Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN SALAK WEDI MENGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT(QFD) DAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP): ANALISIS DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN SALAK WEDI MENGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT(QFD) DAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) moh yusuf dawud khakim; Darsan Darsan
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14 No 2 (2020): Nopember 2020
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v14i2.1233

Abstract

The result of this research is the objective of consumer satisfaction, almost all the attributes of Processed Coffee Beans Salak Wedi have outperformed its competitors, except for the attributes of the product packaging size which is compact and proportional, this will increase the value of sales and technical points. response as a long-term strategy, so that the value of priority contributions is increased and taken into account. Meanwhile, the value of the priority contribution of customer needs is the answer to the technical response to improvements that must be made by the Salak Wedi coffee bean home industry. There are 5 priority actions in accordance with the recommendations from the priority data processing of contribution value. The results of AHP analysis show the conclusion that the most appropriate alternative strategy for the home industry of Salak Wedi bean coffee is a product differentiation strategy with a focus on the company's competitive advantage. Attention to Marketing Costs still needs to be done for the purpose of process efficiency by removing waste and potential waste from the production process. Of course, a focus on eliminating waste will have a positive impact on improving product quality, functionality and reliability. However, Marketing Cost in this context is not part of a competitive strategy but is an improvement process for companies to increase their competitive advantage in facing current market competition.
STRATEGI PEMASARAN BERAS PADA AGROINDUSTRI DI KABUPATEN BOJONEGORO: STRATEGI PEMASARAN BERAS PADA AGROINDUSTRI DI KABUPATEN BOJONEGORO Darsan Darsan; Moh Yusuf Dawud
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v15i1.1480

Abstract

The research objective is to want to know what strategies are used for marketing rice in the agro-industry in Bojonegoro district. The hypothesis of this research is that it is assumed that rice marketing must have a marketing strategy for planning, pricing, and distributing. This research method using purposive sampling method. The research population taken as respondents is the agro-industry which sells rice throughout the year. In accordance with the criteria, the population is less than 100 people, so the sample is taken at 10% - 15%. Based on these opinions, the samples of this study were 5 rice agro-industries. The analysis used in this research is the SWOT analysis, which is a qualitative analysis carried out by examining internal and external factors. The conclusion from the calculation results of the SWOT analysis. Internal factors that affect the rice agro-industry business are utilizing the quality of the product with a good taste image and strategic location and adding packaging variants to develop rice marketing. External factors affecting agro-industry business are replacing manual technology with efficient technology to improve the quality of rice production. A good alternative strategy that can be done for the development of rice marketing in the rice agro-industry is the strength of opportunity strategy (Aggressive), which takes advantage of existing strengths to take advantage of opportunities. Keywords: Rice Agrindustry, Bojonegoro Regency, SWOT Analysis.
STRATEGI PEMULIHAN DENGAN KERJASAMA DUA SEKTOR, MUNGKINKAN SEKTOR PARIWISATA DAN UMKM BANGKIT? STUDI KASUS UMKM DAN WISATA KABUPATEN Wahyu Adhi Saputro; Moh Yusuf Dawud
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 1 No. 1 (2021): JARSD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.593 KB) | DOI: 10.32639/jasrd.v1i1.10

