Rida Safuan Selian
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MAKNA SIMBOLIK PADA PERLENGKAPAN MANOE PUCOK DI DESA PALAK HULU KECAMATAN SUSOH Permata Sari; Rida Safuan Selian; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.658 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian yang berjudul “Makna Simbolik pada perlengkapan Manoe Pucok di desa Palak Hulu Kecamatan Susoh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apakah makna simbolik pada perlengkapan Manoe Pucok di Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh. Peneliti ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik pada perlengkapan Manoe Pucok di Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh, sumber data penelitian adalah ketua PKK dan pengrajin adat di Desa Palak Hulu dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Palak Hulu Kecamatan Susoh. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Palak Hulu dan objeknya adalah makna simbolik yang terkandung pada perlengkapan Manoe Pucok. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlengkapan Manoe Pucok di Desa Palak Hulu terdiri dari kerajinan Nyiu (Buah Biluluk jantan dan batina, Kari-kari, Rajo Baselo, Pucuk Rebung, Jari Sipasen dan Lipatan Tikar), air Limau dan bahan Peusijuek. Makna simbolik dari Buah Biluluk jantan dan betina (menyatukan antara pengantin laki-laki dan perempuan), Kari-kari (pengantin harus siap menghadapi kehidupan rumah tangga yang baru), Rajo Baselo (kerajaan), Pucuk Rebung (supaya bisa membimbing keturunannya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat lainnya), Jari Sipasen (kehormatan), Lipatan Tikar (kemuliaan). Air Limau mengandung makna kebersihan dan kesucian dan bahan Peusijuek mempunyai makna supaya pasangan pengatin baru (suami istri) hidup bersama dengan rukun dan damai.Kata kunci: makna, simbol, Manoe Pucok
KAJIAN KOREOGRAFI TARI INEN MAYAK PUKES KARYA IBRAHIM KADIR Siner Mentari; Tri Supadmi; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “kajian koreografi Tari Inen Mayak Pukes karya Ibrahim Kadir” ini mengangkat masalah bagaimana sejarah, proses penggarapan, dan alasan mengapa pencipta menciptakan tari Inen Mayak Pukes. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis, mendeskripsikan, mengkaji, dan mengetahui koreografi tari Inen Mayak Pukes, serta ciri khas atau gaya tarian yang berkembang di kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitataif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang proses penggarapan tari Inen Mayak Pukes. Subjek penelitian ini adalah kajian koreografi tari oleh Ibrahim Kadir dan objek dalam penelitian ini adalah tari Inen Mayak Pukes di kabupaten Aceh Tengah oleh Ibrahim Kadir. Data pada penelitian ini dikumpulan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan koreografi tari Inen Mayak Pukes adalah tari kreasi baru yang berpolakan tradisi karena tarian ini menggunakan iringan baik musik maupun lagu khas daerah Gayo, pakaian adat Gayo, dan gerakan tarian ini juga menyesuaikan kepada kebiasaan kehidupan masyarakat Gayo. Tari Inen Mayak Pukes diciptakan pada tahun 1975, tari ini termasuk tari literer karena tarian ini disusun berdasarkan cerita asli, lalu dibuat menjadi tarian yang bercerita seperti sendratari. Kata Kunci: Koreografi, Tari Inen Mayak Pukes
KERAJINAN KAYU GERUPEL DALAM KONTEKS MASYARAKAT GAYO Arif Seswi Anugraini; Rida Safuan Selian; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.218 KB)

Abstract

 ABSTRAK             Penelitian yang berjudul “Kerajinan Akar Kayu Gerupel dalam Konteks Masyarakat Gayo” ini dilakukan di Kecamatan Jagong Jeget pada pertengahan bulan Juni hingga awal September 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembuatan kerajinan akar kayu gerupel terdiri dari: Pengolahan bahan (pengadaan dan membersihkan bahan), menentukan bentuk, mewujudkan bentuk (kontruksi), serta finishing. Teknik yang digunakan adalah teknik tempel dan teknik raut. Sementara itu, berdasarkan perkembangannya kerajinan kayu gerupel awalnya hanya dimanfaatkan sebagai peti mati¸ namun seiring berjalannya waktu saat ini kayu gerupel telah menjadi produk kerajinan kayu kebanggan daerah yang memiliki beragam variasi dengan bentuk dan fungsi yang beragam pula.Kata Kunci: kerajinan, kayu gerupel, kebudayaan Gayo
PERBEDAAN MOTIF KERAWANG GAYO LUES DAN ACEH TENGAH Juliawati Ningsih; Rida Safuan Selian; Ari Palawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini yang berjudul Perbedaan Motif Kerawang dan Aceh Tengah, mengangkat masalah bagaimana perbedaan motif Kerawang Gayo Lues dan Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perbedaan jenis-jenis motif Kerawang yang ada di Gayo Lues dengan motif Kerawang yang ada di Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data didapat dari data-data yang berupa buku dan juga hasil wawancara dengan pengrajin Kerawang Gayo. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap-tiap motif Kerawang  Gayo merupakan lambang adat yang ada di tanoh Gayo, adapun motif Kerawang Gayo yang terdapat pada Upuh Ulen-ulen Aceh Tengah berjumlah sepuluh motif sedangkan motif Kerawang yang ada pada Upuh Kerawang Gayo Lues berjumlah sebelas motif dengan perbedaan diantara keduanya berjumlah  tujuh motif.Kata Kunci: Kerawang, Gayo Lues dan Aceh Tengah
