Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Korelasi antara kadar procalcitonin dengan serum transaminase pada pasien sepsis: sebuah studi pendahuluan Kuswoyo, Nur Hadi; Natadidjaja, Ronald Irwanto
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2019.v2.15-19

Abstract

LATAR BELAKANGSepsis merupakan suatu respon sistemik terhadap infeksi. Sepsis masih merupakan penyebab kematian utama pada kasus kritis di berbagai penjuru dunia. Central of Disease Control (CDC) pada tahun 2016 mencatat sedikitnya 1.7 juta orang dewasa mengalami sepsis per tahunnya, dengan angka kematian mencapai rata rata 270.000 orang per tahun di Ameriksa Serikat. Procalcitonin (PCT) merupakan pemeriksaan baku emas pada kasus sepsis bakterial. Kejadian sepsis akan menyebabkan terjadinya gagal multi-organ, tak terkecuali terjadi gagal hati. Penelitian ini merupakan sebuah studi pendahuluan, yang mencoba untuk melihat korelasi antara peningkatan PCT dengan peningkatan serum transaminase pada pasien-pasien yang didiagnosis sepsis. METODEPenelitian ini merupakan prelimanary study, bersifat analitik observasional dengan jumlah sampel sebesar 36 subyek, dan rancangan penelitian potong lintang di ruang ICU sebuah rumah sakit di Jawa Barat. Pada penelitian ini reduksi perancu dilakukan melalui kriteria inklusi-eksklusi, dilakukan uji korelasi Spearman setelah terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. HASILData yang diperoleh rerata usia subjek penelitian adalah 47.5 ± 3.57 tahun. Hasil kadar serum transaminase (SGPT) pada pasien sepsis menunjukkan rata-rata 60.4167±1.65/mm3. Rata-rata kadar procalcitonin pada pasien sepsis adalah 6.5083±0.78 ng/ml. Koefisien korelasi yang didapat pada penelitian ini antara kadar serum transaminase PCT dengan SGPT adalah r = 0.812 (p=0.000). KESIMPULANPenelitian ini merupakan studi pendahuluan yang mungkin bisa memberikan suatu indikasi bahwa pada sepsis awal, sebenarnya sudah mulai terjadi disfungsi hati, dan dari penelitian ini terdapat korelasi yang signifikan antara peningkatan kadar PCT dengan SGPT.
Pengaruh Pemberian Antibiotik terhadap Tanda Infeksi Daerah Operasi Superfisial dan Lama Tinggal Pasien Sectio Caesaria Sumiartini, Teulis; Laksmitawati, Dian Ratih; Ramadaniati, Hesti Utami; Natadidjaja, Ronald Irwanto; Asmajaya, Rudi
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.5-11

Abstract

LATAR BELAKANGStandar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1/2018 menjadikan kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) sebagai salah satu indikator mutu untuk menilai kinerja pengendalian infeksi di rumah sakit. Pemberian antibiotik lanjutan pascaoperasi sectio caesaria (SC) menjadi isu yang penting untuk dikaji, mengingat operasi ini pada dasarnya tidak membutuhkan pemberian antibiotik lanjut pascaoperasinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pemberian antibiotik lanjutan pascaoperasi SC berpengaruh terhadap penurunan IDO superfisial dan Length of Stay (LOS) pasien. METODEPasien dibagi menjadi 2 kelompok dengan jumlah masing-masing sebesar 49 subjek. Kelompok pertama adalah kelompok subjek yang diberikan antibiotik lanjut pascaoperasi SC dan kelompok kedua adalah kelompok subjek yang tidak diberikan antibiotik lanjutan pascaoperasi SC, kemudian dari masing-masing kelompok dikaji kemungkinan munculnya tanda IDO superfisial dan LOS pasien. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan data sekunder dari rekam medis pasien Januari 2019-Desember 2019. Uji analisa dengan Chi-square. HASILSetelah mengontrol variabel perancu, pemberian antibiotik lanjut pascaoperasi SC tidak signifikan berpengaruh menurunkan kemungkinan munculnya tanda IDO superfisial (OR=0.157;p=0.098; 0.02-1.41 IK 95%), juga tidak memiliki pengaruh terhadap LOS pasien (OR=1.73; p=0.562; 0.27-10.85 IK 95%). KESIMPULANTidak terdapat pengaruh dari pemberian antibiotik lanjutan terhadap tanda kejadian IDO superfisial dan LOS pada pasien post SC. Pemberian antibiotik lanjutan pascaoperasi SC merupakan pemberian antibiotik yang tidak bijak.