Abstract

Secara global, pandemi memiliki dampak yang sangat nyata. Perekonomian juga menjadi sangat kacau selama pandemi covid-19, ditambah lagi pandemi ini tidak tahu kapan akan berhenti. Proyeksi pertumbuhan tercatat negatif. Indonesia pun tidak luput dari dampak tersebut dan menyerang beberapa sektor kunci yaitu sektor pariwisata dan sektor industri khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian Kabupaten Pacitan terhadap Provinsi Jawa Timur dan untuk mengetahui strategi yang dapat diterapkan untuk memulihkan sektor pariwisata di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Pemilihan lokasi penelitian di Kabupaten Pacitan karena daerah ini menempati urutan teratas dengan kunjungan wisatawan terbanyak di Bakorwil I Provinsi Jawa Timur dan memiliki jumlah UMKM yang banyak. Data yang digunakan adalah data time series sekunder dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 yang bersumber dari BPS. Analisis data menggunakan analisis kontribusi. Berdasarkan hasil kajian dapat diketahui bahwa kontribusi wisatawan Kabupaten Pacitan cukup baik, berkisar 2% dari tahun 2015 hingga 2019. Kontribusi UMKM di Kabupaten Pacitan juga cukup baik, tercatat dengan hadirnya UMKM, sebesar 212.197. Langkah yang dapat dilakukan untuk memulihkan sektor ekonomi dapat dilakukan dengan menarik influencer, mengemas kawasan wisata terdekat, berkolaborasi dengan tour n travel dengan paket transportasi yang terjangkau. Langkah pemulihan UMKM dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti memberikan stimulus berupa pelatihan kompetensi, pengelolaan P-IRT dan sertifikasi halal selain menggunakan digital marketing dan mendaftarkan UMKM di kantor terkait. Kerjasama kedua sektor tersebut juga dapat dilakukan dengan cara wisatawan yang berkunjung dan membayar tiket, sehingga wisatawan juga mendapatkan produk dari UMKM (harga sudah termasuk di dalamnya).
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Udang Vannamei (Litopeneaus Vannamei) Dengan Sistem Semi-Intensif Dan Sistem Intensif Di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Moh Yusuf Dawud
Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis Vol 20 No 2 (2020): Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/agribisnis.v20i2.1123

Abstract

Vannamei shrimp farming (lithopenarus vannamei) is one of the alternative solutions to overcome the failure of milkfish cultivation by changing the varieties in the fishery sector, where this species is more resistant to disease. Business analysis and business feasibility in the form of Benefit Cost Ratio (B / C Ratio) Net Benefit Cost Ratio (B / C Ratio), Internal Rate Ratio (IRR), Net Present Valuae (NPV), and Beak Even Point (BEP) calculations. From the results of the analysis showed that the business of shrimp farming vaname declared feasible, with NPV on intensive system the highest value of Rp.46.293.103,45 this means the business is profitable and feasible to be developed. While the NPV on semi-intensive system the highest value of Rp .15.357.758,62 and IRR on semi intensive system 9.98%, while IRR on intensive system 8.19% which means IRR value> MARR, which indicates that this investment is feasible to run. The lowest intensive system value at the time of production / sales volume reaches 3944.28 While in the semi-intensive system the lowest value when the volume of production / sales reached 787.42.BEP selling price on the intensive system the lowest value of Rp.27274.60, while the BEP selling price on semi-intensive system of Rp.24520.58.Hasil calculation of the analysis of the estimated cost increase Operations, decline in prices and the amount of production in the coming year, the business results This is still feasible to run.
STRATEGI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA TANAMAN MELON (Cucumis Melo. L) TERHADAP PENDAPATAN PETANI Badiatud Durroh; Moh Yusuf Dawud
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v4i2.312

Abstract

Dalam kegiatan usaha tani, mengorganisasikan sarana produksi pertanian perludilakukan, agar memperoleh hasil atau keuntungan. Didalam usaha tani, juga terdapat hambatan dalam pelaksanaan usaha tani, hama dan penyakit yang menyerang tanaman melon adalah musuh alami petani. Hal ini yang menghambat bahkan membuat kerugian ekonomi dalam usaha tani melon di Desa Kayulemah Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Rumusan masalah sebagai berikut, besarnya pendapatan petani yang menerapkan sistem pengendalian hama penyakit secara terpadu dan non terpadu sebagai strategi untuk menekan atau menggurangi kerugian ekonomi pada usaha tani melon di desa kayulemah kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi apa yang harus dilakukan dalam rangka menekan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh adanya hama dan penyakit pada tanaman melon di desa kayu lemah kecamatan Sumberrejo. Metode pengambilan data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi dan wawancara langsung pada petani sampel dengan menggunakan kuisioner yang telah dipersiapkan. Data sekunder diperoleh dengan mencatat atau mengutip dari dokumen resmi di Dinas Pertanian, BPS, Internet, Buku maupun instansi terkait yang relevan yang ada di daerah penelitian serta yang berhubungan dengan tujuan penelitiankabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian Berdasarkan perhitungan QSPM tersebut ternyata hipotesis atau dugaan sementara “ Diduga pendapatan petani melon didesa kayu lemah dipengaruhi oleh tidak adanya pemahaman petani terhadap cara penentuan strategi pengendalian hama dan penyakit yang tepat guna pada tanaman melon “ (terbukti)
SOLUSI PENCEGAHAN KERUSAKAN PRODUK TEH KERING DI PT CANDI LOKA Badiatud Durroh; Masahid Masahid; Moh Yusuf Dawud
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2593

