Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TENTANG STUNTING PADA ANAK DI KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2018 Manurung, Evalina
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v3i2.601

Abstract

Puskesmas is a community first aid center. Therefore the Puskesmas was established in the community. Utilization of health services is the process of interaction or relationship between consumers who use services and health service providers. The service process provided starts from the registration stage until the patient gets treatment and healing. This study aims to determine the relationship of facilities and infrastructure, human resources, and distance with the utilization of health services at Bah Bolon Health Center, Simalungun Regency in 2019. This type of research uses analytic descriptive with cross sectional approach with sampling technique using Non Probability Sampling with Accidental Sampling technique. The number of samples in this study were 77 respondents namely Patients who used the Bah Bolon Puskesmas Service. Data were obtained using a questionnaire then in the data analysis using logistic regression test. Based on the analysis of the logistic regression test the most dominant variable associated with the low utilization of health services at the Bah Bolon Health Center is Facilities and Infrastructure the value of p = 0.037 and OR = 3.205. It can be concluded that incomplete Facilities and Infrastructure is a factor in the low utilization of services at the Bah Bolon Health Center in Simalungun District, which is 3,205 times more influential than the Puskesmas with complete facilities and infrastructure.
Analisis Faktor Resiko Kejadian Infertilitas Pada Perawat di RSU Sembiring Panjaitan, Ribka Flora; Manurung, Evalina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3333

Abstract

Latar Belakang: Infertilitas atau Infekunditas merupakan suatu penyakit pada sistem reproduksi yang dapat didefinisikan sebagai kegagalan untuk mencapai kehamilan klinis setelah 12 bulan atau lebih berhubungan seksual tanpa penggunaan alat kontrasepsi. Infertilitas pada pasangan usia subur di seluruh dunia diperkirakan sekitar 50-80 juta. Di Indonesia, 10-15% jumlah penduduk mengalami infertilitas. Prevalensi wanita usia subur yang mengalami infertilitas diperkirakan mencapai 6,08%. Prevalensi infertilitas tertinggi terdapat pada usia 20-24 tahun sebanyak 21,3%. Sedangkan prevalensi infertilitas terendah pada usia 40-44 tahun yaitu 3,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor resiko kejadian Infertilitas pada Perawat di RSU. Sembiring dengan variabel penelitian (Umur, Masa Kerja, Status Gizi, Infeksi Organ Reproduksi dan Paparan rokok). Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah crossectional study dengan pendekatan retrospektif. Pengumpulan data akan dilakukan melalui wawancara yang berpedoman pada kuesioner yang telah memenuhi unsur validitas dan reliabilitas dan pengukuran Body Mass Index (BMI). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang Perawat di RSU. Sembiring, Delitua, Deli Serdang. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariate. Hasil aanalisis statistik pada tahapan Multivariat menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan kejadian Infertilitas pada perawat di RSU. Sembiring yaitu Masa Kerja dengan nilai sig.0,006, Status Gizi dengan nilai sig.0,029 dan Infeksi pada Organ Reproduksi dengan nilai sig. 0,003.
Perbedaan Kondisi Psikologis Remaja Dengan Riwayat Stunting dan Non Stunting di SMP Swasta Yapim Biru-Biru Manurung, Evalina; Panjaitan, Ribka Flora; Lubis, Fithri Handayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4558

