Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Kesuksesan Implementasi Sistem Informasi Skripsi pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Rio Jumardi; Eko Nugroho; Indriana Hidayah
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Sejak tahun 2007, program studi TeknikInformatika UPN “Veteran” Yogyakarta telahmengimplementasikan Sistem Informasi Skrispi untukmendukung kinerja organisasi yang berkaitan denganakomodasi kebutuhan layanan skripsi. Namun padakenyataannya Sistem Informasi Skripsi belum dimanfaatkansecara maksimal. Evaluasi terhadap Sistem Informasi Skripsiperlu dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yangmempengaruhi kepuasan pengguna Sistem Informasi Skripsi.Penelitian ini menggunakan modifikasi model penelitiankesuksesan sistem informasi Delon dan Mclean. Modifikasiyang dilakukan adalah dengan menghilangkan variabel usedari model penelitian. Variabel use dihilangkan karena SistemInformasi Skripsi bersifat mandatory. Terdapat lima variabeldalam penelitian ini yaitu, kualitas informasi, kualitas sistem,kualitas layanan, kepuasan pengguna dan net benefit.Penelitian dilakukan dengan menganalisis hasil kuesioner yangterkumpul dari 45 responden yaitu mahasiswa yang pernahmenggunakan Sistem Informasi Skripsi. Metode analisis yangdigunakan adalah Partial Least Square menggunakan softwareSmartPLS.Hasil analisis menunjukkan kepuasan pengguna SistemInformasi Skripsi dipengaruhi oleh kualitas informasi dankualitas sistem. Net benefit dipengaruhi oleh kepuasanpengguna. Dalam penelitian ini kualitas layanan tidakmempunyai pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Secaraumum Sistem Informasi Skripsi telah memberikan manfaatkepada pengguna, namun dalam implementasi SistemInformasi Skripsi mahasiswa sebagai pengguna merasa perluadanya peningkatan kualitas layanan dari Sistem InformasiSkripsi.Keyword—kepuasan pengguna; sistem informasi skripsi;Model Delon dan Mclean; PLS
Peran Dimensi-Dimensi PeGI dalam Penyusunan Rencana Induk/ Rencana Strategis Pengembangan E-Government dengan Menggunakan Kerangka Kerja Arsitektur TOGAF® Daru Hagni Setyadi; Noor Akhmad Setiawan; Eko Nugroho
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI)merupakan kegiatan dari Kementerian Komunikasi danInformatika yang digunakan sebagai acuan dan penilaianpelaksanaan e–Government pada lembaga pemerintah.TOGAF® merupakan kerangka kerja arsitekur enterpriseyang dapat digunakan sebagai kerangka kerja untukmembangun rencana induk/ rencana strategis pengembangane-Government. Penelitian ini menunjukkan dan memetakanbahwa Dimensi-Dimensi PeGI dapat digunakan sebagai alatassessment kondisi arsitektur sekaligus sebagai Prinsip-Prinsip Arsitektur yang digunakan oleh TOGAF® dalamsiklus ADM. Penelitian ini tidak dimaksudkan untukmendapatkan alat assessment maupun Prinsip-PrinsipArsitektur yang optimal untuk TOGAF®.Kata Kunci—TOGAF®; PeGI; assessment; Prinsip-PrinsipArsitektur; ADM.
Pentingnya Renstra SI/TI sebagai Acuan Pengembangan SI/TI (Studi Kasus : Rumah Sakit Grand MEDISTRA Lubuk Pakam) Irmayani Irmayani; Eko Nugroho; Lutfan Lazuardi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.6535

Abstract

Latar belakang : Sistem informasi berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan pasien, efisiensi operasional, dan kepuasan pasien. Dengan SI/TI monitoring, koordinasi, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan efektif. Hal tersebut bisa dicapai ketika organisasi memiliki suatu perencanaan yang jelas pada organisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya renstra SI/TI sebagai acuan pengembangan SI/TI di RS. Grand MEDISTRA Lubuk Pakam. Metode : Penelitian dilakukan dengan metode collaborative action research. Penelitian dilakukan di RS. Grand MEDISTRA Lubuk Pakam. Penelitian melibatkan 23 orang yang terdiri dari pengguna langsung maupun pengguna tidak langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara  melakukan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi dan telah dokumen. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pentingnya penyusunan renstra SI/TI yang digunakan sebagai acuan dalan pengembangan SI/TI sehingga pengembangan SI/TI memiliki arahan.Kesimpulan : Disarankan kepada RS. Grand MEDISTRA Lubuk Pakam untuk menyusun Renstra SI/TI.
Proses Pembuatan dan Uji Kualitas Baut Tipe FB 6XL MC3 G7S K10 SIM Eko Nugroho
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Rekayasa Mesin
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jrm.v21i2.142

