Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BUZZ GROUP PADA MATERI MATRIKS Siti Khaulah; Husnidar; Novianti
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 1 No. 1 (2020): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v1i1.113

Abstract

Masalah yang dhadapi oleh para siswa khususnya terhadap kemampuan komunkasi matematis adalah disebabkan oleh kurangnya keaktifan dalam pembelajaran dan kurangnya pengetahuan dalam mendesain menjadi pembelajaran semenarik mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan metode Buzz Group pada materi Matriks di kelas XI SMAN 1 Peudada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA B SMA Negeri 1 Peudada yaitu 35 siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir siklus, observasi, dan wawancara. Pengolahan data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah dari segi ketuntasan belajar siswa dari siklus I 62,85% dan siklus II 88,57%. Hasil belajar siswa tergolong baik dengan peningkatan sebesar 25,72% . Aktivitas siswa dan guru tergolong baik dilihat hasil siklus I 88% dan siklus II 94% dengan mengalami peningkatan sebesar 6%. Dengan demikian, terjadinya peningkatan pada kemampuan komunikasi matematis sswa dengan menggunakan metode Buzz Group pada materi matriks.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AMORA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Novianti Idris; Siti Khaulah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 4 No 2 (2020): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v4i2.2198

Abstract

Rendahnya kemampuan berfikir kritis siswa salah satu permasalahan yang menuntut seorang guru untuk menciptakan dan menerapkan model pembelajaran matematika. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa adalah model AMORA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berfikir kritis siswa melalui model pembelajaran AMORA pada materi Penyajian Data di kelas VII SMP N 3 Bireuen lebih baik digunakan daripada pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa VII SMP N 3 Bireuen yang terdiri dari 4 kelas. Kemudian sampel penelitian ini dipilih secara Purposive Sampling yaitu kelas VII/3 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran AMORA dan kelas VII/4 sebagai kelas Kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrument yang digunakan adalah tes kemampuan berfikir kritis siswa yaitu tes awal (pre-test) dan test akhir (post-test) dalam bentuk uraian masing-masing 4 butir soal. Soal yang diberikan pada kedua kelas adalah sama yaitu masalah penyajian data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05, hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t independent sample test diperoleh nilai nilai sig. (2 Tailed) yaitu 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai sig. (2 Tailed) < 0,05 atau lebih kecil pada taraf nyata 5% maka H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis yang diajarkan dengan model AMORA lebih baik dari pada yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi Penyajian Data di kelas VII SMPN 3 Bireuen.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA PADA MATERIGEOMETRI DI SMA NEGERI 1 MAKMUR Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kurangnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa menjadi faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi geometri khususnya dalam menghitung jarak titik ke garis dan dari titik ke bidang dalam ruang dimensi tiga, disamping itu guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan masih minimnya penggunaan alat peraga pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran. Maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui model explicit instruction berbantuan media geogebra pada materi geometri untuk siswa kelas XSMA Negeri 1 Makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA1 SMA Negeri 1 Makmur yaitu 21 orang semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes awal, tes akhir, observasi, wawancara dan catatan lapangan. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 1 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang siswa berkemampuan rendah berdasarkan tes awal dan data tersebut dianalisis dengan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model explicit instruction pada materi geometri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Ini berdasarkan nilai tes akhir tindakan siklus II diperoleh data bahwa siswa yang mendapat skor ≥ 65 sebanyak 19 orang siswa dan yang mendapat skor < 65 sebanyak 2 orang siswa. Setelah dihitung persentase maka keberhasilan tes akhir tindakan siklus II adalah 90,47 %. Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada tindakan, jika ≥ 85 % siswa mendapat skor ≥ 65 maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi geometri yang diajarkan melalui model explicit instructionberbantuan media geogebra pada materi geometri siswa lebih baik dari pada yang diajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Hasil observasi dari dua orang pengamat terhadap kegiatan peneliti disimpulkan termasuk kedalam kategori sangat baik sedangkan terhadap kegiatan siswa dapat disimpulkan kedalam kategori baik.
PERBANDINGAN NILAI UJIAN NASIONAL SMA NEGERI DAN SWASTA DI KABUPATEN BIREUEN Farziyani; Siti Khaulah; Novianti
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 1 No. 2 (2020): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v1i2.143

