالب (Tagmemic Analysis). Artikel ini akan memaparkan secara singkat mengenai perkembangan studi tata bahasa dari masa ke masa Perkembangan metode analisis bahasa ini dimulai sejak era klasik (Grik/Yunani) sampai pada era kebangkitan Eropa (antara abad XVIII s/d abad ke XIX).
MAZHAB-MAZHAB SINTAKSIS BAHASA ARAB “NAHWU” (Basrah, Kufah, Bagdad, Andalusia, Mesir) M. Kamal
Jurnal Bina Ilmu Cendekia Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ilmu Cendekia
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/jbic.v3i1.119

Abstract

Pada penciptaan awal ilmu tata bahasa Arab (nahwu) oleh Abul Aswad Ad-Dualy, istilah aliran atau mazhab belum begitu populer. Setelah munculnya gerakan studi bahasa di Kufah, maka istilah mazhab baru mulai disebut. Adapun mazhab-mazhab yang muncul sepanjang fase perkembangannya ini yaitu; mazhab Bashrah, mazhab Kufah, mazhab Bagdad, mazhab Andalusia, mazhab Mesir. Muhammad Tanthowy membagi sejarah perkembangan tata bahasa Arab (nahwu) dalam empat fase; 1) fase perkembangan dan pembentukan (Basrah), 2) fase kemunculan dan pertumbuhan (Basrah dan Kufah),  3) fase kedewasaan dan kesempurnaan (Basrah dan Kufah), dan 4) fase pembobotan dan numerasi dalam klasifikasi (Baghdad, Andalusia, dan Syam). Para ulama, sepakat bahwa pecahnya mazhab Baghdad merupakan garis pemisah antara ulama konservatif dan ulama modern di bidang nahwu. Tulisan ini akan membahas sejarah perkembangan mazhab tata bahasa Arab (nahwu) dengan berbagai karakteristiknya