Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA PRA KOLONIALISME DAN MASA KOLONIALISME (BELANDA, JEPANG, SEKUTU) Hasnida, Hasnida
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.626 KB) | DOI: 10.15408/kordinat.v16i2.6442

Abstract

Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia Pada Masa Pra Kolonialisme dan Masa Kolonialisme (Belanda, Jepang, Sekutu). Atikel ini membahas tentang sejarah Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam Pada Masa Pra Kolonialisme yang dibagi menjadi Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan Islam di Indonesia dan pendidikan islam pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Pendidikan Islam pada masa kerajaan islam di Indonesia penulis bahas tentang Pendidikan Islam pada masa Kerajaan Islam Aceh, Kerajaan Islam di Jawa, Kerajaan Islam di Maluku, Kerajaan Islam di Kalimantan, Kerajaan Islam di Sulawesi, pendidikan Islam Pada masa Wali Songo. Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam Pada Masa Kolonialisme (Belanda, Jepang, Sekutu) penulis bahas tentang pendidikan Islam pada masa kolonialisme Belanda dan penjajahan Jepang.
PEMBUATAN GULA MERAH Hasan, Hasan; Ismail, Ismail; Hasnida, Hasnida
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 2 No 1 (2020): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula merah merupakan produk olahan nira kelapa/aren yang dilakukan oleh pengrajin gula merah. Gula merah semakin diminati karena berbagai kelebihan yang dimilikinya. Namun dalam proses pengolahanya ada peluang ditambahkan bahan-bahan lain yang berlebihan atau membahayakan kesehatan demi keuntungan sepihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mutu dan keamanan gula merah yang beredar di pasar .Lokasi sampling gula merah ditentukan mengacu pada ISO 8243-1991 yaitu 10 pasar dari 13 pasar yang dipilih secara purposive sampling.Setiap pasar diambil sampel sebanyak akar N (N = jumlah pedagang gula merah di pasar terkait) dan masing-masing titik sampling diambil sampel gula merah sebanyak 0,5 kg. Sampel gula merah kemudian dianalisis mutu (kadar abu dan padatan tidak larut) serta analisis boraks secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mutu gula merah di pasar dilihat dari kadar abu dan padatan tidak larut masih belum baik. Sebanyak 63% sampel yang dianalisis belum memenuhi persyaratan mutu gula merah (SNI 01-3743-1995) yaitu kadar abu maksimal 2% dan hanya 5% sampel yang memenuhi persyaratan padatan tidak larut maksimal 1%. Hasil analisis boraks secara kualitatif menunjukkan seluruh sampel gula merah tidak mengandung boraks atau gula merah yang beredar di pasar aman dari boraks.
SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA PRA KOLONIALISME DAN MASA KOLONIALISME (BELANDA, JEPANG, SEKUTU) Hasnida, Hasnida
Kordinat | Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Kordinat
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v16i2.6442

Abstract

Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia Pada Masa Pra Kolonialisme dan Masa Kolonialisme (Belanda, Jepang, Sekutu). Atikel ini membahas tentang sejarah Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam Pada Masa Pra Kolonialisme yang dibagi menjadi Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan Islam di Indonesia dan pendidikan islam pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Pendidikan Islam pada masa kerajaan islam di Indonesia penulis bahas tentang Pendidikan Islam pada masa Kerajaan Islam Aceh, Kerajaan Islam di Jawa, Kerajaan Islam di Maluku, Kerajaan Islam di Kalimantan, Kerajaan Islam di Sulawesi, pendidikan Islam Pada masa Wali Songo. Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam Pada Masa Kolonialisme (Belanda, Jepang, Sekutu) penulis bahas tentang pendidikan Islam pada masa kolonialisme Belanda dan penjajahan Jepang.
Family Function Support and Quality of Life For Breast Cancer Survivors Hasnida, Hasnida
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v6i1.798

Abstract

Post-treatment care and ongoing care plans for breast cancer sufferers can reduce the quality of life. Breast cancer patients who are hospitalized have negative factors, such as being away from their family and loved ones, unfamiliar hospital environment, getting diagnosis and treatment that is difficult so that the patient feels afraid of every procedure that will be given to him and makes quality his life was getting low. This study aims to identify the domains of quality of life in breast cancer patients. This study uses a type of correlation research with the sampling technique in this study using purposive sampling. The number of samples was 40 respondents in the age range 24-68 years. This study used a family function support instrument and WHO QoL BREF. Based on the results of the Fisher exact test, the four family functions showed a significant relationship to the quality of life of the study subjects with a p-value less than 0.001. The protection function showed the greatest impact in affecting the quality of life of the subjects with OR = 41,600 (95% CI = 4,219-410,222). The function of love shows OR = 6,400 (95% CI = 2,861-14,317), the economic function shows OR = 5,500 (95% CI = 2,667-11,342), and the religious function with OR = 4,857 (95% CI = 2,510-9,399). Therefore, it is very important that the family can provide support for the protective function of breast cancer survivors.Perawatan pasca pengobatan dan rencana perawatan berkelanjutan penderita kanker payudara dapat menurunkan kualitas hidup. Pasien kanker payudara yang dirawat di rumah sakit memiliki faktor negatif, seperti jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintainya, lingkungan rumah sakit yang tidak dikenal, mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sulit sehingga membuat pasien merasa takut setiap prosedur yang akan diberikan kepadanya serta membuat kualitas hidupnya semakin rendah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi domain dalan kualitas hidup pada penderita kanker payudara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Korelasi dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel adalah 40 responden dalam rentang usia 24-68 tahun. Penelitian ini menggunakan instrument dukungan fungsi keluarga dan WHO QoL BREF. Berdasarkan hasil uji fisher exact tes, ke empat fungsi keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup subyek penelitian dengan p value kurang dari 0,001. Fungsi perlindungan menunjukkan dampak yang paling besar dalam mempengaruhi kualitas hidup subyek dengan OR=41,600 (95% CI= 4,219-410,222).  Fungsi cinta kasih menunjukkan OR=6,400 (95% CI= 2,861-14,317), fungsi ekonomi menunjukkan OR=5,500 (95% CI= 2,667-11,342), dan fungsi keagamaan dengan OR= 4,857 (95% CI= 2,510-9,399). Oleh Karena itu sangat penting keluargga dapat memberikan dukungan fungsi perlindungan kepada survivor kanker payudara.
Family Function Support and Quality of Life For Breast Cancer Survivors Hasnida, Hasnida
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v6i1.798

