Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KARAKTERISASI TANAMAN JERUK (Citrus sp.) DI KECAMATAN NIBUNG HANGUS KABUPATEN BATU BARA SUMATERA UTARA Miza Nina Adlini; Hafizah Khairina Umaroh
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 4, No 1 (2020): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v4i1.8921

Abstract

Citrus is one of the horticultural plants found in Indonesia and is in great demand. The diversity of oranges is very high as indicated by the number of Citrus members. North Sumatra is one of the province with high citrus productivity. Therefore, this study aims to identify the diversity of citrus plants based on their morphological characters in  Nibung Hangus area, Batu Bara, North Sumatra. Data were collected by exploration method. Morphological identification is carried out to assess the morphological diversity of samples taken at the study site, including visual observations of the size, shape and color of plant organ parts. The organs observed included the stems, leaves and fruit of citrus plants. Morphological characterization using the guidelines in IPGRI and the book of Tjitrosoepomo (2002). The data analysis was carried out in a descriptive qualitative. The results showed that there were 5 types of citrus plants found in Nibung Hangus, namely Pamelo Plant (Citrus maxima), Lime Plant (Citrus aurantifolia), Tangerine Plant (Citrus reticulata blanco), Kaffir Lime Plant (Citrus hystrix), and Sunkist Citrus Crop (Citrus sinensis).
IDENTIFIKASI TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (PHANEROGAMAE) DI KAMPUS II UINSU Adi Hartono; Miza Nina Adlini; Yusran Efendi Ritonga; Muhammad Iqbal H Tambunan; Martua Syahriadi Nasution; Jumiah Jumiah
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 3, No 2 (2020): JURNAL BIOLOKUS
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v3i2.755

Abstract

Tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) merupakan tumbuhan berbiji yang berkembang biak secara seksual. Tumbuhan ini memiliki persebaran yang cukup luas dan lazim ditemukan di berbagai daerah. Kampus II UINSU merupakan kampus yang memiliki keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi yang cukup bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) yang terdapat di Kampus II UINSU Metodologi penelitian yang digunakan ialah metode survey eksploratif dan deskriptif, dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. sampel dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku Tjitrosoepomo (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sub divisi tumbuhan, yaitu sub divisi  Angiospermae dan Gymnospermae. Pada sub divisi Angiospermae ditemukan 6 ordo dengan 9 famili pada kelas Monocotyledonae dan 25 ordo dengan 32 famili pada kelas Dicotyledonae. Sedangkan, pada sub divisi Gymnospermae ditemukan 1 kelas dengan 2 ordo tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) yang ditemukan di Kampus II UINSU.
PROFIL KETERAMPILAN MENYUSUN SKENARIO PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti; Miza Nina Adlini; Khairuna Khairuna
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 3, No 1 (2020): JURNAL BIOLOKUS
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v3i1.720

Abstract

Salah satu keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki seorang guru yaitu keterampilan menyusun skenario pembelajaran. Keterampilan ini mencakup bagaimana guru terampil dalam menyusun tahapan kegiatan pembelajaran, pemilihan media dan instrumen pembelajaran serta alokasi waktu untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui tingkat keterampilan mahasiswa calon guru biologi yang menempuh perkuliahan di perguruan tinggi keagamaan dalam menyusun skenario pembelajaran biologi. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Program Studi  Pendidikan Biologi yang sedang menempuh semester akhir. Sampel diambil melalui metode purposive sampling dengan kriteria mahasiswa tersebut telah menempuh mata kuliah Microteaching dan PPL. Instrumen penelitian yaitu angket penilaian Rencana Perencanaan Pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan mahasiswa masih kurang terampil dalam menyusun skenario pembelajaran biologi. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu informasi bagi calon guru khususnya guru biologi untuk meningkatkan keterampilannya dalam menyusun skenario pembelajaran. Selain itu, dosen pengampu mata kuliah perencanaan pembelajaran dan microteaching dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu tolak ukur untuk merancang kegiatan perkuliahan yang mampu memfasilitasi perkembangan keterampilan mahasiswa calon guru biologi dalam menyusun skenario pembelajaran.
Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Adlini, Miza Nina; Hartono, Adi; Khairani, Miftahul; Tanjung, Indayana Febriani; Khairuna, Khairuna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.3842