Abstract

Daya saing produk teh kering salah satunya dilihat dari kualitas teh tersebut. Oleh karena itu, untuk menghasilkan teh berkualitas baik diperlukan usaha mengurangi kerusakan pada hasil teh kering. Pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) saat proses pemetikan pucuk teh basah dan Good Manufacturing Practices (GMP) saat pengolahan untuk menghasilkan teh kering merupakan cara untuk memperoleh teh yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan teh selama   proses produksi. Studi kasus dilakukan di PT, Candi Loka Ngawi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study) dan desain kualitatif. Beberapa penyebab kerusakan yang terjadi pada proses produksi teh kering tadalah kebiasaan buruk petani saat memetik pucuk teh, kecerobohan pekerja pabrik saat melakukan sortasi, dan kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh pekerja tidak sesuai dengan GAP dan GMP. Berdasarkan tiga penyebab tersebut, penyebab utama kerusakan produk teh kering yaitu pekerja yang tidak  menerapkan GAP dan GMP saat proses produksi, sehingga kualitas teh kering yang dihasilkan kurang baik. Solusi pencegahan kerusakan produk teh kering adalah dengan menambah satu sampai tiga petugas grading, dan membayar petikan pucuk petani sesuai dengan hasil grading-nya.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI MEMILIH VARIETAS BENIH PADI DI DESA TALOK KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO Ahmad Aminudin; Deviana Diah Probowati; Moh Yusuf Dawud
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v5i1.557

Abstract

Farmers' decision making on the use of rice seeds is one of the determining factors for achieving optimal results in a farming business, because if one chooses the type of rice seed, the results achieved are not optimal. This study aims to analyze what factors influence farmers' decisions on the use of rice seeds in Talok Village, Kalitidu District, Bojonegoro Regency. The sampling method in this study used the Random Sampling technique and to determine the sample size, the Slovin formula was used. Analysis of research data using the Multiple Linear Regression Analysis method with the help of SPSS 25 software. From the results of the study indicate that three variables that influence farmers' decisions on the use of rice seeds, namely the price of rice seeds, where to get the seeds, and promotion of 24.2% affect the product selection. rice seeds.
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PISANG CAVENDISH MENGGUNAKAN STOCHASTIC FRONTIER ANALYSIS (SFA) DI KABUPATEN BOJONEGORO Saila Waffiq Fauziah; Moh. Yusuf Dawud; Noor Djohar
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v17i1.2709

Abstract

This study uses stochastic frontier analysis (SFA) to evaluate the efficacy of Cavendish banana cultivation technology in Bojonegoro Regency. An opinion survey of 16 Cavendish banana farmers spread across seven sub-districts in Bojonegoro Regency provides primary data. Farmers' technical productivity and the variables that affect it are assessed using SFA analysis. Based on the findings, Cavendish banana producers in Bojonegoro Regency have an average technical productivity of 80.8%. The stochastic frontier production function model includes the seven variables shown in table 1 and hypothesized to have an impact on output levels: land area, seeds, chemical fertilizers, organic fertilizers, labor, and capital. Large areas of land, organic fertilizers and pesticides are all elements that have a significant impact on the effectiveness of farmer technology. While age, education level, and number of family members are variables that affect inefficiency. The variable level of education is an element that has quite a large influence on technological inefficiency. The findings of this study are expected to educate relevant stakeholders and increase the effectiveness of the technology for the Cavendish banana industry in Bojonegoro Regency.
Efisiensi Teknis Multi-Stage Pada Usaha Tani Bawang Merah Di Desa Cancung Kecamatan Bubulan Bojonegoro Shalsa Dea Nova Artamevia; Moh. Yusuf Dawud; Noor Djohar
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v17i1.2710