Abstract

PENGARUH JENIS PAHAT DAN VARIABEL PEMOTONGAN DENGAN MENGGUNAKAN TOOLPOST SEGMENTASI PADA MESIN BUBUT MERK KNUTH TIPE TURNADO 230 TERHADAP EFISIENSI PEMBUBUTAN Eko Nugroho; Kemas Ridhuan; Suraya Suraya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.669 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.468

Abstract

Toolpost adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang pahat bubut. Pada komponen origin mesin bubut, untuk mendapatkan center mesin menggunakan plat tambahan apabila posisi pahat tidak center terhadap sumbu mesin. Ini menjadi salah satu unsur yang perlu dipelajari agar efisiensi pembubutan meningkat. Penelitian ini menggunakan toolpost segmentasi yang dirancang serta dibuat terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh alat potong serta parameter pembubutan dalam efisiensi pembubutan yang meliputi kekasaran permukaan dan keseragaman ukuran hasil pembubutan. Selain itu untuk melihat pengaruh penggunaan toolpost segmentasi terhadap waktu setting pahat. Penelitian ini menggunakan parameter besar rpm 405 putaran/menit, kecepatan pemotongan memanjang 0,038 mm/put dan 0,053 mm/put, kecepatan pemotongan melintang 0,017 mm/put dan 0,024 mm/put. Variasi kedalaman pemotongan 1, 2, dan 3 mm. Penelitian diawali dengan pembuatan toolpost, perakitan alat, dilanjutkan pengujian pembubutan dengan toolpost yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan parameter yang optimal dalam pembubutan menggunakan toolpost segmentasi serta meningkatnya efisiensi waktu setting pahat. Pembubutan yang menghasilkan ukuran yang konsisten menggunakan pahat ISO 2 dengan selisih ukuran yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan menggunakan pahat ISO 6 , sedangkan untuk mendapatkan kekasaran permukaan yang baik dapat menggunakan pahat ISO 6 karena tingkat kekasaran (Ra) lebih baik dibandingkan pahat ISO 2. Penggunaan toolpost segmentasi juga mampu meningkatan kecepatan waktu setting pahat. Waktu yang digunakan untuk setting kurang dari 5 menit. Parameter ideal pada penelitian ini yakni kedalaman pemotongan 3 mm, kecepatan pemotongan 0,053 mm/putaran.Kata kunci: Efisiensi pembubutan, toolpost, variabel pemotongan.PendahuluanDalam industri terutama di bidang manufaktur harus
PENGARUH VARIASI PUTARAN CETAKAN DAN PENAMBAHAN INOKULAN Ti-B PADA CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN ALUMINIUM A356.0 Eko Nugroho; Yulian Hudawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.07 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.120

Abstract

Perkembangan industri pengecoran global hingga lokal sampai saat ini tumbuh dengan sangat pesat. Salah satu produk yang banyak dicari konsumen adalah velg, part pada roda sepeda motor. Tetapi sayangnya velg lokal sering dikeluhkan memiliki kualitas lebih rendah dari pabrikan. Paduan alumunium  A-356.0 merupakan  salah satu bahan material yang cocok untuk bahan baku pembuatan velg racing (cast wheel) mobil maupun sepeda motor. Karena memiliki beberapa kelebihan seperti: ringan, tahan korosi dan warnanya menarik, namun memiliki kekurangnan yaitu sifat mekanisnya belum memenuhi syarat. proses pembuatannya  menggunakan proses Vertical Centrifugal Casting (VCC) dengan penambahan inokulan Al-Ti-B sebagai unsur penghalus butir, inokulan Al-Ti-B akan dicampurkan kedalam 8 kg cairan aluminium dengan komposisi variasi campuran 0, 6, 9, dan 12 gram untuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan dengan 2 variasi putaran yaitu 450 dan 850 rpm. Selanjutnya hasil dari pengecoran centrifugal casting diuji secara mekanis menggunakan pengujian standar yaitu; uji kekerasan, uji tarik dan struktur mikro nya mengunakan standar ASTM. Hasil pengujian di proleh nilai kekerasan dan kekuatan tarik  yang paling tinggi pada spesimen A3 dan B3 yaitu 64.73 BHN dan 67.81 BHN, 182.18 Mpa  dan 188.28 Mpa. Titanium  yang  dikombinasikan  dengan  Boron  atau  Carbon  merupakan  unsur  paduan Al-Si  yang  berfungsi  untuk  menghaluskan butiran  (grain  refiner) Hal  inilah  yang mempengaruhi  adanya  perubahan  sifat mekanik  dan  struktur  mikro  tersebut.  Dengan semakin  halus  butiran,  maka  penjalaran dislokasinya  akan  semakin  sulit,  sehingga mempunyai ketahanan yang lebih besar, karena diperlukan  energi  yang  lebih  besar  untuk merusak  butiran  yang  halus  tersebut. adanya gaya sentrifugal (CF) selama proses penuangan kedalam cetakan. Logam cair akan dilempar oleh gaya sentrifugal sehingga menimbulkan tekanan pada setiap layer, hal ini juga menjelaskan bahwa .produk yang dibuat dengan menggunakan metode ini bebas cacat porosity, sisi terluar dari produk sentrifugal akan memiliki nilai kekerasan yang tinggi dibandingkan dengan sisi tengah produk, sifat mekanisnya juga akan memiliki nilai yang tinggi pada tekanan terbesar gaya sentrifugal (sisi terluar) dibandingkan bagian tengah. 
Analisa uji ketahanan fatigue Aluminium scrap hasil remelting sepatu rem (brake shoe) terhadap variasi beban menggunakan tipe rotary bending Wahyono Wahyono; Eko Nugroho; Sulis Dri Handono; Eko Budiyanto
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.521 KB) | DOI: 10.24127/armatur.v1i2.340

