Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI RC4 UNTUK KEAMANAN DATABASE APLIKASI PENGGAJIAN KARYAWAN BERBASIS WEB PADA PT. TRANS INTRA ASIA Andre Setiawan; Titin Fatimah
SKANIKA Vol 4 No 1 (2021): Jurnal SKANIKA Januari 2021
Publisher : FTI Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/skanika.v4i1.2044

Abstract

Trans Intra Asia adalah perusahaan yang bergerak di bidang consultant management yang mempuyai 70 karyawan. Setiap bulannya Perusahaan melakukan penggajian terhadap karyawan dimana data yang disimpan dalam database yang memiliki keamanan mudah dicuri karena hanya memakai keamanan database yang sewaktu–waktu bisa saja dicuri atau digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jadi perlu dibuat aplikasi keamanan database untuk mengamankan data penggajian karyawan. Teknik kriptografi menjadi salah satu solusi yang perlu digunakan untuk pengamanan database. Adapun metode kriptografi yang digunakan algoritma RC4 (Rivest Code 4) yang termasuk kunci simetris, yaitu kriptografi yang menggunakan kunci enkripsi yang sama dengan dekripsinya. Kelebihan kriptografi kunci simetris adalah proses enkripsi dan dekripsi membutuhkan waktu yang cukup singkat, untuk ukuran kunci simetris relatif lebih pendek dan dapat dipergunakan untuk membangkitkan bilangan acak. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman PHP (Hypertext Prepocessor) dengan database MySQL. Hasil penelitian ini menunjukkan data penggajian karyawan pada perusahaan dapat terjaga kerahasiaannya karena menggunakan proses enkripsi lebih dahulu sehingga data penggjian lebih aman dan terhindar dari pencurian data atau digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
GION MATSURI: PROSESI BUDAYA, PARTISIPASI KOMUNITAS DAN PELESTARIAN WAJAH KOTA KYOTO Titin Fatimah
NALARs Vol 13, No 1 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.13.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Gion Matsuri adalah satu dari tiga festival terbesar di Jepang yang diselenggarakan tiap bulan Juli. Prosesi dalam festival yang berlangsung selama sebulan tersebut melibatkan masyarakat lokal sebagai penyelenggara utama. Artikel ini bertujuan untuk melihat apa dan bagaimana Gion Matsuri, sejauh mana keterlibatan masyarakat/ komunitas lokal dalam penyelenggaraannya serta kaitannya dengan upaya pelestarian wajah kota/ townscape sebagai bagian dari pelestarian lansekap kota secara keseluruhan. Kota menjadi panggung utama tempat festival ini digelar, oleh karena itu karakter khas Kyoto berupa bangunan tradisional/ machiya townhouse sangatlah penting. Berbagai upaya pelestarian telah ditempuh. Sayang sekali, pesatnya pembangunan yang tak terkontrol menyebabkan wajah kota Kyoto berubah banyak. Populasi machiya semakin menurun, tergantikan dengan menjamurnya bangunan-bangunan baru yang berpotensi merusak karakter kota Kyoto. Upaya pelestarian sudah ditempuh oleh pemerintah, namun beberapa peraturan yang sudah dibuat untuk melindungi karakter lansekap kota belum menyentuh pada esensi karakter kota secara keseluruhan. Padahal tantangan perubahan sosial ekonomi budaya terus berlangsung seiring tuntutan zaman. Untuk itu perlu upaya sinergis antara pemerintah, swasta dan masyarakat/ komunitas untuk mengkondisikan laju pembangunan tetap bisa selaras dan harmonis dengan karakter kota Kyoto.Kata kunci: Gion Matsuri, Kyoto, Festival, Komunitas, Lansekap Kota, Wajah Kota, Karakter Kota ABSTRACT. Gion Matsuri is an annually festival in Kyoto, organized in every July and renowned as one of the three biggest festivals in Japan. The processions take place through the whole month where local community take part as main organizer. This article aims to describe what is Gion Matsuri, how local community involved in organizing the festival, and the relation with the effort of townscape conservation as part of the whole urban landscape. The festival takes place in the historic city centre as its main stage, therefore traditional wooden architecture is important as the Kyoto’s character. A number of efforts on townscape conservation have been carried out, but unfortunately uncontrollable development have caused the big changes on Kyoto townscape. The population of machiya townhouses, the Kyoto’s unique traditional wooden architecture, has decreased. The new built buildings that replaced those traditional ones potentially destroy the character of Kyoto towscape. Government had took some efforts to protect the townscape, but the issued regulations does not yet touch the whole character of Kyoto townscape. Whereas, social economy and culture that are continuesly changing is a big challenge for conservation. Therefore, sinergic effort among the government, private sector and local community is needed to condition the development pace to be harmonious with the character of Kyoto City.Keywords: Gion Matsuri, Kyoto, Festival, Community, Urban Landscape, Townscape, City Character
PROFIL EKONOMI RUMAH TANGGA SUPIR ANGKUTAN ANTAR KOTA PEKANBARU-BANGKINANG Titin Fatimah; Ashaluddin Jalil
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3, No 1: WISUDA FEBRUARI 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the economic profile of domestic inter-city transport driver Pekanbaru-Bangkinang and tofind out how what is being done inter-city transport drivers to meet the economic needs of the family. Population of this research is all driver sub-urban which status and ownership of the vehicle is a rental that has been married as many as 11 sub-urban transport drivers.This study used quantitative descriptive method with quantitative and qualitative data analysis. The collection of data through observation and questionnaires.The theory used is the theory of economic sociology, the theory of a survival strategies and the theory of patron-client. The results can be generalized that the income of the transport drivers suburban still being sufficient for household so that they meet the needs of families with pursuing a strategy of how to get a lot of passengers, and by working together with his wife for earning money for family life, as his wife opened a small shop at home and using a strategy of active, passive strategies, and networking strategies for survival. Home ownership status generally is proprietary with the physical condition ofthe househas been largely permanent which have private wells and generally have been using an electric kilometer. When family get illness usually taken to the nearest health centers and clinics, while in education, all children can educated although not up to the college level.Keywords: household economy , survival strategies, minibus transport drivers
Kajian Kegiatan Bertamu pada Era New Normal Gabriela Geraldine Angel Winata; Samsu Hendra Siwi; Titin Fatimah; Naniek Widayati Priyomarsono
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol 11 No 2 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i2.125

