Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KEKUASAAN DAN ELIT POLITIK DALAM ISLAMA Sudrajat, Ajat
Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.284 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.8980

Abstract

Peranan kelompok elit dalam kehidupan politik sangat dominan. Dominasi mereka tidak terbatas dalam bentuk pemerintahan yang lain seperti dalam pemerintahan demokrasi misalnya. Karena dominasinya yang begitu besar, sampai-sampai ada seorang ilmuwan politik -- Gaetano Mosca -- yang menyatakan bahwasanya kelompok elit ini telah mengarahkan kehidupan politik pada bentuk pemerintahan oligarkis
ISLAM AND EUROPEAN FEUDALISM IN THE MID-CENTURY Basrowi, -; Sudrajat, Ajat
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 11, No 1 (2010): Feudalism, History, and Education
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.093 KB) | DOI: 10.17509/historia.v11i1.12134

Abstract

This article was aimed to study the development of European Feudalism within the Mid Century. From the existing sources, it was found that as Muslim dominated Mediterranean Sea in the 8th A.D., European economy drastically declined. Moreover, it was said that the economy was near dead. The fall of trade and commerce within the continent had pushed Europe to use land as their source of life again. It is that within this situation, the feudalism found its way. The situation in Europe was changing within the 11th century, i.e. when the trade and commerce were awakening and the markets as well as cities were reviving. Commercial growth and the reuse of currency system, in fact, affected the economy of feudalists. Their life which was represented by manor was then disturbed and declining.
PENINGKATAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPS TERPADU MODEL NESTED DI SMP NEGERI 3 BANGUNTAPAN BANTUL Sofli, Sofli; Sudrajat, Ajat
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 1 (2014): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.217 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v1i1.2431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan karakter peserta didik melaluipembelajaran IPS terpadu model nested di kelas, (2) meningkatkan keterampilan peserta didik,dan (3) meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran IPS terpadu model nested.Subjek penelitian adalah 26 orang peserta didik kelas VII G SMP N 3 Banguntapan, Bantul tahun pembelajaran 2013/2014.Untuk mengungkap karakter menggunakan teknik observasi, angket, dokumentasi dan wawancara.Untuk mengungkap keterampilan menggunakan teknik observasi.Untuk mengungkap hasil belajar menggunakan tes dan dokumentasi.Tindakan yang dilakukan meliputi inkulkasi, permodelan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan. Penggunaan model nested untuk memudahkan pada pendekatan komprehensif dan terintegrasi dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1)Ada peningkatan karakter peserta didik berdasarkan hasil observasi. Pada siklus I karakter peserta didik 60%; siklus II 74%; dan siklus III 83,55%. Ada peningkatan karakter peserta didik berdasarkan hasil angket. Pada siklus I 83,41; siklus II 84,70; dan siklus III 85,73. (2) Ada peningkatan keterampilan peserta didik pada pembelajaran IPS Terpadu Model Nested. Pada siklus I 56,15; siklus II 68,46; dan siklus III 71,15. (3) Ada peningkatan nilai tes peserta didik pada pembelajaran IPS Terpadu Model Nested. Pada siklus I nilai tes peserta didik 69,60; siklus II 77,69; dan siklus III 76,92.   Kata Kunci: karakter, terpadu, model nested, hasil belajar IPS.
JERUSALEM: KOTA DALAM SENGKETA Sudrajat, Ajat
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2, No 2 (2009): Desember
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.515 KB)

