Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA HOTEL RESORT DI PULAU HOGA KAB. WAKATOBI Darmansyah, Dino; Ma’ruf, Annas; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHotel resort merupakan sebuah kawasan yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas seperti akomodasi dan saranahiburan sebagai penunjang dalam kegiatan berwisata. Hotel resort muncul karena beberapa faktor seperti berkurangnyawaktu untuk istirahat, kebutuhan manusia akan rekreasi, kesehatan, keinginan menikmati potensi alam.Wakatobimerupakan salah satu pulau yang mempunyai potensi bahari sangat tinggi, salah satunya berada di pulau hoga kecamatankaledupa , namum potensi tersebut belum dikolala dengan baik sehingga belum dapat mewadahi aktifitas pengunjung yangingin berwisata, hal tersebut merupakan alasan mengapa perlunya perencanaan hotel resort di pulau hoga kabupatenwakatobi yang menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang kegiatan berwisata. Metode pembahasan yangdigunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan data yakni mengumpulkan teori-teori dariberbagai literature, survey lapangan dan studi literatur. Hotel resort didesain dengan pendekatan arsitektur ekologi yangmengambil bentuk dasar bangunan rumah panggung yang ada di kaledupa, hotel resort ini juga di desain denganmempertimbangkan aspek-aspek penting dalam merancang seperti sirkulasi, penzoningan, dan tata ruang dalam denganharapan dapat memberi kenyamanan bagi pengunjung yang akan berwisata di pulau hoga kabupaten wakatobi,sertakebutuhan pengunjung dapat terwadahi dan mampu memberikan nuansa yang berbeda dengan konsep arsitektur ekologiyang diterapkan dalam perencanaan hotel resort yang ada di pulau hoga kabupaten wakatobi.Kata kunci : ekologi, hotel resort, Kabupaten wakatobiABSTRACTThe resort hotel is area in which there are various facilities such as accommodation and entertainment facilities tosupport tourism activities. Resort hotels arise due to several factors such as reduced time for rest, human need forrecreation, health, desire to enjoy the potential of nature. Wakatobi is one of the islands that has very high maritimepotential, one of which is in hoga island, Kaledupa district, but this potential has not been well managed so that it cannotaccommodate the activities of visitors who want to travel, this is the reason why it is necessary to plan a resort hotel inHoga island which provides facilities that can support tourism activities. The method used in this discussion is descriptivemethod which is done by collecting data, namely collecting theories from various literatures, field surveys and literaturestudies. The resort hotel designed by ecological architectural approach taking the basic form of a stilt house building inKaledupa, resort hotel is also designed by considering important aspects in designing such as circulation, zoning, andinterior layout. The hope is that it can make visitors comfortable tour to Hoga island, Wakatobi districtKeywords: ecology, hotel resort, Wakatobi Regency
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN DI KOTA KENDARI Adam, Muhammad; Rinnarsuri, Dwi; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pesantren Tahfizh Al-Qur’an di Kota Kendari adalah sarana yang sangat ideal sebagai tempat pembelajaran tentang agama Islam dan pelajaran lainnya yang berorientasi pada Al-Qur'an di lingkungan perkotaan seperti Kota Kendari yang dikarenakan kesibukan orang tua dalam bekerja sehingga waktu untuk mendidik anak menjadi berkurang sehingga pendidikan pesantren adalah cara yang tepat sebagai sistem pendidikan formal dan agama dapat berjalan secara seimbang sehingga dasar pendidikan terpenuhi. Konsep arsitektur ekologis adalah konsep berwawasan lingkungan, dimana memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin. Konsep ekologi dapat membuat suasana yang nyaman, tenang, dan indah sehingga santri dapat menghafal dan belajar di lingkungan yang baik untuk mereka. Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan  teori-teori dari berbagai literatur, survey lapangan dan studi literatur. Perencanaan konsep bentuk dasar bangunan bersumber dari jenis bangunan yang telah direncanakan yaitu bangunan formal untuk pendidikan, bentuk dasar geometri yang menampilkan kesan formal adalah hanya bentuk persegi dengan kesan penampilan laiinya ialah tegas, dinamis dan efektif terhadap ruang. Konsep tampilan bangunan Pesantren Tahfizh Al-Qur’an ini mempertimbangkan standar-standar ketentuan tampilan bangunan secara keseluruhan sesuai standar pendidikan yang disesuaikan dengan menerapkan konsep arsitektur ekologi seperti penggunaan konsep ventilasi silang, penerapan double glass, dan solar panel. Pada ruang luar adanya banyak taman-taman banyak taman – taman sehingga para santri bisa menghafal di lingkungan terbuka dengan suasana yang tenang sehingga dapat membantu dalam proses penghafalan para santri. Di dalam area Pesantren juga terdapat kebun-kebun untuk menghasilkan kebutuhan pangan santri dan menerapkan sistem untuk pengelolaan air limbah dan pengelolaan air hujan.. Kata kunci: Pesantren tahfizh al-qur’an, arsitektur ekologi, kota kendari ABSTRACT Tahfizh Al-Qur'an Islamic Boarding School in Kendari City is an ideal facility as a place to learn about Islam and other lessons oriented to the Koran in urban environments such as Kendari City due to busy parents working at work so that the time to educate children to be reduced so that pesantren education is the right way as the formal education system and religion can run in a balanced manner so that the basic education is fulfilled.. The concept of ecological architecture is an environmentally sound