Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

UPAYA GURU PAI DALAM MENANAMKAN KEBIASAAN SHALAT DHUHUR BERJAMAAH SISWA: Studi Dekskripsi di SMA Satya Dharma Kecamatan Balung Kabupaten Jember Indra
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 5 No 1 (2020): Maret
Publisher : PGMI-FAI- UI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.44 KB)

Abstract

Guru adalah salah satu di antara faktor pendidikan yangmemiliki peranan yang paling srategis, sebab gurulah sebetulnya pemainyang paling menentukan di dalam terjadinya proses belajarmengajar.Dalam proses belajar mengajar, guru mempuyai tugas untukmendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untukmencapai tujuan. Guru mempuyai tanggung jawab untuk melihat segalaseseatuyang terjadi dalam kelas untuk membantu perkembangan siswa.Penyampaian materi pelajaran hanyalah merupakan salah satu dariberbagai kegiatan dalam belajar sebagai salah satu proses yang dinamisdalam segala fase dan proses perkembangan siswa. Fokus penelitian inimengangkat masalah umum yaitu upaya guru PAI dalam menanamkankebisaaan shalat dhuhur berjamaah siswa. Fokus masalah: 1) Bagaimanaupaya guru PAI dalam perencanaan menanamkan kebiasaan shalat dhuhurberjamaah siswa 2) Bagaimana upaya guru PAI dalam pelaksanaanmenanamkan kebiasaan shalat dhuhur berjamaah siswa 3) Bagaimanaupaya guru PAI dalam evaluasi kebiasaan shalat dhuhur berjamaah.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, Adapun jenisnya deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview,dokumentasi . Teknik analisa datanya menggunakan reduksi data,penyajian data dan verifikasi data. Teknik penentuan informanmenggunakan purposive, keabsahan data menggunakan triangulasisumber. Hasil penelitian menunjukan, bahwa secara umum upaya guruPAI dalam menanamkan kebiasaan shalat dhuhur berjamaah siswaberjalan dengan baik, baik dalam perencanaan di buktikan adanyapembekalan terhadap siswa tentang tata cara shalat yang benar di dalamkelas, di dalam pelaksanaan di buktikan dengan adanya jadwal shalatberjamaah terorganisir, di dalam evaluasi di buktikan adanya evaluasirutin yang di lakukan dewan guru setiap kali di adakan rapat. Maka dapatdi simpulkan bahwa upaya guru PAI dalam menanamkan kebiasaan shalatdhuhur berjamaah berjalan dengan baik
Multiple Traveling Salesman Problem menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization dengan Operasi Elitism Sugiarto Cokrowibowo; Ismail; Indra
Journal of Computer and Information System ( J-CIS ) Vol 3 No 1 (2020): J-CIS Volume 3 Issue 1 2020
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.204 KB) | DOI: 10.31605/jcis.v1i2.619

Abstract

The Multiple Traveling Salesman Problem (MTSP) is a combinatorial optimization problem and extension of Traveling Salesman Problem (TSP). There are many implementation of MTSP on transportation and scheduling. MTSP is an NP-hard problem. This paper study about solving MTSP using Ant Colony Optimization and Elitisme operator from Genetic Algorithm. The result of this combination algorithm enhance the solution search performace because of the elitism operation which ensure the solution value always increase.
STUDI EKSPERIMENTAL STRUKTUR HELMET PENGENDARA SEPEDA AKIBAT BEBAN IMPAK JATUH BEBAS PADA BAHAN POLIMER BUSA KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Holdani; Syam, Bustami; Abda, Syahrul; Sabri, M.; Isranuri, Ikhwansyah; Indra; Hamsi, Alfian
DINAMIS Vol. 3 No. 2 (2015): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.04 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v3i2.6979