Abstract

Used brake shoes are a component of a two-wheeled vehicle that has a type of aluminum material. Therefore, we can do remelting aluminum from brake shoes that can no longer be used for advanced application use and utilization of brake shoe waste which still has a sale value. This study aims to determine the best value or the one that approximates the fatigue limit endurance value of each loading variation given to the specimen and to determine the characteristics of the fracture surface from the differences in given loading. The research method used for fatigue testing is by using a literature study and direct observation or observation. Before doing the fatigue testing, first, do the tensile test to get the yield strength value where this value is used for the loading that will be given to the fatigue test, the loading variations are given for the fatigue test are 40%, 50%, and 60 % of the yield strength value. From the results of fatigue testing at a load of 60% with the stress of 100.2 MPa and a given load of 3.81 kg, it can be seen that the value of material fracture at 27,421 cycles and in the timeframe 00:18:16. Then at 50% loading with the stress of 83.5 MPa and a given load of 3.18 g, it can be seen that the fracture value of the material in the 51,659 cycles in the fracture period is 00:34:35. Then in the next test with a load of 40% and given the stress of 66.8 MPa and a load of 2.5 kg, it is known that the fracture value of the material in the 106,930 cycles in the fracture period reaches 01:11:17. From the test data, it can be concluded that the ratio between cycle and time with voltage is inversely proportional, that is, the smaller the voltage the greater the cycle and time obtained, and vice versa, the greater the voltage, the smaller the cycle and time will be obtained. Keywords: Used brake shoes, Aluminum, Remelting, load variation, fatigue test.
HUBUNGAN SIKLUS PUTARAN DAN BEBAN TERHADAP KEKUATAN BAHAN PADA UJI FATIK BENDING Tri Cahyo Wahyudi; Eko Nugroho
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.535 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i1.23

Abstract

Uji fatik bending merupakan salah satu alat uji  untuk mengetahui tingkat kelelahan suatu bahan yang akan digunakan sebagai konstruksi atau komponen yang akan menerima pembebanan . Fungsi uji fatik bending adalah menguji kekuatan patah berdasarkan beban bending yang berbeda- beda mulai dari beban rendah sampai beban yang besar. Mekanisme patah lelah terdiri atas 3 tahap yakni: Tahap awal terjadinya retakan, Tahap penjalaran retakan dan  Tahap akhir kerusakan / patah. Tujuan pengujian fatik bending Mengetahui hubungan siklus  putaran dan beban terhadap kekuatan bahan uji, Menentukan nilai hubungan dan tegangan yang terjadi siklus terhadap putaran, Menentukan Jenis bahan yang mana memiliki keuletan dan kegetasan  terhadap jenis patahan. Cara kerja uji fatik bending yaitu benda uji di jepit pada ragum penjepit yang dihubungkan dengan poros yang digerakan oleh motor listrik  dan pada poros  penjepit di beri  pemberat, kemudian benda uji tersebut di putar. pada waktu tertentu benda uji tersebut mengalami kelelahan fatik sehingga akan  putus (patah) dengan menggunakan  variasi beban 9,81 N, 14,72 N, 19,62 N, 24,53 N dan 29,43 N. Dan tiap-tiap benda uji memiliki ukuran diameter 4 mm,5 mm dan 6 mm bahan yang di gunakan yakni  bahan St 37 dan St 40 dengan putaran motor 1486 rpm. Hubungan siklus putaran dan beban terhadap kekuatan bahan uji ini menunjukan semakin kecil beban maka jumlah siklus putaran akan semakin besar dengan jumlah siklus tertinggi yakni 15085,9.  Putaran sangat erat hubungan nya dengan tegangan benda uji, Karena semakin besar tegangan maka akan semakin kecil jumlah siklus putaran,dan sebaliknya. Pada nilai hubungan tegangan dengan siklus putaran terlihat tegangan terkecil 0,34 N/mm2 untuk jumlah siklus tertinggi 15085,9. Dalam proses pengujian terlihat hasil bahwa nilai kekerasan yang tinggi yaitu 40,98 menunjukan patah getas pada bahan nya dan nilai kekerasan yang rendah  yaitu 39,90 yang memiliki bahan patah ulet.
Teoritisasi Komunikasi Dalam Tradisi Sosiokultural Eko Nugroho
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2019): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 7 No 2 Desember 2019
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.012.09

