Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EDUKASI POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA PENERAPAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU PASCA PANDEMI COVID19 Al Sukri, Saipul; Zulfahmi, Zulfahmi; Ridha, Irfan; Ilosa, Abdiana; Zulhaida, Zulhaida; Hayani, Nurrahmi; Rahmadeni, Rahmadeni; Darni, Darni; Wahyudi, Hakmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.274-281

Abstract

E-Warong Berkah Harapan is one of the places where the SEMBAKO program aid packages are distributed, which serves nearly 400 aid recipients every month. The crowd that occurred was not impossible to cause a new transmission clutser for Covid19. Therefore, the service team from UIN Sultan Syarif Kasim conducted counseling on "Education on Healthy Lifestyle and the application of Adaptation to New Life Habits Post-Covid19 Pandemic". Before the counseling was carried out, the SEMBAKO package distribution activities neglected to maintain a minimum distance of 1 meter, did not use a mask and did not yet provide adequate hand washing facilities. The pre-test results about the management's knowledge also showed that the average test score was quite low, amounting to 49.77. After counseling, the post-test results showed a fairly high increase with an average score of 91.14. This increase shows that the management's knowledge has increased from the previous one. The service activity was also accompanied by the handing over of personal protective equipment for administrators in the form of face shields, masks, hand sanitizers, hand washing soap, plastic gloves and hand washing vats. It is hoped that the covid19 transmission chain can be broken and e-Warong administrators can do their job well and smoothly.
Qudratu al Ṭullābi alā Nuṭqi Mufradāti al Lughati al ‘Arabiyyati bi al Madrasati al ‘Āliyati al Ḥukūmiyyati Jāmbi Prihartini, Yogia; Wahyudi, Hakmi
Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature Vol 4 No 02 (2020): Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/al-uslub.v4i02.61

Abstract

The purpose of this study was to determine the ability of students to express vocabulary to understand language, both through hearing and writing, and to be able to express their thoughts and feelings, both orally and in writing, as well as to determine student achievement in learning Arabic in Islamic Senior High Schools MAN of Jambi. This research methodology is characterized by qualitative descriptive and data collection methods are observation methods, interview methods, and documents. Data analysis includes field analysis, classification analysis, and combined analysis. The results of this study include: First, student motivation to learn Arabic at Islamic Senior High Schools MAN of Jambi is still very low. Second, the researcher found that most of the students had little interest in the lessons the Arabic teacher gave in front of the class. This is proof that students are not serious about taking lessons, some leave class and some are left behind when the teacher explains the material in front of the class, when the teacher asks the material presented, they do not understand the Arabic vocabulary material. If instructing students to read, most of them cannot read because of the students' weak pronunciation and understanding of Arabic vocabulary. Third, the factors that influence interest in learning Arabic include two factors, namely internal and external factors. As for the teacher's efforts to increase student motivation and ability in understanding Arabic vocabulary in Islamic Senior High Schools MAN Jambi by creating direct learning using mobile phones, learning materials are attached to the sophistication of communication tools and social media.
AHAMMIYYAH MAHĀRAH AL-QIRĀ’AH WA ASĀLĪBI TADRĪSIHĀ FĪ ‘AMALIYYAH AL-TA’LĪMI AL-LUGHAH AL-‘ARABIYYAH Prihartini, Yogia; Wahyudi, Hakmi
Nazharat: Jurnal Kebudayaan Vol 26 No 01 (2020): NAZHARAT: Jurnal Kebudayaan
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/nazharat.v26i01.30