Abstract

The COVID-19 pandemic in Indonesia has caused the changing interaction in visiting other people’s house. The interaction is certainly new, following health protocols as a strategy to prevent the spread of the COVID-19 virus. The change that occur becomes interesting to study as a need to find the new patterns or trends that exist in the new normal era. Therefore, this study aims to examine the pattern of visiting activities in the new normal era. The method used is qualitative phenomenology, with observations and interviews of the adaptation of visit others in the new normal era. The adaptation to COVID-19 experienced by most people and spaces, such as understanding each other in carrying out health protocols when doing the visit to others. Patterns of activities are influenced by the sense of familiarity or a sense of kinship with people when doing interaction. When friends or relatives come, the behavior of the residents is different from people who don’t know each other in visiting activities.
PENERAPAN BUKU AL-FATIH DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN MEMBACA KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN MADINATUL ILMI DDI SIAPO TOLI-TOLI Titin Fatimah; Mahfudoh
Albariq: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/albariq.v2i2.22

Abstract

This study aims to find out how the application of the Al-Fatih Book in improving reading skills of the yellow book; and to know the steps of its application in the learning process. The research approach used is descriptive qualitative. techniques in data collection through interviews, observation, and documentation. The results of the study show that the application of the Al-Fatih Book is almost the same as other fast methods of reading the yellow book, only in its application, the Al-Fatih book uses three volumes of books, namely: the Nahwu Al-Fatih book, the Taṣrif book and the Al-Fatih practice book. munīr. while in increasing the reading skills of the students, it can be seen from the value of the practice and practice of the students in the ability or proficiency in reading the yellow book.
Green Kampong Management Using a Participatory Community Approach Nafiah Solikhah; Titin Fatimah; Mega Kusumawati; Alifia Lufthansa
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v5i1.1793

Abstract

The urban kampong ‘kampung kota’ is an essential part of the formation of city structures. One existing urban kampong in Jakarta is kampung Tanjung Gedong, located at RT 05/RW 08, Tomang Sub-district, Grogol Petamburan District in West Jakarta. Its location, which is 500 meters from Untar Campus 1, was one consideration for selecting kampung Tanjung Gedong as a partner. The team has also carried out community service activities (PKM) in this location, and it is expected that the program implemented would be sustainable. In the context of urban life, kampung Tanjung Gedong has physical, spatial, and environmental problems, mainly due to the high level of building density. The purpose of these activities was to provide a solution for urban village management using a participatory community approach. The proposed solution is penataan Kampung Hijau ‘Green Kampong Management’ by involving community members’ active participation from the beginning of the planning to the management through the placemaking method, which involves three approaches: green planning and design, green open space, and green community. This proposed green kampong concept is expected to overcome the problems encountered by the partner in achieving a healthy and comfortable environment for residents. The concept of green kampong is a promising solution in solving the physical environmental and spatial problems of kampung kota Tanjung Gedong. The program has improved the quality of the environment and increased the community's social quality in a form of a healthier lifestyle.
TINDAK TUTUR DALAM BERCERITA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 CIAMIS Titin Fatimah
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.978 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi penulis saat melakukan kegiatan PPL. Anak terlihat cenderung pasif melakukan kegiatan bercerita di depan kelas, bahkan dalam satu pertemuan kegiatan pembelajaran, kesempatan murid untuk bercerita di depan kelas masih kurang leluasa. Hal ini membuat sebagian dari seluruh murid tidak mendapatkan kesempatan bercerita di depan kelas. Untuk itu penulis ingin mengujicobakan sebuah teknik bercerita yang memberi kesempatan semua murid untuk bercerita. Adapun tujuan penelitian ini adalah :1) Ingin mengetahui bentuk tindak tutur lokusi yang terdapat dalam tuturan siswa. 2) Ingin mengetahui bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam tuturan siswa. 3) Ingin mengetahui bentuk tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam tuturan siswa. 4) Ingin mengetahui apakah kegiatan berbicara siswa memenuhi syarat dijadikan bahan ajar dalam kompetensi dasar menceritakan pengalaman di kelas X. 5) Ingin mengetahui model bahan ajar berbicara, menceritakan pengalaman.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh kelas X SMA Negeri 2 Ciamis sebanyak 268 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas X IPA 6 SMA Negeri 2 Ciamis sebanyak 30 siswa.Berdasarkan data yang diperoleh dan analisis data, diketahui bahwa 1) Bentuk tindak tutur lokusi dalam kegiatan berbicara diketahui bahwa sebagian besar tindak tutur yang digunakan adalah tindak tutur lokusi yaitu sebanyak 102 atau 63.75 % dari seluruh kalimat yang dianalisis. 2) Bentuk tindak tutur ilokusi dalam kegiatan berbicara diketahui bahwa bentuk tindak tutur ilokusi sebanyak 46 atau 28,75 % dari seluruh kalimat yang dianalisis. 3) Bentuk tindak tutur perlokusi dalam kegiatan berbicara diketahui bahwa bentuk tindak tutur perlokusi sebanyak 12 atau 7,50 % dari seluruh kalimat yang dianalisis. 4) Tindak tutur dalam kegiatan berbicara dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran berbicara jika guru memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahan ajar yang akan digunakan serta guru menguasai bahan pengajaran di samping teknik pembelajaran yang digunakan. Analisis pragmatik dalam kegiatan berbicara sebagai bahan pembelajaran akan bermanfaat bagi siswa apabila siswa mampu berbicara dengan baik. keterampilan guru dalam memilih dan menyajikan bahan ajar akan menunjang terhadap tercapainya tujuan pembelajaran. 5) Tindak tutur dalam kegiatan berbicara siswa dapat dijadikan sebagai bahan ajar mengingat tindak tutur dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan mengkomunikasikan gagasan serta untuk berinteraksi dengan orang lain.