Astrid Maryam Yvonny Nainupu
Sekolah Tinggi Teologia Simpson Ungaran

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Remaja Di Masa Pandemi Covid-19 Astrid Maryam Yvonny Nainupu; I Putu Ayub Darmawan
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 2, No 2 (2021): Pendidikan Agama Kristen dan Kepemimpinan Kristen
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v2i2.75

Abstract

The Covid-19 Pandemic period hit Indonesia and affected the learning system in schools. Schools should run distance education. This makes it difficult for teachers in schools, including Christian Religious Education Teachers, to educate children so that their character is formed. The focus of this paper is the efforts of Christian Religious Education Teachers to shape the character of teenagers during the Covid-19 pandemic. The writing uses library research methods and Bible interpretation to provide ideas about efforts to build the character of teenagers during the pandemic. These efforts include making a teaching curriculum based on Bible teaching both doctrinally and practically, which focuses explicitly on the fruit of the Spirit in this discussion. Then apply creative learning methods based on information technology. Teachers can also take an enthusiastic approach to teenagers and become trusted friends simultaneously and guide them based on the truth of God's Word. Teachers also establish communication and provide parenting classes for parents so that parents also have the provision to shape the character of Christ in their children.AbstrakMasa Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan memengaruhi  sistem pembelajaran di sekolah. Sekolah harus menjalankan pendidikan jarak jauh. Hal ini menyulitkan para guru di sekolah, termasuk guru Pendidikan Agama Kristen yang tugasnya mendidik anak-anak agar karakter mereka dibentuk. Fokus dari penulisan ini adalah usaha guru Pendidikan Agama Kristen untuk membentuk karakter anak remaja di masa pandemi Covid-19. Penulisan menggunakan metode penelitian pustaka sehingga dapat memberikan gagasan tentang upaya pembentukan karakter anak remaja tetap dapat dilakukan di masa pandemi. Usaha itu antara lain membuat kurikulum pengajaran yang berdasarkan pada pengajaran Alkitab baik secara doktrinal dan praktika yang secara khusus dalam pembahasan penulisan ini berfokus pada buah Roh. Kemudian menerapkan metode pembelajaran yang kreatif yang berbasis teknologi informasi. Guru juga dapat melakukan pendekatan secara intens kepada anak remaja dan menjadi sahabat yang dapat dipercaya sekaligus serta dapat membimbing mereka berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Guru juga menjalin komunikasi dan menyediakan kelas-kelas parenting bagi para orang tua sehingga orang tua juga memiliki bekal untuk membentuk karakter Kristus dalam diri anak mereka.
Kunci Keberhasilan Seorang Anak Dalam Pemaparan Alkitab Astrid Maryam Yvonny Nainupu; Ayang Emiyati
Didache: Journal of Christian Education Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v1i2.329

Abstract

Every parent definitely wants the children to succeed in their life. However, most parents do not understand the true key of success. On the other hand, they are not able to accompany and educate their children to be success. The purpose of this study is to search the exposure of the Bible about the concept of success, the way a child raised by the parent or adults based on the examples from the Bible. The method used in this study is a literature review research and the exegesis of Bible. Based on the Bible success promised by God is a success in wealth and an ability to have wisdom needed to manage the daily problems. Besides, the important thing for a child to be success based on the exposure of the Holy Bible, is by reading, meditating and being careful to do everything written in the Scripture.  
Aplikasi Pemahaman tentang Sifat Allah dalam Pernyataan "Allah Menyesal" Berdasarkan Yunus 3:10 Sabda Budiman; Astrid Maryam Yvonny Nainupu
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 3, No 2 (2021): Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v3i2.56