Abstract

المنهل الذي يرتشف منه رحيق المعرفة، إنها مصدر الثقافة، وكنز العلوم وبقدر ما في ينابيعها من عذوبة وسلامة، ودقة وصفاء ورونق وبهاء، وبلاغة وفصاحة بقدر ما تعطي للكلام والكتابة، بل والاستماع أيضا إذا كانت القراءة جهرية، إن التحدث والكتابة والاستماع إذا لم ترتبط روافدها بمعين القراءة، وإذا لم تلتق مجاربها مع غدير القراءة. أخذا ونماء، ويا وإشباعا، وفكرا وثقافة، وفصاحة وبلاغة، كان عطاؤها ضحل القيمة، مالح المذاق، قليل العائد، لا يروي طمأ، ولا يشبع جوعا، ولا يشفي غلة، ولا يغذي شيئا من العقل أو الجدان. والقراءة والاستماع أداتا استقبال لفكر الآخرين، ولكن القراءة أوسع دائرة، وأغزر معرفة، وأعمق ثقافة، عن طريقها يرتشف الإنسان من رحيق المعرفة ما يغذي منها العقل، ويصقل الوجدان، ويهذب العاطفة، وبها كذلك يروي الإنسان ظمأ العقل بسلسبيل المعرفة، ويطفي هجير الجهل بنسيم العلم، ويضيء ظلمات الحياة بنور الحقيقة، إنها الأداة التي تطوف بفكرة الإنسان حضرا وماضيا ومستقبلا، وتنتقل به عبر الزمان والمكان، ومن ثم تمكنه من رؤية المستقبل في وضوح من الرؤيا، وقدرة على التنبؤ الصحيح. والقراءة من وسائل الاتصال الهامة التي لا يمكن الاستغناء عنها، ومن خلالها يتعرف الإنسان على مختلف المعارف والثقافات، وهي وسيلة التعلم الأساسية وأداته في الدرس والتحصيل، وشغل أوقات الفراغ.
Prinsip-prinsip Supervisi, Tipe/Gaya Supervisi, Komunikasi Dalam Supervisi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Islam Milasari, Milasari; Hasibuan, Lias; Anwar Us, Kasful; Wahyudi, Hakmi; Saputra, Hendra
Indonesian Journal of Islamic Educational Management Vol 4, No 2 (2021): IJIEM
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ijiem.v4i2.13056

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk  mengetahui: 1) prinsip-prinsip dalam Supervisi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Islam; 2) tipe atau gaya apa saja yang di terapkan dalam Supervisi Pendidikan; 3) bentuk dan tekhnik Komunikasi Dalam Supervisi dan supervisi Pendidikan Islam; dan 4) supervisi pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan library research yaitu dengan menelaah sumber bacaan yang ada hubungannya dengan kajian yang di bahas, Serta dengan menggunakan studi dokumen hasil-hasil penelitian sebelumnya yang ada hubungannya dengan supervisi pendidikan dan supervisi pendidikan islam. Pengumpulan data di lakukan dengan menelusuri buku-buku bacaan, jurnal ilmiah yang terbit di google scholar, digital library, serta perpustakaan online perpustakaan kota tanjungpinang dan perpustakaan nasional (e-puspenas dan i-Tanjungpinang). Berdasarkan penjelasan yang sudah di paparkan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: 1) sebagai seorang supervisor harus memahami prinsip-prinsip atau azas supervisi pendidikan untuk dapat di gunakan sebagai landasan melaksanakan supervisi demi untuk mencapai kesuksesan. Adapun prinsip-prinsip supervisi pendidikan dan supervisi pendidikan islam menurut beberapa ahli dapat di rangkum kepada prinsip berikut: Ilmiah (scientific), demokratis,kooperatif (kerjasama),konstruktif, kreatif, keterbukaan, mencakup semuan unsur pendidikan, fundamental /dasar ,praktis,realistik, progresife, inovatif, bersifat memberikan bimbingan, bantuan, memberikan saran dan umpan balik, memberikan kesempatan untuk bertanya, dilakukan secara berkala, suasana yang harmonis antara supervisor dengan yang di supervisi; 2) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, seorang supervisor dapat mengimplementasikan berbagai cara, gaya,  bentuk atau tipe supervisi pendidikan, untuk lebih memahami tentang tipe atau gaya supervisi pendidikan; 3) model-model komunikasi dalam supervisi pendidikan  :Model S-R, Model komunikasi Aristoteles,model komunkasi Lasswell, model komunikasi Shannon dan Weaver, model komunikasi David K.Berlo. Tekhnik komunikasi dalam supervisi pendidikan islam adalah : Qaulan sadidan, Qaulan baligha,Qaulan maisura,Qaulan Layyina, Qaulan Ma’rufa, dan Qaulan karima; dan 4) hakekat supervisi Pendidikan Islam adalah kegiatan supervisi pada umumnya  berkaitan dengan pendidikan islam, kegiatan supervisi pendidikan islam lebih menekankan kepada kegiatan pemberdayaan (Muqawwun) agar seluruh stackholder  pendidikan pada suatu lembaga pendidikan menjadi lebih berdaya dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, Kegiatan pemberdayaan tidak terlepas dari kepala sekolah sebagai supervisor pada suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk dapat memberikan motivasi, pertolongan, bantuan, bimbingan dan arahan kepada semua guru dan stackholder sekolah lainnya dalam mengatasi segala permasalahan dalam pendidikan islam.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Konsep Manajemen Qalbu Menurut KH. Abdullah Gymnastiar (AA Gym) Mukhtar, Zulfadhly; Kurniawan, Hakmi; Zaman, Nurul; Arnel, Iskandar; Wahyudi, Hakmi; Hidayat, Hakmi; Syafaruddin, Syafaruddin
Kutubkhanah Vol 21, No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.516 KB)

