Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA PADA TOPIK KEANEKARAGAMAN HAYATI MELALUI IMPLEMENTASI LABORATORIUM ALAM DAN SPADA UNRAM Muhammad Syazali; Mohammad Liwa Ilhamdi
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 12 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v12i1.174

Abstract

Keterampilan proses sains mahasiswa pada topik keanekaragaman hayati melalui implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM. Implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM (Universitas Mataram) terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa pada topik Ekosistem. Fakta ini dapat menjadi landasan ilmiah untuk mengimplementasikannya pada topik lain dengan karakteristik yang sama. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan proses sains mahasiswa pada topik keanekaragaman hayati melalui implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM. Subjek penelitian terdiri dari 28 mahasiswa kelas 5D Sore Prodi PGSD FKIP Universitas Mataram. Data keterampilan proses sains mahasiswa dikoleksi melalui quiz yang dilaksanakan di akhir pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk essay. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang mencakup derajat penguasaan, rata-rata, dan proporsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa derajat penguasaan mahasiswa terhadap keterampilan proses sains berada pada kategori kurang. Walaupun demikian, masih terdapat 7.14% mahasiswa dengan KPS kategori sangat baik, 21.43% kategori baik, dan 14.29% kategori cukup. Proporsi yang predominan adalah mahasiswa dengan derajat penguasaan keterampilan proses sains yang berada pada kategori kurang dan sangat kurang (57.14%). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains mahasiswa pada topik keanekaragaman hayati melalui implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM masih rendah. Kata kunci: derajat penguasaan, keterampilan proses sains mahasiswa, Laboratorium Alam, SPADA UNRAM ABSTRACT Student science process skills on the topic of biodiversity through the implementation of the Natural Laboratory and SPADA UNRAM. The implementation of Laboratorium Alam and SPADA UNRAM has been proven to improve the science process skills of students on the topic of Ecosystems. This fact can become a scientific basis for implementing it on other topics with the same characteristics. The purpose of this study was to describe the science process skills of students on the topic of biodiversity through the implementation of the Laboratorium Alam and SPADA UNRAM. The research subjects consisted of 28 students in class 5D Sore of PGSD Study Program, FKIP University of Mataram. Data of students science process skills were collected through quizzes which were carried out at the end of the lesson. The instrument used was an essay test. Data were analyzed using descriptive statistics that included mastery degrees, mean, and proportion. The results of this study indicate that the mastery degree of students science process skills is in the poor category. However, there are still 7.14% of students with excellent SPS categories, 21.43% good categories, and 14.29% sufficient categories. The predominant proportion is students with mastery degrees of science process skills who are in the low and very poor category (57.14%). Based on these results it can be concluded that the science process skills of students on the topic of biodiversity through the implementation of the Nature Laboratory and SPADA UNRAM are still low. Keywords: degree of mastery, student science process skills, Natural Laboratory, SPADA UNRAM
Analisis Tingkat Pemahaman Konsep Sains Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Hasnawati Hasnawati; Muhammad Syazali; Arif Widodo
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 6 (2022): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i6.2438

Abstract

Understanding the concept is one of the most important parts of realizing a teacher's professional competence. As elementary school teacher candidates, Elementary School Teacher Education students must have good conceptual understanding skills to realize the expected professional competence. This study aims to analyze elementary school teacher candidates' level of understanding of science concepts, specifically on temperature and heat, electricity, magnetic fields, and the solar system. This type of research is quantitative descriptive with research subjects of Elementary School Teacher Education Study Program students who program elementary science education courses. The total sample of 218 was selected by purposive sampling. Data on understanding the science concepts of elementary school teacher candidates were collected using a three-level test instrument equipped with a Certain Response Index (CRI). Results of data analysis showed that 46.27% understood the concept well, 9.04% understood the concept but were unsure, 30.90% had misconceptions and 13.67% did not know the concept. The data illustrates that the number of elementary school teacher candidates who experience misconceptions is still quite high. The causes of misconceptions among students in understanding science concepts include material that is abstract, complex, has many mathematical equations and contains many images that are difficult to explain physically. Based on the results of this study, it is necessary to provide positive feedback and improve learning to facilitate elementary school teacher candidates so that they can understand science concepts easily and correctly.
Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Hasil Belajar IPA Pada Peserta Didik Erfin; Husniati; Baiq Niswatul Khair; Muhammad Syazali
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3338

