Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Islamic Educational Management

Prinsip-prinsip Supervisi, Tipe/Gaya Supervisi, Komunikasi Dalam Supervisi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Islam Milasari, Milasari; Hasibuan, Lias; Anwar Us, Kasful; Wahyudi, Hakmi; Saputra, Hendra
Indonesian Journal of Islamic Educational Management Vol 4, No 2 (2021): IJIEM
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ijiem.v4i2.13056

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk  mengetahui: 1) prinsip-prinsip dalam Supervisi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Islam; 2) tipe atau gaya apa saja yang di terapkan dalam Supervisi Pendidikan; 3) bentuk dan tekhnik Komunikasi Dalam Supervisi dan supervisi Pendidikan Islam; dan 4) supervisi pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan library research yaitu dengan menelaah sumber bacaan yang ada hubungannya dengan kajian yang di bahas, Serta dengan menggunakan studi dokumen hasil-hasil penelitian sebelumnya yang ada hubungannya dengan supervisi pendidikan dan supervisi pendidikan islam. Pengumpulan data di lakukan dengan menelusuri buku-buku bacaan, jurnal ilmiah yang terbit di google scholar, digital library, serta perpustakaan online perpustakaan kota tanjungpinang dan perpustakaan nasional (e-puspenas dan i-Tanjungpinang). Berdasarkan penjelasan yang sudah di paparkan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: 1) sebagai seorang supervisor harus memahami prinsip-prinsip atau azas supervisi pendidikan untuk dapat di gunakan sebagai landasan melaksanakan supervisi demi untuk mencapai kesuksesan. Adapun prinsip-prinsip supervisi pendidikan dan supervisi pendidikan islam menurut beberapa ahli dapat di rangkum kepada prinsip berikut: Ilmiah (scientific), demokratis,kooperatif (kerjasama),konstruktif, kreatif, keterbukaan, mencakup semuan unsur pendidikan, fundamental /dasar ,praktis,realistik, progresife, inovatif, bersifat memberikan bimbingan, bantuan, memberikan saran dan umpan balik, memberikan kesempatan untuk bertanya, dilakukan secara berkala, suasana yang harmonis antara supervisor dengan yang di supervisi; 2) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, seorang supervisor dapat mengimplementasikan berbagai cara, gaya,  bentuk atau tipe supervisi pendidikan, untuk lebih memahami tentang tipe atau gaya supervisi pendidikan; 3) model-model komunikasi dalam supervisi pendidikan  :Model S-R, Model komunikasi Aristoteles,model komunkasi Lasswell, model komunikasi Shannon dan Weaver, model komunikasi David K.Berlo. Tekhnik komunikasi dalam supervisi pendidikan islam adalah : Qaulan sadidan, Qaulan baligha,Qaulan maisura,Qaulan Layyina, Qaulan Ma’rufa, dan Qaulan karima; dan 4) hakekat supervisi Pendidikan Islam adalah kegiatan supervisi pada umumnya  berkaitan dengan pendidikan islam, kegiatan supervisi pendidikan islam lebih menekankan kepada kegiatan pemberdayaan (Muqawwun) agar seluruh stackholder  pendidikan pada suatu lembaga pendidikan menjadi lebih berdaya dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, Kegiatan pemberdayaan tidak terlepas dari kepala sekolah sebagai supervisor pada suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk dapat memberikan motivasi, pertolongan, bantuan, bimbingan dan arahan kepada semua guru dan stackholder sekolah lainnya dalam mengatasi segala permasalahan dalam pendidikan islam.
Administrasi Kurikulum, Kesiswaan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Tinjauan Administasi Sekolah Satrio, Satrio; Hasibuan, Lias; Anwar Us, Kasful; Rizki, Ahmad Fadhil
Indonesian Journal of Islamic Educational Management Vol 4, No 2 (2021): IJIEM
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ijiem.v4i2.13057

Abstract

Sudah tebayang dibenak kita bila kita membaca atau mendengar akat “ Administrasi Sekolah”, yang kita bayangkan sebuah lembaga pendidikan (sekolah), didalamnya terdapat sekumpulan orang yang dibagi dalam beberapa kelompok, yang aktivitasnya menyelenggarakan namanya kegiatan pendidikan. Nah dalam menjalankan aktivitas tersebut munculah namnya administrasi. Tenaga pendidik adalah ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui berbagai jenis, jalur dan jenjang pendidikan. Anak didik adalah anggota masyarakat yang akan masuk ke dalam dunia pendidikan (persekolahan) dan akan dikembalikan kepada masyarakatnya. Proses pembekalan komponenkomponen untuk hidup tersebut menjadi tugas guru sebagai tulang punggung di sekolah. Administrasi dapat dipandang sebagai proses dan dapat pula dipandang sebagai tugas (kewajiban). Administrasi sebagai proses sama dengan administrasi dalam arti luas. Administrasi sebagai proses kegiatan meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau kepemimpinan dan pengawasan atau pengendalian. Keempat komponen tersebut merupakan suatu sistem yang terpadu, yakni antara satu dengan lainnya saling berkaitan secara utuh. Artinya, perencanaan harus diorganisasikan, diarahkan, dan diawasi. Pengorganisasian juga harus direncanakan, diarahkan, dan kemudian dikendalikan. Begitu pula pengendalian pun harus direncanakan, diorganisasikan, dan diarahkan. Oleh karena itu administrasi sekolah merupakan kegiatan penyediaan, pengaturan dan pendayagunaan segenap sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien.