Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Tekstur (Jurnal Arsitektur)

Rancangan Fasilitas Pusat Komunitas Film Indie di Surabaya Rinda Amalia Aisyah; Amir Mukmin Rachim; Siti Azizah
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1128

Abstract

Berkembangnya kota Surabaya di bidang perfilman salah satunya film Indie dengan acara festival perfilman yang pernah diadakan di kota menunjukkan potensi yang dimiliki kota Surabaya. Di satu sisi fasilitas untuk film Indie dan komunitas film Indie yang ada di kota Surabaya saat ini masih sangat minim. Kondisi tersebut membuat  orang yang tertarik dengan film Indie mengalami kesulitan untuk mengenal lebih jauh tentang film Indie. Permasalahannya adalah, Bagaimana membuat rancangan fasilitas pusat komunitas  film Indie. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Rancangan fasilitas ini diharapkan dapat memberi fasilitas yang memadai bagi para kreator film Indie dan penggemar film Indie untuk lebih bebas berkarya sehingga dapat menambah minat bagi penggemar film. 
Perancangan Komplek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sepakbola di Kabupaten Gresik dengan Tema Tropis Modern Bahtiar, Sahrul Fahmi; Ramadhani, Annisa Nur; Rachim, Amir Mukmin
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.557 KB) | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1910

Abstract

Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling popular pada saat ini. Beberapa wilayah di Indonesia membentuk pemain-pemain sepakbola dimulai dari usia dini, dengan mendirikan akademi sepakbola dan juga pusat-pusat pelatihan sepakbola. Gresik, seperti halnya beberapa kota besar lainnya di Indonesia juga memiliki potensi besar dalam perkembangan sepakbola. Berdasarkan survei yang dilakukan dapat dikatakan bahwa masyarakatnya banyak yang memiliki antusiasme luar biasa pada olahraga ini, sehingga perlu adanya fasilitas latihan sepakbola yang menyediakan sarana lebih lengkap. Pada penerapan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola yang dirancang di Kabupaten Gresik ini diharapkan mampu menyediakan fasilitas yaitu tempat pelatihan, pendidikan, pembinaan, dan penelitian tentang sepakbola sehingga dapat menunjang ekspresi bangunan yang mewadahi adanya sarana-sarana pendidikan agar dapat digunakan oleh para pemain sepakbola untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian bermain sepakbola sehingga mampu meningkatkan prestasi khususnya masyarakat di Kabupaten Gresik dalam bidang sepakbola. Artikel ini dimaksudkan untuk memahami tentang penerapan tema Arsitektur Tropis Modern yang mencakup tatanan lahan, bentuk, ruang dan elemen lainnya pada perancangan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola di Kabupaten Gresik yang dapat beradaptasi dengan kondisi iklim, lingkungan serta desain modern masa kini untuk menyediakan sarana dan fasilitas lengkap sehingga dapat mengakomodasi semua angan-angan mengenai pembinaan dan pengembangan sepakbola khususnya di kabupeten Gresik dan Indonesia.
Konsep Desain Arsitektur Vernakular untuk Terminal Tipe-B di Sidoarjo Santoso, Sri Rama; Rachim, Amir Mukmin
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.887