UPACARA PETROEN ANEUK DI GAMPONG MEUNASAH MANYANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Dek Putri Nurfajri; Rida Safuan Selian; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.228 KB)

Abstract

ABSTRAK           Penelitian yang berjudul “Upacara Petroen Aneuk di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar” mengangkat masalah bagaimana prosesi upacara petroen aneuk dan maknanya di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi upacara petroen aneuk dan maknanya di Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengerti tentang upacara petroen aneuk dan objek dalam penelitian ini adalah upacara petroen aneuk di gampong Meunasah Manyang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan prosesi upacara adat petroen aneuk yaitu pembacaan doa pembuka, peucicap, suleung buleukat, balek hate, balek boh manoek, pencerminan, baca kitab, peusijuek, memutar beras, peulingka ka’bah, troen u tanoh, plah boh u, pesijuek ibu bayi, peu ‘eh lam ayon, Tamong Bak Rumoh dan pembacaan doa penutup.Upacara petroen aneuk secara umum memiliki makna yaitu agar bayi mendapatkan kemuliaan, kesejahteraan, kemakmuran dan selamat di dunia maupun akhirat. Dan kelak ketika besar nanti bayi menjadi anak yang patuh kepada kedua orang tua dan taat beribadah kepada Allah SWT. Upacara petroen aneuk masih dilaksanakan secara adat.Kata kunci: Upacara, Petroen Aneuk
PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SANGGAR ART GALERY FEBI Nanda Fitria; Rida Safuan Selian; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi”. Mengangkat masalah bagaimana proses pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi dan faktor-faktor yang mempengaruhi sanggar Febi unggul di setiap perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran di sanggar Art Galery Febi, dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi sanggar Art Galery Febi unggul di setiap perlombaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ialah Febi Juwita selaku pemilik sanggar Art Galery Febi dan anak-anak yang mengikuti pembelajaran, objek penelitian ini adalah pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi. Tehnik Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan mereduksi, display dan verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa di sanggar Art Galery Febi berlangsung melalui beberapa bagian, yaitu kegiatan awal dimana pengajar memilah terlebih dahulu peserta didik sesuai kemampuannya, setelah itu peserta didik menyiapkan bahan dan alat, kegiatan inti pengajar yang memilih karya yang akan dibuat oleh peserta didik, namun peserta didik juga boleh memilih sendiri karya yang akan dibuat, evaluasi dan penutup merupakan tahap akhir pengajar menilai karya yang telah dibuat oleh peserta didik, pada kegiatan pembelajaran pengajar menggunakan metode ceramah diawal pembelajaran, metode demontrasi pengajar memberikan contoh kepada peserta didik dan metode latihan praktis. Media yang digunakan berupa media visual. Faktor yang mempengaruhi Art Galery Febi unggul dalam setiap perlombaan mewarnai, terbagi menjadi dua yaitu, faktor internal yang meliputi kecerdasan, bakat, minat, perhatian, dan motivasi serta faktor eksternal yang meliputi keadaan keluarga.Kata kunci: pembelajaran, seni rupa, sanggar Art Galery Febi
TRANSFORMASI TRADISI MEUDIKEE DALAM KONTEKS MASYARAKAT SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN Lidia Fitri; Ramdiana Ramdiana; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen”. Mengangkat masalah bagaimana tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan bagaimana transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tradisi Meudikee dalam kontes masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Jenis pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dan merujuk ke dalam jenis penelitian menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini ialah TPA Baburrisyad desa Mesjid Baro Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, objek yang diteliti adalah menegenai tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga Kabupaten Bireuen. Sumber data yaitu Tgk. Jamil sebagai pimpinan pesantren, Tgk. Maidi dan Ustazah Fakriah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah mereduksi data terlebih dahulu kemudian penyajian data dalam bentuk uraian singkat selanjutnya verefikasi data atau penarikan kesimpulan dan menguji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga sebagai tradisi yang sangat sakral berisikan doa, shalawat sanjungan kepada nabi Muhammad SAW dalam memperingati hari kelahirannya dan tradisi Meudikee dalam masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen mengalami perubahan yang signifikan terutama dari bentuk meliputi anggota, gerak, syair, properti dan kostum serta fungsinya telah menjadi seni pertunjukan sebagai hiburan tanpa mengubah fungsi utamanya yaitu sebagai tradisi maulid (memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW).Kata kunci: transformasi, tradisi, Meudikee
