Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEGEMBANGAN PERAN PEREMPUAN PESISIR DI MUNCAR: ANALISIS DAN PEMETAAN KUALITAS SUMBER DAYA PADA PEREMPUAN MUDA Herwin Kurniadi; Mohammad Reza Pahlevi; Miskawi Miskawi; Teguh Purnomo
UNEJ e-Proceeding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kehidupan masyarakat pesisir selalu dicirikan oleh kemiskinan dan ketakberdayaan. Masyarakat nelayan sebagai ciri komunitas yang relatif dominan di wilayah pantai, seringkali diliputi oleh masalah perekonomian yang kurang stabil. Keadaan ini sangat fantastis dan kontradiktif, karena kondisi alam yang punya potensi dan sumber daya alam melimpah. Fokus penelitian ini adalah pada peran wanita yang mempunyai peran sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai pengelola dan pemasaran ikan hasil tangkapan dari kaum laki-laki. Penelitian ini menggunakan analisa kualitatif yang bertujuan mengungkapkan permasalahan yang ada sedetail mungkin pada kondisi perempuan muda pesisir dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah kemampuan dan peran wanita muda di Muncar masih rendah, hanya sebagai penjual ikan saja tanpa melakukan rekondisi apapun lagi juga tidak mengakomodasi potensi wilayah yang bisa digarap menjadi sumber pendapatan, terkesan tidak kreatif mengelola potensi, mempunyai pemikiran pragmatis dan minim skill/kemampuan dan mengarah pada perilaku konsumtif. Budaya dan nilai yang dibangun antar generasi perempuan menitik beratkan peran perempuan mendukung suami namun tidak dikembangkan mekanisasi logis bahwa kreativitas, pengetahuan dan keahlian sangatlah penting untuk membangun keluarga sejahtera. Sistem dan jaringan program-program yang ada terkait pengembangan perempuan banyak namun tidak memiliki koherensi kepada tujuan pengembangan dan kemanfaatannya. Disini diperlukan upaya menajamkan semua sistem dan tata nilai sehingga perubahan dinamis diperlukan untuk mengubah kondisi yang ada.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 4 SIGI PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS Teguh Purnomo; Anggraini; Mustamin Idris
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.122

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi pada materi prisma dan limas. Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni (1) perencanaan, (2) tindakan (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi prisma dan limas, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran TGT, yakni: (1) penyajian materi, yaitu guru menyajikan materi yang akan dipelajari; (2) belajar kelompok, yaitu siswa belajar dengan mengerjakan butir-butir soal yang tersedia pada LKS secara berkelompok; (3) permainan, yaitu siswa melaksanakan permainan kartu yang terdiri atas kartu soal, kartu jawaban dan kartu skor; (4) kompetisi, yaitu siswa bertanding menghadapi anggota kelompok lain dengan kemampuan setara untuk menjawab soal-soal berkategori mudah, sedang, dan sukar yang termuat pada kartu soal dan (5) penghargaan. Kata kunci: Teams Games Tournament (TGT), hasil belajar, prisma, limas Abstract: The research aimed to descibe description of cooperative learning of TGT to improve students learning outcomes of prism and pyramid in VIII grade students at SMP Negeri 4 Sigi. In order to answer the problem statement, the researcher class action research (CAR) with used qualitative approach, the research was based on Kemmis and Mc. Taggart researh desain, namely (1) planing, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. The result of the research showed that using the cooperative learning model TGT improved. It was followed by TGT steps such as: (1) presentase, namely the teacher presents the material to be studied; (2) study group, the students learn by working on those items that are available on the worksheet in groups; (3) games, namely students carry a card game consisting of card questions, reply card and the score card; (4) tournament, the students competed facing members of other groups with similar ability to answer the questions categorized as easy, moderate and difficult matter that is contained on the card and (5) reward. Keywords: TGT, learning result, prism, pyramid
Nature is Local Wisdom Treasures in Indonesia Ecotourism Miya Dewi Suprihandari; Muhammad Ali Masyhuri; Teguh Purnomo; Menur Kusumaningtyas; Muhammad Aly Umar; Nurul Iman
Journal of Islamic Economics Perspectives Vol 3 No 1 (2021): Journal of Islamic Economics Perspectives
Publisher : Faculty of Economics and Islamic Business, IAIN Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.253 KB) | DOI: 10.35719/jiep.v3i1.39

Abstract

Kampung and tourism villages in Indonesia are a positive phenomenon that can function as an effort to increase the income of the village or village community directly and indirectly for local and central government. Efforts to present the local wealth of the region as an added value of an area, so that the growth rate of tourist visits in an area in Indonesia is increasing from the past. The number of village and tourist village destinations in Indonesia has also increased from the past and entrepreneurial activities have become an option for most members of village and tourism village communities in various forms. Efforts to explore and develop local capabilities and wealth will provide optimal results when the government provides full support for the capabilities and creativity of local communities in all matters, including training for community members who are interested and have a desire to increase knowledge and increase their creative abilities, so that they can become human resources who are able to compete in the future and have character. This support is carried out continuously because villages and tourist villages in Indonesia currently also have an educational function for all ages and levels of education.