Abstract

Post-treatment care and ongoing care plans for breast cancer sufferers can reduce the quality of life. Breast cancer patients who are hospitalized have negative factors, such as being away from their family and loved ones, unfamiliar hospital environment, getting diagnosis and treatment that is difficult so that the patient feels afraid of every procedure that will be given to him and makes quality his life was getting low. This study aims to identify the domains of quality of life in breast cancer patients. This study uses a type of correlation research with the sampling technique in this study using purposive sampling. The number of samples was 40 respondents in the age range 24-68 years. This study used a family function support instrument and WHO QoL BREF. Based on the results of the Fisher exact test, the four family functions showed a significant relationship to the quality of life of the study subjects with a p-value less than 0.001. The protection function showed the greatest impact in affecting the quality of life of the subjects with OR = 41,600 (95% CI = 4,219-410,222). The function of love shows OR = 6,400 (95% CI = 2,861-14,317), the economic function shows OR = 5,500 (95% CI = 2,667-11,342), and the religious function with OR = 4,857 (95% CI = 2,510-9,399). Therefore, it is very important that the family can provide support for the protective function of breast cancer survivors.Perawatan pasca pengobatan dan rencana perawatan berkelanjutan penderita kanker payudara dapat menurunkan kualitas hidup. Pasien kanker payudara yang dirawat di rumah sakit memiliki faktor negatif, seperti jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintainya, lingkungan rumah sakit yang tidak dikenal, mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sulit sehingga membuat pasien merasa takut setiap prosedur yang akan diberikan kepadanya serta membuat kualitas hidupnya semakin rendah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi domain dalan kualitas hidup pada penderita kanker payudara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Korelasi dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel adalah 40 responden dalam rentang usia 24-68 tahun. Penelitian ini menggunakan instrument dukungan fungsi keluarga dan WHO QoL BREF. Berdasarkan hasil uji fisher exact tes, ke empat fungsi keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup subyek penelitian dengan p value kurang dari 0,001. Fungsi perlindungan menunjukkan dampak yang paling besar dalam mempengaruhi kualitas hidup subyek dengan OR=41,600 (95% CI= 4,219-410,222).  Fungsi cinta kasih menunjukkan OR=6,400 (95% CI= 2,861-14,317), fungsi ekonomi menunjukkan OR=5,500 (95% CI= 2,667-11,342), dan fungsi keagamaan dengan OR= 4,857 (95% CI= 2,510-9,399). Oleh Karena itu sangat penting keluargga dapat memberikan dukungan fungsi perlindungan kepada survivor kanker payudara.
Develop Empowerment Whatsapp Group to Increase Optimism of Breast Cancer Survivors Lubis, Namora Lumongga; Hasnida, Hasnida; Novitarum, Lilis
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v2i2.932

Abstract

Breast cancer patients must undergo a series of therapies that take a long time with painful side effects. Fellow breast cancer sufferers are people who can provide psychological support to patients. Cancer patients need to get support from others to always motivate, encourage, motivate, control and assist cancer patients. Objective: This study aims to develop a model of empowerment of WhatsApp Group to Increase Optimism of Breast Cancer Survivors in Medan. Method: The type of research used is action research with 72 sample. There are 2 types of instruments for data collection, the focus group discussion (FGD) question guide and the Revised Life Orientation Test (LOT-R) instrument with cronbach alpha 0.95. The increase in optimism can be seen from the average score of optimism before and after research. Results: This research in the formation of the Whattsapps Group HFCC Community Group for posting positive things in the group. The results of the optimism assessment showed that 83% of participants had positive optimism after the webinar activity on tips and tricks "Successful controlling emotions with Optimism". This study has a significant positive impact on optimism before and after WhatsApp Group empowerment. Conclusions: Sharing positive experiences and information is very important to improve the optimization of fellow breast cancer patients in the WA Group that has been formed. In addition, family support is needed to continue to provide support in tasks and economic functions.