Abstract

Abstract. Terminal is a place to drop and pick passengers up and also arrange for the arrival and departure of public transport. The problem that arises is that Sidoarjo Regency is one of the cities  in  East  Java  Province  which  is  beginning  to  experience  the  development  of  social activities  but  does  not  yet  have  the  availability  of  adequate  transportation  facilities  and infrastructure. Sidoarjo Regency currently has only one terminal (Larangan Terminal) in the city.  Terminal  access  is  no  longer  in  a  strategic  area  for  urban  transport  transportation. Facilities and capacity of the existing terminal is inadequate and even looks stalled and not maintained. Many fleets do not meet the standards and not many operate. The method used in  the  preparation  of  this  architectural  concept  is  analysis  through  comparative  studies  of literature, field, interviews and documentation. The lack of quality of existing facilities at the terminal  is  currently  the  reason  and  my  motivation  to  aim  at  planning  and  designing  the Sidoarjo b-type terminal. The benefit is the object can increase the attractiveness of the people of Sidoarjo to use mass transportation so that it can indirectly reduce the volume of congestion due to the increasing use of private vehicles. Keywords: Terminal, Transportation, Vehicle, Sidoarjo. Abstrak.Terminal  angkutan  penumpang  merupakan  tempat  untuk  menurunkan  dan  menaikkan penumpang  serta  mengatur  kedatangan  dan  keberangkatan  kendaraan  umum. Permasalahan yang timbul adalah Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang mulai mengalami perkembangan aktivitas kemasyarakatan namun belum memiliki ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai. Kabupaten Sidoarjo  saat  ini  hanya  memiliki  satu  terminal  (Terminal  Larangan)  di  dalam  kota.  Akses terminal sudah tidak lagi berada di area yang strategis untuk alur transportasi angkutan kota. Fasilitas dan kapasitas terminal yang ada tidak memadai bahkan terlihat mangkrak dan tidak terawat.  Armada  banyak  yang  tidak  memenuhi  standar  dan  tidak  banyak  yang  beroperasi. Metode yang di lakukan dalam penyusunan konsep arsitektur ini adalah analisis melalui studi banding literatur, lapangan, interview dan dokumentasi. Minimnya kualitas fasilitas yang ada pada terminal saat ini menjadi alasan serta motivasi saya untuk bertujuan merencanakan dan merancang terminal tipe-b Sidoarjo. Manfaatnya agar objek tersebut mampu meningkatkan daya  tarik  masyarakat  Sidoarjo  untuk  menggunakan  transportasi  massal  sehingga  secara tidak langsung dapat mengurangi volume kemacetan karena penggunaan kendaraan pribadi yang semakin meningkat.Kata Kunci: Terminal, Transportasi, Kendaraan, Sidoarjo.
Pusat Busana Adat Dayak Kalbar, Dikota Pontianak Noberti, Modesta; Rachim, Amir Mukmin; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2053

Abstract

Abstrak. Kalimantan Barat merupakan salah satu Pulau yang memiliki Suku Adat Dayak Terbesar Selain Kalimantan timur,selatan dan utara. selain itu Pulau Borneo terkenal dengan Penduduk Aslinya adalah Suku Adat Dayak. Busana Adat Dayak berperan Penting Dipulau Borneo dan khususnya pada desain rancangan berlokasi di kota Pontianak yang belum memiliki wadah pusat Busana adat khusus busana Dayak kalimantan barat untuk di jual lagi ke sanggar-sanggar seni Dayak maupun took-toko lainnya, tentunya denga ada Pusat Busana Adat Dayak Di kota Pontianak ini mempermudah Toko busana Adat Dayak lainnya dan Sanggar budaya untuk mendapatkan Busana adat Dayak dengan desain yang sesuai yg mereka butuhkan dan kualitas yang terbaik lakan diberikan langsung dari Pusatnya. tentunya penerapan semua ini sudah di pertimbangkan apa saja yang di butuhkan di dalam desain tersebut hingga menjadi suatu bangunan yang bermanfaat bagi Kalimantan Barat Khususnya di kota Pontianak. Alasan dibuatnya pusat busana Dayak ini untuk mengembangkan busana Adat lebih modern dan lebih menarik lagi, dengan mengikuti jaman Busana terkini dengan syarat tidak menghilangkan aksesoris pada baju adat dan bahan asli pada baju adat Tersebut, Hasil akhir dari Perencanaan dan Perancangan Pusat Busana Adat Dayak Kalbar Di Kota Pontianak ini mengaplikasikan 3 konsep mikro yakni Tropis pada Lahan, Kontemporer pada Bentuk dan Ekologi Pada Ruang yang di terapkan dengan tema Arsitektur Neo-vernakular. Penerapan desain mengusung pendekatan konsep makro “Simbolik” yang dibungkus dengan kesatuan dari mulai judul, tema, Makro dan Mikro konsep. Di desain dengan kesatuan dari semuanya dalam kebudayaan adat suku Dayak setempat.
Rancangan Fasilitas Pusat Komunitas Film Indie di Surabaya Aisyah, Rinda Amalia; Rachim, Amir Mukmin; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1128