Abstract

The concept of God's regret in Jonah 3:10 may be confusing to today's Christians if they do not get a proper understanding. God is All-knowing and All-wise. If God is sovereign why can He change in His decisions and become remorseful. Knowing the nature of Alah based on the understanding of this text is indispensable to today's Christians. In addition, a clear understanding of the nature of God based on the text of Jonah 3:10 will lead the present Christian mat to understand what should be done based on that understanding. This paper will provide a clear understanding of the concept of God's regret through the exeegese method and library research of the text from Jonah 3:10 Today's Christians understand the nature of God in the concept of god's regret clearly based on the text of Jonah 3:10 and respond correctly based on an understanding of the concept. So be not allah of those who show mercy. He knew that the Ninevites would repent, which is why He forced Jonah to go to Nineveh. He was also a merciful God even against evil pagans like Nineveh. And whatever the situation, he remains unchanged and fully sovereign. He is all-knowing and all-wise. Abstrak Konsep Allah yang menyesal di dalam Yunus 3:10 mungkin membingungkan bagi orang Kristen masa kini jika tidak mendapatkan pemahaman yang tepat. Jika Allah Mahatahu mengapa Allah menyesal. Jika Allah berdaulat mengapa Ia bisa berubah di dalam keputusan-Nya dan menjadi menyesal. Mengenal sifat Alah berdasarkan pemahaman terhadap teks ini sangat diperlukan oleh umat Kristen masa kini. Selain itu juga pemahaman tentang sifat Allah yang jelas berdasarkan teks Yunus 3:10 akan membawa mat Kristen masa kini untuk mmengerti apa yang seharusnya dilakukan berdasarkan pemahaman tersebut. Tulisan ini akan memberikan pemahaman tentang konsep menyesallah Allah secara jelas melalui metode eksegese dan penelitian pustaka terhadap teks dari Yunus 3:10 umat Kristen masa kini memahami sifat Allah di dalam konsep menyesallah Allah secara jelas berdasarkan teks Yunus 3:10 dan meresponi dengan benar berdasarkan pemahaman terhadap konsep tersebut. Karena sangat jelas bahwa Allah yang menyesal itu adalah Allah yang tetap Mahatau. Dia telah tahu bahwa orang Niniwe akan bertobat itulah sebabnya Ia memaksa Yunus untuk tetap pergi ke Niniwe. Ia juga Allah yang penuh dengan belas kasihan bahkan terhadap bangsa kafir yang jahat seperti Niniwe. Dan apapun situasinya, Ia tetap tidak berubah dan berdaulat sepenuh-Nya. Penyesalan-Nya justru membuktikan Ia Mahatahu, Mahakasih dan Mahaberdaulat.
Participation of Religious Leaders in Helping the Success of the Government's COVID-19 Vaccination Program Simon Simon; Alfons Renaldo Tampenawas; Joko Santoso; Astrid Maryam Yvonny Nainupu; Semuel Ruddy Angkouw; Alvonce Poluan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 5, No 2 (2021): July 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.906 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v5i2.405

Abstract

Participation of Religious Leaders in Helping the Success of the Government's COVID-19 Vaccination Program. The basic idea of this paper departs from observations in the virtual and real world, where certain people or groups are found who disagree with the need to be vaccinated. If the country's people reject the mandatory mass vaccination, which the government is discussing, it will take a long time to restore normal activities. This paper uses a descriptive qualitative method with a literature study approach. The description in this paper found some people's rejection of vaccines because their views or perceptions about COVID-19 influenced it. The government's hope to immediately carry out mass vaccinations for all Indonesian people must be balanced with maximum efforts to make it happen. This substantial effort can be made by providing massive education in the media, conducting public campaigns, and providing guarantees to vaccine recipients. On the other hand, the success of this vaccination program does not only depend on the government; all elements of society are expected to contribute in this regard, especially religious leaders. The manifestation of the involvement of religious leaders is by educating the congregation through the pulpit about vaccines. In addition, religious leaders must also set an example by participating in vaccinations and actively countering hoax news. The dominance of factual information about vaccines dominates mass lines on social media. ABSTRAKKeikutsertaan Pemuka Agama Dalam Membantu Mensukseskan Program Vaksinasi COVID-19 Pemerintah. Ide dasar tulisan ini berangkat dari pengamatan di dunia maya dan nyata, yang mana ditemukan orang-orang atau kelompok tertentu yang tidak menyetujui keharusan untuk divaksin. Apabila masyarakat tanah air kecenderungan menolak wajib vaksinasi masal yang diwacanakan oleh pemerintah, tentu akan lama memulihkan aktivitas normal kembali. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Uraian pada tulisan ini ditemukan, penolakan sebagian orang terhadap vaksin karena dipengaruhi oleh  pandangan atau persepsi mereka mengenai COVID-19. Harapan pemerintah untuk segera melakukan vaksinasi masal ke seluruh masyarakat tanah air, harus diimbangi upaya yang maksimal dalam mewujudkannya. Upaya konkret itu dapat dilakukan dengan pemberian edukasi secara masif di media, melakukan kampanye publik dan adanya jaminan kepada penerima vaksin. Disisi lain suksesnya program vaksinasi ini tidak hanya bergantung kepada pemerintah, semua elemen masyarakat diharapkan kontribusinya dalam hal ini terutama para pemuka agama. Wujud dari keterlibatan pemuka agama adalah dengan mengedukasi jemaat melalui mimbar tentang vaksin. Selain itu, pemuka agama juga harus memberi contoh dengan ikut divaksin, serta aktif mengcounter berita hoax agar dominasi berita faktual tentang vaksin menguasai lini massa  di media sosial.