Abstract

Anak-anak yang stunting dan dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia sehingga dapat bersaing dengan negara lain. Penelitian ini adalah studi Observasional dengan desain kasus kontrol melalui pendekatan retrospektif terhadap 45 remaja di SMP Yapim Biru-biru dengan riwayat stunting dan remaja dengan riwayat non stunting pada kelompok kontrol yang bertujuan untuk menganalisis Perbedaan Kondisi Psikologis Remaja dengan Riwayat Stunting dan Non Stunting. Pada Remaja dengan Riwayat Stunting diketahui bahwa 30 orang dengan tingkatan masalah emosial Normal, 6 orang dengan tingkatan Borderline dan 9 orang remaja dengan tingkatan Abnormal. Terdapat 5 orang dengan tingkatan masalah conduct Normal, 16 orang dengan tingkatan Borderline dan 25 orang remaja dengan tingkatan Abnormal. Terdapat 14 orang dengan tingkatan Hiperaktivitas Normal, 18 orang dengan tingkatan Borderline dan 13 orang remaja dengan tingkatan Abnormal. Terdapat 5 orang dengan tingkatan masalah dengan teman sebaya Normal, 19 orang dengan tingkatan Borderline dan 21 orang remaja dengan tingkatan Abnormal. Pada Remaja tanpa Riwayat Stunting diketahui bahwa sebanyak 30 orang memiliki tingkatan masalah emosional yang normal, 8 orang dengan tingkatan Borderline dan 7 orang dengan tingkatan emosional Abnormal. Sebanyak 10 orang memiliki tingkatan masalah conduct yang normal, 18 orang dengan tingkatan Borderline dan 17 orang dengan tingkatan masalah conduct Abnormal. Sebanyak 12 orang memiliki tingkatan Hiperaktivitas yang normal, 17 orang dengan tingkatan Borderline dan 16 orang dengan tingkatan Hiperaktivitas Abnormal. Sebanyak 11 orang memiliki tingkatan masalah dengan teman sebaya yang normal, 18 orang dengan tingkatan Borderline dan 16 orang dengan tingkatan masalah masalah dengan teman sebaya Abnormal
Studi Komparatif Balita Stunting di Perkotaan dan Pedesaan Berdasarkan Karakteristik Keluarga Manurung, Evalina; Panjaitan, Ribka Flora
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3334

Abstract

Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Masalah stunting dampak dari defisiensi nutrien selama seribu hari pertama kehidupan yang menimbulkan gangguan perkembangan fisik anak yang irreversible, sehingga menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan motorik serta penurunan performa kerja. Anak stunting memiliki rerata skor Intelligence Quotient (IQ) sebelas poin lebih rendah dibandingkan rerata skor IQ pada anak normal. Gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi bila tidak mendapatkan intervensi sejak dini akan berlanjut hingga dewasa.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik Keluarga dengan balita stunting di Pedesaan dan Perkotaan. Penelitian merupakan studi Observasional dengan desain kasus kontrol melalui pendekatan retrospektif terhadap 45 balita stunting di Perkotaan pada kelompok kasus dan 45 balita stunting di Pedesaan pada kelompok kontrol. Pengumpulan data akan dilakukan melalui observasi dan wawancara yang berpedoman pada kuesioner
Faktor Kesehatan Jiwa dan Psikososial Perawat RSUD Sembiring Di Masa Pandemi Covid-19 Panjaitan, Ribka Flora; Manurung, Evalina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4577

Abstract

Coronavirus disease tahun 2019 atau Covid-19 adalah jenis baru dari Coronavirus, selain memberikan dampak fisik dapat juga memiliki efek serius pada kesehatan mental seseorang. Efek tidak langsung yang terjadi petugas kesehatan terkait kesehatan mental sangat penting untuk diperhatikan dengan cara meningkatkan perawatan, perencanaan perawatan kesehatan mental dan pencegahan langkah-langkah selama potensi pandemi berikutnya. Penilaian, dukungan, dan perawatan kesehatan mental adalah bagian penting dari respons terhadap wabah COVID-19. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah crossectional study dengan pendekatan retrospektif pada 144 perawat di RSUD Sembiring yang bertujuan untuk menganalisis faktor Kesehatan Jiwa dan Psikososial perawat RSUD Sembiring di masa Pandemi Covid 19 Tahun 2020. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling, dimana semua perawat yang sesuai dengan kriteria dimasukkan sebagai responden sampai jumlah subjek yang diperlukan terpenuhi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square pada tahapan uji bivariat yang bertujuan untuk menganalisis masing-masing variabel dan juga analisis regresi logistik untuk tahapan multivariat. Variabel Risiko Kontaminasi Virus berhubungan dengan kondisi jiwa dan psikologis perawat di masa Pandemi Covid-19 dengan sig. 0,027. Variabel beban kerja berhubungan dengan kondisi jiwa dan psikologis perawat di masa Pandemi Covid-19 dengan sig. 0,035. Variabel kontaminasi virus adalah variabel yang paling berhubungan dengan kondisi jiwa dan psikologis perawat di masa Pandemi Covid-19.