Abstract

Berkembangnya kota Surabaya di bidang perfilman salah satunya film Indie dengan acara festival perfilman yang pernah diadakan di kota menunjukkan potensi yang dimiliki kota Surabaya. Di satu sisi fasilitas untuk film Indie dan komunitas film Indie yang ada di kota Surabaya saat ini masih sangat minim. Kondisi tersebut membuat  orang yang tertarik dengan film Indie mengalami kesulitan untuk mengenal lebih jauh tentang film Indie. Permasalahannya adalah, Bagaimana membuat rancangan fasilitas pusat komunitas  film Indie. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Rancangan fasilitas ini diharapkan dapat memberi fasilitas yang memadai bagi para kreator film Indie dan penggemar film Indie untuk lebih bebas berkarya sehingga dapat menambah minat bagi penggemar film. 
Perancangan Komplek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sepakbola di Kabupaten Gresik dengan Tema Tropis Modern Sahrul Fahmi Bahtiar; Annisa Nur Ramadhani; Amir Mukmin Rachim
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1910

Abstract

Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling popular pada saat ini. Beberapa wilayah di Indonesia membentuk pemain-pemain sepakbola dimulai dari usia dini, dengan mendirikan akademi sepakbola dan juga pusat-pusat pelatihan sepakbola. Gresik, seperti halnya beberapa kota besar lainnya di Indonesia juga memiliki potensi besar dalam perkembangan sepakbola. Berdasarkan survei yang dilakukan dapat dikatakan bahwa masyarakatnya banyak yang memiliki antusiasme luar biasa pada olahraga ini, sehingga perlu adanya fasilitas latihan sepakbola yang menyediakan sarana lebih lengkap. Pada penerapan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola yang dirancang di Kabupaten Gresik ini diharapkan mampu menyediakan fasilitas yaitu tempat pelatihan, pendidikan, pembinaan, dan penelitian tentang sepakbola sehingga dapat menunjang ekspresi bangunan yang mewadahi adanya sarana-sarana pendidikan agar dapat digunakan oleh para pemain sepakbola untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian bermain sepakbola sehingga mampu meningkatkan prestasi khususnya masyarakat di Kabupaten Gresik dalam bidang sepakbola. Artikel ini dimaksudkan untuk memahami tentang penerapan tema Arsitektur Tropis Modern yang mencakup tatanan lahan, bentuk, ruang dan elemen lainnya pada perancangan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola di Kabupaten Gresik yang dapat beradaptasi dengan kondisi iklim, lingkungan serta desain modern masa kini untuk menyediakan sarana dan fasilitas lengkap sehingga dapat mengakomodasi semua angan-angan mengenai pembinaan dan pengembangan sepakbola khususnya di kabupeten Gresik dan Indonesia.
Konsep Desain Arsitektur Vernakular untuk Terminal Tipe-B di Sidoarjo Sri Rama Santoso; Amir Mukmin Rachim
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.887