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan tegangan, regangan danenergi potensial yang mampu diserap oleh helmet sepeda dari bahan polimer busa komposit dan helmet komersial yang kemudian dibandingkan dengan hasil uji. Pengujian impak jatuh bebas dilakukan dengan menggunakan alat uji jatuh bebas multiguna. Helmet yang diuji diletakkan pada tes rig yang dapat diatur ketinggian jatuhnya. Perhitungan waktu impak, maka pada alat uji dilengkapi dengan 8 buah sensor proximity jenis induktif. Helmet akan jatuh dan menabrak dudukan alas uji yang disebut dengan istilahanvil. Gaya yang dihasilkan akan diukur dengan menggunakan alat sensor pengukuran beban yang disebut dengan load cell yang diletakkan di bawah anvil. Data akan dipindahkan dari load cell ke suatu sistem data akusisi yang berfungsi untuk merubah sinyal analog ke bentuk sinyal digital. Akhirnya data akan disimpan dalam PC sebagai gaya (N) dan waktu (ms).Hasil pengujian dengan cara eksperimental untuk helmet bahan polimer busa komposit diperkuat serat TKKS pada ketinggian impaktor 1,5 m diperoleh besar gaya rata-rata 42,64 kgf yang berarti sama dengan 418,29 N dan besar tegangan rata-rata yang terjadi adalah 3,58 Mpa. Tegangan yang terjadi ini menyebabkan helmet sepeda pecah yang berarti telah mencapai dan melewati titik break point. Sedangkan untuk helmet komersial pada ketinggian 1,5 m diperoleh besar gaya rata-rata 45,04 kgf yang berarti sama dengan 441,84 N dan besar tegangan rata-rata yang terjadi adalah 3,78 Mpa.
PENGARUH KETINGGIAN BEBAN IMPAK JATUH BEBAS TERHADAP SPEED BUMP DARI BAHAN CONCRETE FOAM DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) Sipahutar, Abdul R.; Syam, Bustami; Sabri, M.; Abda, Syahrul; Indra; Mahadi; Tugiman
DINAMIS Vol. 4 No. 1 (2016): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.486 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v4i1.7014

Abstract

Bentuk profil speed bump yang tidak sesuai standar bisa membahayakan pengguna jalan yang melintas. Penelitian ini berfokus pada pembuatan bentuk profil speed bump dari material concrete foam yang diperkuat serat TKKS agar diperoleh desain struktur speed bump yang lebih baik dan lebih aman sesuai standar. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh ketinggian impak jatuh bebas terhadap Speed Bump dari bahan Concrete Foam diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS. Manfaat penelitian ini untuk memanfaatkan serta mengolah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) hasil pabrik kelapa sawit agar dapat bernilai ekonomis. Pembuatan speed bump menggunakan mortar; semen=26 %, pasir=38%, air=28%. Lalu ditambahkan bahan pengembang=5% dan penguat matriks berupa serat TKKS=3%.Dimensi speed bump 200 × 400 × 150 mm. Kesimpulan penelitian ini; dari uji impak jatuh bebas terhadap speed bump yaitu , Pada ketinggian 1 m posisi speed bump datar tidak terjadi keretakan, Pada ketinggian 3 m posisi speed bump datar terjadi keretakan . Pada ketinggian 1 m posisi speed bump miring tidak terjadi keretakan Pada ketinggian 3 m posisi Speed bump miring, terjadi keretakan.
ANALISA RESPON MEKANIK STRUKTUR BATAKO RINGAN DARI BAHAN KOMPOSIT CONCRETE FOAM DIPERKUAT SERAT TKKS TERHADAP BEBAN IMPAK JATUH BEBAS Brayn, Randy; Syam, Bustami; Abda, Syahrul; M. Sabri; Indra
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.727 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7180

Abstract

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) memiliki nilai untuk direkayasa menjadi material alternatif yang dapat dimanfaatkan dengan alasan masih berlimpahnya bahan baku, mudah diolah menjadi bentuk serat halus, dapat didaur ulang, bebas korosi, tahan dan mampu menyerap suhu panas, serta ekonomis, seperti untuk pembuatan papan partikel. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa respon mekanik produk batako ringan dari bahan concrete foam diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) akibat beban impak jatuh bebas. Pembuatan batako ringan menggunakan mortar; semen = 30%, pasir = 45%, air = 15%. Lalu ditambahkan bahan pengembang = 7%. Bahan concrete foam ini diberi penguat matriks berupa serat TKKS = 3%. Dimensi batako ringan 600×200×100 mm. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian eksperimen. Data diperoleh melalui pengujian makrostruktur dan impak jatuh bebas. Hasil pengujian impak jatuh bebas ketinggian 0,5 m tegangan rata-rata 0,0035 MPa , tegangan lentur 8,1 MPa dan energi impak 105 joule terjadi patah. ketinggian 1 m tegangan rata-rata 0,0057 MPa , tegangan lentur 12,9 MPa dan energi impak 524,5 joule terjadi patah. ketinggian 1,5 m tegangan rata-rata 0,0075 MPa , tegangan lentur 16,4 MPa dan energi impak 1118 joule terjadi patah. Rata-rata area porositas pada specimen batako ringan adalah 15.19%.
STUDI PENGARUH PREHEAT DAN POST HEAT TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM 6061 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS Rendi K. Gurusinga; Alfian Hamsi; Indra; Ahmad H. Siregar; Mahadi
DINAMIS Vol. 7 No. 4 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.726 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i4.7225