Abstract

Ujian Nasional merupakan tolak ukur kemampuan siswa terhadap pendidikan yang sedang mereka jalankan. Melalui Ujian Nasional kemampuan siswa terhadap mata pelajaran yang sudah dipelajari selama pendidikan dapat terlihat, apakah sudah berhasil dikuasai atau belum. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai Ujian Nasional antara SMA negeri dan SMA Swasta yang ada di Kabupaten Bireuen. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diakses melalui website https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/hasil-un/. Sekolah SMA terdiri dari dua macam yaitu Sekolah Negeri dan Swasta, Sekolah Negeri adalah sekolah dependent yang dioperasikan oleh pemerintah sedangkan Sekolah Swasta adalah sekolah independent yang artinya tidak dioperasikan oleh pemerintah melainkan dioperasikan oleh yayasan pendiri sekolah tersebut. SMA Negeri di Kabupaten Bireuen terdiri dari 31 sekolah, sedangkan SMA Swasta terdiri dari 18 sekolah. Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kuantitatif deskriftif. Analis data menggunakan perangkat lunak SPSS18. Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian yaitu terdapat perbeadaan nilai rata-rata Ujian Nasional SMA Negeri dan Swasta. Namun untuk membuktikan bahwa perbedaan yang didapat tersebut nyata atau tidak maka perlu dilakukan tes hipotesis. Adapun hasil yang didapat setelah tes hipotesis yaitu: untuk penelitian perbedaan nilai ujian nasional pada mata pelajaran matematika di dapat bahwa nilai thitung ˂ ttabel yaitu 0,314 ˂ 2,012. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai ujian Matematika antara SMA Negeri dengan SMA Swasta. Dan untuk penelitian perbedaan nilai rata-rata Ujian Nasional di dapat bahwa nilai thitung ˂ ttabel yaitu 0,850 ˂ 2,012. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai rata-rata Ujian Nasional antara SMA Negeri dengan SMA Swasta.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI SMP NEGERI 6 SAMALANGA Rifnatul Hasanah; Siti Khaulah; Husnidar
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 1 No. 2 (2020): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v1i2.148