Abstract

Abstract: This research is itended to trace the roots of conflict causes at city of Jerrusalem. The four steps taken of this research method are heuristic, source critique, interpretation and historiography. The findings of this research are (1) in fact, Jerusalem is a city always involved in conflict. There are several nations that have involved conflicts at this city, namely The Kan’an, Philistine, Jew, Babylonian, Asyyrian, Persia, Greece, Roman, Arabian-Islamic, and Roman-Christian; (2) In the contemporary era, Jerussalem is still the source of conflict between Palestine (Islam) and Jew; (3) The United Nations Organization declares that Jerrusalem is in international under control as corpus separatum.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DAN KETAATAN BERIBADAH DENGAN PERILAKU SOPAN SANTUN PESERTA DIDIK Risthantri, Putri; Sudrajat, Ajat
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 2 (2015): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.385 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v2i2.7670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku sopan santun peserta didik; (2) mengetahui hubungan antara ketaatan beribadah dengan perilaku sopan santun peserta didik; ( 3) mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dan ketaatan beribadah secara bersama-sama dengan perilaku sopan santun peserta didik di SMP Negeri se Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 4 Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai Juni 2015. Populasi sebanyak 1.767 siswa. Sampel diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket. Uji validitas menggunakan validitas konstrak dengan model Confirmatory Factor Analysis (CFA). Analisis data meliputi analisis deskriptif, pengujian persyaratan analisis, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku sopan santun peserta didik; (2) ada hubungan yang positif dan signifikan antara ketaatan beribadah dengan perilaku sopan santun peserta didik; (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh orang tua dan ketaatan beribadah secara bersama-sama dengan perilaku sopan santun peserta didik.
PENDIDIKAN HUMANIS RELIGIUS BERBASIS KULTUR DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PEKALONGAN Dadari, Fajar; Sudrajat, Ajat
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 2 (2015): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.501 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v2i2.7665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pendidikan humanis religius berbasis kultur di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekalongan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sampel sumber data diperoleh dengan purposive sampling. Pengumpulan data dengan teknik pengamatan, wawancara mendalam (in-depth interview), catatan lapangan, dan penggunaan studi dokumen; sedangkan uji keabsahan data dengan metode triangulasi. Analisis data bersifat induktif/kualitatif dengan metode Miles and Huberman. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Perilaku siswa sebelum dilakukan perbaikan kultur madrasah adalah: (a) aktualisasi nilai humanis religius para siswa di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekalongan kurang sempurna, (b) Pendidikan yang memberikan kebebasan siswa dalam beraktualisasi diri, sikap peserta didik menjadi lebih “terbuka” dan dekat dengan pendidik, kreatif serta berprestasi dalam bidang yang ditekuni; (2) Karakteristik nilai religius siswa tidak utuh; (3) Pendidikan nilai humanis religius berbasis kultur madarasah ini dilakukan dengan beberapa tahap: (a) menggambarkan kultur madrasah, yang meliputi material culture dan behavioral culture, yang pada akhirnya ditemukan kultur positif dan negatif; (b) menentukan visi dan misi madrasah, (c) pendidikan nilai humanis religius dirancang dan dilaksanakan melalui saluran kultur madrasah.
DAMPAK MODERNITAS K-POP PADA GAYA HIDUP SISWI DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN: Studi MTs Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Solihah, Ni'matus; Sudrajat, Ajat
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v13i1.1529

