Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Di Desa Belimbing Kecamatan Rejotangan Dalam Budidaya Dan Peningkatan Pemahaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Martha, Rahma Diyan; Laili, Aena; Sari, Ema Krismawar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3022

Abstract

Sebagian besar pekarangan disekitar rumah masyarakat Desa Belimbing Kecamatan Rejotangan, masih belum dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. Warga Desa Belimbing Kecamatan Rejotangan, khususnya ibu rumah tangga belum banyak yang mengetahui tentang pengetahuan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) secara maksimal. Mengingat TOGA sangat bermanfaat untuk kesehatan, maka adanya pemanfaatan sumberdaya pedesaan berupa TOGA, dan diharapkan mampu mendukung peningkatan kesehatan masyarakat serta pemberdayaan ibu rumah tangga  dalam upaya meningkatkan kesehatan dan perekonomian. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang tanaman obat keluarga (TOGA) serta menyebarluaskan informasi dalam bentuk media tertulis tentang TOGA yang berkhasiat obat. Metode kegiatan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah dengan cara melakukan presentasi oleh pemateri sesuai dengan tema yaitu pemberdayaan & peningkatan pemahaman tanaman obat keluarga (TOGA) dan tanya jawab serta pembagian tanaman obat di akhir kegiatan. Berdasarkan hasil penyuluhan ini maka masyarakat menjadi lebih paham dan mampu memahami tentang pentingnya pemberdayaan tanaman obat keluarga (TOGA).Kata Kunci: TOGA, Ibu Rumah Tangga, Desa Belimbing RejotanganABSTRACT Most of the yards around the houses of the Belimbing Village community, Rejotangan District, are still not being used properly and maximally. Residents of Belimbing Village, Rejotangan District, especially housewives, do not know much about the knowledge of Family Medicinal Plants (TOGA) to the fullest. Considering that TOGA is very beneficial for health, the use of rural resources in the form of TOGA is expected to be able to support improving public health and empowering housewives in an effort to improve health and the economy. The purpose of this community service is to increase knowledge and understanding of family medicinal plants (TOGA) and to disseminate information in the form of written media about TOGA which has medicinal properties. The method of activities carried out in this activity is by making a presentation by the speaker in accordance with the theme, namely empowerment & increasing understanding of family medicinal plants (TOGA) and question and answer and distribution of medicinal plants at the end of the activity. Based on the results of this counseling, the community becomes more aware and able to understand the importance of empowering family medicinal plants (TOGA). Keywords: TOGA, Housewife, Belimbing Rejotangan Village
Analisa Perbandingan Kadar Vitamin C Sediaan Kapsul Bubuk Bawang Putih (Allium sativum, L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis: Comparative Analysis of Vitamin C Contents in the Garlic (Allium sativum, L.) Powder Capsules Using the UV-Vis Spectrophotometric Method Sari, Ema Krismawar; Martha, Rahma Diyan; Muadifah, Afidatul
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.914 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.260

Abstract

Abstrak Antioksidan dan penangkal radikal bebas yang dapat merusak sel yaitu fungsi dari vitamin C. Sumber Vitamin C adalah buah-buahan dan sayuran seperti bawang putih. Bawang putih dapat digunakan sebagai alternatif terapi oleh masyarakat dalam bentuk kapsul bubuk dalam berbagai merk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar vitamin C pada lima merk sediaan kapsul bubuk bawang putih. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu spektrofotometri UV-Vis dan validasi metode seperti uji linieritas, uji presisi, uji akurasi, dan uji LOD dan LOQ. Berdasarkan hasil penelitian didapat panjang gelombang Vitamin C yaitu 247nm dan diperoleh hasil linieritas dalam rentang konsentrasi 5ppm, 10ppm, 15ppm, 20ppm, 25ppm dengan nilai koefisien korelasi yaitu 0,966, limit deteksi 0,160ppm dan limit kuantitasi yaitu 0,365ppm. Akurasi dari metode ini ditentukan berdasarkan hasil perolehan kembali menggunakan metode spike standar, sedangkan presisi diukur dengan menghitung simpangan baku relatif. Kadar vitamin C dalam sampel 1 sebesar 1,755ppm, sampel 2 sebesar 1,444ppm, sampel 3 sebesar 1,231ppm, sampel 4 sebesar 1,134ppm, sampel 5 sebesar 0,853ppm. Hasil penelitian disimpulkan bahwa analisis dalam penetapan kadar vitamin C pada kapsul bubuk bawang putih dengan spektrofotometri UV-Vis terdapat perbedaan bermakna dari kadar vitamin C pada lima merek kapsul bubuk bawang putih yang menggunakan analisis statistika SPSS16 dengan metode Kruskal Wallis yaitu mendapatkan nilai p = 0,009.
Validasi Metode Penetapan Kadar Pengawet Natrium Benzoat pada Sari Kedelai di Beberapa Kecamatan di Kabupaten Tulungagung Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis Rohmah, Siti Awwalul Amanatur; Muadifah, Afidatul; Martha, Rahma Diyan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.319 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.265