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang dilaksanakan selama masa pandemi covid-19. Penggunaan metode-metode yang mampu memberikan dampak pada pembelajaran kelas bagi siswa. Tujuan dalam peneitian ini adalah Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring pada pelajaran matematika selama masa pandemi covid-19 terhadap siswa SMP Negeri 6 Samalanga. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dan sampel dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Samalanga berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik analisis data pengujian persentase jawaban angket. Hasil penelitian yang sudah dilaksanakan diperoleh bahwa pembelajaran daring pada pelajaran matematik selama pandemi covid 19 sudah sangat diterima dengan persentase sangat setuju (57%), kriteria setuju (35%), kriteria tidak setuju (7%) dan sangat tidak setuju hanya mencapai (1%). Maka dalam hal ini, efektivitas pembelajaran dari sudah sangat baik bagi proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 6 Samalanga yaitu mencapai nilai 92%. Hasil penelitian persentase jawaban angket setiap siswa juga sudah tergolong baik, dari hasil ini secara keseluruhan efektif pembelajaran daring pada pelajaran matematika selama masa pandemi covid-19 di SMP Negeri 6 Samalanga sudah berada pada kategori baik yaitu mencapai 82%.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA MATERI STATISTIK DI KELAS XI SMA NEGERI 1 JANGKA Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran mata pelajaran matematika pada jenjang pendidikan SMA terdiri dari beberapa materi diantaranya materi-materi tersebut adalah materi statistik dari hasil observasi awal dan wawancara langsung dari salah satu guru di Sma negeri 1 Jangka,  para siswa Sma negeri 1  Jangka mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal yang disajikan, dengan kata lain siswa kurang mampu mengkomunikasikasikan permasalahan yang diberikan kepadanya sehingga sulit memberikan solusi terhadap persoalan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa pada materi statistik di kelas  X1 Sma negeri 1 Jangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 Sma negeri 1 Jangka yaitu 21 siswa semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 2 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 1 orang siswa berkemampuan rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar tes, lembar observasi, wawancara dan catatan lapangan. Dari Hasil tes akhir siklus 1 diperoleh data siswa yang mendapatkan skor  65 sebesar 57,14%, sedangkan hasil  observasi  terhadap kegiatan pembelajaran  diperoleh  persentase  80%. Dengan  demikian kriteria keberhasilan belajar siklus 1 belum tuntas. Maka peneliti melanjutkan tindakan siklus 2. Dari Hasil tes akhir siklus 2  diperoleh data siswa yang mendapatkan skor  65 sebesar  85,71%,  sedangkan hasil  observasi  terhadap kegiatan  pembelajaran diperoleh  persentase  80%. Dengan demikian kriteria keberhasilan belajar dan proses pembelajaran siklus 2 sudah tuntas. Maka  pembelajaran siklus 2 sudah mencapai target yang diharapkan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining yang telah dilaksanakan dikelas XI IPA 2 Sma negeri 1 Jangka tahun pelajaran 2014/2015 dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi statistik. Kata kunci: Kemampuan komunikasi Matematis, student facilitator and explaining.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL MISSOURI MATHEMATICS PROJECT DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI PROGRAM LINEAR DI KELAS XI SMA NEGERI 1 TIMANG GAJAH Siti Khaulah Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 1 (2015): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran dengan menggunakan Model Missouri Mathematics Project (MMP) dengan Pembelajaran Konvensional pada Materi program linear dikelas XI SMA Negeri 1 Timang Gajah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (Quasi-Experimental). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Timang Gajah dan Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas eksperimen (X1) yang diajarkan dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) sedangkan kelas kontrol (X2) yang diajarkan dengan pembelajaran langsung konvensional. Hasil pengujian maka diperoleh , maka , yaitu , sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan bahwa hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran konvensional pada materi Program Linear di kelas XI SMA Negeri 1 Timang gajah. Hasil Rata-rata prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) adalah 72,06 dan rata-rata hasil belajar siswa diajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah 58,22. Berdasarkan hasil observasi pengamat yaitu aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar diperoleh skor persentase rata-rata untuk pertemuan pertama sebesar . dan aktivitas siswa 93,86 %. Sedangkan lembar observasi untuk model konvensional pada akitivitas guru dan siswa diperoleh skor persentase rata-rata untuk pertemuan sebesar 86,67 % dan aktivitas siswa 81,11 %. Kata kunci: Perbedaan, Hasil Belajar, Model Missouri Mathematics Project (MMP), Konvensional.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MASTER PADA MATERI THEOREMA PYHTAGORAS DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 JULI Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan aktifitas siswa dan guru merupakan salah satu masalah yang mendasar di SMP Negeri 1 Juli. Masalah yang diteliti adalah Apakah ada peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa melalui model pembelajaran MASTER pada materi Teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 1 Juli. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa melalui model pembelajaran MASTER pada materi Theorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 1 Juli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.c SMP Negeri 1 Juli yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data melalui tes Awal, tes akhir dan observasi. Kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil observasi aktivitas pembelajaran kelas eksperimen yang meliputi aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran menunjukkan bahwa ada peningkatan pembelajaran ke taraf lebih baik lagi. Persentase rata-rata dua orang pengamat terhadap aktifitas guru untuk pertemuan kesatu diperoleh skor persentase rata-rata sebesar 85, 45% hal ini menunjukkan bahwa taraf keberhasilan aktifitas guru pada pembelajaran satu termasuk dalam kategori baik. Sedangkan aktifitas siswa pada pertemuan kesatu diperoleh skor persentase rata-rata sebesar 82,72 % hal ini menunjukkan bahwa taraf keberhasilan aktifitas siswa pada pembelajaran satu termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian proses pembelajaran dengan model Master pada materi Teorema Pythagoras dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Juli. Kata kunci : Pembelajaran Master, Kemampuan Komunikasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA PADA MATERI MATRIKS DI KELAS XI SMA NEGERI 3 BIREUEN Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan proses pengembangan pembelajaran dengan  menggunakan model pembelajaran CORE karena berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMA Negeri 3 Bireuen mengatakan bahwa rendahnya kemampuan koneksi matematika siswa dalam proses mengoperasikan matriks yang berorde 3x3. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian dengan judul “Penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematika siswa pada materi matriks di kelas XI SMA Negeri 3 Bireuen”. Penelitian ini berbentuk quasi eksperimen dengan desain Pretest-Postest Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bireuen. Yang terdiri dari 6 kelas. Sampel dipilih dengan teknik Sampel Random Sampling. Sampel yang terpilih yaitu XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 36 orang dan kelas XI IPS2 sebagai kelas control dengan siswa berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes (Pretest dan Postest) kemampuan koneksi matematika siswa dan lembar observasi. Data di analisis dengan uji formalitas, uji homogenitas, gain ternormalisasi dan uji hipotesis.  Hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan  = 0,05 dan dk = 61 diperoleh (2,08 > 1,67) sehingga  ditolak dan  diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa dalam memahami materi matriks yang diajarkan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional di kelas XI SMA Negeri 3 Bireuen. Diketahui bahwa nilai rata-rata gain adalah 0,60, maka nilai interpretasi gain (g) berada pada 0,3 termasuk dalam kategori sedang. Pada penelitian ini peneliti memperoleh hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa dari kedua pengamat diperoleh skor presentase rata-rata 81,81% dan 84,54%. Dengan demikian proses pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) sudah termasuk dalam kategori baik. Kata Kunci:          Kemampuan koneksi matematika siswa, CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending),  matriks.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA MATEMATIKA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY KELAS X IPA 3 SMA NEGERI 2 PEUSANGAN Siti Khaulah; Novianti Novianti; Nurazmah Nurazmah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa saat ini mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada saat ini masih dibawah kriteria ketuntasan maksimal. Hasil belajar siswa rendah disebabkan oleh ada beberapa faktor, salah satu nya adalah kurangnya penguasaan konsep pertidaksamaan nilai mutlak dan minat belajar yang kurang sehingga tidak termotivasi untuk belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat minat  belajar siswa dan mengobervasi kegiatan siswa dengan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap materi pertidaksamaan nilai mutlak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini terdapat suatu pembelajaran yang diterapkan pada siswa lalu menganalisis tingkat minat belajar siswa baik dari segi kesukaan, ketertarikan,perhatian dan keterlibatan. Kegiatan yang dilakukan dari penelitian ini adalah kegiatan yang diobservasi melalui aktivitas siswa dan pembagian angket untuk menilai minat siswa. Hasil yang diperoleh adalahpersentase rata-rata untuk aktivitas siswa sebesar 80 % maka tergolong dalam kategori baikdan  analisis minat siswa termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata 80 %. Oleh karena itu, dengan penerapan  model pembelajaran two stay two straypada materi pertidaksamaan  nilai mutlak di kelas X IPA3 SMA Negeri 2 Peusangan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray, materi pertidaksamaan nilai mutlak, minat belajar