Mulyani, Rila Rahma
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Penyesuaian Diri Remaja yang Diasuh oleh Orangtua Single Mother dan Single Father Mulyani, Rila Rahma; Belni, Wike Puspita; Andini, Sonia
counseling Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jcc.2020.v4i1.5370

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the existence of adolescents who are cared for by single parents who have poor communication with peers, feel inferior and often daydream, like to be alone and not open. The purpose of this study is to describe the adjustment of adolescents who are cared for by: 1) single mothers and 2) single fathers. This type of research is a descriptive qualitative type of research. The number of research informants was determined using a purposive sampling technique, amounting to 4 people, 2 teenagers from a single mother and 2 teenagers from a single father. Data collection techniques using interviews and data analysis techniques through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that: 1) adolescents who were cared for by single mather parents felt inferior and jealous of friends who had whole families, and often compared them to their family conditions, and when they had problems they preferred to be alone and did not want to share with others. 2) Meanwhile, adolescents who are cared for by single father parents show that teenagers are still unable to solve problems with their peers, such as showing their anger if their desires are not fulfilled and prefer to leave the house if advised by their parents, and do not want to listen to other people's opinions. Keyword :Adjustment, Adolescent, Single Mother, Single Father ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya remaja yang di asuh oleh orangtua tidak utuh yang memiliki komunikasi kurang baik dengan teman sebaya, merasa minder dan sering melamun, suka menyendiri dan tidak terbuka. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penyesuaian diri remaja yang di asuh oleh: 1) orangtua single mother dan 2) orangtua single father. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe deskriptif. Jumlah informan penelitian ditetapkan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 4 orang, 2 remaja dari single mother dan 2 remaja dari single father. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Remaja yang diasuh oleh orangtua single mather merasa minder dan cemburu terhadap teman yang memiliki keluarga  utuh, dan sering membandingkannya dengan keadaan keluarganya, dan ketika punya masalah lebih memilih menyendiri dan tidak mau berbagi dengan orang lain. 2)  Remaja yang diasuh oleh orangtua single father menunjukkan bahwa remaja masih belum mampu menyelesaikan masalah dengan teman sebaya seperti menunjukkan kemarahannya jika keinginannya tidak terpenuhi dan lebih memilih keluar rumah jika dinasehati oleh orangtua, serta tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.  Kata Kunci : Penyesuaian diri, Remaja, Single Mother, Single Father
Peran Orangtua Tunggal terhadap Perkembangan Anak Down Syndrome (Studi pada Single Mother dan Single Father) Mulyani, Rila Rahma; Melati, Rivoni; Khoirunnisa, Rahayu
counseling Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : STKIP PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jcc.2021.v5i1.5371

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the existence of single parents (single mother and single father) who have down syndrome children in nurturing, guiding, and caring for children without being accompanied by a partner. The purpose of this study is to describe the role of single parents on the development of children with down syndrome seen from 1) decision-makers, 2) responsibilities as parents, 3) responsibilities as teachers, and 4) advisors. This research was conducted using qualitative methods. The key informants in this study consisted of two people, one single mother and one single father who had a child with Down syndrome. While the additional informants are three people each from a single parent. The instruments used are interviews and observations. As for the data analysis technique using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that 1) Single parents as decision-makers were seen from single mothers who decided to take care of their children by themselves by providing physical therapy and speech therapy according to the doctor's advice, while single fathers also consulted with doctors to monitor their child's development and asked for help from the eldest child to take care of his sister. 2) The responsibility as a parent of a single mother is shown by sending their children to school to be independent and practicing communication with others as well as actively sharing information with other parents who also have Down syndrome children, while single fathers feel responsible for helping their children adjust by not feeling bad. ashamed to have a child with down syndrome. 