Nikmah, Shofiatun
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 1 JEPARA) Nikmah, Shofiatun; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i1.41324

Abstract

The 2013 curriculum is contextual in that it requires the teacher to relate the material to the environment around students. This study aims to discuss the development of local wisdom-based social studies learning in SMP N 1 Jepara. The research method used in this research is qualitative method. The results showed that the learning tools had been arranged in accordance with the Ministry of Education and Culture. The implementation of social science learning based on local wisdom is carried out by linking Jepara's material and local wisdom such as the natural conditions of its beaches, sea products, art carvings, Troso fabrics, and community traditions such as PerangObor and Lomban. The teacher links it spontaneously when lecturing and inserted it when the discussion adjusts the material and class conditions, that is not fixated with the lesson plan. Supporting factors for implementing social science learning based on local wisdom are: support from the principal, teachers and students as well as Jepara's local wisdom which can be used as a learning resource. Social studies learning based on local wisdom makes the students have better understanding to the material, even though the teacher is still hampered by the time management. Kurikulum 2013 bersifat kontekstual yang menuntut guru mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengembangan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di SMP N 1 Jepara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sudah disusun sesuai dengan Permendikbud. Pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal yang dilakukanya itu dengan mengaitkan materi dan kearifan lokal Jepara seperti kondisi alam pantainya, hasil lautnya, hasil karyanya seperti seni ukir, Kain Troso, dan tradisi masyarakat seperti perang obor dan Lomban. Guru mengaitkannya secara spontanitas ketika ceramah dan disisipkan ketika diskusi menyesuaikan materi dan kondisi kelas serta tidak terpaku dengan RPP. Faktor pendukung melaksanakan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal yaitu: dukungan dari kepala sekolah, guru dan siswa serta Kearifan lokal Jepara yang dapat dijadikan sumber belajar. Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal menjadikan peserta didik lebih memahami materi, walaupun guru masih terhambat pada manajemen waktu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE SHARED BERBANTU MEDIA POP- UP BOOK TERHADAP HASIL BELAJAR Nikmah, Shofiatun; Nuroso, Harto; Reffiane, Fine
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v2i2.17920

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukorejo 02 Semarang melalui model pembelajaran terpadu tipe shared berbantu media pop-up book. Sebelumnya hasil belajar siswa masih rendah  dikarenakan dalam kegiatan belajar mengajar guru belum menggunakan model pembelajaran, guru hanya menggunakan metode ceramah dan dilanjut dengan mengerjakan soal pada buku sehingga siswa merasa cepat bosan.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sukorejo 01 Semarang sebagai kelas kontrol dan SDN Sukorejo 2 Semarang sebagai kelas eksperimen yang memiliki jumlah keseluruhan 60 siswa.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif menggunakan Quasi Experimental Design dengan jenis Nonequivalent Control Grup Design.Desain ini terdapat dua kelompok yang  masing-masing dipilih secara rondom (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan yang lain tidak diberi perlakuan. Kelompok yang diberi berlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol.
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 1 JEPARA) Nikmah, Shofiatun; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i1.41324