Abstract

Hasil belajar IPA siswa pada umumnya masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari masih terdapat beberapa siswa yang nilainya masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) di beberapa sekolah yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik  pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Instrument penelitian berupa pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi.  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data (data reducation), penyajian data (data display), dan kesimpulan (consclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar  IPA kepada peserta didik kelas V yaitu berasal dari faktor internal yaitu 75,96%, kemudian cara belajar IPA sebesar 68,27%, dan kecerdasan/ intelegensi sebesar 63,07% dan terakhir kesehatan sebesar 29,23%. Sedanngkan yang berasal dari faktor eksternal secara berurutan yang paling besar dukungan keluarga sebesar 67,31%, dukungan sekolah sebessar 63,46%, dan dukungan masyarakat sebesar 50%. Sementara berdasarkan hasil wawancara dari pihak guru bahwa faktor yang paling mempengaruhi rendahnya hasil belajar IPA kelas V di SDN So Loka yaitu motivasi belajar sebesar 100%, dari dukungan sekolah sebesar 87,50%, minat belajar sebesar 62,50%, kecerdasan sebesar 60%, cara belajar sebesar 50%, dukungan masyarakat sebesar 50% dan kesehatan sebesar 20%.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru dan Lingkungan Keluarga terhadap Kemampuan Membaca Intensif Siswa Susi Susanti; Asrin; Muhammad Syazali
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. SpecialIssue (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5iSpecialIssue.3915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik guru dan lingkungan keluarga terhadap kemampuan membaca intensif peserta didik kelas IV di Gugus IV Kecamatan Gunungsari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang guru wali kelas IV dan 81 orang peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data berupa tes dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kompetensi pedagogik guru dan lingkungan keluarga terhadap kemampuan membaca intensif sebesar 5.6% dan nilai signifikansi sebesar 0.886. Terdapat pengaruh antara kompetensi pedagogik guru terhadap kemampuan membaca intensif sebesar 3.6%, nilai signifikansi sebesar 0.747 untuk hasil linier dan sebesar 0.944 untuk hasil kuadratik. Terdapat pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap kemampuan membaca intensif sebesar 4.8%, nilai signifikansi sebesar 0.673 untuk hasil linier dan sebesar 0.372 untuk hasil kuadratik. Kompetensi pedagogik guru dan lingkungan keluarga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca intensif peserta didik kelas IV di Gugus IV Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.
Pengembangan LKPD ( Lembar Kerja Peserta Didik) Berbasis PBL (Problem-Based Learning) Pada Materi IPA Lulu Herayani; Mohammad Liwa Ilhamdi; Muhammad Syazali
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i2.7607

Abstract

Pada saat proses pembelajaran, guru memainkan peran sentral sebagai fasilitator dan pengarah untuk mencapai tujuan pendidikan. Salah satu alat yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah lembar kerja peserta didik  (LKPD). Pendidik maupun peserta didik membutuhkan dukungan tambahan dalam pembelajaran, seperti LKPD, yang dapat meningkatkan kelancaran kegiatan belajar, memberikan arahan yang lebih jelas, dan tentunya membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dengan menyertakan materi pembelajaran yang tersusun secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan LKPD berbasis PBL yang layak dan praktis pada materi pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D yang terdiri atas 4 tahapan yaitu define (pendefinisian), design (desain), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 36 Cakranegara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket).  Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan rumus presentase kevalidan dan presentase kepraktisan. Hasil penelitian dan pengembangan LKPD berbasis Problem-Based Learning berdasarkan aspek valid, dan praktis: a) Penilaian dari ahli media mendapat persentase sebesar 88,23% dengan kriteria sangat valid. b) Penilaian dari ahli materi mendapat persentase 94,54% dengan kriteria sangat valid. c) Hasil respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil sebesar 92,22% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat simpulkan bahwa LKPD berbasis Problem-Based Learning sudah layak dari aspek valid dan praktis untuk meningkatkan kualitas dan semangat belajar peserta didik kelas V sekolah dasar.