Abstract

Sodium benzoate is an organic preservative chemical compound which use is permitted if the amount is below the maximum threshold. This research aims to validate the UV-Vis Spectrophotometry method which will be used to determine sodium benzoate levels in soybean milk in 3 sub-districts in the Tulungagung Regency using the UV-Vis Spectrophotometer instruments. Before determining the content, the samples were analyzed qualitatively first using the acid-base titration method. The result of this qualitative analysis of the sample will turn pink if it contains sodium benzoate. Then the sodium benzoate wavelength optimization is carried out in the range of 200-400nm, and the optimum wavelength is 226nm. The method validation process is done by using four parameters namely linearity test, accuracy test, precision test, and LOD&LOQ. Based on the validation of the method, the correlation coefficient (R2) of 0.99563 indicates linear, recovery % is 97.58% in the range of 80-120%, RSD is 0.0454% which is ?2%, LOD is 0.33 ppm, and LOQ of 1.0996 ppm. Based on these results, it can be said that the method used is valid because all parameters meet the specified requirements. Analysis of the determination of levels using a UV-Vis Spectrophotometer instruments at wavelength 226nm using 5 samples, from the five samples obtained average rate of 90.639±0.0406. Analysis of the rate determination using UV-Vis Spectrophotometer instruments at 226nm wavelengths show that sample A has a concentration 92,243±0,039 ppm, sample B is 80,286±0,039 ppm, sample C is 99,04±0,063 ppm, sample D is 101,483±0,025 ppm, and sample E is 80,143±0,038 ppm. The content of sodium benzoate in soybean milk is following the requirements of BPOM RI regulation No.36 of 2013 concerning the maximum limit of food use, the use of sodium benzoate in fruit/vegetable juice products and non-fermented soybean products is 600ppm of food, with ADI 0-5mg/kg body weight.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus: Antibacterial Activity Test of Water Hyacinth Leaf Fraction (Eichhornia crassipes) against Staphylococcus aureus Bacteria Qur’an, Shindy Charisma Nur; Huda, Choirul; Martha, Rahma Diyan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.269 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.270

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif yang memiliki habitat alami pada manusia dan mudah resisten terhadap antibiotik. Alternatif yang lebih aman untuk mengatasi masalah infeksi Staphylococcus aureus yaitu dengan memanfaatkan bahan aktif antimikroba dari tanaman obat. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah eceng gondok. Eceng gondok merupakan tanaman yang memiliki kemampuan mengahambat aktivitas bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri maserat ekstrak, fraksi teraktif dari fraksi etanol 96%, fraksi diklorometana, fraksi N-heksan dan konsentrasi optimum fraksi aktif daun eceng gondok terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daun eceng gondok diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dilakukan proses fraksinasi menggunakan pelarut etanol, diklorometana dan N-heksan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan metode difusi cakram kertas. Fraksi teraktif dilakukan seri konsentrasi 15%, 30%, dan 45%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan maserat ekstrak daun eceng gondok memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter rata-rata 10,3 mm. Fraksi etanol merupakan fraksi teraktif yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil rata-rata diameter 21 mm. Konsentrasi optimum dari fraksi teraktif adalah konsentrasi 15% dengan diameter rata-rata 13,67 mm
Education on making natural herbal soap made from waste cooking oil Martha, Rahma Diyan; Rachutami, Ika; Danar, Danar
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v7i1.6054

Abstract

Waste cooking oil (WCO) resulted from the frying process with the same cooking oil repeatedly. The use of used cooking oil can pose a danger to the human body, and the continuous disposal of used cooking oil harms the environment and the sustainability of human life. This problem was found in Wates Village, Sumbergempol District, especially housewives who are also members of the Rukun Makmur KRPL in the village. This community service aims to provide socialization and training (education) in making soap made from used cooking oil. The method used in this activity is lecture and discussion. COVID and posttest are carried out before and after the activity, which is one form of evaluation. The activity results showed that counseling and training on soap making had provided new information and knowledge to KRPL mothers in Rukun Makmur, Wates Sumbergempol Village, Tulungagung Regency, and provided skills to make soap from used cooking oil. This activity has been able to be followed and carried out well by the participants.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah Martha, Rahma Diyan; Fatimah, Fatimah; Insa, Ayu; Bella, Nasa; Wahyuningsih, Sri; Danar, Danar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5667

Abstract

ABSTRAKMinyak jelantah merupakan minyak goreng yang digunakan secara berulang-ulang untuk menggoreng makanan dengan menggunakan minyak goreng yang sama. Penggunaan minyak jelantah tersebut menimbulkan bahaya bagi tubuh kita dan pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun perairan. Permasalah ini ditemukan di Desa Bendiljati Wetan Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan (edukasi) kepada ibu-ibu rumah tangga terkait minyak jelantah dan pemanfaatan kembali limbah tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Evaluasi dalam kegiatan ini dengan cara membagikan angket berupa pretest dan postest yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan lilin dari minyak jelantah telah memberikan informasi dan pengetahuan baru kepada ibu-ibu rumah tangga Desa Bendiljati Wetan. Kegiatan ini telah dapat diikuti dan dilaksanakan dengan baik oleh para peserta.Kata Kunci: Minyak jelantah, lilin, Ibu-ibu rumah tangga ABSTRACT Used cooking oil is cooking oil that is used repeatedly to fry food using the same cooking oil. Using used cooking oil poses a danger to our bodies, and indiscriminate disposal of used cooking oil can harm the environment and waters. This problem was found in Bendiljati Wetan Village, Sumbergempol District, Tulungagung Regency. This community service aims to provide homemakers with socialization and training (education) regarding used cooking oil and the reuse of the waste. The method used in this activity is lecture and question and answer. This activity evaluation by distributing questionnaires in the form of pretest and post-tests shared before and after the action. This activity indicates that counseling and training on making candles from used cooking oil have provided new information and knowledge to homemakers in Bendiljati Wetan Village. This activity has been followed and carried out well by the participants. Keywords: Used cooking oli, candles, homemaker