Abstract

Abstract. Terminal is a place to drop and pick passengers up and also arrange for the arrival and departure of public transport. The problem that arises is that Sidoarjo Regency is one of the cities  in  East  Java  Province  which  is  beginning  to  experience  the  development  of  social activities  but  does  not  yet  have  the  availability  of  adequate  transportation  facilities  and infrastructure. Sidoarjo Regency currently has only one terminal (Larangan Terminal) in the city.  Terminal  access  is  no  longer  in  a  strategic  area  for  urban  transport  transportation. Facilities and capacity of the existing terminal is inadequate and even looks stalled and not maintained. Many fleets do not meet the standards and not many operate. The method used in  the  preparation  of  this  architectural  concept  is  analysis  through  comparative  studies  of literature, field, interviews and documentation. The lack of quality of existing facilities at the terminal  is  currently  the  reason  and  my  motivation  to  aim  at  planning  and  designing  the Sidoarjo b-type terminal. The benefit is the object can increase the attractiveness of the people of Sidoarjo to use mass transportation so that it can indirectly reduce the volume of congestion due to the increasing use of private vehicles. Keywords: Terminal, Transportation, Vehicle, Sidoarjo. Abstrak.Terminal  angkutan  penumpang  merupakan  tempat  untuk  menurunkan  dan  menaikkan penumpang  serta  mengatur  kedatangan  dan  keberangkatan  kendaraan  umum. Permasalahan yang timbul adalah Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang mulai mengalami perkembangan aktivitas kemasyarakatan namun belum memiliki ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai. Kabupaten Sidoarjo  saat  ini  hanya  memiliki  satu  terminal  (Terminal  Larangan)  di  dalam  kota.  Akses terminal sudah tidak lagi berada di area yang strategis untuk alur transportasi angkutan kota. Fasilitas dan kapasitas terminal yang ada tidak memadai bahkan terlihat mangkrak dan tidak terawat.  Armada  banyak  yang  tidak  memenuhi  standar  dan  tidak  banyak  yang  beroperasi. Metode yang di lakukan dalam penyusunan konsep arsitektur ini adalah analisis melalui studi banding literatur, lapangan, interview dan dokumentasi. Minimnya kualitas fasilitas yang ada pada terminal saat ini menjadi alasan serta motivasi saya untuk bertujuan merencanakan dan merancang terminal tipe-b Sidoarjo. Manfaatnya agar objek tersebut mampu meningkatkan daya  tarik  masyarakat  Sidoarjo  untuk  menggunakan  transportasi  massal  sehingga  secara tidak langsung dapat mengurangi volume kemacetan karena penggunaan kendaraan pribadi yang semakin meningkat.Kata Kunci: Terminal, Transportasi, Kendaraan, Sidoarjo.
Pusat Busana Adat Dayak Kalbar, Dikota Pontianak Modesta Noberti; Amir Mukmin Rachim; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2053

Abstract

Abstrak. Kalimantan Barat merupakan salah satu Pulau yang memiliki Suku Adat Dayak Terbesar Selain Kalimantan timur,selatan dan utara. selain itu Pulau Borneo terkenal dengan Penduduk Aslinya adalah Suku Adat Dayak. Busana Adat Dayak berperan Penting Dipulau Borneo dan khususnya pada desain rancangan berlokasi di kota Pontianak yang belum memiliki wadah pusat Busana adat khusus busana Dayak kalimantan barat untuk di jual lagi ke sanggar-sanggar seni Dayak maupun took-toko lainnya, tentunya denga ada Pusat Busana Adat Dayak Di kota Pontianak ini mempermudah Toko busana Adat Dayak lainnya dan Sanggar budaya untuk mendapatkan Busana adat Dayak dengan desain yang sesuai yg mereka butuhkan dan kualitas yang terbaik lakan diberikan langsung dari Pusatnya. tentunya penerapan semua ini sudah di pertimbangkan apa saja yang di butuhkan di dalam desain tersebut hingga menjadi suatu bangunan yang bermanfaat bagi Kalimantan Barat Khususnya di kota Pontianak. Alasan dibuatnya pusat busana Dayak ini untuk mengembangkan busana Adat lebih modern dan lebih menarik lagi, dengan mengikuti jaman Busana terkini dengan syarat tidak menghilangkan aksesoris pada baju adat dan bahan asli pada baju adat Tersebut, Hasil akhir dari Perencanaan dan Perancangan Pusat Busana Adat Dayak Kalbar Di Kota Pontianak ini mengaplikasikan 3 konsep mikro yakni Tropis pada Lahan, Kontemporer pada Bentuk dan Ekologi Pada Ruang yang di terapkan dengan tema Arsitektur Neo-vernakular. Penerapan desain mengusung pendekatan konsep makro “Simbolik” yang dibungkus dengan kesatuan dari mulai judul, tema, Makro dan Mikro konsep. Di desain dengan kesatuan dari semuanya dalam kebudayaan adat suku Dayak setempat.
Arsitektur Industrial sebagai Tema Desain Lapangan Tembak Kodim Bangkalan Amir Mukmin Rachim; Arief Farakhan; Sigit Hadi Laksono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2955