Abstract

K-pop (Korean Pop) culture, is currently a trend among female students in Islamic boarding schools. K-pop who are born not from Islamic circles certainly have a culture that is different from the teachings of Islam which have been taught in Islamic boarding schools, which maintain and teach traditional Islam. The study aims to reveal about the impact of K-pop modernity for students lifestyles in MTs Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta and the impact of K-pop on character education in social science learning. This study used the qualitative descriptive method with phenomenological approach. The data collecting technique was through observation, interviews, and documentation, with data analysis technique Miles and Huberman model. The results of this study indicate that Individual lifestyle can be observed by three dimensions which are activity, interest, and opinion. On activity, the majority of free time for K-popers students is used for things related to K-pop and spending on products related to K-pop. Whereas in the dimension of interest, K-popers students, love and prioritize things related to K-pop. In the opinion, K-popers students argue that K-pop has a positive and negative impact. The high consumption intensity of K-pop also has an impact on the reduced concentration of students during social studies learning, so character education in social studies learning is not well conveyed.Budaya K-pop (Korean Pop), saat ini menjadi tren di kalangan siswi di pesantren. K-pop yang lahir bukan dari kalangan agama Islam tentu memiliki budaya yang berbeda dengan ajaran Islam yang selama ini diajarkan di pesantren, yang menjaga serta mengajarkan ketradisionalan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak modernitas yang dibawa oleh K-pop terhadap gaya hidup siswi MTs Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta serta dampaknya terhadap pendidikan karakter pada pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya hidup individu dapat diukur melalui tiga dimensi yaitu aktivitas, minat, dan opini. Pada aktivitas, mayoritas waktu luang siswi K-popers digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan K-pop dan pembelanjaan produk yang terkait dengan K-pop. Pada minat, siswi K-popers hanya menyukai dan memprioritaskan hal-hal yang berkaitan dengan K-pop. Pada opini, siswi K-popers berpendapat bahawa K-pop memberikan dampak positif dan negatif. Intensitas konsumsi yang tinggi terhadap K-pop juga berdampak pada berkurangnya konsentrasi siswi pada saat pembelajaran IPS, sehingga pendidikan karakter pada pembelajaran IPS tidak tersampaikan dengan baik  
Pengembangan Media Blog Sejarah sebagai Alternatif Media Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas Sudrajat, Ajat; Zulkarnain, Zulkarnain
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 11, No 2 (2015): ISTORIA Edisi September 2015, Vol. 11, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.172 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v11i2.7565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana langkah-langkah pengembangan media blog sejarah sebagai media pembelajaran sejarah di SMA, (2) mengetahui bagaimana efektivitas media blog sejarah dalam pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development yang terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) tahap pendahuluan yang meliputi kegiatan pengumpulan informasi terkait dengan arti penting media blog sejarah sebagai media pendukung pembelajaran, (2) tahap desain media blog dan strategi implementasi media sebagai pengembangan bentuk produk awal, (3) tahap uji coba, evaluasi dan revisi melalui implementasi pembelajaran sejarah di SMA, dan (4) tahap implementasi dan pembinaan berkelanjutan dalam implementasi media blog sebagai media alternatif pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. 1)langkah-langkah pengembangan blog sebagai media pembelajaran sejarah di SMA melalui: a) studi pendahuluan, b) merencanakan dan menyusun blog, c) melakukan uji coba terbatas di 1 SMA, evaluasi dan revisi blog. 2) Melalui uji coba terbatas pada 1 sekolah yakni SMA N 5 Yogyakarta. Uji coba blog menunjukkan bahwa media blog efektif dengan rerata skor pre tes sebesar 78,57 dan pos tes sebesar 93,71. Dengan demikian peran media blog dalam pembelajaran sejarah sebesar 15,14 persen. Kata Kunci: pembelajaran sejarah, media blog, dan Sekolah Menengah Atas
PEMIKIRAN POSTMODERNISME DAN PANDANGANNYA TERHADAP ILMU PENGETAHUAN Setiawan, Johan; Sudrajat, Ajat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 28, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.449 KB) | DOI: 10.22146/jf.33296

Abstract

The birth of postmodernism can not be separated from the notion of modernism. The view of modernism assumes that the truth of science is absolute and objective, meaning that there is no human value. Here is the birth of a new idea of postmodernism which is one of figures are Jean Francouis Lyotard, postmodernism is a continuation and correction of modernism to provide a new thought and solution in his view of science. For postmodernism, science is not objective but subjective and the interpretation of man himself, so the truth is relative. Postmodernism can not be separated by its weakness and whether it is relevant to today’s life, so postmodernism adds to the acquisition of knowledge which can be accepted by its existence.
Effectiveness of social problem solving model in improving social skills of transvestites in the special regions Yogyakarta Aman, Aman; Sudrajat, Ajat; Yuliana, Lia
Journal of Social Studies (JSS) Vol 14, No 1 (2018): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v14i1.21159

Abstract

This study aims to find out: the effectiveness of character education models in improving social skills for transvestites in Yogyakarta Special Region. This research uses Research and Development method which consists of four stages, namely: (1) preliminary stage, (2) the planning stage of character education models for transgender as the development of the initial product form, (3) the testing, evaluation and revision stages through practical learning improvement of social skills, and (4) implementation phase. The number of transsexuals who were sampled in the one-on-one trial in 2015 was 5 transvestites selected by purposive sampling. In the second year the trial was expanded to 1 management of Kebaya Shelter house and involved 22 transvestites. Whereas field operational trials were conducted on 32 transvestites in Kebaya and Iwayo. Data collection techniques use FGD techniques, questionnaires, interviews, observation, and documentation techniques. Data validity uses expert validation, while the validity of qualitative data with source triangulation techniques, theory and methods. Quantitative data analysis with descriptive analysis techniques and qualitative data with interactive models. The results showed that: Field operational trials of 32 transvestites, it can be seen that there was an increase in transvestites' social skills after training the character education model of SPS models for waria. The pretest results showed a good average classification with a mean of 3.20. While the posttest results indicate an increase to a good classification with a mean of 3.58. Based on these data shows that all aspects that are considered good regarding social skills show a good and good classification.  Keywords: Problem Solving, social skills, of transvestites