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis multi-stage pada usahatani bawang merah di Desa Cancung, Kabupaten Bojonegoro menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan regresi Tobit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari 30 responden petani bawang merah. Nilai CRSTE dan VRSTE menunjukkan bahwa petani bawang merah masih belum mencapai efisiensi teknis penuh karena masih memiliki inefisiensi pada masing-masing model sebesar 87% dan 57%. Nilai SE menunjukkan petani bawang merah memiliki inefisiensi skala produksi sebesar 57% dan mayori tas petani memerlukan penambahan skala produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani bawang merah di Desa Cancung, Kabupaten Bojonegoro masih belum efisien secara teknis, namun dapat meningkatkan efisiensi teknis dengan menggunakan input secara lebih baik dan optimalisasi penggunaan sumber daya. Regresi Tobit menunjukkan bahwa faktor jumlah tanggungan keluarga berpengaruh positif terhadap inefisiensi teknis. Sedangkan faktor usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman usahatani berpengaruh secara negative dengan inefisiensi usahatani. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada petani bawang merah dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan efisiensi teknis dan produktivitas usahatani bawang merah di wilayah tersebut. Abstract This study aims to analyze the multi-stage technical efficiency of shallot farming in Cancung Village, Bojonegoro Regency using the Data Envelopment Analysis (DEA) method and Tobit regression. The data used in this study are primary data from 30 respondents of shallot farmers. The CRSTE and VRSTE values ​​show that shallot farmers have not yet achieved full technical efficiency because they still have inefficiencies in each model of 87% and 57%, respectively. The SE value shows that shallot farmers have a production scale inefficiency of 57%, and the majority of farmers need to increase their production scale. The results show that most shallot farmers in Cancung Village, Bojonegoro Regency are still technically inefficient, but can improve technical efficiency by using inputs better and optimizing resource utilization. Tobit regression shows that the number of family dependents has a positive effect on technical inefficiency, while age, education level, and farming experience have a negative effect on farming inefficiency. This study is expected to provide input to shallot farmers and related parties in efforts to improve technical efficiency and productivity of shallot farming in the area.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BERAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (Studi Kasus Home Industry Ud. Mulyo Langgeng) Moh. Yusuf Dawud
LUMBUNG Vol. 19 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.007 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i2.242

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Pengendalian Kualitas Produk Beras Menggunakan Metode Six Sigma yang di lakukan di Home Industry UD. Mulyo Langgeng. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah belum adanya metodepengendalian kualitas produk yang digunakan untuk mengurangi jumlah produk cacat selama proses produksi penggilingan Padi. merupakan sebuah metode perbaikankualitas berbasis statistik, dimana prinsip dari metode ini yaitu perbaikan secaraterus-menerus (Continuous Improvement) dengan menggunakan alat statistik dan problem solving tools. Pada penelitian ini, peneliti menerapkan metode six sigma yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan sebagai metode pengendalian kualitas produk. Berdasarkan pada permasalahan yang ada, 3 penyebab produk cacat tertinggi dapat didefinisikan yaitu penimbangan sebanyak 25%, penggilingan sebanyak 16% dan karung pembungkus beras bocor 18%, tujuan peningkatan kualitas Six Sigma berdasarkan hasil observasi: mengurangi atau menekan produk cacat dari 4.50% menjadi 0%. Terbukti dengan adanya total produk cacat tertinggi sebesar 5.10% dan terendah 4.00% berdasarkan persentase terendah sebenarnya Home Industry UD. Mulyo Langgeng dapat menekan produk cacat hingga 0%. jumlah beras yang dihasilkan selama bulan April sampai dengan Juli 2019 untuk beras adalah sebesar 8.500 kg, dan diketemukan produk cacat diduga produk cacat yang berasal dari tiga penyebab utama kecacatan adalah 425 kg.Setelah mengetahui penyebab kegagalan dari masing-masing jenis cacat, peneliti akan coba mengusulkan tindakan-tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi kegagalan tersebut sehingga diharapkan perusahaan dapat mengatasinya agar kegagalan serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.