Abstract

The 2013 curriculum is contextual in that it requires the teacher to relate the material to the environment around students. This study aims to discuss the development of local wisdom-based social studies learning in SMP N 1 Jepara. The research method used in this research is qualitative method. The results showed that the learning tools had been arranged in accordance with the Ministry of Education and Culture. The implementation of social science learning based on local wisdom is carried out by linking Jepara's material and local wisdom such as the natural conditions of its beaches, sea products, art carvings, Troso fabrics, and community traditions such as PerangObor and Lomban. The teacher links it spontaneously when lecturing and inserted it when the discussion adjusts the material and class conditions, that is not fixated with the lesson plan. Supporting factors for implementing social science learning based on local wisdom are: support from the principal, teachers and students as well as Jepara's local wisdom which can be used as a learning resource. Social studies learning based on local wisdom makes the students have better understanding to the material, even though the teacher is still hampered by the time management. Kurikulum 2013 bersifat kontekstual yang menuntut guru mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengembangan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di SMP N 1 Jepara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sudah disusun sesuai dengan Permendikbud. Pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal yang dilakukanya itu dengan mengaitkan materi dan kearifan lokal Jepara seperti kondisi alam pantainya, hasil lautnya, hasil karyanya seperti seni ukir, Kain Troso, dan tradisi masyarakat seperti perang obor dan Lomban. Guru mengaitkannya secara spontanitas ketika ceramah dan disisipkan ketika diskusi menyesuaikan materi dan kondisi kelas serta tidak terpaku dengan RPP. Faktor pendukung melaksanakan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal yaitu: dukungan dari kepala sekolah, guru dan siswa serta Kearifan lokal Jepara yang dapat dijadikan sumber belajar. Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal menjadikan peserta didik lebih memahami materi, walaupun guru masih terhambat pada manajemen waktu.
PEMAHAMAN HADIS PERSPEKTIF GENDER: Studi Komparasi KH. Husein Muhammad dan Abdul Mustaqim Efendi, Utsmanul Hakim; Nikmah, Shofiatun
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 7, No 2 (2021): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v7i2.11100

Abstract

Kajian hadis Gender telah mendapat perhatian dari berbagai ilmuwan Muslim di dunia. Di Indonesia, KH. Husein Muhammad dan Abdul Mustaqim merupakan Tokoh yang aktif menarasikan kesetaraan gender dengan merelevansikannya dengan Teks-teks Agama. Keduanya memiliki Latar belakang Pendidikan yang berbeda, sehingga mendorong peneliti untuk melakukan kajian komparasi terhadap Pemikiran keduanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pemahaman hadis perspektif gender dari keduanya. Melalui analisa komparasi, penelitian ini hendak menunjukkan perbedaan dan persamaan metode keduanya dalam memahami hadis dengan perspektif gender. Metode yang digunakan adalah metode komparasi dengan analisis Gender. Metode ini digunakan untuk melihat sejauhmana hadis dapat dipahami dan diaplikasikan dengan menggunakan analisis gender, sekaligus untuk memahami secara komprehensif perbedaan dan persamaan dari kedua tokoh. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keduanya menggunakan prinsip-prinsip gender secara mendasar seperti kesetaran, kemanusiaan dan keadilan dalam memahami hadis. Keduanya juga menjadikan Maqashid al-Shariah sebagai basis penafsiran, dimana makna hadis harus sejalan dengan Prinsip yang terdapat dalam Maqashid al-Syariah. Namun KH. Husein Muhammad dan Abdul Mustaqim memiliki latarbelakang pendidikan akademik yang berbeda, dalam penelitian ini diketahui bahwa metode yang dipaparkan Abdul Mustaqim lebih sistematis dan metodis serta memudahkan pembaca untuk memahami langkah-langkah metodiknya dalam memahami hadis perspektif Gender.[Understanding Hadith on Gender Perspective: A Comparative Study of KH. Husein Muhammad and Abdul Mustaqim. The study of Gender-hadith has received attention from various Muslim scientists in the world. In Indonesia, KH. Husein Muhammad and Abdul Mustaqim are figures who actively narrate gender equality by relevating it with religious texts. Both of them have different educational backgrounds, thus encouraging researchers to do a comparative study of their thought. This study aimed to determine the method of understanding the hadith from the gender perspective of both. This research aims to show the differences and similarities of two methods in understanding the hadith from a gender perspective through a comparative analysis. The method used is a comparative method with gender analysis. This method is used to see the extent to which the hadith can be understood and applied by using gender analysis, as well as to comprehensively understand the differences and similarities of the two figures. In this research, it can be concluded that both of them use basic gender principles such as equality, humanity and justice in understanding hadith. Both of them also make maqashid al-syariah as the basis for interpretation, where the meaning of hadith must be in line with the principles contained in maqasid al-shariah. However, KH. Husein Muhammad and Abdul Mustaqim have different academic educational backgrounds, in this research, it is known that the method described by Abdul Mustaqim is more systematic and methodical and makes it easier for the reader to understand his methodical steps in understanding the hadith from a gender perspective.]