Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Internet Of Things (IoT) Pada Desain Pengindraan Tanaman Obat : Studi Pendahuluan Nurvelly Rosanti; Mitra Unik; Deden Girmansyah
FORMAT Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/format.2019.v8.i2.010

Abstract

Secara historis, tanaman obat telah digunakan sejak zaman kuno. Tanaman obat mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, masyarakat menggunakan tanaman obat sebagai pengobatan alternatif jika sakit. Berbagai jenis tanaman obat menjadi kesulitan bagi masyarakat dalam memilih tanaman obat yang dibutuhkan, karena ada yang bentuk sama tapi beracun sehingga akan berakibat fatal bagi pengguna. Karakteristik bentuk tanaman obat dapat digunakan untuk dibuatkan suatu sistem yang mempermudah masyarakat dalam mengenali tanaman obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Operate, Optimize), agar sistem ini dapat dijangkau luas di masyarakat, maka konsep Internet Of Things (IoT) merupakan pilihan yang tepat, penggunaan algoritma Convolution Neural Network (CNN) untuk akurasi gambar dalam pengindraan.
PENINGKATAN KUALITAS PUBLIKASI ILMIAH DAN PENELITIAN BAGI GURU SLTA DENGAN PEMANFAATAN SOFTWARE REFERENSI Afdhil Hafid; Harun Mukhtar; Regiolina Hayami; Yulia Fatma; Mitra Unik; Hasanuddin Hasanuddin; Yoze Rizki
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 2 No 2 (2018): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3308.475 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v2i2.1003

Abstract

Republic of Indonesia Law No. 14 of 2005 describes teachers as professional educators with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, evaluating, and evaluating students in the formal education listed. The teacher has an important role in planning and implementing the learning process, so as to obtain opportunities to improve competence. One of the activities that must be carried out by teachers in developing their competence as teachers is scientific publications, which are listed in Article 11 of the Minister of PAN & RB Regulation No.16 of 2009 concerning teacher functional positions. In designing scientific publications there are stages and methods that are different from other papers. The research work comes from the research activities carried out so that it can be a reference in the follow-up of educational activities. The existence of information technology devices makes it easy for teachers to carry out research activities to publish them. The more research carried out at this time is not necessarily comparable with the quality of research. The demand to fulfill good and correct reference criteria is a challenge for teachers in the stages of reviewing and following up on publications. This service activity provides other insights into better article writing and reference techniques using computer-assisted devices. Problems with the obstacles faced so far by the teacher in writing are expected to be solved so that joint efforts in creating an environment of professionalism in education can be realized.
Optimalisasi Penggunaan Google Classroom, E-Learning & Blended Learning sebagai Media Pembelajaran Bagi Guru dan Siswa di SMK Negeri 1 Bangkinang Soni Soni; Afdhil Hafid; Regiolina Hayami; Yulia Fatma; Febby Apri Wenando; Januar Al Amien; Evans Fuad; Mitra Unik; Harun Mukhtar; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 2 No 1 (2018): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.732 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v2i1.361

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan internet dewasa ini sangat pesat sehingga, bukan hanya mempengaruhi produduk elektronik aja , melainkan juga dalam dunia pendidikan terutama dalam metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran online yang saat ini sedang berkembang dan mulai digunakan adalah google classroom. Google classroom adalah aplikasi yang dikhususkan untuk media pembelajaran online atau istilahnya adalah kelas online sehingga dapat memudahkan guru dalam membuat, membagikan serta mengelompokkan setiap tugas tanpa menggunakan kertas lagi. Hal ini tentunya akan membuat pembelelajaran menjadi lebih efektif terlebih lagi guru dan siswa bisa setiap saat bertatap muka melalui kelas online google classroom. Dan juga siswa nantinya dapat belajar, menyimak, membaca, mengirim tugas, dari jarak jauh. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pembelajaran serta wrokshop tentang optimalisasi dalam penggunaan google classroom di lingkungan SMK Negeri 1 Bangkinang. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat membantu majelis guru dalam memanfaatkan dan menerapkan google classroom sebagai media pembelajaran di SMK Negeri 1 Bangkinang.
PENERAPAN METODE HTB DAN DIFFSERV GUNA PENINGKATAN QOS PADA LAYANAN VIDEO STREAMING Mitra Unik; Soni Soni; Randra Aguslan Pratama
JURNAL FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer) Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Fasilkom
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.91 KB) | DOI: 10.37859/jf.v9i3.1665

