Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Komparatif Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Model Make A Match Dan Metode Diskusi Di SMP Negeri 1 kurun Kabupaten Gunung Liling Lenlioni; jairi; Alexandro, Rinto
Edunomics Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Edunomics Journal
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

So far, the learning process tends to be conventional, teachers use the lecture method more and eliminate learning activities. So that students feel bored and not interested in following the learning process, this results in low student learning outcomes. This study aims to (1) describe whether or not there are differences in the make a match model and discussion methods on the learning outcomes of class VIII students at SMPN 1 Kurun, (2) describe the level of effectiveness of learning with the make a match model and discussion method. This study uses a quantitative approach. This research method used an experimental method in the form of a randomized pretest-posttest comparison design using 2 groups of subjects, namely 1 group as the experimental class I (Make A Match) and 1 group as the experimental class II (Discussion). This research was conducted at SMP Negeri 1 Kurun Gunung Mas Regency in class VIIIA and class VIIIB in the 2016/2017 academic year. Sampling using purposive sampling technique. Data collection techniques using tests in the form of pretest and posttest. Analysis of the data before testing the hypothesis using the normality test and homogeneity test, then testing the hypothesis using t-test analysis. The results showed that the learning outcomes of class VIIIA students who used the make a match method were better than class VIII who used the discussion method with an average score of 81.5625 for class VIIIA and 73.1250 for class VIIIB and based on the results of the t-test showed tcount (4.306) > t table (1.959). Thus it can be concluded that learning using the make a match model is more effective in improving student learning outcomes than using the discussion method
Analisis Kualitas Tes Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Di SMA Swasta Kota Palangka Raya Sri Maryati; Jairi; Eriawaty
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 7, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas tes ulangan akhir semester mata pelajaran ekonomi untuk kelas X di SMA Swasta kota Palangka Raya tahun 2016.Soal tes ulangan akhir semester kelas X mata pelajaran ekonomi di SMA Swasta kota Palangka Raya dibuat oleh guru mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, karena analisis data atau informasi yang diperoleh datanya diolah dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka yang dapat dilihat melalui taraf kesukaran soal, daya pembeda soal, validitas tes, reliabilitas tes, efektifitas distraktor, dan juga omit. Subyek dalam penelitian ini adalah soal ulangan semester mata pelajaran ekonomi dalam bentuk tes objektif pilihan ganda tahun 2016 kelas X di seluruh SMA Swasta kota Palangka Raya yang menggunakan kurikulum KTSP yaitu SMA PGRI 1, SMA Perintis, SMA Garuda, SMA Nahdhalatul Ulama, SMA Karya, SMA Nusantara, SMA Isen Mulang, SMA Muhammadiyah 2, SMA Panantiring dan SMA Purnama. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi yaitu berupa soal-soal tes ulangan semester mata pelajaran ekonomi kelas X beserta kunci jawaban soal tes, dan lembar jawaban ulangan siswa. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan menunjukkan kualitas tes ulangan semester mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Swasta kota Palangka Raya, yaitu: (1) Taraf kesukaran soal dinyatakan baik, karena persentase soal dalam kategori sedang besar yaitu 59,28%, sedangkan soal mudah 13,60% dan soal sukar 27,13%. (2) Daya pembeda soal dinyatakan kurang baik, karena persentase soal dengan daya pembeda jelek tinggi yaitu 61,33%, soal dengan daya pembeda sedang 22,78%, dan soal dengan daya pembeda baik 15,90%. (3) Validitas tes dinyatakan tidak baik, karena persentase soal tidak valid sebesar 91,73, sedangkan soal valid hanya 8,28%. (4) Reliabilitas tes dinyatakan memiliki reliabilitas rendah (un-reliable) yaitu 0,165. (5) Efektifitas distraktor soal dinyatakan cukup baik, dengan persentase distraktor baik 55,63%, distraktor cukup baik 29,30%, dan distraktor tidak baik 15,08%. (6) Omit soal dinyatakan baik yaitu 9,75%.
Implementasi Buku Ajar IPS Di SMK Se-Kota Palangka Raya Selmi; Jairi; Eriawaty
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 7, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar atau materi ajar adalah bahan atau materi yang harus dipelajari siswa dalam satu kesatuan waktu tertentu. Bahan ini dapat berupa konsep, teori, dan rumus-rumus keilmuan; cara, tata cara, dan langkah-langkah untuk mengerjakan sesuatu; dan norma-norma, kaidah-kaidah, atau nilai-nilai. Berdasarkan wawancara awal atau amatan awal yang peneliti lakukan kepada guru IPS di SMK Se-Kota Palangka Raya, terlihat jelas bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SMK Se-Kota Palangka Raya sering mengalami masalah seperti terjadinya perubahan kurikulum, perubahan ini sengaja diciptakan oleh atasan (Depdiknas) sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan atau pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, ataupun sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi dan sebagainya. Kemudian ketersediaan buku paket juga masih terbatas, sehingga guru IPS harus mengembangkan buku ajar dengan mencari bahan lain dari internet, supaya dapat digunakan sebagaimana yang diharapkan, serta dapat bermanfaat bagi peserta didik dan guru IPS itu sendiri dalam menunjang pelaksanaan pembelajaran yang baik. Dan masalah yang juga sering guru alami adalah sukarnya mengelola kelas, sehingga akibat kegagalan guru menggelola kelas, tujuan pengajaran pun sukar untuk dicapai. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi buku ajar IPS di SMK Se-Kota Palangka Raya. Metode pengumpulan data menggunakan lembar angket.Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari Guru IPS yang bertugas di SMK Se-Kota Palangka Raya, dengan jumlah populasi sebanyak 20 (dua puluh), dan jumlah sampel adalah jumlah keseluruhan dari populasi, jadi seluruh anggota populasi yang diteliti. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan penyebaran angket. Berdasarkan penelitian dari hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi buku ajar IPS di SMK Se-Kota Palangka Raya yang dilakukan dan diajukan dengan menganalisa data yang di dapat, maka yaitu; sebesar 82.46% dikategorikan sangat baik.
Kesesuaian Butir Soal Buatan Guru Dengan Tujuan Pembelajaran Ekonomi Di SMAN 1 Katingan Tengah Erlin Diana Noor; Jairi; Eriawaty
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 6, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Subjek penelitiannya adalah Guru mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Katingan Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir soal sudah mampu mengukur kesesuaian butir soal dengan tujuan pembelajaran. Hal ini dapat ditunjukkan dari hasil penelitian dengan ditemukan sebanyak 26 butir soal telah sesuai dengan tujuan pembelajaran pada kurikulum yang berlaku, 3 butir soal tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran dan 1 butir soal yang tidak disebutkan dalam rumusan tujuan pembelajaran. Dan dalam aspek kognitif terdapat penyebaran soal belum sesuai dengan proporsi penyebaran soal yang baik, karena jumlah persentase yang sesuai proporsi hanya sebaran soal penerapan (C3) yaitu dengan persentase 30%, sedangkan untuk sebaran soal pengetahuan (C1) melewati batas proporsi penyebaran soal yang baik yaitu dengan persentase 36,67% dan sebaran soal pemahaman (C2) dengan persentase 33,33% masih jauh dari proporsi kriteria penyebaran soal yang baik.