Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN TAHSIN TILAWAH AL-QUR’A>N UNTUK PEMBACA PEMULA Leu, Baktiar
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v2i2.159

Abstract

It cannot be denied that the verses of the Quran are arranged with Arabic vocabulary. Except for a few words that entered the treasury duw tho acculturation. The Quran recognizes this in its many verses, including those that refute the accusation that the Quran was recommended by ‘Ajam (non-Arab) to the Prophet Allah. Arabic grammar is also very rational and Indonesian but it is quite complicated, especially when compared to. Al-Qur’an as a guide life for every Muslim. As a guide, of course we must always read it and understand its contents. In order to read properly and correctly according to the rules of recitation, it is necessary for us to study the Qur’an, especially learning how to read it. Through this Qur’an recitations we are trying to improve and smooth the reading of the Qur’an. Because reading and reciting letters of the Qur’an properly and correctly they are Muslims. Therefore, the writer of study about how Learning to Resist the Recitations of the Quran, for beginners Readers (Learning of the Quran, Good and Islamic way of being able to read the Quran well and in accordance with the rules that want to express is what the people believe). The approach uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of document studies. While the data analysis technique uses content analysis is analyzes the contents of reading material related to this research. The results of the study explained that the recitation of the recitations of the Qur’an is an activity that emphasizes more on the correction or improvement of the reading of the Qur’an including makhorijul letters, letter character, relationship between letters, mad (long and short in reciting verses) and waqaf (start reading and stop at reading) as well as terms in the Qur’an
DAMPAK PEMANASAN GLOBAL DAN UPAYA PENGEN-DALIANNYA MELALUI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENDIDIKAN ISLAM Leu, Baktiar
AT-TADBIR Vol 1 No 2 (2021): At-Tadbir, Juli 2021
Publisher : STAI Darul Kamar NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.866 KB) | DOI: 10.51700/attadbir.v1i2.207

Abstract

Pemanasan global adalah kenaikan suhu bumi atau meningkatnya temperature suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Penyebabnya adalah efek rumah kaca yang lebih dari kondisi normal di atmosfer bumi. Dampak dari pemanasan global adalah perubahan iklim, seperti naiknya permukaan laut, yang berakibat pada tenggelamnya pulau-pulau kecil. Naiknya suhu laut juga mengakibatkan hasil perikanan akan menurun. Naiknya suhu udara akan meningkatkan berkembangnya penyakit. Peningkatan curah hujan akan meningkatkan banjir dan longsor, juga perubahan musim tanam dan peningkatan penguapan serta peningkatan intensitas badai tropis akan menyebabkan rawan transportasi. Sebagai upaya mengendalikan, mengurangi dan mengantisipasinya adalah dengan melestarikan lingkungan hidup yang dapat dilakukan oleh semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan lembaga pendidikan atau sekolah melalui pendidikan lingkungan hidup dan pendidikan Islam. Pemerintah khusunya kementerian lingkungan hidup telah berinovasi melalui program adiwiyata yang dilakukan disekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan. Sedangkan pendidikan Islam dapat dilakukan melalui kegiatan ko-kurikuler, intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler. Semuanya bertujuan untuk menanamkan dan menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan karakter siswa. Karakter siswa adalah karakter dalam melestarikan lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya. Peduli lingkungan tersebut dapat dilakukan dengan cara reduce, reuse dan recycle. Seluruh aktifitas dan proses pembelajaran pendidikan Islam harus terintegrasi dengan pendidikan lingkungan hidup sebagaimana diajarkan oleh nabi Muhammad saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam hadits tersebut nabi Muhammad saw “melarang menebang pohon yang memberikan manfaat kepada makhluk disekitarnya”.
DAMPAK PEMANASAN GLOBAL DAN UPAYA PENGEN-DALIANNYA MELALUI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENDIDIKAN ISLAM Leu, Baktiar
AT-TADBIR Vol 1 No 2 (2021): At-Tadbir, 2021
Publisher : STAI Darul Kamar NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/attadbir.v1i2.207

Abstract

Pemanasan global adalah kenaikan suhu bumi atau meningkatnya temperature suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Penyebabnya adalah efek rumah kaca yang lebih dari kondisi normal di atmosfer bumi. Dampak dari pemanasan global adalah perubahan iklim, seperti naiknya permukaan laut, yang berakibat pada tenggelamnya pulau-pulau kecil. Naiknya suhu laut juga mengakibatkan hasil perikanan akan menurun. Naiknya suhu udara akan meningkatkan berkembangnya penyakit. Peningkatan curah hujan akan meningkatkan banjir dan longsor, juga perubahan musim tanam dan peningkatan penguapan serta peningkatan intensitas badai tropis akan menyebabkan rawan transportasi. Sebagai upaya mengendalikan, mengurangi dan mengantisipasinya adalah dengan melestarikan lingkungan hidup yang dapat dilakukan oleh semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan lembaga pendidikan atau sekolah melalui pendidikan lingkungan hidup dan pendidikan Islam. Pemerintah khusunya kementerian lingkungan hidup telah berinovasi melalui program adiwiyata yang dilakukan disekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan. Sedangkan pendidikan Islam dapat dilakukan melalui kegiatan ko-kurikuler, intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler. Semuanya bertujuan untuk menanamkan dan menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan karakter siswa. Karakter siswa adalah karakter dalam melestarikan lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya. Peduli lingkungan tersebut dapat dilakukan dengan cara reduce, reuse dan recycle. Seluruh aktifitas dan proses pembelajaran pendidikan Islam harus terintegrasi dengan pendidikan lingkungan hidup sebagaimana diajarkan oleh nabi Muhammad saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam hadits tersebut nabi Muhammad saw “melarang menebang pohon yang memberikan manfaat kepada makhluk disekitarnya”.