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam konsep manajemen qalbu menurut KH. Abdullah Gymnastiar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Library Research. Adapun analisis data menggunakan content analysis. Sedangkan sumber data yang penulis gunakan terdiri dari sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam dalam konsep manajemen qalbu menurut KH. Abdullah Gymnastiar  meliputi: 1) Nilai akidah, seseorang dikatakan beriman apabila keimanan itu telah masuk ke dalam hati seseorang. Dengan kata lain, keimanan merupakan perbuatan qalbu sebagai salah satu bentuk akhlak kepada Allah yang seharusnya berimplikasi pada diri manusia. 2) Nilai ibadah, bahwa bukti keimanan  adalah amal shaleh, senang melakukan ibadah dan kebaikan. Amal shaleh akan membawa keberkahan dan rahmat Allah, yang bisa diperoleh dengan hati yang bersih. Keshalehan merupakan kompleksitas sifat dan sikap kepribadian yang bersandarkan pada nilai-nilai keislaman. 3) Nilai akhlak, jika dirinya mengaku beriman kepada Allah maka seharusnya keimanan itu dapat melahirkan akhlak terpuji. Untuk menjadi pribadi yang sholeh dan berakhlak mulia maka sebagai manusia kita harus selalu berupaya untuk membersihkan hati dengan tekad yang kuat, mempunyai ilmu dalam memahami diri, mengevaluasi diri dan memberikan kesempatan pada orang lain untuk menilai kita serta selalu mau belajar dan mengambil hikmah dari apa yang terjadi pada diri dan orang lain.
Musykilatu al Mudarrisi fī Ta’līmi al Lughati al ‘Arabiyyati bi al Madrasati al ‘Āliyati al Islāmiyyati al Ḥukūmiyyati Jāmbi Prihartini, Yogia; Wahyudi, Hakmi
Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature Vol 5 No 01 (2021): Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/al-uslub.v5i01.103

Abstract

The teaching profession is considered one of the important professions in any civilized people, and teaching Arabic in a non-Arab environment, as is the case in Indonesia, requires rehabilitation, training, and development. It starts from the previous stage of teaching in the Arabic language departments, whether in the College of Education or the College of Arts in Indonesian universities. During the teacher's work period, he continues to teach this noble language. The reality of teaching Arabic in Indonesia faces many problems, the most important of which are the linguistic weakness of Arabic language learners, the difficulty of creating an Arabic environment, the lack of books and literature in teaching Arabic, the lack of educational aids to teach Arabic in the existing curricula. The teacher is the reservation on the basis in any educational process. The existence of a good curriculum will be sterile without the availability of a skilled teacher, and teaching Arabic to non-native speakers is an area that requires linguistic, professional, psychological, and social capabilities that are rarely available to one person from the teachers, as language teachers Arabic in Islamic schools, and even in Islamic universities is often either a specialist in teaching a language who is not good at it, or a glorified one for a language who is not specialized in teaching it to non-native speakers, and we rarely see the presence of a linguistically glorified Arabic teacher who is familiar with the methods of teaching Arabic.