B01112123, Mery Asnuri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Suku Bunga Di Indonesia Tahun 2010-2015 B01112123, Mery Asnuri
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mekanisme transmisi kebijakan moneter (MTKM) jalur suku bunga menekankan peranan perubahan berbagai suku bunga yang bekerja melalui BI rate sebagai instrumen kebijakan utama untuk memengaruhi aktivitas kegiatan perekonomian dengan tujuan akhir mencapai inflasi yang rendah dan stabil, namun memerlukan waktu (time lag). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecepatan atau tenggat waktu (time lag) dan kontribusi variabel-variabel dalam merespon perubahan instrumen kebijakan moneter dalam transmisi kebijakan moneter jalur suku bunga di Indonesia tahun 2010-2015. Variabel-variabel yang digunakan adalah BI rate, suku bunga PUAB, suku bunga deposito, suku bunga kredit, agregat kredit, dan inflasi. Data yang digunakan adalah data time series dari tahun 2010.1-2015.12. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan VECM sebagai alat analisis yang menyertakan analisis Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD). Data diolah menggunakan software Eviews 10. Hasil analisis VECM menunjukkan bahwa terdapat hubungan jangka panjang variabel suku bunga BI rate, suku bunga deposito, suku bunga kredit, agregat kredit, dan inflasi, sedangkan dalam jangka pendek terdapat hubungan yang signifikan antara bunga BI rate, suku bunga deposito, suku bunga kredit. Hasil uji IRF dan VD menunjukkan bahwa respon perubahan BI rate memengaruhi suku bunga PUAB  yang ditransmisikan ke sektor riil melalui pengaruh suku bunga deposito dan suku bunga kredit terhadap agregat kredit dan selanjutnya terhadap inflasi sebagai sasaran akhir kebijakan moneter membutuhkan time lag enam bulan dengan kontribusi terbesar BI rate terhadap BI rate itu sendiri sebesar 86,01% yang diikuti oleh kontribusi suku bunga PUAB sebesar 1,24%, suku bunga deposito sebesar 2,35%, suku bunga kredit sebesar 1,02%, agregat kredit sebesar 0,69%, dan inflasi sebesar 8,69%. Kata kunci: MTKM, BI Rate, suku Bunga Perbankan, Inflasi, VECM.  
Analisis Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Suku Bunga Di Indonesia Tahun 2010-2015 B01112123, MERY ASNURI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMekanisme transmisi kebijakan moneter (MTKM) jalur suku bunga menekankan peranan perubahan berbagai suku bunga yang bekerja melalui BI rate sebagai instrumen kebijakan utama untuk memengaruhi aktivitas kegiatan perekonomian dengan tujuan akhir mencapai inflasi yang rendah dan stabil, namun memerlukan waktu (time lag). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecepatan atau tenggat waktu (time lag) dan kontribusi variabel-variabel dalam merespon perubahan instrumen kebijakan moneter dalam transmisi kebijakan moneter jalur suku bunga di Indonesia tahun 2010-2015. Variabel-variabel yang digunakan adalah BI rate, suku bunga PUAB, suku bunga deposito, suku bunga kredit, agregat kredit, dan inflasi. Data yang digunakan adalah data time series dari tahun 2010.1-2015.12. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan VECM sebagai alat analisis yang menyertakan analisis Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD). Data diolah menggunakan software Eviews 10. Hasil analisis VECM menunjukkan bahwa terdapat hubungan jangka panjang variabel suku bunga BI rate, suku bunga deposito, suku bunga kredit, agregat kredit, dan inflasi, sedangkan dalam jangka pendek terdapat hubungan yang signifikan antara bunga BI rate, suku bunga deposito, suku bunga kredit. Hasil uji IRF dan VD menunjukkan bahwa respon perubahan BI rate memengaruhi suku bunga PUAB  yang ditransmisikan ke sektor riil melalui pengaruh suku bunga deposito dan suku bunga kredit terhadap agregat kredit dan selanjutnya terhadap inflasi sebagai sasaran akhir kebijakan moneter membutuhkan time lag enam bulan dengan kontribusi terbesar BI rate terhadap BI rate itu sendiri sebesar 86,01% yang diikuti oleh kontribusi suku bunga PUAB sebesar 1,24%, suku bunga deposito sebesar 2,35%, suku bunga kredit sebesar 1,02%, agregat kredit sebesar 0,69%, dan inflasi sebesar 8,69%. Kata kunci: MTKM, BI Rate, suku Bunga Perbankan, Inflasi, VECM.