concept, which utilizes natural potential as much as possible. The concept of ecology can create a comfortable, calm and beautiful atmosphere so that students can memorize and learn in a good environment for them. The discussion method used is descriptive method which is done by gathering theories from various literatures, field surveys and literature studies.The planning of the basic building concept concept originates from the type of building that has been planned, namely formal buildings for education, the basic geometric form that displays a formal impression is only a square shape with the impression that the other appearance is firm, dynamic and effective on space. The concept of the appearance of the Tahfizh Al-Qur'an School Pesantren considers the overall building display standards according to educational standards that are adjusted by applying ecological architectural concepts such as the use of the concept of cross ventilation, the application of double glass, and solar panels. In the outside space there are many parks many parks - parks so that students can memorize in an open environment with a calm atmosphere so that it can help in the process of memorizing the students. Inside the Pesantren area there are also gardens to produce the santri food needs and implement systems for wastewater management and rainwater management. Keywords: Tahfizh Al-Qur’an Islamic Boarding School, ecology architecture, kendari city
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI Suriana, Wa Ode; Faslih, Arman; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAnak jalanan merupakan salah satu bentuk dari adanya kaum marjinal yang dipercaya setiap tahunnya semakin meningkat. Kebanyakan dari mereka sudah putus sekolah karena faktor ekonomi dan keluarga. Untuk itu, dibutuhkan wadah yang dapat memberdayakan mereka agar mereka mendapatkan haknya kembali. Hadirnya rumah singgah adalah salah satu solusi dalam menyelamatkan hidup mereka terutama masa depan mereka. Rumah singgah ini berfungsi sebagai tempat persinggahan sementara anak jalanan dan sekaligus akses kepada berbagai pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, keterampilan dan lain-lain. Didalam rumah singgah, anak jalanan juga diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk mengembangkan potensi dirinya agar bisa lebih berdaya dan bermanfaat. Dengan menggabungkan beberapa unsur arsitektural dan non-arsitektural seperti bentuk ruangan dan perilaku anak jalanan, maka terciptalah suatu desain yang dapat membantu  anak jalanan dalam memenuhi kebutuhannya agar tidak kembali lagi ke jalanan. Perencanaan rumah singgah ini di desain agar anak dapat mendapatkan hak untuk mengenyam bangku pendidikan kembali dan juga agar anak tersebut dapat memiliki suatu bekal keahlian yang berguna bagi hidupnya kelak.Kata kunci: Anak jalanan, rumah singgah, arsitektur perilaku ABSTRACKStreet children are one form of the existence of marginal people who are believed to be increasing every year. Most of them have dropped out of school due to economic and family factors. For this reason, a forum is needed to empower them so that they can get their rights back. The presence of a shelter is one solution to save their lives, especially their future. This shelter serves as a temporary shelter for street children and at the same time access to various social services such as education, health, skills and others. In the halfway house, street children are also given skills training to develop their potential to be more empowered and useful. By combining several architectural and non-architectural elements such as the shape of the room and the behavior of street children, a design is created that can help street children in meeting their needs so that they do not return to the streets. This shelter planning is designed so that the child can get the right to get a re-education bench and also so that the child can have a provision of expertise that is useful for his future life.Keywords: Street children, shelter houses, behavioral architecture
Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Penataan Permukiman Desa Mata Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Kadir, Ishak; Ma’ruf, Annas; Tahir, M. Arzal; Hasan, La Ode Amrul; Aulia, Weko Indira Romanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.152 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v3i2.21424

Abstract

Penataan permukiman Desa Mata Wawatu belum berjalan secara maksimal dan terarah karena belum memiliki pola dan arah kebijakan pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Permasalahan umum yang dihadapi masyarakat antara lain: [1] potensi Sumber Daya Alam belum tertata dengan baik karena belum memiliki arah kebijakan pembangunan yang jelas, [2] pengetahuan masyarakat dalam penataan lingkungan permukiman masih kurang. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu: [1] model Participatory Rural Appraisal yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan, [2] model Participatoty Tecnology Development yang memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai standar berbasis pada ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, [3] model Community Development yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, dan [4] Edukatif. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah tahap persiapan, tahap pembekalan, dan pelaksanaan. Hasil kegiatan program kemitraan masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat Desa Mata Wawatu mengalami peningkatan setelah mengikuti bimbingan teknis. Masyarakat telah mampu mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa serta analisisnya secara partisipatif.
Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Penataan Permukiman Desa Mata Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Kadir, Ishak; Ma’ruf, Annas; Tahir, M. Arzal; Hasan, La Ode Amrul; Aulia, Weko Indira Romanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.152 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v3i2.21425

Abstract

Penataan permukiman Desa Mata Wawatu belum berjalan secara maksimal dan terarah karena belum memiliki pola dan arah kebijakan pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Permasalahan umum yang dihadapi masyarakat antara lain: [1] potensi Sumber Daya Alam belum tertata dengan baik karena belum memiliki arah kebijakan pembangunan yang jelas, [2] pengetahuan masyarakat dalam penataan lingkungan permukiman masih kurang. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu: [1] model Participatory Rural Appraisal yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan, [2] model Participatoty Tecnology Development yang memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai standar berbasis pada ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, [3] model Community Development yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, dan [4] Edukatif. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah tahap persiapan, tahap pembekalan, dan pelaksanaan. Hasil kegiatan program kemitraan masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat Desa Mata Wawatu mengalami peningkatan setelah mengikuti bimbingan teknis. Masyarakat telah mampu mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa serta analisisnya secara partisipatif.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERENCANAAN GALERI BUDAYA SULAWESI TENGGARA Erwin, Erwin; Ramadan, Sachrul; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGaleri budaya Sulawesi tenggara hendaknya didesain dengan arsitektur Neo vernakular. Arsitektur lokal yangcenderung terabaikan di provinsi Sulawesi Tenggara adalah arsitektur vernakular Tolaki, arsitektur vernakular Buton danarsitektur vernakular Muna. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) untuk mewujudkan bangunan yang mampumemenuhi fungsi dan mewadahi aktifitas yang ada dalam Galeri Budaya Sulawesi Tenggara; (2) Untuk menerapkan asasdan prinsip Arsitektur Neo Vernakular pada perencanaan bangunan Galeri Budaya Sulawesi Tenggara;. Penelitian inimenggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dandata arsitektur vernakular tolaki, buton dan muna. Sumber data sekunder antara lain arsitektur neo vernakular dan Galeribudaya. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datadilakukan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut:pertama, Mewujudkan bangunan galeri yang mampu memenuhi fungsi dan dan wewadahi aktifitas melalui analisis makrodan mikro; kedua, penerapan arsitektur neo vernakular melalui ideology, prinsip dan konsep.Kata Kunci : Vernakular Sulawesi Tenggara Galeri Budaya , Neo-Vernakular.ABSTRACTSoutheast Sulawesi cultural galleries should be designed with Neo vernacular architecture. Local architecture thattends to be neglected in Southeast Sulawesi province is Tolaki vernacular architecture, Buton vernacular architecture andMuna vernacular architecture. This research is aimed as follows: (1) to realize a building that is able to fulfill the functionand accommodate the activities in the Southeast Sulawesi Cultural Gallery; (2) To apply the principles and principles ofNeo Vernacular Architecture in the planning of the Southeast Sulawesi Cultural Gallery; This study uses an architecturaldesign method with a qualitative approach. Primary data sources include site data and vernacular architectural data forTolaki, Buton and Muna. Secondary data sources include neo-vernacular architecture and cultural galleries. Datacollection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The data analysistechnique was carried out by reducing the data, presenting the data, and inferring the data. This research is concluded asfollows: first, Realizing a gallery building that is able to fulfill the function and accommodate activities through macro andmicro analysis; second, the application of neo-vernacular architecture through ideology, principles and concepts.Keywords: Vernacular Southeast Sulawesi Cultural Gallery, Neo-Vernacular.