Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kajian Permainan Tradisional Bali Untuk Membantu Pembentukan Karakter Dan Keterampilan Sosial Anak Ni Made Dian Widiastuti; Putu Sandra Devindriati Kusuma
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2021): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.155 KB) | DOI: 10.31091/sw.v9i2.1740

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu warisan leluhur yang banyak memiliki kontribusi dalam kehidupan. Dengan kontribusinya yang dimiliki, kenyataannya tidak sejalan dengan eksistensinya di zaman saat ini. Permainan tradisional di masyarakat perlahan mengalami kepunahan, mulai ditinggalkan dan menjadi asing di kalangan anak-anak, terutama di daerah perkotaan yang telah banyak tersentuh budaya modern. Budaya modern dengan mudah masuk dan mempengaruhi melalui media berbasis teknologi yang sedang naik daun saat ini. Asingnya permainan tradisional di mata anak-anak disebabkan oleh kegiatan belajar mengajar yang diterapkan di sekolah mulai didominasi oleh kegiatan-kegiatan berbau kekinian dan terkadang tidak sesuai dengan karakter anak. Adanya perkembangan teknologi turut menjadi faktor penyebab tergerusnya permainan tradisional. Oleh sebab itu perlu adanya penggalian kembali dan mengkaji jenis-jenis permainan tradisional yang ada khususnya di Denpasar sebagai daerah perkotaan. Hasil penggalian jenis permainan tradisional ini nantinya dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran anak khususnya di Taman Kanak-Kanak sekaligus membantu pembentukan karakter dan keterampilan sosial anak yang tingkat penanamannya terbilang rendah. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara dan observasi dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih sampel guru TK yang akan di wawancarai. Adapun jenis-jenis permainan tradisional Bali yang tumbuh dan dipopulerkan di Denpasar yaitu permainan Tok Lait Kancing, Kul Kuk, Penyu Mataluh, Meong-Meongan Kotak, dan Deduplak. Kelima permainan tersebut tidak terimplementasi seluruhnya dalam kegiatan belajar anak di Taman Kanak-Kanak. Metode mengajar permainan tradisional Bali didominasi dengan demonstrasi, bermain dan bercerita karena sesuai dengan prinsip anak usia dini yang dunianya adalah bermain.
Children Virtual Concert in the Covid-19 Pandemic Putu Sandra Devindriati Kusuma
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.032 KB) | DOI: 10.31091/jomsti.v3i2.1160

Abstract

Purpose: This article aims to see a children virtual concert held by La Prima Course and Bandung Philharmonic. Both of them held an online concert in June 2020, when the world was entering new normal era due to Covid-19 pandemic. Research methods: The method used in writing this article is descriptive-qualitative by observing watching two virtual concert and long-distance interviews through social media. Results and discussion: Children virtual concert have a positive impact for children as activities at home during the Covid-19 pandemic. Other impacts were also felt by the organizers so that the organizers were enthusiastic to routinely hold virtual performances. Implication: Covid-19 pandemic makes virtual performance a cost-effective and attractive choice for organizers, children, and parents who concern about art.
Musik dan Gerak: Pendidikan Seni bagi Anak Usia Dini Putu Sandra Devindriati Kusuma; Ni Made Dian Widiastuti; Ni Wayan Iriani
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.076 KB)

Abstract

Purpose: This study aims to look at the position of art education for early childhood. Art education for children this age is not only limited to singing or composing existing songs and changing the lyrics. Research Methods: This article is the result of a literature study which is strengthened by interviews with one of the educators who is also an early childhood education activist. The data presented in the form of descriptive text, so the nature of this research is descriptive analysis. Results and Discussion: The results of the study show that art is one aspect of development for early childhood is included in ministerial regulations and curriculum. The things that include in the art development program are the embodiment of an atmosphere for the development of exploration, expression, and appreciation of art in the context of play for early childhood. With the art aspect that has been regulated by the Indonesian government, from an early age children can practice their balance through art because art can inspire feelings and thoughts to be human. Implication: In this case, educators must be sensitive because art is to train sensitivity, such as observing children's responses when they hear music and then moving, observing children's body shapes when moving, and creating fun music and movement activities for early childhood to fill their development at in the golden age.
PEMBINAAN SENI TARI, TABUH, DAN MUSIK DI DESA BUWIT, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN TABANAN Ni Made Dian Widiastuti; Ni Wayan Iriani; A.A. Trisna Ardanari Adipurwa; Ni Made Haryati; I Gede Gunadi Putra; Ni Putu Sandra Devindriati Kusuma; Ni Putu Hartini
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.82 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk mengajak generasi muda melestarikan seni tradisi di kalangan generasi muda, sekaligus sebagai terapi dalam menghindari pengaruh gawai digital yang menghambat kemampuan berkomunikasi generasi dini. Kegiatan dilakukan dalam jangka waktu enam minggu, dengan pertemuan tatap muka langsung. Teknik pengajaran dilakukan dengan pemberian contoh gerak dari pengajar yang kemudian ditirukan oleh peserta. Hasilnya generasi muda di Desa Buwit, menguasai tari Pendet, tari Rejang Dewa, tari Wirayuda, dan gamelan pengiring tari Pendet. Kemudian untuk anak-anak usia dini, telah berani untuk berkomunikasi dan mengungkapkan emosinya melalui kegiatan musik dan bernyanyi bersama. Kegiatan ini memberi semangat positif bagi masyarakat di Desa Buwit. Bagi orang tua, mereka sangat senang anak-anak mereka dapat melakukan kegiatan positif dan jauh dari gawai. Lalu yang terpenting adalah seni tradisi Bali dapat terus berlanjut.
Perancangan Video Pembelajaran Permainan Kul Kuk Sebagai Upaya Pelestarian Permainan Tradisional Bali Ni Made Dian Widiastuti; Ni Wayan Iriani; Putu Sandra Devindriati Kusuma
Jurnal Pendidikan Multimedia (Edsence) Volume 4 No 2 (Desember 2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edsence.v4i2.52598

