Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Desain Pemuridan sebagai Model Pembinaan Warga Gereja Berkelanjutan bagi Jemaat Purim Marbun
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i2.259

Abstract

One of the problem for spiritual formation is finding and determining a sustainable coaching model. The church must be have sustainable spiritual formation models for carried out mature spirituality church members. The program of Church Community Development often does not reach the final goal, namely faith maturity which is marked by changing in character, this is due the absence of consistent, planned and measurable model spiritual formation. Starting from this issue, this research seeks and describe ideas about discipleship as a model sustainable spiritual formation for church growth. Discipleship as a model of sustainable church formation is carried out not only in the form of classical teaching but also individually. The research method in this paper is a qualitative study with a literature analysis approach. The final result of this research shows design nurturing by consistent and continuous discipleship is able to achieve measurable spiritual maturity.Salah satu masalah pembinaan jemaat ialah mencari dan menentukan model pembinaan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka mendewasakan kerohanian jemaat. Pembinaan Warga Gereja (PWG) sering tidak mencapai tujuan akhir yakni kedewasaan iman yang ditandai dengan perubahan karakter, hal ini disebabkan belum adanya  model yang konsisten, terencana dan terukur dalam pembinaan warga gereja. Bertitik tolak pada  masalah ini, artikel ini berupaya memberikan paparan dan gagasan tentang pemuridan sebagai model pembinaan iman yang dilakukan secara konsisten dan kontiniu. Pemuridan sebagai model pembinaan warga gereja yang berkelanjutan dilaksanakan bukan hanya dalam bentuk pengajaran klasikal melainkan juga secara individual. Metode penelitian dalam tulisan ini ialah studi kualititatif dengan pendekatan analisis kepustakaan. Hasil akhir dari penelitian ini menemukan disain pembinaan melalui pemuridan yang konsisten dan berkelanjutan untuk  mencapai kedewasaan rohani yang terukur sesuai indikator yang telah ditetapkan.
DISAIN PEMBELAJARAN ONLINE PADA ERA DAN PASCA COVID-19 Marbun, Purim
CSRID (Computer Science Research and Its Development Journal) Vol 12, No 2 (2020): CSRID JUNI 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/csrid.12.2.2020.129-142

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi situasi dan kondisi pada masa covid-19 mengharuskan setiap orang melakukan kegiatan di rumah. Pemerintah telah menetapkan policy bahwa semua masyarakat stay at home, termasuk kegiatan belajar, bekerja dan beribadah pun dilakukan dari rumah. Dengan instruksi di atas implikasi bagi kegiatan pembelajaran  memerlukan disain pemnbelajan online untuk memastikan berlangsungnya pendidikan dengan baik.  Metode penelitian dalam tulisan ini ialah studi kepustakaan dengan fokus menemukan model-model disain pembelajaran yang efektif dan dapat di gunakan pada era dan pasca covid-19. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pilihan-pilihan model disain pembelajaran online kepada dosen sehingga mampu menyajikan pembelajaran secara efektif dan berkualitas.
Strategi dan Model Pembinaan Rohani untuk Pendewasaan Iman Jemaat Purim Marbun
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v2i2.42