3) The responsibility as a teacher of a single mother is shown by assisting children in doing assignments and directing them to be independent in carrying out daily activities, while single fathers do not have much time to accompany children's activities at home because of busywork. 4) The single parent as an advisor is seen from the single mother, namely giving directions slowly to the child in daily activities, while the single father understands the limitations of the child by being patient and accepting the mistakes made by the child. Keyword:Role, Single Mather, Single Father, Down Syndrome  ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya orangtua tunggal (single mother dan single father) yang memiliki anak down sndrome dalam mengasuh, membimbing dan merawat anak tanpa didampingi pasangan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran orang tua tunggal terhadap perkembangan anak down syndrome dilihat dari: 1) Pengambil keputusan, 2) Tanggung jawab sebagai orang tua, 3) Tanggung jawab sebagai guru, dan 4) Penasehat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini terdiri dari dua orang yaitu satu single mother dan satu single father yang memiliki anak down syndrome. Sedangkan informan tambahan masing-masing tiga orang dari single parent.Instrumen yang digunakan yaitu wawancara dan observasi.Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Orangtua tunggal sebagai pengambil keputusan dilihat dari single mother yaitu memutuskan untuk merawat sendiri anaknya dengan memberikan terapi fisik serta terapi berbicara sesuai saran dokter, sedangkan single father juga berkonsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangan anaknya dan meminta bantuan dari anak tertua untuk merawat adiknya.2) Tanggung jawab sebagai orangtua dari single mother ditunjukkan dengan menyekolahkan anak untuk bisa mandiri serta melatih komunikasi dengan orang lain disamping juga aktif berbagi informasi dengan orangtua lain yang juga memiliki anak down syndrome sedangkan single father merasa bertanggung jawab dalam membantu anak menyesuaikan diri dengan tidak merasa malu memiliki anak down syndrome. 3) Tanggung jawab sebagai guru dari single mother ditunjukkan dengan mendampingi anak mengerjakan tugas serta mengarahkan untuk bisa mandiri dalam melakukan aktifitas sehari-hari sedangkan single father kurang memiliki banyak waktu untuk mendampingi kegiatan anak di rumah karena kesibukan bekerja. 4) Orangtua tunggal sebagai penasehat dilihat dari single mother yaitu memberitahu arahan secara perlahan kepada anak dalam kegiatan sehari-hari, sedangkan single father memahami dengan keterbatasan yang dimiliki anak dengan bersabar dan menerima kesalahan yang dilakukan anak. Kata Kunci: Peran, Single Mother, Single Father, Down Syndrome
Profil Self Acceptance Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Tiji Salsabila Kota Padang Hafizah, Hafizah; Mulyani, Rila Rahma
Journal of Education Research Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021 InPress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.321 KB) | DOI: 10.37985/jer.v2i3.61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya orangtua merasa malu mempunyai anak berkebutuhan khusus, orangtua merasa masa depan anak berkebutuhan khusus tidak jelas, orangtua merasa anak berkebutuhan khusus menjadi beban dalam hidupnya, orangtua merasa anak berkebutuhan khusus menjadi titik masalah dalam keluarga, orangtua menjadi menyesal telah melahirkan anak berkebutuhan khusus, dan orangtua merasa tidak mampu merawat anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Self acceptance orangtua anak berkebutuhan khusus, 2) Menghargai anak, 3) Menilai anak sebagai diri yang unik, 4) Mengenal kebutuhan-kebutuhan anak, 5) Mencintai anak tanpa syarat anak berkebutuhan khusus di Yayasan Tiji Salsabila Padang.  Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripstif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 30 Orangtua, teknik pengambilan sampel yang dipilih dengan total sampling, yaitu sebanyak 30 Orangtua. Data penelitian ini diperoleh melalui angket dan diolah menggunakan skala interval.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh hasil bahwa; profil self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus di Yayasan Tiji Salsabila Kota Padang secara umum berada pada kategori cukup baik. Selanjutnya dilihat dari indikator sebagai berikut:  1) Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus menghargai anak pada  kategori cukup baik. 2) Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus indikator menilai anak sebagai diri yang unik pada kategori cukup baik. 3) Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus mengenal kebutuhan-kebutuhan anak pada kategori cukup baik, 4) Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus mencintai anak tanpa syarat pada kategori  baik. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada orangtua untuk dapat memberikan perhatian kepada anak yang memeiliki kebutuhan kusus agar anak lebih merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya