Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Almuslim

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA PADA MATERIGEOMETRI DI SMA NEGERI 1 MAKMUR Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kurangnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa menjadi faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi geometri khususnya dalam menghitung jarak titik ke garis dan dari titik ke bidang dalam ruang dimensi tiga, disamping itu guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan masih minimnya penggunaan alat peraga pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran. Maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui model explicit instruction berbantuan media geogebra pada materi geometri untuk siswa kelas XSMA Negeri 1 Makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA1 SMA Negeri 1 Makmur yaitu 21 orang semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes awal, tes akhir, observasi, wawancara dan catatan lapangan. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 1 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang siswa berkemampuan rendah berdasarkan tes awal dan data tersebut dianalisis dengan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model explicit instruction pada materi geometri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Ini berdasarkan nilai tes akhir tindakan siklus II diperoleh data bahwa siswa yang mendapat skor ≥ 65 sebanyak 19 orang siswa dan yang mendapat skor < 65 sebanyak 2 orang siswa. Setelah dihitung persentase maka keberhasilan tes akhir tindakan siklus II adalah 90,47 %. Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada tindakan, jika ≥ 85 % siswa mendapat skor ≥ 65 maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi geometri yang diajarkan melalui model explicit instructionberbantuan media geogebra pada materi geometri siswa lebih baik dari pada yang diajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Hasil observasi dari dua orang pengamat terhadap kegiatan peneliti disimpulkan termasuk kedalam kategori sangat baik sedangkan terhadap kegiatan siswa dapat disimpulkan kedalam kategori baik.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA MATERI STATISTIK DI KELAS XI SMA NEGERI 1 JANGKA Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran mata pelajaran matematika pada jenjang pendidikan SMA terdiri dari beberapa materi diantaranya materi-materi tersebut adalah materi statistik dari hasil observasi awal dan wawancara langsung dari salah satu guru di Sma negeri 1 Jangka,  para siswa Sma negeri 1  Jangka mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal yang disajikan, dengan kata lain siswa kurang mampu mengkomunikasikasikan permasalahan yang diberikan kepadanya sehingga sulit memberikan solusi terhadap persoalan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa pada materi statistik di kelas  X1 Sma negeri 1 Jangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 Sma negeri 1 Jangka yaitu 21 siswa semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 2 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 1 orang siswa berkemampuan rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar tes, lembar observasi, wawancara dan catatan lapangan. Dari Hasil tes akhir siklus 1 diperoleh data siswa yang mendapatkan skor  65 sebesar 57,14%, sedangkan hasil  observasi  terhadap kegiatan pembelajaran  diperoleh  persentase  80%. Dengan  demikian kriteria keberhasilan belajar siklus 1 belum tuntas. Maka peneliti melanjutkan tindakan siklus 2. Dari Hasil tes akhir siklus 2  diperoleh data siswa yang mendapatkan skor  65 sebesar  85,71%,  sedangkan hasil  observasi  terhadap kegiatan  pembelajaran diperoleh  persentase  80%. Dengan demikian kriteria keberhasilan belajar dan proses pembelajaran siklus 2 sudah tuntas. Maka  pembelajaran siklus 2 sudah mencapai target yang diharapkan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining yang telah dilaksanakan dikelas XI IPA 2 Sma negeri 1 Jangka tahun pelajaran 2014/2015 dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi statistik. Kata kunci: Kemampuan komunikasi Matematis, student facilitator and explaining.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL MISSOURI MATHEMATICS PROJECT DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI PROGRAM LINEAR DI KELAS XI SMA NEGERI 1 TIMANG GAJAH Siti Khaulah Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 1 (2015): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran dengan menggunakan Model Missouri Mathematics Project (MMP) dengan Pembelajaran Konvensional pada Materi program linear dikelas XI SMA Negeri 1 Timang Gajah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (Quasi-Experimental). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Timang Gajah dan Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas eksperimen (X1) yang diajarkan dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) sedangkan kelas kontrol (X2) yang diajarkan dengan pembelajaran langsung konvensional. Hasil pengujian maka diperoleh , maka , yaitu , sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan bahwa hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran konvensional pada materi Program Linear di kelas XI SMA Negeri 1 Timang gajah. Hasil Rata-rata prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) adalah 72,06 dan rata-rata hasil belajar siswa diajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah 58,22. Berdasarkan hasil observasi pengamat yaitu aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar diperoleh skor persentase rata-rata untuk pertemuan pertama sebesar . dan aktivitas siswa 93,86 %. Sedangkan lembar observasi untuk model konvensional pada akitivitas guru dan siswa diperoleh skor persentase rata-rata untuk pertemuan sebesar 86,67 % dan aktivitas siswa 81,11 %. Kata kunci: Perbedaan, Hasil Belajar, Model Missouri Mathematics Project (MMP), Konvensional.