Abstract

This research is base on the problem of the pastor’s inability the church to implement an effective community development program. Moreover, if this judged based on implementation of the chuch’s vision and mision, many churches are not accurate incarrying out spiritual formation properly. Another problem is the lack of time the congregation participates in a coaching program implemented in the church will affect the congregation’s lack of knowledge and understanding of God’s word, this will affect the spiritual quality of the congregation. The research method used in this paper is a descriptive qualitative study of literature by examining various literatures relating to subject matter discussed. Through in-depth study and analysis, it is hoped that the pastors will provide concrete steps in planning and conducting effective coaching of church members. The result of this reseach to provide strategic steps and models of spiritual formation that are accurate and measurable and are able to increase the understanding of God’s word and make the spiritually mature as measured by changes in behaviour. Penelitian ini dilatarbelakangi masalah ketidakmampuan pendeta atau gembala dalam menyelenggarakan program pembinaan warga jemaat secara efektif. Apalagi jika hal ini dinilai berdasarkan implementasi visi dan misi gereja, banyak gereja tidak akurat melaksanakan pembinaan iman dengan baik. Masalah lain minimnya waktu jemaat mengikuti program pembinaan yang dilaksanakan di gereja akan berpengaruh pada rendahnya pengetahuan dan pemahaman jemaat akan firman Tuhan, hal ini akan mempengaruhi kualitas kerohanian jemaat. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini studi kualitatif deskriptif kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan pokok masalah yang dibahas. Melalui kajian dan analisis yang mendalam diharapkan memberikan langkah-langkah konkrit bagi pendeta dalam merencanakan dan melakukan pembinaan warga gereja dengan efektif. Hasil penelitian ini memberikan langkah-langkah stategis dan model pembinaan rohani yang akurat dan terukur serta mampu meningkatkan pemahaman firman Tuhan serta menjadikan jemaat dewasa rohani yang diukur dari perubahan perilaku.
Kompetensi Pendidik Dalam Gereja Purim Marbun
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tugas gereja yang tidak boleh dilupakan adalah mendidik dan mengajar jemaat yang dilayani, dan untuk melakukan tugas kependidikan tersebut gereja harus berperan aktif untuk mempersiapkan tenaga-tenaga pendidik yang berkompeten. Tenaga pendidik dalam gereja, harus memiliki sejumlah kecakapan dan kemampuan yang dapat diaplikasikan dalam melakukan tugas-tugas mengajar dan mendidik kepada anggota jemaat. Aspek kompetensi atau kemampuan mendidik dalam gereja minimal ada empat bagian yakni: kompetensi spiritual, kompetensi Paedagogik, kompentensi Psikologis, Kompetensi Sosiologis. Pemimpin gereja harus berupaya untuk mempersiapkan tenaga pendidika yang mumpuni untuk mendidik anggota jemaat sehingga mereka mencapai kedewasaan secara rohani.
Improving The Quality Of Information, Communication Technology Based Theology Learning Purim _ Marbun; Alex Frans Nathanael Nasution
SISFOTENIKA Vol 11, No 1 (2021): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/jst.v11i1.1057

Abstract

This paper was motivated by a problem of poor understanding and the implementation of information communication technology-based learning in Christian theological schools, particularly in the use of various resources in improving the quality of learning. In many additions, lecturers have not maximally used information communication technology massively due to the lack of facilities and infrastructures as well as the inaccurate technical ability using it. The research method in this writing is qualitative literature. Researchers will be exploring many sources related to this topic in question and analyze the subjects to the research title. Result of this study provides input and strategies on how to use information communication and technology in learning Christian theology in order to achieve the quality of learning.
STRATEGI PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF Purim Marbun
Diegesis : Jurnal Teologi Vol 4 No 2 (2019): DIEGESIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46933/DGS.vol4i241-49

Abstract

Tulisan ini memberikan paparan tentang strategi pembelajaran transformative, sebuah pendekatan dan metode yang tidak hanya mengimplementasikan kemampuan guru dalam mengajar serta memperhatikan gaya belajar murid, melainkan mengedepankan faktor kuasa Roh Kudus dalam menyelesaikan tugas mengajar. Pembelajaran transformative dilakukan di kelas bertujuan membawa perubahan karakter peserta didik, guru atau dosen bukan saja bertindak sebagai pribadi yang mentransfer knowledge tetapi juga figur yang menginspirasi perubahan. Strategi ini dapat dilakukan dengan efektif bila interaksi guru atau dosen dengan peserta didik dalam situasi yang kondusif dalam pimpinan Roh Kudus
MENGAGAS PENDIDKAN KARAKTER Purim Marbun
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2019): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47562/edk.v10i1.58