Abstract

Tumbuhan Cryptogamae merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang berkembang biak dengan tidak memakai biji. Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan salah satu divisi tumbuhan Cryptogamae yang memiliki pola penyebaran yang cukup luas dan lazim ditemui di sekitar lingkungan. Kampus II UINSU. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan tumbuhan paku yang terdapat di kampus II UINSU yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai pengembangan dalam pembelajaran kontekstual Botani Cryptogamae yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata dengan mengamati berbagai spesies tumbuhan Cryptogamae yang ditemukan di areal kampus II UINSU. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey eksploratif dan deskriptif, dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. sampel dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku Tjitrosoepomo (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kelas tumbuhan paku yakni kelas Filicinae dan Lycopodiinae, dimana terdapat 1 ordo, 1 famili, 5 sub famili dan 6 spesies untuk kelas Filicinae serta 1 ordo, 1 famili, dan 1 spesies untuk kelas Lycopodiinae yang ditemukan di Kampus II UINSU.
KARAKTERISASI TANAMAN JERUK (Citrus sp.) DI KECAMATAN NIBUNG HANGUS KABUPATEN BATU BARA SUMATERA UTARA Miza Nina Adlini; Hafizah Khairina Umaroh
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 4, No 1 (2020): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v4i1.8921

Abstract

Citrus is one of the horticultural plants found in Indonesia and is in great demand. The diversity of oranges is very high as indicated by the number of Citrus members. North Sumatra is one of the province with high citrus productivity. Therefore, this study aims to identify the diversity of citrus plants based on their morphological characters in  Nibung Hangus area, Batu Bara, North Sumatra. Data were collected by exploration method. Morphological identification is carried out to assess the morphological diversity of samples taken at the study site, including visual observations of the size, shape and color of plant organ parts. The organs observed included the stems, leaves and fruit of citrus plants. Morphological characterization using the guidelines in IPGRI and the book of Tjitrosoepomo (2002). The data analysis was carried out in a descriptive qualitative. The results showed that there were 5 types of citrus plants found in Nibung Hangus, namely Pamelo Plant (Citrus maxima), Lime Plant (Citrus aurantifolia), Tangerine Plant (Citrus reticulata blanco), Kaffir Lime Plant (Citrus hystrix), and Sunkist Citrus Crop (Citrus sinensis).
Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Miza Nina Adlini; Adi Hartono; Miftahul Khairani; Indayana Febriani Tanjung; Khairuna Khairuna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.3842

Abstract

Tumbuhan Cryptogamae merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang berkembang biak dengan tidak memakai biji. Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan salah satu divisi tumbuhan Cryptogamae yang memiliki pola penyebaran yang cukup luas dan lazim ditemui di sekitar lingkungan. Kampus II UINSU. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan tumbuhan paku yang terdapat di kampus II UINSU yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai pengembangan dalam pembelajaran kontekstual Botani Cryptogamae yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata dengan mengamati berbagai spesies tumbuhan Cryptogamae yang ditemukan di areal kampus II UINSU. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey eksploratif dan deskriptif, dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. sampel dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku Tjitrosoepomo (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kelas tumbuhan paku yakni kelas Filicinae dan Lycopodiinae, dimana terdapat 1 ordo, 1 famili, 5 sub famili dan 6 spesies untuk kelas Filicinae serta 1 ordo, 1 famili, dan 1 spesies untuk kelas Lycopodiinae yang ditemukan di Kampus II UINSU.
HOTS-AEP OF CLIMATE CHANGE (HOTS-AEPCC) DAN TOPIK BIOTEKNOLOGI UNTUK EKOPEDAGOGIK PADA PEMBELAJARAN IPA Ilmi Zajuli Ichsan; Ahman Sya; Sunaryo Sunaryo; Achmad Husen; Diana Vivanti Sigit; Yosi Laila Rahmi; Miza Nina Adlini; Titin Titin; Nurfadhilah Nurfadhilah
Jurnal Biotek Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v9i1.21101

Abstract

Climate change is a phenomenon that discusses in one of the topics of Science (IPA) that could be integrated with biotechnology. The topic might be studied further in terms of ecopedagogy. The purpose of this study was to measure HOTS with the Higher Order Thinking Assessment instrument based on the Environmental Problem of Climate Change (HOTS-AEPCC) and to analyze the relationship between ecopedagogy and biotechnology. The method used in this research was descriptive with the data collection technique using a survey. The results indicated that the students' HOTS scores as measured by HOTS-AEPCC were still in the low category. Therefore, the results of the analysis showed that the topic of biotechnology in science learning was suitable. It assumed that ecopedagogy could combine with biotechnology. This study concludes that the students' HOTS score is still low. Therefore it is necessary to develop science learning oriented to climate change.
Discovery Learning Assisted by Audiovisual Learning Media: Its Effect on Student Biology Learning Outcomes Hafiva Hanum Siregar; Miza Nina Adlini
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 8, No 2 (2022): [ON PROGRESS] Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Juli 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v8i2.2885