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MASTER PADA MATERI THEOREMA PYHTAGORAS DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 JULI Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan aktifitas siswa dan guru merupakan salah satu masalah yang mendasar di SMP Negeri 1 Juli. Masalah yang diteliti adalah Apakah ada peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa melalui model pembelajaran MASTER pada materi Teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 1 Juli. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa melalui model pembelajaran MASTER pada materi Theorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 1 Juli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.c SMP Negeri 1 Juli yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data melalui tes Awal, tes akhir dan observasi. Kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil observasi aktivitas pembelajaran kelas eksperimen yang meliputi aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran menunjukkan bahwa ada peningkatan pembelajaran ke taraf lebih baik lagi. Persentase rata-rata dua orang pengamat terhadap aktifitas guru untuk pertemuan kesatu diperoleh skor persentase rata-rata sebesar 85, 45% hal ini menunjukkan bahwa taraf keberhasilan aktifitas guru pada pembelajaran satu termasuk dalam kategori baik. Sedangkan aktifitas siswa pada pertemuan kesatu diperoleh skor persentase rata-rata sebesar 82,72 % hal ini menunjukkan bahwa taraf keberhasilan aktifitas siswa pada pembelajaran satu termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian proses pembelajaran dengan model Master pada materi Teorema Pythagoras dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Juli. Kata kunci : Pembelajaran Master, Kemampuan Komunikasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA PADA MATERI MATRIKS DI KELAS XI SMA NEGERI 3 BIREUEN Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan proses pengembangan pembelajaran dengan  menggunakan model pembelajaran CORE karena berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMA Negeri 3 Bireuen mengatakan bahwa rendahnya kemampuan koneksi matematika siswa dalam proses mengoperasikan matriks yang berorde 3x3. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian dengan judul “Penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematika siswa pada materi matriks di kelas XI SMA Negeri 3 Bireuen”. Penelitian ini berbentuk quasi eksperimen dengan desain Pretest-Postest Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bireuen. Yang terdiri dari 6 kelas. Sampel dipilih dengan teknik Sampel Random Sampling. Sampel yang terpilih yaitu XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 36 orang dan kelas XI IPS2 sebagai kelas control dengan siswa berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes (Pretest dan Postest) kemampuan koneksi matematika siswa dan lembar observasi. Data di analisis dengan uji formalitas, uji homogenitas, gain ternormalisasi dan uji hipotesis.  Hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan  = 0,05 dan dk = 61 diperoleh (2,08 > 1,67) sehingga  ditolak dan  diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa dalam memahami materi matriks yang diajarkan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional di kelas XI SMA Negeri 3 Bireuen. Diketahui bahwa nilai rata-rata gain adalah 0,60, maka nilai interpretasi gain (g) berada pada 0,3 termasuk dalam kategori sedang. Pada penelitian ini peneliti memperoleh hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa dari kedua pengamat diperoleh skor presentase rata-rata 81,81% dan 84,54%. Dengan demikian proses pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) sudah termasuk dalam kategori baik. Kata Kunci:          Kemampuan koneksi matematika siswa, CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending),  matriks.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA MATEMATIKA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY KELAS X IPA 3 SMA NEGERI 2 PEUSANGAN Siti Khaulah; Novianti Novianti; Nurazmah Nurazmah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa saat ini mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada saat ini masih dibawah kriteria ketuntasan maksimal. Hasil belajar siswa rendah disebabkan oleh ada beberapa faktor, salah satu nya adalah kurangnya penguasaan konsep pertidaksamaan nilai mutlak dan minat belajar yang kurang sehingga tidak termotivasi untuk belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat minat  belajar siswa dan mengobervasi kegiatan siswa dengan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap materi pertidaksamaan nilai mutlak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini terdapat suatu pembelajaran yang diterapkan pada siswa lalu menganalisis tingkat minat belajar siswa baik dari segi kesukaan, ketertarikan,perhatian dan keterlibatan. Kegiatan yang dilakukan dari penelitian ini adalah kegiatan yang diobservasi melalui aktivitas siswa dan pembagian angket untuk menilai minat siswa. Hasil yang diperoleh adalahpersentase rata-rata untuk aktivitas siswa sebesar 80 % maka tergolong dalam kategori baikdan  analisis minat siswa termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata 80 %. Oleh karena itu, dengan penerapan  model pembelajaran two stay two straypada materi pertidaksamaan  nilai mutlak di kelas X IPA3 SMA Negeri 2 Peusangan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray, materi pertidaksamaan nilai mutlak, minat belajar