Abstract

Hidup ditentukan oleh karakter yang terpatri dalam diri masing-masing kita. Berhasil tidaknya keberadaan kita, sangat tergantung pada karakter seperti apa yang kita hasilkan. Tim Elmore menyebutkan bahwa keberhasilan seseorang 15% ditentukan oleh hal-hal yang kelihatan dan 85 % oleh karakter.Ia memberikan gambaran karakter seperti gunung es, bahwa yang terlihat hanya 10 %, sedangkan yang tidak terlihat 90%. Dalam penelitiaannya banyak diantara orang-orang yang sukses bukan semata-mata karena kemampuan, keahlian, skill dan potensi belaka, tetapi karena karakter. Senada dengan pendapat Tim Elmore, dalam buku Talent is Never Enough, John Maxwell memberikan catatan dan data-data bahwa orang-orang yang berhasil dalam hidupnya mereka tidak sedikit adalah orang-orang yang tidak terlalu membanggakan dalam hal akademis, namun karakterlah yang menjadi ujian mereka. Dalam ulasannya John Maxwel menyebutkan berbagai rangkaian karakter yang membangun keberhasilan tersebut antara lain disiplin diri, nilai-nilai inti, identitas dan integritas.
Desain Pemuridan sebagai Model Pembinaan Warga Gereja Berkelanjutan bagi Jemaat Purim Marbun
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i2.259

Abstract

One of the problem for spiritual formation is finding and determining a sustainable coaching model. The church must be have sustainable spiritual formation models for carried out mature spirituality church members. The program of Church Community Development often does not reach the final goal, namely faith maturity which is marked by changing in character, this is due the absence of consistent, planned and measurable model spiritual formation. Starting from this issue, this research seeks and describe ideas about discipleship as a model sustainable spiritual formation for church growth. Discipleship as a model of sustainable church formation is carried out not only in the form of classical teaching but also individually. The research method in this paper is a qualitative study with a literature analysis approach. The final result of this research shows design nurturing by consistent and continuous discipleship is able to achieve measurable spiritual maturity.Salah satu masalah pembinaan jemaat ialah mencari dan menentukan model pembinaan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka mendewasakan kerohanian jemaat. Pembinaan Warga Gereja (PWG) sering tidak mencapai tujuan akhir yakni kedewasaan iman yang ditandai dengan perubahan karakter, hal ini disebabkan belum adanya  model yang konsisten, terencana dan terukur dalam pembinaan warga gereja. Bertitik tolak pada  masalah ini, artikel ini berupaya memberikan paparan dan gagasan tentang pemuridan sebagai model pembinaan iman yang dilakukan secara konsisten dan kontiniu. Pemuridan sebagai model pembinaan warga gereja yang berkelanjutan dilaksanakan bukan hanya dalam bentuk pengajaran klasikal melainkan juga secara individual. Metode penelitian dalam tulisan ini ialah studi kualititatif dengan pendekatan analisis kepustakaan. Hasil akhir dari penelitian ini menemukan disain pembinaan melalui pemuridan yang konsisten dan berkelanjutan untuk  mencapai kedewasaan rohani yang terukur sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Optimalisasi Fungsi Rumah Sebagai Tempat Pembinaan Warga Gereja di Masa Pandemi Covid-19 Purim Marbun
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/diegesis.v3i1.64