Abstract

Permainan tradisional adalah permainan yang biasa dimainkan oleh anak-anak, karena dunianya adalah bermain dan penuh dengan imajinasi. Di balik gerakan, ucapan, dan alat-alat yang digunakan, tersirat makna simbolis yang bermanfaat bagi perkembangan emosi, kognitif, motorik dan sosial anak sebagai sarana belajar untuk menuju kehidupan di masa dewasanya. Dengan manfaat yang dimiliki kenyataannya tidak sejalan dengan eksistensinya saat ini di masyarakat. Pesatnya perkembangan permainan digital membuat posisi permainan tradisional semakin tergeser dan perlahan mulai ditinggalkan. Jenis permainan yang mulai tidak dikenal oleh masyarakat salah satunya adalah permainan Kul Kuk.  Oleh karena itu perlu adanya pengenalan kembali kepada masyarakat terkait permainan tersebut melalui media yang lebih menarik untuk anak-anak. Video pembelajaran adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk membantu permasalahan yang terjadi. Penulis memberikan solusi dengan mengembangkan video pembelajaran permainan Kul Kuk  dengan menggunakan model pengembangan Four-D (define, design, develop,disseminate). Adapun fokus yang dibahas merujuk pada perancangan media video dengan langkah-langkah penyusunan materi, merencanakan konsep, membuat storyboard dan produksi.
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK PADA MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK, PRODI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN ISI DENPASAR DI MASA PANDEMI Ni Made Dian Widiastuti; Ni Wayan Iriani; Putu Sandra Devindriati Kusuma
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 2 No. 2 (2022): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah perkembangan peserta didik merupakan matakuliah yang diberikan kepada mahasiswa calon guru di Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan dengan kontribusinya dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait karakteristik anak. Kegiatan belajarnya di tengah pandemi dilakukan secara daring sesuai dengan arahan yang berlaku. Berdasarkan hasil pengamatan kegiatan belajar teori dengan sistem daring dirasa mulai membosankan, terlihat dari reaksi tingkah laku mahasiswa yang mulai tidak disiplin dalam mengikuti kelas, tidak mengaktifkan layar kamera, dan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena adanya penggunaan desain pembelajaran yang kurang tepat. Disini peran dari pengajar sangat penting dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang PAIKEM. Pengajar berperan sebagai motivator dan fasilitator dituntut aktif dan kreatif dalam mengajar termasuk dalam mempersiapkan desain pembelajaran yang akan diterapkan. Salah satu desain pembelajaran yang digunakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut oleh pengajar adalah desain TPACK yang memfokuskan pada pedagogi, konten dan juga teknologi. Dengan demikian penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mendeskripsikan bentuk implementasi yang dilakukan pengajar dalam pembelajaran dengan desain TPACK pada mata kuliah perkembangan peserta didik serta mendeskripsikan aktivitas pengajar dan mahasiswanya. Adapun hasil yang didapat adalah bahwa implementasi desain TPACK pada matakuliah perkembangan peserta didik memberikan dampak yang positif bagi proses pembelajaran dilihat dari hasil data observasi aktivitas dosen dan mahasiswa yang mengalami peningkatan pada setiap pengamatan yang dilakukan serta adanya peningkatan antusias mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan.
Perencanaan Manajemen Seni Pertunjukan Ubud Village Jazz Festival I Gde Made Pandu Vijayantara Putra; Putu Sandra Devindriati Kusuma
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This article aims to find out how to plan the management of performing arts at the Ubud Village Jazz Festival. Management is the main thing in every performing arts performance starting from pre-production to post-production. Method: The method used in this writing is a qualitative method with a descriptive presentation. Data obtained by interviews and literature review, which will then be analyzed through triangulation from raw data collection, selection, processing to drawing conclusions. Results and discussion: The Ubud Village Jazz Festival was made out of concern, where the founder felt that there was a period of jazz music that had been forgotten and caused the loss of the true identity of jazz music. The findings in this article show that management planning is carried out by setting goals, designing budgets, looking for sponsors by looking at previous year's activities, making timelines, deadlines, job descriptions, hiring outsourcing and recruiting volunteers to support the achievement of the goals of UVJF activities. Implication: Good management planning for the Ubud Village Jazz Festival is also a means to educate the public about jazz music, help the economy of the surrounding community in Ubud, and more than that to show the identity of the jazz festival.
UPAYA PELESTARIAN PASANTIAN MELALUI PAIKETAN SEKAA SANTI ARDA NARESWARI DI DESA PAKRAMAN BERABAN Ni Made Arisanthi Utami; Putu Sandra Devindriati Kusuma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.849