Abstract

ABSTRACT The Last Samurai is a Hollywood production film made by Edward Zwick (2003) which won 4 (four) Oscars for several categories at the 2004 Academy Award. In this film, we can see Katsumoto and Algreen at first debating or disagreeing about ways the customs. Socioculturally, there are keywords that can be seen in the film's story, namely "culture" and "interaction". First, that there are different cultural settings from the two figures. They think in terms of two different structural meanings. Sociocultural theories provide explanations in many communication contexts. In general, this tradition explains the following ideas (Littlejhon and Foss, 2005: 45). First, our way of understanding, meaning, norms, roles and rules work interactively in communication. Sociocultural traditions authorize communication in a concept of "reproduction of social order". In this case the interaction as a discussion of communication events becomes an activity that involves the symbols that are based on the meaning, interpretation. And in interaction there is also a convention, an agreement based on the division of meaning of symbols between community members that determines the internal factors (self-concept, or identity, etc.) of each group member, so that the order or rules change as the actuality of the communication itself . Keywords: Sociocultural; Social Order; The Last Samurai
Penyusunan rencana strategis sistem informasi dan teknologi informasi di dinas kesehatan kabupaten sleman Wiwik Setyowati; Eko Nugroho
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.24447

Abstract

Latar Belakang : Salah satu komponen pengelolaan kesehatan yang disusun dalam SKN yaitu sub sistem manajemen, informasi dan regulasi kesehatan.  Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI&TI) secara fundamental memiliki peranan penting bagi perkembangan organisasi kesehatan, mengingat keuntungan yang didapat antara lain efektif, efisien, dan transparansi guna mendukung pelayanan yang baik dan bersih. Namun faktanya SI&TI sebagai salah satu fungsi untuk meningkatkan manajemen kesehatan ternyata belum optimal pemanfaatannya serta penerapan SIMPUS juga belum berjalan sebagaimana yang diharapkan, sehingga belum dapat menghasilkan informasi yang mendukung perencanaan, pemecahan masalah dan pengambilan kebijakan di tingkat puskesmas maupun tingkat Dinas Kesehatan. Rencana strategis akan membantu organisasi untuk mencapai sasaran serta mengatasi masalah-masalah yang ada sehingga mengoptimalkan pencapaian tujuan serta dapat menempatkan organisasi pada posisi yang optimal di dalam lingkungan yang semakin bersaing.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan sebagai acuan penyusunan rencana strategissistem informasi dan teknologi informasi  di dinas kesehatan kabupaten sleman. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain action research karena merupakan penelitian tindakan yang melibatkan partisipan dalam membuat keputusan tentang apa dan bagaimana mengimplementasikan perubahan yang diinginkan.Hasil Penelitian : Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sudah implementasi SI meskipun masih terfragmentasi, kondisi infrastruktur di dinas kesehatan maupun puskesmas perlu disesuaikan dengan kebutuhan, masih ada SDM SI&TI yang tidak sesuai dengan kompetensinya, sistem keamanan informasi dan tata kelola SI&TI belum ada, perlu menata dan meningkatkan kualitas pengelolaan data dan informasi, mengembangkan dan menetapkan standar sistem informasi kesehatan, dan memperkuat kelembagaan unit pengelola sistem informasi kesehatan.Kesimpulan: Strategi SI&TI yang dapat mendukung pencapaian visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman antara lain menetapkan regulasi SI&TI, mengembangkan dan menetapkan standar sistem informasi kesehatan, memperkuat perangkat sistem informasi kesehatan di dinas kesehatan dan puskesmas, mengembangkan dan meningkatkan kompetensi SDM pengelola sistem informasi kesehatan, meningkatkan kemampuan SDM SI&TI dalam melakukan manajemen data terutama pengumpulan data. Implementasi renstra SI&TI dilaksanakan selama 5 tahap.