KERAJINAN TAS ACEH DITINJAU DARI PERSPEKTIF INTRA ESTETIK DI ACEH UTARA Siti Nurhaliza; Rida Safuan Selian; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kerajinan Tas Aceh Ditinjau dari Perspektif Intra Estetik di Aceh Utara”. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik di Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini di rumah produksi kerajinan tas Aceh yang ada di Gampong Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, subjek penelitian adalah pemilik dan beberapa pengrajin rumah produksi kerajinan tas Aceh dan objek penelitian adalah bentuk, motif dan warna pada kerajinan tas Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan kesimpulan serta mengecek keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kerajinan tas memiliki 4 bentuk diantaranya yaitu kotak, persegi panjang, bulat dan oval. Bentuk kotak terdiri dari tas tiara, tas hantaran, tas golf kulit, tas golf, tas luna, tas ransel cewek dan tas eumpang. Bentuk persegi panjang terdiri dari tas guci, dan tas dompet. Pada bentuk bulat terdiri dari tas rotan serta bentuk oval terdiri dari tas ransel. Pada tas ransel, tas selempang dan tas jinjing terdapat 11 motif yaitu Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Angka siploh, Taloe Ie, Awan Bungong, Bungong Ek Leuk, Bungong Lawang. Pada tas ransel terdapat motif Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Bungong Lawang, Taloe Ie, dan Angka Siploh. Warna yang terdapat pada kerajinan tas Aceh yaitu kuning, merah, hijau, hitam dan biru.Kata Kunci: kerajinan, perspektif, intra estetik
TENUN SONGKET ACEH “NYAKMU” DI DESA SIEM KABUPATEN ACEH BESAR Yasmin Afrilla Utami; Rida Safuan Selian; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Tenun Songket Aceh “Nyakmu” di desa Siem Kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimana proses pembuatan dan apa saja motif-motif yang digunakan pada kain songket Aceh “Nyakmu” di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan kain songket tenun dan motif-motif apa saja yang digunakan pada songket Aceh “Nyakmu”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Dahlia dan Ida yang merupakan pengrajin tenun songket Aceh di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Objek dalam penelitian ini adalah proses pembuatan kain songket dan motif-motif yang digunakan pada songket Aceh “Nyakmu” di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumetasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis induktif yang meliputi 3 langkah, yaitu: Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembuatan kain songket terdiri dari 5 tahap, yaitu: 1) peuglah beuneung sutera (menggulung benang sutera), 2) seumiweut (menghani benang sutera), 3) peuget idong (membuat simpul benang lungsi yang akan dililit pada batang kumpar), 4) dong teupeun (melilit benang lungsi pada batang kumpar), 5) nyulek motif (mendesain motif) dan motif yang digunakan pada kain songket berjumlah 63 motif yang dibagi menjadi ragam hias geometris ada 25 motif sedangkan ragam hias flora ada 38 motif.Kata Kunci: proses pembuatan, Songket, motif, tenun.
BENTUK PENYAJIAN TARI OTEH RODA DI DESA KEBET KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Elya Zuhrah; Rida Safuan Selian; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.187 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Oteh Roda di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah  Bentuk Penyajian Tari Oteh Roda yang meliputi bentuk gerak, pola lantai, tata busana, tata rias, pantas, properti dan syair tari Oteh Roda di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Data bersumber dari Ibrahim Syah selaku pakar budayawan yang berasal dari Gayo dan pencipta tari Oteh Roda. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Oteh Roda diciptakan oleh Ibrahim Syah pada tahun 1960. Oteh itu sendiri memiliki arti panggilan atau sebutan anak gadis dan Roda adalah kincir air. “Oteh Roda” adalah anak gadis yang sedang menumbuk padi di Roda atau kincir air. Tari Oteh Roda ditarikan oleh 6 penari wanita dan fungsi tari Oteh Roda sebagai sarana hiburan yang mencerminkan aktivitas sehari-hari anak gadis pada musim panen, dengan melakukan kegiatan menumbuk padi sehingga menjadi beras. Kata Kunci: bentuk penyajian, tari Oteh Roda.