Abstract

Pasantian merupakan salah satu kesenian tradisional Bali dalam bidang olah vokal atau tarik suara. Pada dasarnya, seni musik tradisi di Bali, dapat dibagi menjadi dua yaitu musik yang berasal dari alat-alat yang digunakan sebagai media disebut gamelan dan musik menggunakan vokal disebut dengan tembang. Di Desa Beraban khususnya, terdapat upaya pelestarian pasantian dengan terbentuknya sekaa santi untuk mewadahi dan memfasilitasi pelaku-pelaku seni di bidang tarik suara atau vokal untuk menyalurkan minat dan bakatnya sekaligus sebagai upaya pelestarian yang dilakukan desa untuk pasantian atau dharma gita tersebut. Tujuan diangkatnya topik ini sebagai pembahasan adalah untuk memaparkan berbagai macam jenis upaya-upaya pelestarian kesenian tradisional Bali, khususnya pasantian atau dharma gita. Upaya-upaya pelestarian, dapat ditempuh dari berbagai macam cara tergantung kebutuhan, situasi dan kondisi serta karakteristik pada masing-masing daerah. Khususnya di Desa Beraban penulis mencoba untuk memaparkan hasil penelitian salah satu upaya pelestarian pasantian yang dilakukan oleh Desa Beraban dengan membentuk sebuah sekaa santi yang bernama sekaa santi Arda Nareswari. Pelestarian dilakukan di dalam ruang lingkup desa yaitu dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti ngayah dan mengisi acara tertentu yang dilakukan dalam upaya pelestarian tersebut. Keanggoataan dari sekaa santi masih terbilang cukup banyak, di mana setiap banjar diwajibkan untuk mewakilkan dua orang anggota. Selain kegiatan ngayah dan mengisi acara, sekaa santi Arda Nareswari juga melakukan kegiatan latihan rutin setiap minggu, namun karena masa pandemi Covid -19 pelatihan pasantian tidak dilakukan. Upaya yang dilakukan oleh desa dalam melestarikan pasantian yaitu dengan membentuk sebuah organisasi seka asanti sebagai pelestarianya, merupakan salah satu rasa kepedulian desa terhadap kesenian tradisional Bali untuk dapat dilestarikan. Secara tidak langsung, pembentukan organisasi sekaa santi dan kegiatan-kegiatan pasantian yang dilakukan dapat diterapkan oleh daerah lainya.
STRATEGI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA TATAP MUKA TERBATAS DI SMP BERINGIN RATU SERUPA INDAH Wayan Suwece; Putu Sandra Devindriati Kusuma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.850

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang guna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selama masa pandemi Covid-19 strategi pembelajaran yang dirancang oleh guru tentunya berbeda dengan pembelajaran pada masa pembelajaran sebelumnya, khususnya strategi yang digunakan pada pembelajaran seni budaya. Mata pelajaran seni budaya umumnya terdiri dari materi berupa materi teori dan materi praktik, yang memiliki kesulitan tersendiri dalam menerapkan strategi pembelajaran yang tepat terutama pada masa pandemi Covid-19. Maka penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana strategi yang digunakan guru dalam merancang pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni budaya yang berlangsung selama masa pandemi Covid-19. Lokasi penelitian adalah SMP Beringin Ratu Serupa Indah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang menghasilkan data-data dalam bentuk deskriptif berupa kata-kata naratif atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Adapun hasil penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran selama pandemi Covid-19 di SMP Beringin Ratu Serupa Indah pada mata pelajaran seni budaya selama masa pandemi Covid-19 menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas yang dipadukan dengan pembelajaran asinkron atau pembelajaran yang sumber belajar diberikan atau didapat secara online oleh peserta didik dengan jeda waktu tertentu. Selanjutnya strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru mata pelajaran seni budaya berupa penerapan model blended learning
PEMBELAJARAN ANSAMBEL MUSIK DENGAN LAGU TRADISIONAL BATAK TOBA “ALUSI AU” DI SMA NEGERI 1 LAGUBOTI Yosep Dermawan Harefa; Ketut Sumerjana; Putu Sandra Devindriati Kusuma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i1.2207

Abstract

Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja. Penulis tertarik mengangkat judul ini dikarenakan kurangnya pengetahuan peserta didik dalam bermain musik, selama ini peserta didik mempelajari seni budaya hanya teori tanpa adanya praktek bermain musik. Bagaimana konsep, tahapan pengajaran, capaian dan kontribusi pembelajaran ansambel musik dengan lagu tradisional batak toba “alusi au” di SMA Negeri 1 Laguboti. Tujuan dari pembelajaran yaitu untuk mendeskripsikan konsep, tahapan pengajaran, dan capaian dengan lagu tradisional batak toba “alusi au” di SMA Negeri 1 Laguboti.