Abstract

Abstract One of the popular internet services in use today is video streaming, either live (live streaming) or pre-recorder. Streaming video is a type of streaming media where data from video files is continuously transmitted over the internet to remote users. This fundamental problem appears to be influenced by the biggest factor which is the limited infrastructure of network resources which causes poor video quality. The process of digital video communication is known to consume quite a large resource, because in general the bandwidth requirements for sending Video and Audio signals. To maintain the quality of the video being played, there are several instruments needed, one of which is a data connection that is required to have Quality of Service (QoS). The parameters used in the measurement of QoS are delay, jitter, packet loss, throughput. This study uses the PPDIO method as a workflow with a Network Lifecycle approach. In this research, there are many factors that influence the quality of video, namely network factors and hardware factors. The test results obtained are not absolute, so it is possible that there will be differences in subsequent testing. Encoding also affects the quality of the video. Bandwidth equalization according to priority when the traffic conditions of all packets are full. Based on a comparative analysis of QoS parameter calculations using HTB and Diffserv methods, a comparison of throughput, jitter and delay does not differ greatly between clients. Keywords: Video Streaming, Diffserv, HTB, QoS Abstrak Salah satu layanan dari internet yang populer digunakan saat ini adalah video streaming, baik secara langsung (live streaming) atau pre-recorder. Streaming video merupakan jenis streaming media dimana data dari file video secara terus menerus dikirimkan melalui jaringan internet ke pengguna jarak jauh. Permasalahan mendasar ini muncul dipengaruhi oleh faktor terbesar yaitu terbatasnya infrastruktur sumber daya jaringan yang menyebabkan kualitas video yang buruk. Proses komunikasi digital video, diketahui menghabiskan resource yang cukup besar, dikarenakan Secara umum kebutuhan bandwidth untuk mengirimkan sinyal Video dan Audio. Guna menjaga kualitas dari video yang dimainkan, terdapat beberapa instrument yang dibutuhkan, salah satunya adalah koneksi data yang wajib memiliki Quality of Service (QoS). Adapun Parameter yang digunakan dalam pengukuran QoS adalah delay, jitter, packet loss, Throughput. Penelitian ini menggunakan metode PPDIO sebagai alur kerja dengan pendekatan Network Lifecycle. Pada penelitian ini didapat Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas dari video yaitu faktor jaringan dan faktor dari Hardware. Hasil pengujian didapat tidaklah mutlak sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada perbedaan pada pengujian selanjutnya. Encoding juga mempengaruhi kualitas dari video. pemerataan Bandwidth sesuai prioritasnya saat kondisi traffic seluruh paket penuh. Berdasarkan analisa perbandingan perhitungan parameter QoS menggunakan metode HTB dan Diffserv, didapatkan perbandingan troughput, jitter dan delay yang tidak berbeda jauh antara klien. Kata kunci: Video streaming, Diffserv, HTB, QoS
PEMODELAN SISTEM INFORMASI AKSESIBILITAS DAN FILTERISASI DATA PERGURUAN TINGGI BERBASIS WEB GIS Regiolina Hayami; Mitra Unik; Sandy Eka Nuggroho
JURNAL FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer) Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Fasilkom
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.341 KB) | DOI: 10.37859/jf.v9i3.1669

Abstract

Abstract In order to obtain information related to a university through the use of the internet, the community will usually visit one by one the website pages of the relevant university, Forlap DIKTI and BAN-PT to find out the accreditation status of the chosen study program. According to statistical data from Kemenristekdikti, Pekanbaru has 46 colleges spread into 4 categories, namely Universities, Colleges, Academy, and Polytechnics. With the high number of universities spread, coupled with the many types of study programs at a tertiary institution give rise to a new problem, where the public, especially students who want to continue their education to tertiary education, are still finding it difficult to find out about information & characteristics of a number of tertiary institutions in order to determine the chosen tertiary institution. Therefore, information system modeling is needed specifically to discuss detailed data from tertiary institutions that are equipped with an integrated filtering of the desired data from various tertiary institutions in the form of responsive web. The generated information system of university data provides 3 search filters, namely search by college name, search by type of study program, and search by closest location. The system built is integrated with digital maps to find out the location and distance of universities with users using the Google Maps API so it can be accessed mobile. Keywords: Information system models, college data, responsive web, Google Maps API Abstrak Guna mendapatkan informasi terkait suatu Perguruan Tinggi melalui penggunaan internet biasanya masyarakat akan mengunjungi satu persatu halaman website dari Perguruan Tinggi bersangkutan, Forlap DIKTI dan juga BAN-PT untuk mengetahui status Akreditasi dari Program Studi yang dipilih. Menurut data statistik dari Kemenristekdikti, kota Pekanbaru memiliki 46 perguruan tinggi yang tersebar menjadi 4 kategori, yaitu Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik. Dengan jumlah persebaran perguruan tinggi yang cukup banyak, ditambah lagi dengan banyaknya jenis program studi pada suatu perguruan tinggi menimbulkan permasalahan baru, dimana masyarakat terutama kalangan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi dirasa masih kesulitan dalam mencari tahu tentang informasi & karakteristik sejumlah perguruan tinggi guna menentukan perguruan tinggi pilihan. Oleh karena itu, diperlukan pemodelan sistem informasi yang dikhususkan untuk membahas tentang data detail dari perguruan tinggi yang dilengkapi dengan filterisasi pilihan terhadap data yang diinginkan secara terpadu dari berbagai perguruan tinggi dalam bentuk web responsive. Sistem informasi data perguruan tinggi yang dihasilkan menyediakan 3 filter pencarian, yaitu pencarian berdasarkan nama perguruan tinggi, pencarian berdasarkan jenis program studi, dan pencarian berdasarkan lokasi terdekat. Sistem yang dibangun diintegrasikan dengan peta digital untuk mengetahui lokasi dan jarak perguruan tinggi dengan pengguna menggunakan Google Maps API sehingga dapat diakses secara mobile. Kata Kunci: Model sistem informasi, data perguruan tinggi, web responsive, Google Maps API
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Zoom Untuk Pembelajaran Daring di MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru Harun Mukhtar; Rahmad Firdaus; Diah Angraini Putri; Febby Apri Wenando; Mitra Unik; Januar Al Amien; Evans Fuad; Soni soni
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i2.6283

Abstract

With the COVID-19 pandemic, human activities have been disrupted, including the learning process in the education sector. The government issued a policy that learning is online. The online learning method requires to master the use of technology and it is still considered new by most teachers, that’s why this community service is carried out. This activity is intended for all teachers and teaching staff at MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru and Activities are carried out with three processes, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage is carried out by meeting with the school to determine the topic, schedule, and timing. The implementation stage is carried out by presenting and practicing the use of the Zoom application directly. The evaluation stage is carried out by helping to receive complaints about the use of applications from participants after the activity is carried out. The results of community service activity can increase the ability to use the Zoom application so that the online learning process becomes effective and maximized.