Abstract

Pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (Teacher centered) dapat menimbulkan rasa bosan siswa. Hal ini berdampak negatif terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan media pembelajaran audiovisual dalam pembelajaran Biologi terhadap hasil belajar Biologi siswa. Penelitian ini merupakan Eksperimental semu (Quasi Experimental) dengan Non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas XI MIA yang terdiri atas empat kelas dengan total 141 siswa. Sampel berjumlah dua kelas yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, tiap kelas terdiri atas 36 siswa. Kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran discovery learning berbantuan media pembelajaran audiovisual, sedangkan kelas XI MIA 3 sebagai kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda dengan jumlah 20 soal. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji t. dan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan media pembelajaran audiovisual terhadap hasil belajar Biologi siswa. Penerapan model pembelajaran discovery learning dapat dijadikan sebagai pilihan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Serta penggunaan media audiovisual dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.
The Influence of the Cycle 5E's Learning Model on Students' Critical Thinking Ability Ahmad Maulana Nasution; Miza Nina Adlini
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 8, No 2 (2022): [ON PROGRESS] Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Juli 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v8i2.2923

Abstract

Education is a learning process in which students welcome and master knowledge. The ability to know the importance of skills that are very important and very important in all aspects of life, especially in education. This study aims to determine the effect of the 5E learning cycle learning model on the critical thinking ability of the Senior High School of Second grade (XI MIA class) SMA Negeri 1 Batangkuis students. This research is a quasi-experimental study in which the research population consists of two class students at SMA Negeri 1 Batang Kuis, namely class XI MIA1 as the experimental class and XI MIA2 as the control class, each of which contains 31 and 29 people. Data collection techniques in the form of critical thinking test results that refer to cognitive learning tests in the form of multiple choice questions as many as 20 questions. The sampling technique of this study used cluster random sampling, namely random sampling which was calculated using covariance analysis. The results of this study gained a data significance of 0.000 <0.05, meaning there is an effect of linear discrimination on critical thinking skills. Hopefully, we can develop vital thought skills by increasing the concentration of learning together to build ideas and keep students active in the classroom
Improving student biology learning outcomes through guided inquiry assisted mind mapping Uswatun Hasanah; Miza Nina Adlini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13699

Abstract

Guided inquiry can make students active in solving problems with the skills and knowledge that students have. This supports the improvement of student learning outcomes and fosters student creativity in understanding learning materials through mind mapping. The purpose of this study was to examine the guided inquiry model with the aid of mind mapping on the biology learning outcomes of class X high school students. This type of research uses a quasi-experimental with Pre-test and Post-test Non Equivalent Control Group Design. The population of the study was class X students as many as 3 classes with a total of 108 people. The sample consisted of 2 classes, namely X IPA1 as the control class and X IPA2 as the experimental class. Samples were taken using purposive sampling technique. The data was taken using a test instrument in the form of multiple choice questions 20 questions. Data analysis was carried out using the t test, the results obtained were tcount> ttable  so H0 was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this study is that there is an effect of guided inquiry model with mind mapping on biology learning outcomes. This guided inquiry learning model with mind mapping can help students participate in the learning process and observation and can make students understand the subject matter better.Abstrak Inkuiri terbimbing dapat membuat siswa aktif dalam memecahkan masalah dengan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki siswa. Hal ini mendukung peningkatan hasil belajar siswa dan menumbuhkan kreatifitas siswa dalam memahami materi pembelajaran melalui mind mapping. Tujuan penelitian ini untuk melihat model inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA. Jenis penelitian menggunakan quasy experimental dengan Pre-test and Post-test Non Equivalent Control Group Design. Populasi dari penelitian adalah siswa kelas  X  sebanyak 3 kelas dengan jumlah 108 orang. Sampel terdiri atas 2 kelas yakni X IPA1 sebagai kelas kontrol dan X IPA2 sebagai kelas eksperimen. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil menggunakan instrumen tes berupa soal pilihan berganda berjumlah 20 soal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t, diperoleh hasil thitung> ttabel jadi H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh model inkuiri terbimbing dengan mind mapping  terhadap hasil belajar biologi. Model pembelajaran guided inquiry dengan mind mapping  ini bisa membantu siswa berpartisipasi dalam proses pembelajaran maupun pengamatan serta dapat membuat siswa lebih memahami materi pelajaran.