Abstract

Lapangan tembak adalah fasilitas khusus yang dirancang untuk latihan, ujian, atau lomba menggunakan senjata api. Lapangan tembak dapat berada di dalam ruangan ataupun di luar, dan dapat juga dibatasi hanya pada jenis senjata tertentu (misal pistol saja atau senapan gas saja), dan dapat juga dibatasi pada cabang olahraga tertentu. Permasalahan bagaimana cara membuat para penembak atau atlit menembak merasa nyaman pada lapangan tembak Kodim Bangkalan, dan bagaimana cara membuat lapangan tembak yang memenuhi standart. Bagaimana menata fasilitas di dalam lapangan tembak agar evisian. Metode Penelitian kualitatif adalah dilakukan dengan metide survey, wawancara, pengamatan studikasus, korelesi dan sebagainya. Tujuan penelitian Untuk pendekatan dan gambaran mengenai alur berpikir dan memecahkan suatu permasalahan di lapangan tembak Kodim Bangkalan. Hasil dari redesain lapangan tembak Kodim Bangkalan dapat menciptankan lapangan tembak yang layak dan memiliki fasilitas yang lengkap sesuai kebutuhan para penembak di lapangan tembak Kodim Bangkalan. Manfaat dari penelitian lapangan tembak Kodim Bangkalan yaitu bisa lebih mendalami karakteristik lapangan tembak beserta pengguna lapangan tembak Kodim Bangkalan
Redesain Pasar Srimangunan Sampang Madura Tema Arsitektur Tropis Ach. Romadhoni; Amir Mukmin Rachim; Annisa Nur Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2848

Abstract

Latar belakang Pasar tradisional merupakan pasar yang berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang dan memiliki keunggulan bersaing secara alamiah. Keberadaan pasar tradisional ini sangat membantu, tidak hanya bagi pemerintah daerah ataupun pusat tetapi juga para masyarakat yang menggantungkan hidupnya dalam kegiatan berdagang. Permasalahan bagaimana strategi pengembangan yang akan menarik perhatian masyarakat, dan bagaimana estetika pada bangunan yang akan dibuat saat melakukan proses redesain. Metode penelitian pada Redesign Pasar Srimangunan Sampang Madura, adapun beberapa langkah yang dilakukan yaitu : teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan teknik penyimpulan data. Tujuan redesain pasar ini adalah memberikan kenyamanan dan keamanan saat pengunjung melakukan proses transaksi dengan pendagang, membantu memperlancar penjualan hasil produk dan memudahkan memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan serta membantu menyediakan segala macam barang dan jasa, memberikan kesempatan kepada masyarakat agar lebih mudah memiliki perusahaan atau tempat perdagangan untuk mendapatkan penghasilan. Manfaat dari Redesain Pasar Srimangunan ini adalah bertujuan agar menjaga kenyamanan dan keamanan untuk pengunjung maupun pedagang dikarenakan juga Pasar Srimangunan ini adalah pasar satu-satunya yang ada di kabupaten sampang Madura.Kata Kunci: Redesain, Pasar Srimangunan, Sampang