Abstract

This writing is motivated by the problem of the lack of church members who use the house as a place of spiritual formation. This is due to the lack of family skills in carrying out coaching tasks both practically and theologically. Another problem is that many coaching programs are centered in the church, thus consuming family time. During the Covid-19 Pandemic, it was necessary to attend church from home in accordance with government recommendations. By using a qualitative approach, and using a descriptive analysis study research method, accompanied by a descriptive analysis study it was found that the house can be used as a place for the formation of church members. Optimization of the house as a place for fostering church members is done by expanding the dimensions of the function of the house that is not only a place to live but as a place to educate, a place of worship and the ongoing community of faith. AbstrakTulisan ini dilatarbelakangi adanya masalah minimnya warga gereja yang memanfaatkan rumah sebagai tempat pembinaan rohani. Hal ini disebabkan kurangnya ketrampilan keluarga melakukan tugas-tugas pembinaan baik secara praktis maupun teologis. Masalah yang lain adalah banyaknya program pembinaan yang berpusat di gereja, sehingga menyita waktu keluarga. Dalam masa Pandemi Covid-19, mengharuskan bergereja dari rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan memakai metode penelitian studi deskriptif analisis, disertai dengan kajian analisis deskriptif didapati bahwa rumah dapat dijadikan sebagai tempat pembinaan warga gereja. Optimaliasasi rumah sebagai tempat pembinaan warga gereja, dilakukan dengan cara memperluas dimensi fungsi rumah yang bukan saja sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai tempat mendidik, tempat beribadah dan berlangsungnya komunitas iman.
Model Pembelajaran Berpusat pada Kristus untuk Transformasi Bangsa: Studi Deskriptif di Sekolah Cahaya Cemerlang Pantan, Frans; Marbun, Purim; Mulia, Syanti D.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.149 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v2i1.76

Abstract

Christian education in Indonesia has not fully taken the role of educating the young generation to know God's will, changing its paradigm, and pursuing change, personal, group, and national reform. Sekolah Cahaya Cemerlang (SCC) is a Christian educational institution that was built in order to take on a role and fulfill its vocation, with the aim of raising the next generation of leaders who bring transformation to the Indonesian nation. The research focus in this qualitative descriptive study is to describe a Christ-centred learning model at SCC in terms of policy principles, objectives, curriculum, and learning methods, involving 19 teachers,155 students, and their families. Some of the new findings from the principles of the learning process at SCC are the use of the Bible Based curriculum, the principle of partnership with families and communities, training places for young missionaries, and SCC as a learning and knowledge-sharing community. The new findings are also a holistic approach with a spiritual foundation and teachers as shepherds according to the Jesus learning model and curriculum content based on God's Word. The 'Second Home School', Bloom's Spirit-led Taxonomy, the development of the Social Domain with individual learning, and group and community involvement, form the basis for the development of learning methods at SCC. Reflexive and Transformative Learning Methods for pedagogy are also developed for the purpose of social transformation, achieving a greater Indonesia.AbstrakPendidikan Kristen di Indonesia belum sepenuhnya mengambil peran untuk mendidik generasi muda mengenal kehendak Allah, berubah paradigmanya, dan mengupayakan perubahan, refor-masi pribadi, kelompok, dan bangsa. Sekolah Cahaya Cemerlang (SCC) adalah institusi pendi-dikan Kristen yang dibangun dalam rangka mengambil peran dan memenuhi panggilannya, bertujuan membangkitkan pemimpin generasi penerus bangsa yang membawa transformasi bagi bangsa Indonesia. Fokus penelitian dalam studi deskriptif kualitatif ini adalah menggam-barkan model pembelajaran berpusat pada Kristus di SCC dari segi prinsip kebijakan, tujuan, kurikulum dan metode pembelajaran, yang melibatkan 19 guru, 155 murid beserta keluarganya. Beberapa temuan baru dari prinsip proses pembelajaran di SCC adalah penggunaan kurikulum Bible Based, prinsip kemitraan dengan keluarga dan masya-rakat, tempat pelatihan misionaris muda, dan SCC sebagai learning and sharing knowledge community. Temuan baru dalam kuri-kulum dalam penelitian ini adalah pendekatan holistik dengan dasar spiritual dan guru sebagai gembala sesuai model pembelajaran Yesus serta konten kurikulum berbasiskan Firman Tuhan.  “Sekolah rumah kedua”, Spirit-led Taksonomi Bloom, pengembangan Ranah Sosial dengan pem-belajaran individual, dan kelompok dan keterlibatan masyarakat, menjadi dasar pengembangan metode pembelajaran di SCC. Metode Pembelajaran Refleksif dan Transformatif untuk pedagogi juga dikembangkan da-lam tujuan transformasi sosial, mencapai Indonesia Maju.