Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Strukturalisme Naratologi Legenda Tanjung Menangis Andi Pranata; Juanda; Riadi Suhendra
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis (1) ceriteme atau miteme, (2) episode-episode dan (3) aspek sosial-budaya pada legenda Tanjung Menangis (TM) Sumbawa karya Aries Zulkarnain. Subjek penulisan adalah legenda TM yang diterbitkan oleh Penerbit Ombak pada tahun 2012, sedangkan objek penulisan adalah rangkaian struktur cerita dan aspek sosial-budaya. Jenis penulisan yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan content analysis. Teknik pengumpulan data, yaitu pencatatan dan dokumentasi, kemudian instrumen pengumpulan data menggunakan kartu pencatatan dan dokumentasi. Uji keabsahan adalah triangulasi teori. Adapun hasil penelitian menunjukkan: (1) ceriteme atau miteme yang ada dalam legenda TM dibagi menjadi tujuh puluh enam ceriteme atau miteme; (2) terdapat enam episode. Keenam episode tersebut merupakan rangkaian cerita yang mempunyai satu tema yang mewakili beberapa ceriteme atau miteme; (3) aspek sosial-budaya diklasifikasi menjadi dua, yaitu (a) aspek yang berhubungan dengan tata krama dan sopan santun; kemudian (b) aspek yang berhubungan dengan kerukunan antarsesama kerajaan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INSTRUCTION PADA KELAS X MIA 1 SMAN 1 MARONGE TAHUN AJARAN 2018/2019 Riadi Suhendra; Sri Sugiarto; Rini Qurratul Aini
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis puisi dan keterampilan menulis puisi melalui penerapan pendekatan kooperatif tipe explicit instruction. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, telaah dokumen, dan non tes. validasi data menggunakan triagulasi metode dan triagulasi sumber data. Teknik analisis data melalui teknik analisis kritis dan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe explicit instruction dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran menulis puisi siswa kelas X MIA 1 SMAN 1 Maronge yang dilakukan selama dua siklus. Pada siklus I jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas KKM (65) 5 siswa (16,66%) dengan nilai rata-rata 59,00. Pada siklus II siswa tuntas meningkat menjadi 24 siswa (80%) dengan nilai rata-rata 71,66.
PELATIHAN PENYUSUNAN INTRUMEN PENELITIAN SURVEI BAGI CALON GURU Sri Sugiarto; Riadi Suhendra; Adnan
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan peneliti menyusun desain instrumen penelitian yang baik dan berkualitas akan menjamin data yang berkualitas pula. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkat pengetahuan dan kemampuan calon guru menyusun dan menggunakan instrumen pengumpulan data dalam penelitian survei. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari pada bulan Spetember 2019. Yang menjadi sasaran kegitan pelatihan ini adalah mahasiswa atau calon guru. Metode kegiatan ini dilakukan dengan metode ToT dengan tahapan (1) penyampaian materi, diskusi, latihan pengambangan instrumen, unjuk kerja dan diskusi, uji coba instrumen dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menjukkan hasil adanya pemahaman dan kemampuan yang baik dalam menyusun dan mempraktik menggunakan instrumen penelitian, namun ada beberapa cacatan yang perlu diperbaiki diantaranya (1) pertanyaan yang disusun masih banyak mengirig pada jawaban tertentu, (2) masih terdapat pertanyaan yang ambigu, (3) masih ada pertanyaan yang menggunaakan akronim yang tidak lazim. Begitu juga halnya dengan hasil evaluasi praktik uji coba instrumen, terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki diantaranya, (1) peserta masih terlalu kaku pada saat memulai penyampaian pendahuluan, (2) beberapa peserta lupa menyampaiakan pendahuluan, (3) peserta masih terlalu kaku saat melakukan wawancara, (4) beberapa peserta lupa melengkapi alat atau kebutuhan dalam melakukakan wawancara.