Abstract

Teknologi produksi dengan menggunakan bahan baku logam, teknik penyambungan logam dengan pengelasan merupakan proses pengerjaan yang memegang peranan yang sangat penting. Salah satu jenis pengelasan yang sudah umum digunakan adalah pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) untuk menyambung logam seperti Aluminium, Stainless Steel, Carbon Steel, dan Tembaga. Ada beberapa parameter yang menpengaruhi hasil las seperti yaitu arus, sifat logam induk, logam pengisi, preheat dan post heat, dll. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh preheat dan post heat yang sifat mekanik dari Aluminium 6061 menggunakan variasi preheat dan post heat pada temperatur 130oC, 160oC, dan 190oC dengan pengelasan TIG. Tujuan perlakuan preheat adalah untuk mengurangi kelembaban area pengelasan, mencegah terjadinya craking pada pengelasan.. Dan tujuan pemberian post heat adalah untuk menghilangkan tegangan sisa yang terjadi pada hasil pengelasan. Pada hasil studi ini didapat bahwa sifat mekanik dari pengelasan Aluminium 6061 mengalami perubahan berdasarkan variasi preheat dan post heat yang telah dilakukan. Nilai kekerasan titik las meningkat dimana pada temperature 130oC=68,72 BHN, 160oC=70,51 BHN, dan 190oC=76,26 BHN. Dan untuk kekuatan tarik juga mengalami peningkatan dimana pada temperature 130oC=158,57 N/mm2, 160oC=169,85 N/mm2, dan 190oC= 174,50 N/mm2.
Media Pembelajaran Pendidikan Islam Ramsah Ali; Indra
Ta'dib Vol. 11 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v11i2.40

Abstract

Dalam sebuah rangkaian proses pembelajaran, kehadiran alat/media pembelajaran mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut, ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media pembelajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan pembelajaran”. Dikatakan juga bahwa, Alat/Media merupakan sarana yang membantu proses pembelajaran terutama yang berkaitan dengan indera pendengaran dan penglihatan, bahkan adanya alat/media tersebut dapat mempercepat proses pembelajaran peserta didik karena dapat membuat pemahaman peserta didik lebih cepat dalam menyerap materi pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran. Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Media adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran Islam di madrasah maupun di sekolah.
Implementasi Data Mining menggunakan Algoritma Apriori untuk Menentukan Pola Pembelian Obat di Rumah Sakit Novita Aulia; Indra; Nahya Nur
Journal of Computer and Information System ( J-CIS ) Vol 4 No 2 (2021): J-CIS Volume 4 No. 2 2021
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jcis.v4i2.1259

Abstract

Data mining merupakan proses untuk mendapatkan informasi yang berguna dari gudang basis data yang berupa ilmu pengetahuan. penelitian ini melakukan analisa data dengan menggunakan data mining dan metode algoritma apriori. Sistem yang dibangun ditujukan untuk pemenuhan dalam penentuan pola pembelian obat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database Mysql pada studi kasus Apotik rumah sakit umum majene. Sistem ini dibangun berdasarkan kebutuhan pengguna yang diperoleh melalui metode wawancara dan studi lapangan dengan jumlah data yang diperoleh yaitu 250 data . Metodelogi pengembangan sistem yang digunakan yaitu metode Research and Development (R & D). yang terdiri Analisis, Desain, Pengkodean dan Pengujian. Hasil pengujian dengan algoritma apriori dan sistem yang dibangun menunjukan hasil yang telah memenuhi kebutuhan dalam penentuan pola pembelian obat di rumah sakit berdasarkan kecenderungan pembelian obat oleh pelanggan
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT KABUPATEN BENER MERIAH TERHADAP ANCAMAN LETUSAN GUNUNG API BURNI TELONG Nurul Izzati; Agussabti; Indra
J-Innovation Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal J-Innovation
Publisher : Politeknik Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.985 KB) | DOI: 10.55600/jipa.v7i1.50

Abstract

Volcano preparedness is a response or an attempt to provide protection to ourselves and the environment, both material and non-material. In the volcanic region of Bur Ni Telong, Bener Meriah District, the lack of preparedness of communities, a high level of mobility and building in the wrong place at the identified disaster-prone areas is the biggest cause of vulnerability in the region endures the fire. The research for preparedness of Bur Ni Telong Communities is a blend of quantitative and qualitative methods. Further calculation results are analyzed and the summarized into a proposed strategy for achieving community preparedness for disasters. The results showed that the overall level of preparedness or communities in the central highlands area of study especially in the category of less ready with a cumulative index score 48.506. Unpreparedness is influenced by a number of factors, such as knowledge, attitudes, early warning system, employment and education. Some possible strategies proposed to improve community preparedness in the study area is to focus activities to reduce the risks, empowering communities as subjects not objects in disaster management, and local document of knowledge through educational curriculum in schools.