Asyari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Iro Waziroh; Asyari
Edukais : Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 3 No. 1 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar strategi adalah cara yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan minat belajar siswa khususnya pada materi pelajaran akidah akhlak. mata pelajaran akidah akhlak merupakan mata pelajaran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa. Siswa yang berilmu dan berketerampilan belum tentu berakhlak mulia. Cukup banyak orang yang berilmu dan berketerampilan tetapi karena tidak mempunyai akhlak yang mulia terkadang menggunakannya untuk hal-hal negatif. Latar belakang masalah dalam skripsi dapat diformulasikan sebuah permasalahan yang sistemik dalam suatu rumusan yang konkrit. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dari permasalahan yang telah di rumuskan, dapat disimpulkan bahwa pertama, strategi adalah metode atau inovasi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak sebagai upaya memudahkan siswa memahami materi akidah akhlak sehingga siswa dapat berminat terhadap mata pelajaran tersebut. adapun macam-macam strategi yang digunakan adalah strategi pembelajaran ekspositori, inkuiri dan kooperatif. Kedua, faktor pendukung dan penghambat strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di kelas X MA salafiyah syafi’iyah diantaranya adalah penggunaan metode ceramah humoris, sedangkan faktor yang menjadi penghambat strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa adalah siswa banyak yang tidak memperhatikan ketika guru menyampaikan materi
Kepemimpinan Transformasional dan Kolaboratif: Solusi Efektif dalam Penanganan Korupsi di Era Digitalisasi 5.0 Dengan Pemanfaatan Media Sosial Asyari; Harry Soeratin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 2 (2023): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information spreading is a standout aspect of digitalization 5.0. It is indicated by the massive usage of social media by society. They can easily get and spread various information. Social media frequently take part in handling corruption. It has become important since corruption handling is one of the big challenges that obstruct advancement and development of a nation. Therefore, effective methods are needed to utilize social media in corruption handling. One of the methods is transformational and collaborative leadership. This article aims to explain the leadership methods, then analyze how transformational and collaborative leadership can be effectively applied in corruption handling of digitalization 5.0. Penyebaran informasi merupakan salah satu aspek yang menonjol era digitalisasi 5.0. Hal ini ditandai dengan penggunaan media sosial yang membuat masyarakat dapat dengan mudah menyebarkan dan mendapatkan berbagai informasi. Media tersebut ternyata kerap berperan dalam penanganan korupsi. Hal tersebut menjadi penting karena penanganan korupsi merupakan salah satu tantangan besar yang menghambat kemajuan dan pembangunan suatu negara. Untuk itu dibutuhkan metode yang efektif untuk memanfaatkan media sosial dalam penanganan korupsi. Salah satu metode tersebut adalah kepemimpinan transformasional dan kolaboratif. Artikel ini membahas tentang pola kepempininan tersebut, kemudian menganalisa bagaimana pola kepemimpinan transformasional dan kolaboratif dapat efektif digunakan dalam penanganan korupsi di era digitalisasi 5.0.